PEDOMAN TAHAPAN BUDIDAYA TANAMAN JAMBU AIR
Jambu air (Eugenia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayanya untuk tujuan komersial. Jenis tanaman ini tidak menuntut perawatan khusus, namun demikian dengan menerapkan tahapan budi daya yang baik akan menunjang pertumbuhan tanaman sehingga diperoleh hasil produksi yang maksimal secara kualitas maupun kuantitasnya. Berikut beberapa penjelasan mengenai tahapan sebagai pedoman dalam budi daya tanaman jambu air.
PENGOLAHAN MEDIA TANAM
Pengolahan media tanaman dalam budi daya tanaman jambu air meliputi beberapa tahapan yakni persiapan, pembukaan lahan, pengapuran media tanam, serta pemupukan media tanam. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasannya :
Persiapan pengolahan media tanam
Calon tempat tumbuh tanaman jambu air harus dibersihkan dahulu dari berbagai pengganggu seperti: rerumputan, semak/onak dan binatang. Lahan hanya diolah di lubang tanam dan dilaksanakan 15-30 m hari sebelum tanam. Jarak tanam jambu air adalah 8 x 8 m dengan lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm.
Pembukaan Lahan
Tanah yang akan dipergunakan untuk Tanaman jambu air dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang, dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul sampai dalam, dengan mempertimbangkan bibit yang akan ditanam. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan ke dalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Tanah yang kurus dan kurang humus/tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan, dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun kemudian dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan.
Pengapuran media tanam
Pengapuran tanah sebaiknya dilakukan 1 atau 2 bulan menjelang hujan.
Pemupukan media tanam
Sebelum penanaman ke dalam lubang tanam perlu dimasukkan pupuk kandang sekitar 1 blek minyak tanah. Jika perlu ditambah 2 genggam pupuk NPK. Setelah itu perlu diberi pelindung
TEKNIK PENANAMAN DALAM BUDIDAYA JAMBU AIR
Penanaman jambu air dapat dilakukan di pot/di kebun, Jika yang digunakan adalah bibit cangkokan maka penanaman batang lebih dalam agar pohon bisa tumbuh secara kuat.
Penentuan Pola Tanam
Bibit jambu air di kebun dapat ditanam dengan pola tanam/jarak tanam 8 x 8 m.
Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam sebaiknya dibuat pada akhir musim kemarau/menjelang musim hujan, agar pada saat mendekati musim hujan, tanaman sudah berdiri. Dengan demikian tanaman baru (pada musim hujan) tidak perlu disiram 2 kali sehari. Penyiapan lubang tanaman terdiri dari:
a) mula-mula tanah digali di tempat yang sudah ditentukan;
b) ukuran lubang ukuran lubang: panjang x lebar x dalam = 60 x 60 x 60 cm. atau panjang x lebar x dalam = 1 x 1 x 0,5 m.
Cara Penanaman
Bibit jambu air ditanam ke dalam lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. Perlu memperhatikan kedalaman penanaman dan waktu penanaman sebaiknya dilaksanakan persis pada awal musim hujan dan pada sore hari.
PEMELIHARAAN TANAMAN BUDIDAYA JAMBU AIR
Untuk menjaga pertumbuhan tanaman jambu tetap panen hingga masa berbuahnya, maka diperlukan pemeliharaan tanaman yang intensif, yang meliputi :
Penjarangan dan Penyulaman
Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. Bibit yang tidak tumbuh diganti dengan bibit baru yang ditanam pada lubang tanam yang sama.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan dengan maksud menyuburkan tanah, membuang rumput liar/tanaman liar (kalau ada) atau binatang yang mendekap di antara tanah. Dengan penyiangan dapat memeriksa keadaan lapisan tanah.
Pemupukan
Pemupukan jambu air dapat diberikan sebelum berbuah dan sesudah berbuah, sebaiknya setelah dilakukan penyiangan.
a) Tanaman belum berbuah
1. Pupuk kandang diberikan sekali gus pada awal musim hujan.
2. Pupuk urea diberikan 1/3 bersamaan dengan pupuk kandang.
3. 2 minggu setelah itu, sisa urea diberikan bersamaan dengan TSP dan KCl.
b) Tanaman sudah berbuah
-
Pupuk kandang diberikan sekaligus pada awal musim hujan.
-
Pupuk urea 2/3, TSP 1/2, KCl 1/3 diberikan pada saat tanaman belum berbunga (bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dan saat hujan pertama mulai turun).
-
Sisa pupuk diberikan setelah buah membesar (umur buah sekitar 1-2 bulan sejak berbunga dan ukuran buah q sebesar telur puyuh). Cara pemberian pupuk tersebut sebaiknya dibenam dalam Rorak (got) sedalam 20-30 cm mengelilingi tajuk pohon. Dosis pupuk bagi pohon jambu air umur q 15 tahun.
-
Pupuk kandang: maksimal 30 kaleng minyak tanah.
-
Pupuk Urea, pupuk TSP, pupuk KCl (masing-masing) : 2500 gram.
Kenaikan takaran pupuk tersebut setiap tahun setelah jambu air berumur kurang lebih 10 tahun ialah:
a) Pupuk kandang: 2 kaleng minyak tanah.
b) Pupuk Urea: 100 gram.
c) Pupuk TSP: 50 gram.
d) Pupuk KCl: 50-100 gram.
Pengairan dan Penyiraman
Tanaman jambu air yang hidup pada tanah dengan kedalaman air tanah 150-200 cm, pada musim kemarau sangat memerlukan penyiraman, agar tanah tetap lembab. Ketika masih muda, selama 2 minggu pertama tanaman muda perlu diairi 1-2 kali sehari. Jika sudah cukup besar dan perakarannya dalam, tanaman disirami 10-12 kali sebulan.
Waktu Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan dilakukan secara teratur 1-2 kali seminggu. Awal penyemprotan dilakukan saat buah jambu air sebesar telur puyuh (umur q 1-2 bulan sejak berbunga). Akhir penyemprotan dilakukan saat buah jambu air akan dipetik (sebulan sebelum dipetik dan warna buah sudah berubah) atau sampai gejala serangannya hilang. Ketika hendak melakukan penyemprotan pestisida, atau pupuk daun/hormon, kita harus memperhatikan cuaca waktu itu. Kalau langit mendung dan kemungkinannya akan turun hujan, sebaiknya penyemprotan ditunda dulu.
Pemeliharaan Lain
Pemangkasan dilakukan dengan tujuan untuk membentuk pohon, pemeliharaan dan peremajaan.
-
Membentuk pohon: dilakukan setelah mencapai ketinggian 2 meter, dengan ketinggian 1,35-1,5 m dari permukaan tanah dan bagian yang dipangkas adalah cabang/tunas.
-
Untuk pemeliharaan: dilakukan setiap saat kecuali ketika tanaman sedang berbunga, bagian yang ditanam adalah dahanĀ, dahan yang tua, yang mati kering, luka serta tidak sempurna.
-
Untuk peremajaan: memangkas seluruh bagian tanaman yang sudah kelewat tua, tidak berproduksi atau diserang hama.
Related Blogs
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
pemupukan jambu air (9), budi daya tanaman jambu air (4), cara menanam jambu air dalam pot (4), MEDIA TUMBUH JAMBU AIR (4), perkembangbiakan pohon jambu air (3), cara menanam pala di pot (3), cbudidaya tanaman jambu air (2), penjelasan mengenai jambu air (2), pupuk apa awal menanam jambu air (2), musim jambu air (2), pohom jambu air tanam di pot (1), Perawatan tanaman jambu (1), perawatan jambu air dalam pot (1), penanaman pohon jambu (1), pupuk diberikan setelah pohon ditanam (1), pupuk jambu air (1), www perawatan bibit lele setelah turun hujan (1), teknis pemeliharaan jambu air (1), tekhnik pemangkasan tanaman jambu air (1), tahapan ukm pembibitan tanaman (1), tahapan pertumbuhan tanaman jambu air (1), tahapan budi daya tanaman jambu air (1), tahap-tahap bertanam (1), tahap tahap pertumbuhan jambu (1), pupuk untuk pohon jambu yang baru ditanam (1), www tanam jambu dipot (1), Pemberian pupuk jambu air (1), merawat tanaman jambu air di lahan (1), cara merawat tanaman jambu (1), cara menanam pohon jambu batu (1), cara membudidayakan pohon jambu air (1), cara budidaya tanaman jambu dari awal tanam hingga akhir tanam (1), budidaya tanaman 1 (1), budidaya jambu air dalam pot (1), budidaya apel dalam pot (1), bagaimana jika tanaman tidak disiram selama 1 minggu (1), deskripsi pengapuran tanah (1), fase pertumbuhan tanaman jambu (1), merawat jambu air (1), Mengenal tanaman jambu air (1), menanam tanaman talas (1), makalah tanaman jambu (1), makalah pembudidayaan tanaman jambu air (1), jenis tumbuhan jambu air (1), Jelaskan syarat-syarat untuk budia daya tanaman dalam pot (1), Jambu dalam pot (1), artikel buah jambu air (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply