Penyediaan bibit yang berkualitas dalam budi daya tanaman sagu ini menjadi faktor penting yang turut berperan dalam menentukan kualitas hasil panen tanaman sagu. Penggunaan bibit yang baik serta berkualitas unggul menjadi salah satu jaminan diperolehnya hasil panen yang maksimal. Penyediaan bibit tanaman sagu untuk budi daya dapat dilakukan dengan beberapa cara, baik secara generatif ataupun vegetatif. Masing-masing cara memiliki keunggulan masing-masing dan penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi yang paling sesuai dan memungkinkan untuk di usahakan pada masing-masing lokasi. Berikut ini sebagai panduan akan kita bahas mengenai beberapa metode pembibitan / penyediaan bibit dalam budi daya tanaman sagu.

PERSYARATAN BENIH/BIBIT BUDIDAYA TANAMAN SAGU

Penyediaan bibit baik secara generatif ataupun vegetatif memiliki persyaratan masing-masing, yakni :

Syarat bibit untuk pembibitan cara generatif:

  • biji yang digunakan sudah tua, tidak cacat fisik, besarnya rata-rata dan bertunas.

Syarat bibit untuk pembibitan cara vegetatif:

  • berasal dari tunas atau anakkan yang umurnya kurang dari 1 tahun, dengan diameter 10-13 cm dan berat 2-3 kg.
  • Tinggi anakkan kurang lebih 1 meter dan punya pucuk daun 3-4 lembar.

PENYIAPAN BENIH/BIBIT BUDIDAYA TANAMAN SAGU

Setelah kita mengetahui persyaratan penyediaan untuk tiap-tiap metode, kita melangkah ke tahap berikutnya yakni penyiapan benih atau bibit tanaman sagu, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Cara generatif

  • Biji yang digunakan berasal dari buah yang sudah tua dan jatuh/rontok dari pohon induk yang baik, yaitu subur dan produksinya tinggi, tumbuh pada lahan yang wajar serta produksi klon rata-rata tinggi.
  • Biji/buah yang diambil tersebut adalah buah yang tidak cacat fisik, besarnya rata-rata, dan bernas.

Cara vegetatif

Pembiakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan menggunakan bibit berupa anakan yang melekat pada pangkal batang induknya yang disebut dangkel atau abut (jangan yang berasal dari stolon). Adapun cara pengadaan dangkel adalah:

  • Pengambilan dangkel dipilih yang terletak di permukaan atas.
  • Pemotongan dilakukan di sisi kiri dan kanan sedalam 30 cm, tanpa membuang akar serabutnya.
  • Dangkel yang telah dipotong, dibersihkan dari daun-daun dan ditempatkan pada tempat yang mendapat cahaya matahari langsung dengan bagian permukaan belahan tepat pada tempat di mana cahaya matahari jatuh, selama 1 jam.
  • Luka bekas irisan dangkel yang masih tertanam segera dilumuri dengan zat penutup luka (seperti: TB-1982 atau Acid Free Coalteer) untuk mencegah hama dan penyakit.
  • Bibit sagu direndam dalam air aerobik selama 3-4 minggu. Setelah itu bibit ditanam.
  • Penyiapan dangkel sebaiknya dilakukan pada waktu menjelang sore hari, kemudian pada sore hari dangkel dikumpulkan dan pada waktu malam hari dangkel diangkut ke lahan, untuk menghindari kerusakan dangkel oleh cahaya matahari.

TEKNIK PENYEMAIAN BENIH BUDIDAYA TANAMAN SAGU

Kelanjutan dari penyediaan benih adalah tahapan penyemaian, yang dilakukan dengan cara :

Cara generatif:

Perkecambahan tak langsung:

  • Penyiapan media: Wadah/bak dari bata/bambu berukuran tinggi 30-40 cm, panjang tidak lebih dari 2 meter dan lebar 1,2-1,5 cm. Selanjutnya sepertiga bagian bawah diisi pasir dan atasnya serbuk gergaji basah.
  • Penataan bibit: Bibit ditata dengan jarak 10×10 cm; 10×15 cm; atau 15×15 cm dengan posisi miring/tegak, bagian lembaga diletakkan di bawah, 3/4 bagian bibit ditekan dalam serbuk gergaji. Kelembaban media dijaga antara 80-90 %. Setelah umur 1-2 bulan dan sudah berdaun 2-3 lembar, bibit dipindah ke bedeng pembibitan.

Pembibitan (Perkecambahan tak langsung di media pembibitan):

  • Penyiapan media: Tanah diolah sedalam 45-60 cm, digemburkan dan ditambah pupuk dasar. Ukuran bedeng tinggi 30 cm; lebar 1,25 m; dan panjang q 8-10 dengan jarak antar bedengan 30-50 cm.
  • Pengaturan pembibitan tanpa penjarangan: Bibit ditanam dengan jarak 25×25 cm sampai dengan 40×40 cm.
  • Pengaturan pembibitan dengan penjarangan: Pada mulanya bibit ditanam dengan jarak rapat, yaitu 12,5×12,5 cm; 15×15 cm; atau 20×20 cm.

PEMELIHARAAN PENYEMAIAN BUDIDAYA TANAMAN SAGU

Cara generatif dengan penjarangan:

  • Dilakukan setelah satu bulan, yaitu menjadi 25×25 cm; 30×30 cm; atau 40×40 cm.
  • Selama masa penyemaian kelembaban dipertahankan 80-90%.
  • Diberi naungan agar tidak kena cahaya matahari langsung.
  • Penyiraman dilakukan setiap saat.

PEMINDAHAN BIBIT BUDIDAYA TANAMAN SAGU

Cara generatif:

Bibit yang berumur 6-12 bulan dapat dipindahkan atau ditanam. Cara pengangkatannya ke kebun atau tempat penanaman mudah dan murah.

Cara vegetatif:

Setelah diambil dapat langsung ditanam.


Related Blogs

    Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

    budi daya pohon sagu (1), BUDIDAYA TANAMANAN SAGU (1), cara menanam sagu (1), cara pembudidayaan sagu (1), kenapa pembibitan pada tanaman sagu di air aerobik (1), kwalitas sagu yang baik (1), pemeliharaan sagu (1), penanaman sagu (1)

    Artikel Terkait:

    1. TEKNIK PEMBIBITAN DALAM BUDIDAYA TANAMAN SALAK
    2. METODE PEMBIBITAN DALAM BUDIDAYA JAMBU AIR
    3. METODE PEMBIBITAN BUDIDAYA TANAMAN PALA
    4. PEDOMAN BUDIDAYA TANAMAN SAGU
    5. SYARAT PERTUMBUHAN DALAM BUDIDAYA TANAMAN SAGU