Sebagai tahapan lanjutan setelah bibit / benih tanaman sagu tersedia, adalah melaksanakan beberapa tahapan seperti penyediaan media tanam, penerapan teknik penanaman yang benar serta tahapan yang tidak kalah pentingnya adalah pemeliharaan tanaman sagu. Jika penggunaan bibit sudah sesuai dengan kriteria dan memiliki kualitas yang unggul, pelaksanaan budi daya tanaman sagu juga sudah menerapkan budi daya yang benar maka diharapkan hasil yang diperoleh juga memiliki kualitas yang maksimal. Sebagai pedoman pelaksanaan budi daya tanaman sagu berikut kita bahas satu persatu mengenai media tanam, teknik penanaman serta pemeliharaan tanaman sagu. Semoga bermanfaat !

A. TAHAPAN PENGOLAHAN MEDIA TANAM BUDIDAYA TANAMAN SAGU

Pelaksanaan pengolahan media tanaman ini sendiri terbagi menjadi beberapa tahapan yakni :

TAHAPAN PERSIAPAN

  • Lahan dipilih yang sesuai dengan ketentuan.
  • Menurut kebiasaan petani sagu Riau dan Maluku, penanaman sagu dilakukan pada awal musim hujan.

TAHAPAN PEMBUKAAN LADANG

  • Lahan dibersihkan dari semua vegetasi di bawah diameter 30 cm dekat permukaan tanah dan semua pohon yang tinggal.
  • Vegetasi bawah dan ranting-ranting kecil tersebut dibakar dan abunya untuk pupuk.
  • Pokok-pokok batang yang besar, yang sulit penggaliannya dapat ditinggalkan begitu saja di lahan, kecuali pokok-pokok yang berada pada calon baris tanaman harus dibersihkan.

TAHAPAN PEMBENTUKAN BEDENGAN

Dilakukan untuk penanaman dengan cara blok (biasanya dilakukan perusahaan perkebunan sagu). Adapun tata cara pembangunan blok adalah:

Ukuran blok 400×400 m, jadi satu blok luasnya 16 ha. Biasanya di tengah­-tengah blok dibangun kanal tersier.

Kanal yang harus dibangun ada 3 macam, yaitu: kanal utama, kanal sekunder, dan kanal tersier.

Kanal utama adalah kanal yang digali tegak lurus terhadap sungai, dibangun di setiap dua blok kebun sagu, jaraknya dari kanal utama satu dengan yang lain adalah 800 m. Fungsinya sebagai pengaliran air dari sungai ke dalam blok-blok sagu, dan sebagai jalur transportasi utama dari kebun ke sungai dan sebaliknya, serta untuk penyanggah pengaruh air pasang. Kanal utama ini lebarnya 2,5 m.

Kanal sekunder adalah kanal yang digali tegak lurus terhadap kanal utama (melintang pada blok dan kanal utama). Kanal ini berfungsi sebagai pembatas antara empat blok sagu di sebelahnya; sebagai jalur transportasi sagu dari kebun dan atau kanal tersier ke kanal utama. Lebar kanal sekunder adalah 2 m.

Kanal tersier adalah kanal yang digali pada pertengahan blok atau di antara dua blok atau melintangi di antara blok-blok yang saling berseberangan. Fungsinya : drainase per blok; batas antar blok yang saling berseberangan dan sebagai jalur transportasi dari kebun sagu bagian dalam, ke sungai atau kanal utama, atau ke kanal sekunder atau juga ke kanal tersier melintang dan sebaliknya. Lebar kanal tersier adalah 1,5 m.

Saluran drainase lebarnya 0,75-1,00 m.

LAIN-LAIN

  • Menentukan sistem dan alat transportasi, karena lahan penanaman sagu didominasi oleh lahan yang berupa rawa dan lahan pantai yang sering dipengaruhi pasang surut.
  • Lahan sebagian merupakan daerah berair, maka infrastruktur harus terdiri atas sistem kanal sebagai pengganti jalan darat.

B. TEKNIK PENANAMAN BUDIDAYA TANAMAN SAGU

Dengan teknik penanaman yang benar diharapkan pertumbuhan tanaman sagu dapat optimal, serta meminimalisir terjadinya kegagalan pertumbuhan tanaman sagu. Adapun teknik penanaman tanaman sagu adalah sebagai berikut

PENENTUAN POLA TANAM

Penanaman dengan sistem blok: Jarak tanam/jarak lubang antar bervariasi antara 8-10 meter, sehingga satu hektar hanya menampung kurang lebih 150 buah.

Jarak tanam yang dianggap ideal adalah:

  • Sagu Tuni 8×8 m atau 9×9 m, hubungan segi tiga sama sisi, sehingga 1 hektar akan memuat 143 tanaman.
  • Sagu Ihur 9×9 m, hubungan segi tiga sama sisi, sehingga 1 hektar akan memuat 143 tanaman.
  • Sagu Molat 7×7 m, hubungan segi empat, sehingga 1 hektar akan memuat 2043 tanaman.

Jika ketiga varietas ditanam secara bersama-sama, maka ditanam secara terpisah menurut blok.

PEMBUATAN LOBANG TANAM

  • Lubang tanam digali sebulan/selambat-lambatnya 1 minggu sebelum penanaman dengan ukuran lubang 30x30x30 cm.
  • Hasil galian tanah bagian atas dipisahkan dari tanah lapisan bawah dan dibiarkan beberapa hari.
  • Pada lubang tanaman itu ditempatkan pancang-pancang bambu, tiap lubang 2 pacang.

CARA PENANAMAN

  • Membenamkan dangkel ke dalam lubang tanaman.
  • Bagian pangkal dangkel ditutup dengan tanah remah bercampur gambut. Tanah penutup jangan ditekan tapi dangkel jangan sampai bergerak.
  • Tanah lapisan atas dimasukkan sampai separuh lubang apabila mungkin dicampur puing-puing.
  • Akar-akar dibenamkan pada tanah penutup lubang dan pangkalnya agak ditekan sedikit ke dalam tanah.

C. PEMELIHARAAN TANAMAN BUDIDAYA TANAMAN SAGU

Setelah bibit tanaman sagu di tanaman pada media yang sesuai, tahapan selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman sagu hingga waktunya panen, yang meliputi  :

PENJARANGAN DAN PENYULAMAN TANAMAN  SAGU

  • Dapat dilakukan setiap waktu, agar tidak terjadi kekosongan dalam areal. Kesulitan penyulaman sering terjadi bila lahan kekurangan air sebab akan gagal.
  • Penyulaman menggunakan bibit cadangan yang sudah ditanam di lahan bersamaan dengan waktu tanam, pada salah satu ujung barisan tanaman atau dangkel.
  • Penyulaman dapat dilakukan sampai umur 3 tahun. Lebih dari 3 tahun hasilnya kurang baik, sebab sulaman sudah akan dilindungi oleh canopy sagu yang sudah mulai meluas, sehingga kesulitan untuk mendapatkan cahaya matahari.
  • Penjarangan idealnya dilakukan sekali dalam setahun.

Jumlah pohon yang disisakan tergantung dari jenis dan spesies sagu dan tingkat pertumbuhan.

Jumlah tegakan(jumlah pohon dalam satu rumpun) yang ideal adalah sebagai berikut:

1. Ihur: semai=3; sapihan=2-3; tiang=1-2; pohon=1; jumlah=7-9

Tuni: semai=3-4; sapihan=2-3; tiang=1-2; pohon=1-2; jumlah=7-11

Molat: semai=1-2; sapihan=1; tiang=1; pohon=1; jumlah=4-5 Catatan:

Semai: anakan sagu kecil dengan batang bebas daun 0-0,5 m Sapihan: anakan sagu kecil dengan batang bebas daun 0,5-1,5 m. Tiang: anakan sagu kecil dengan batang bebas daun 1,5-5 m. Pohon: anakan sagu kecil dengan batang bebas daun >5 m.

PENYIANGAN TANAMAN SAGU

  • Penyiangan dilakukan terhadap gulma dan dilakukan pada sagu muda (3-5 tahun), sebab rawan terhadap serangan hama. Gulma juga akan memperbesar peluang kebun dilanda kebakaran.
  • Penyiangan dapat menggunakan tangan, sabit, parang, cangkul dan sebagainya.
  • Hasilnya dipendam/dikomposkan. Bila gulma mengandung hama/vektor dan kayu, dibakar dan abunya dijadikan pupuk.

PEMUPUKAN TANAMAN SAGU

a) Unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman sagu, yaitu Kalsium, Kalium dan Magnesium.

b) Macam dan dosis pupuk:

  • Umur 0: Urea=0; PA=300; TSP=0; KCl=0; KIES=0
  • Umur 1: Urea=100; PA=0; TSP=100; KCl=50; KIES=0
  • Umur 2: Urea=150; PA=0; TSP=150; KCl=100; KIES=0
  • Umur 3: Urea=200; PA=0; TSP=200; KCl=150; KIES=30
  • Umur 4: Urea=250; PA=250; TSP=0; KCl=250; KIES=40
  • Umur 5: Urea=300; PA=0; TSP=300; KCl=250; KIES=50
  • Umur 6: Urea=400; PA=400; TSP=0; KCl=400; KIES=80
  • Umur 7: Urea=500; PA=0; TSP=500; KCl=500; KIES=100
  • Umur 8: Urea=500; PA=500; TSP=0; KCl=600; KIES=120
  • Umur ≥ 9: Urea=500; PA=0; TSP=500; KCl=700; KIES=140

Keterangan: PA = Phosphat Alam ; KIES = Kieserite (mg)

c) Cara pemupukan:

  • Dibenamkan dalam tanah, agar tidak terbawa air sebelum terabsorbsi oleh akar tanaman, terutama lahan yang berada di daerah rawa/dataran rendah dan pasang surut yang sering terjadi luapan air.
  • Pemupukan dapat dilaksanakan secara lingkaran di sekeliling rumpun atau secara lokal di dau sisi rumpun pada jarak sejauh pertengahan antara ujung tajuk dengan pohon/rumpun sagu.

d) Waktu pemupukan:

  • Untuk sagu muda sampai 1 tahun menjelang panen, pemupukan dilakukan 1-2 kali setahun.
  • Pemupukan sekali setahun, dilakukan pada awal musim hujan.
  • Pemupukan dua kali setahun, dilakukan pada awal dan akhir musim hujan, masing-masing dengan 1/2 dosis.


Related Blogs

    Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

    kebun sagu (13), perkebunan sagu (3), budidaya pokok sagu (1), umur sagu tanaman (1), struktur sagu (1), semai sapihan tiang dan pohon (1), saling sagu (1), sagu berfungsi (1), ciri-ciri tegakan (semai sapihan tiang pohon) (1), umur tumbuhan (1)

    Artikel Terkait:

    1. PEDOMAN TAHAPAN BUDIDAYA TANAMAN JAMBU AIR
    2. SYARAT PERTUMBUHAN DALAM BUDIDAYA TANAMAN SAGU
    3. PEDOMAN BUDIDAYA TANAMAN PALA
    4. PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA TANAMAN SAGU
    5. METODE METODE PEMBIBITAN DALAM BUDIDAYA TANAMAN SAGU