METODE PEMBIBITAN DALAM BUDIDAYA JAMBU AIR
Penyediaan bibit tanaman jambu air yang unggul sangat berperan dalam menentukan hasil produksi jambu air yang berkualitas baik. Oleh karena itu harus di pilih metode yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi yang ada di sekitar tempat budi daya. Sebagai panduan berikut beberapa penjelasan mengenai pembibitan dalam budi daya tanaman jambu air.
PERSYARATAN BENIH/BIBIT BUDIDAYA JAMBU AIR
Biji berasal dari varietas unggul, berumur lebih dari 15 tahun, produktif dan produksi stabil. Biji berasal dari buah masak pohon, yang besarnya normal dan mulus. Biji dikering anginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Biji-biji yang memenuhi syarat adalah berukuran relatif besar, ukuran seragam, bernas dan tidak cacat, dianjurkan dalam menggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/okulasi. Selain lebih mudah dilakukan, cara ini lebih cepat menghasilkan buah.
PERSIAPAN BENIH BUDIDAYA JAMBU AIR
Bibit Enten (Grafting)
Model sambungan yang terbaik adalah sambungan celah. Batang bawah
berasal dari bibit hasil perbanyakan dengan biji yang berumur 10 tahun, sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan
Bibit Cangkok
Cabang yang akan dicangkok berada pada tanaman yang unggul dan produktif. Cabang yang dipilih tidak telalu tua/muda, berwarna hijau keabuĀabuan/kecoklat-coklatan dengan diameter sedikitnya 1.5 cm. Setelah 2-2.5 bulan (sudah berakar), bibit segera dipotong dan ditanam dipolibag dengan media campuran : pupuk kandang 1 : 1. Bibit dipelihara selama 1 bulan.
TEKNIK PENYEMAIAN BENIH BUDIDAYA JAMBU AIR
Persemaian dapat dilakukan di dalam bedengan atau di polibag.
Bedengan
-
Olah tanah sedalam 30-40 cm dengan cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari.
-
Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang sesuai lahan dan jarak antar bedengan 60 cm.
-
Campurkan 2 kg/m2 pupuk kandang dengan tanah bedengan.
-
Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi pusat lingkaran minimal 50 cm. Naungi sungkup dengan plastik bening.
Polybag
-
Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm.
-
Isi polibag dengan media berupa campuran tanah, pupuk kandang (2 : 1).
-
Simpan polybag di dalam sungkup.
PEMELIHARAAN PEMBIBITAN/PENYEMAIAN BUDIDAYA JAMBU AIR
Pemeliharaan pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
-
Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, terutama jika kemarau.
-
Penyiangan dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma.
-
Pemupukan setiap 3 bulan dengan urea, SP-36 dan KCl (2:1) sebanyak 50-100 gram/m2 atau 4 gram/polibag.
-
Penyemprotan pestisida dengan konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran.
-
Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan kebun.
PEMINDAHAN BIBIT BUDIDAYA JAMBU AIR
Bibit di bedengan dipindahkan ke polybag setelah berumur 6 bulan. Pindah tanam ke lapangan dilakukan setelah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian.
Related Blogs
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
makalah budidaya jambu air (12), makalah budidaya jambu (5), usaha jambu air (4), cara bertanam jambu air (2), cara pembibitan jambu air (2), kliping pencangkokan tanaman jambu air (2), pencangkokan tanaman jambu air (2), metode sungkup (2), pemeliharaan tanaman jambu air (1), bertanam jambu air (1), penanaman jambu air cangkokan (1), produksi benih jambu air (1), Syarat pohon induk untuk disambung pucuk (1), tehnik cangkok jambu air (1), Teknik budidaya jambu merah (1), diameter polybag 2kg (1), cara penanaman jambu air gimana sih? (1), bibit buah dengan sungkup (1), bibit jambu air unggul samarinda (1), bibit jambu yg lebih baik dari biji atau hasil cangkok (1), bibit unggul jambu batu (1), budidaya bibit jambu air (1), cangkokan pada tanman jambu air (1), cara beradaptasi tanaman jambu air (1), cara budidaya jambu merah (1), cara budidaya tanama jambu air (1), cara budidaya tanaman jambu air (1), cara grafting jambu air (1), cara menanam jambu cangkokan (1), varietas unggul jambu air (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply