PROSES PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA PALA
Sejak jaman dulu kala, tanaman pala sudah dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Selain sebagai rempah-rempah, pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan, minuman dan kosmetik. Hampir semua bagian dari tanaman Pala dapat di manfaat dan mempunyai nilai ekonomis. Dengan mengetahui ketepatan waktu panen buah pala serta proses pemanenan dan pascapanen yang tepat akan menghasilkan hasil produksi yang berkualitas tinggi. Adapun seluk – beluk pemanenan dan pascapanen tanaman pala adalah sebagai berikut :
A. PEMANENAN BUAH PALA
CIRI DAN UMUR PANEN TANAMAN PALA
Secara umumnya pohon pala mulai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telah berproduksi secara menguntungkan. Produksi pada akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi. Pohon pala terus berproduksi sampai umur 60–70 tahun. Buah pala dapat dipetik (dipanen) setelah cukup masak (tua), yakni yaitu sekitar 6–7 bulan sejak mulai bunga dengan tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah jika sebagian dari buah tersebut tersebut murai merekah (membelah) melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli warna merah. Jika buah yang sudah mulai merekah dibiarkan tetap di pohon selama 2-3 hari, maka pembelahan buah menjadi sempurna (buah berbelah dua) dan bijinya akan jatuh di tanah.
Khusus untuk Daerah Banda, dikenal 3 macam waktu panen tiap tahun, yaitu:
-
panen raya/besar (pertengahan musim hujan)
-
panen lebih sedikit (awal musim hujan) dan
-
panen kecil (akhir musim hujan).
Panen buah pala pada permulaan musim hujan memberikan hasil paling baik (berkualitas tinggi) dan bunga pala (fuli) yang paling tebal.
METODE PEMETIKAN BUAH PALA
Pemetikan buah pala dapat dilakukan dengan galah bambu yang ujungnya diberi/dibentuk keranjang (jawa: sosok). Selain itu dapat pula dilakukan dengan memanjat dan memilih serta memetik buah-buah pala yang sudah masak benar.
B. PASCAPANEN BUAH PALA
PEMISAHAN BAGIAN BUAH
Setelah buah-buah pala masak dikumpulkan, buah yang sudah masak dibelah dan antara daging buah, fuli dan bijinya dipisahkan. Setiap bagian buah pala tersebut ditaruh pada wadah yang kondisinya bersih dan kering.
Biji-biji yang terkumpul perlu disortir dan dipilah-pilahkan menjadi 3 macam yakni terdiri atas :
-
Biji pala yang gemuk dan utuh
-
Biji pala yang kurus atau keriput
-
Biji pala yang cacat.
PENGERINGAN BIJI PALA
Proses pascapanen yang berikutnya adalah pengeringan biji pala. Biji pala yang diperoleh dari proses ke-I tersebut segera dijemur untuk menghindari serangan hama dan penyakit. Biji dijemur dengan panas matahari pada lantai jemur/tempat lainnya. Pengeringan yang terlalu cepat dengan panas yang lebih tinggi akan mengakibatkan biji pala pecah. Biji pala yang telah kering ditandai dengan terlepas bagian kulit biji (cangkang), jika digolongkan akan kocak dan kadar airnya sebesar 8–10 %.
Biji-biji pala yang sudah kering, kemudian dipukul dengan kayu supaya kulit bijinya pecah dan terpisah dengan isi biji. Isi biji yang telah keluar dari cangkangnya tersebut disortir berdasarkan ukuran besar kecilnya isi biji:
-
Besar: dalam 1 kg terdapat 120 butir isi biji.
-
Sedang: dalam 1 kg terdapat sekitar 150 butir isi biji.
-
Kecil: dalam 1 kg terdapat sekitar 200 butir isi biji.
Isi biji yang sudah kering, kemudian dilakukan pengapuran. Pengapuran biji pala yang banyak dilakukan adalah pengapuran secara basah, yaitu:
-
Kapur yang sudah disaring sampai lembut dibuat larutan kapur dalam bak besar/bejana (seperti yang digunakan untuk mengapur atau melabur dinding/tembok).
-
Isi biji pala ditaruh dalam keranjang kecil dan dicelupkan dalam larutan kapur sampai 2–3 kali dengan digoyang-goyangkan demikian rupa sehingga air kapur menyentuh semua isi biji.
-
Selanjutnya isi biji itu diletakkan menjadi tumpukan dalam gudang untuk di angin-anginkan sampai kering.
-
Setelah proses pengapuran perlu diadakan pemeriksaan terakhir untuk mencegah kemungkinan biji-biji pala tersebut cacat, misalnya pecah yang sebelumnya tidak diketahui.
-
Pengawetan biji pala juga dapat dilakukan dengan teknologi baru, yakni dengan fumigasi dengan menggunakan zat metil bromida (CH3 B1) atau karbon bisulfida (CS2)
PENGERINGAN BUNGA PALA (FULI)
Fuli dijemur pada panas matahari secara perlahan-lahan selama beberapa jam, kemudian di angin-anginkan. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai fuli itu kering. Warna fuli yang semula merah cerah, setelah dikeringkan menjadi merah tua dan akhirnya menjadi jingga. Dengan pengeringan seperti ini dapat menghasilkan fuli yang kenyal (tidak rapuh) dan berkualitas tinggi sehingga nilai ekonomisnya pun tinggi pula.
PEMECAHAN TEMPURUNG BIJI
Pemecahan tempurung biji pala dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
Proses pemecahan menggunakan tenaga manusia
Cara memecah tempurung dari biji pala dilakukan dengan cara memukulnya dengan kayu sampai tempurung tersebut pecah. Cara memecah tempurung biji pala memerlukan keterampilan khusus, sebab kalau tidak isi biji akan banyak yang rusak (pecah) sehingga kualitasnya turun.
Proses pemecahan dengan menggunakan mesin
Cara ini banyak digunakan petani pala. Secara sederhana dapat diterangkan
bahwa mekanisme kerja dan alat ini sama dengan yang dilakukan oleh manusia,
yakni bagian tertentu dari mesin menghancurkan kulit buah pala sehingga yang tinggal adalah isi bijinya. Keuntungan dari penggunaan mesin adalah tenaga, waktu dan biaya operasionalnya dapat ditekan. Di samping itu kerusakan mekanis dari isi biji juga lebih kecil.
Related Blogs
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
pohon pala (50), budidaya buah pala (20), teknik budidaya pala (4), pasca panen tanaman pala (3), bertanam buah pala (3), pemanenan pala (2), pasca panen pala (2), kulit buah pala (2), cara pengawetan biji pala kering (2), 1 pohon pala menghasilkan berapa buah (2), alat panen pala (2), Usia tanaman pala sampai berbuah (1), Pohon pala masa panen (1), periode panen pala (1), pengolahan pala dan (1), pembenihan sampai dengan pemanenan (1), peluamg pasca panen perikanan (1), hasil 1 pohon pala dalam 1 tahun (1), prinsip pengeringan buah pala (1), proses panen (kulit (1), umur tanaman pala (1), umur panen tanaman pala (1), umur panen pala (1), trik memanen buah pala (1), teknologi pengawetan bijian (1), Brp tahun pohon pala mulai buah (1), Satu pohon pala bisa menghasilkan berapa kilo biji pala kering (1), proses pemanenan (1), alat pengolahan pala (1), panen raya biji pala (1), panen pohon pala (1), Ciri-ciri matang panen pala (1), cara pengawetan minuman pala (1), Buah pala musim bulan apa (1), cara panen (biji pala) (1), cara melihat pala berkwalitas (1), cara dan teknis merawat pohon pala cepat berbuah (1), cara budidaya buah pala (1), budidaya rempa rempa pala (1), Fuli biji pala digunakan untuk (1), Berapa lama pala bisa berbuah (1), pala proses (1), mesin pengering pala dan fuli (1), Berapa kali buah pala panen? (1), keutungan investasi bertanam pala (1), keuntungan pala (1), kadar astiri pada biji pala kriput brp % (1), Isi 1 pohon pala (1), investasi budidaya pala (1), budidaya pala dan waktu panen (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply