Tanaman Semangka banyak dibudidayakan di negara-negara seperti Cina, Jepang, India dan negara-negara sekitarnya. Sementara sentra penanaman di Indonesia terdapat di Jawa Tengah (D.I. Yogyakarta, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Kulonprogo); di Jawa Barat (Indramayu, Karawang); di Jawa Timur ( Banyuwangi, Malang); dan di Lampung. Semangka banyak dikonsumsi sebagai buah segar, oleh karena itu kualitas buah sangat perlu diperhatikan. Salah satu upaya menjaga kualitas buah adalah dengan memperhatikan waktu pemanenan serta pascapanen semangka. Pemanenan yang tepat waktu (tidak terlalu muda) serta perlakuan pascapanen yang tepat akan menjaga kualitas buah tetap unggul. Pada umumnya untuk jenis buah dan sayuran penampilan secara fisik sangat mempengaruhi harga jual. Berikut ini panduan pemanenan dan pascapanen dalam budi daya tanaman semangka.

PEMANENAN HASIL PRODUKSI BUDIDAYA TANAMAN SEMANGKA

CIRI DAN UMUR PANEN

Umur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman. Ciri-cirinya: setelah terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil maka buah tersebut bisa dipetik (dipanen). Masa panen dipengaruhi cuaca, dan jenis bibit (tipe hibrida/jenis triploid, maupun jenis buah berbiji).

CARA PANEN

Dalam pemetikan buah yang akan dipanen sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah dan tidak berawan sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya, dan tahan selama dalam penyimpanan ataupun di tangan para pengecer. Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya.

PERIODE PANEN

Panen dilakukan dalam beberapa periode. Apabila buah secara serempak dapat dipanen secara sekaligus, tetapi apabila tidak bisa bersamaan dapat dilakukan 2 kali. Pertama dipetik buah yang sudah tua, ke-dua semuanya sisanya dipetik semuanya sekaligus. Ke-tiga setelah daun-daun sudah mulai kering karena buah sudah tidak dapat berkembang lagi maka buah tersebut harus segera dipetik.

PRAKIRAAN PRODUKSI

Hasil produksi dari masing-masing pohon semangka perlu diadakan pembatasan hasil buahnya, sehingga dapat diperkirakan jumlah produksinya. Secara wajar, jumlah buah berkisar antara 2-3 buah setiap pohon (1 buah pada cabang pohon dan 2 buah pada batang utama dari pohon), dengan berat buahnya q 6-8 kg per pohon.

PASCAPANEN BUDIDAYA TANAMAN SEMANGKA

PENGUMPULAN HASIL PANEN BUAH SEMANGKA

Pengumpulan hasil panen sampai siap dipasarkan, harus diusahakan sebaik mungkin agar tidak terjadi kerusakan buah, sehingga akan mempengaruhi mutu buah dan harga jualnya. Mutu buah dipengaruhi adanya derajat kemasakan yang tepat, karena akan mempengaruhi mutu rasa, aroma dan penampakan daging buah, dengan kadar air yang sempurna.

PENYORTIRAN DAN PENGGOLONGAN HASIL PANEN

Penggolongan ini biasanya tergantung pada pemantauan dan permintaan pasaran. Penyortiran dan penggolongan buah semangka dilakukan dalam beberapa klas antara lain:

  • Kelas A: berat ≥ 4 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
  • Kelas B: berat q 2-4 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
  • Kelas C: berat < 2 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.

PENYIMPANAN HASIL PANEN

Penyimpanan buah semangka di tingkat pedagang besar (sambil menunggu harga lebih baik) dilakukan sebagai berikut:

  • Penyimpanan pada suhu rendah sekitar 4,4 derajat C, dan kelembaban udara antara 80-85%;
  • Penyimpanan pada atmosfir terkontrol (merupakan cara pengaturan kadar O2 dan kadar CO2 dengan asumsi oksigen atau menaikan kadar karbon dioksida (CO2), dapat mengurangi proses respirasi;
  • Penyimpanan dalam ruang tanpa pengatur suhu: merupakan penyimpanan jangka pendek dengan cara memberi alas dari jerami kering setebal 10-15 cm dengan disusun sebanyak 4-5 lapis dan setiap lapisnya diberi jerami kering.

PENGEMASAN DAN PENGANGKUTAN HASIL PANEN

Di dalam mempertahankan mutu buah agar kondisi selalu baik sampai pada tujuan akhir dilakukan pengemasan dengan proses pengepakan yang secara benar dan hati-hati.

  1. Menggunakan tempat buah yang standar untuk mempermudah pengangkutan.
  2. Melindungi buah saat pengangkutan dari kerusakan mekanik dapat dihindari.
  3. Dibubuhi label pada peti kemas terutama tentang mutu dan berat buah.

PENANGANAN LAIN

Pemasaran merupakan salah satu faktor penting, maka perlu diperhatikan nilai harga dan jalur-jalur pemasaran mulai dari produsen (petani) sampai konsumen. Semakin cepat dikonsumsi semakin tinggi harga jualnya. Pemasaran biasa dilakukan melalui sistem borongan dengan harga yang lebih rendah, atau melalui beberapa tahapan (seperti produsen, pengumpul, pengecer).

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

penanganan panen dan pasca panen pada semangka (6), pemasaran semangka (6), penanganan panen dan pasca panen semangka (3), jurnal penelitian penyimpanan buah (3), artikel pasca panen semangka (2), penanganan pasca panen buah semangka (2), waktu panen semangka (2), ciri-ciri fisik waktu panen (2), jurnal penanganan buah buah pasca panen (1), proses biji kopi dari awal hingga akhir (1), budidaya semangka panen pasca panen (1), ciri ciri semangka siap petik (1), penanganan bandeng pasca panen (1), Pemetikan buah coklat sebaiknya di lakukan pada (1), pemeliharaan mutu buah pasca panen (1), ciri2 semangka siap panen (1), pasca panen semangka (1), pasca panen sayur-sayuran (1), panen dan paska panen ikan mas (1), data hasil panen buah semangka (1), mempengaruhi harga jual anggrek (1), materi pengelolaan pasca panen (1), harga sayur dan buah di jepang (1), jurnal penanganan setelah transportasi ikan (1), jurnal penanganan hasil buah apel (1), mempertahankan kualitas daging melalui budidaya (1)

Artikel Terkait:

  1. PEMANENAN DAN PASCAPANEN
  2. PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA JAMBU METE
  3. PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA MELON
  4. Pemanenan Dan Pascapanen Budidaya Apel
  5. PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA TANAMAN SALAK