HAMA DAN PENYAKIT SERTA METODE PEMANENAN BUDIDAYA CACING TANAH
Tahapan terakhir dan paling ditunggu dalam budidaya cacing tanah adalah pemanenan cacing tanah, Namun sebelum sampai pada tahapan pemanenan perlu dicermati juga faktor gangguan yang mungkin timbul selama proses budi daya, diantaranya serangan hama dan penyakit yang dapat merusak hasil panen bahkan mengakibatkan terjadinya gagal panen. Berikut ini akan kita ulas keduanya yakni masalah hama dan penyakit dalam budidaya cacing tanah serta pemanenan budidaya cacing tanah.
HAMA DAN PENYAKIT BUDIDAYA CACING TANAH
-
Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hama dan musuh cacing tanah. Beberapa hama dan musuh cacing tanah antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu dan lain-lain.
-
Musuh yang juga ditakuti adalah semut merah yang memakan pakan cacing tanah yang mengandung karbohidrat dan lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan serangan semut merah dilakukan dengan cara di sekitar wadah pemeliharaan (dirambang) diberi air cukup.
PEMANENAN BUDIDAYA CACING TANAH
-
Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting (utama) yang dapat diperoleh dari proses budidaya tersebut, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing).
-
Panen cacing dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan menggunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya.
-
Teknik pemanenan secara ekonomis dapat dilakukan dengan membalikan sarang. Dibalik sarang yang gelap ini cacing biasanya berkumpul dan cacing mudah terkumpul, kemudian sarang dibalik kembali dan pisahkan cacing yang tertinggal.
-
Jika pada saat panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. Dan cacing tanah dapat diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yang baru dan kascingnya siap di panen.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
budidaya cacing gagal (1), Cacing termasuk hama karet (1), hama dan penyakit pada tana (1), Hasil panen cacing (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply