TEHNIK PEMBIBITAN DAN PENGOLAHAN MEDIA TANAM BUDIDAYA RAMBUTAN
Tanaman Rambutan (Nephelium sp.) merupakan salah satu jenis tanaman asli Indonesia. Pada umumnya, tanaman buah rambutan sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya yang mempunyai gizi, zat tepung, sejenis gula yang mudah terlarut dalam air, zat protein dan asam amino, zat lemak, zat enzim-enzim yang esensial dan nonesensial, vitamin dan zat mineral makro, mikro yang menyehatkan keluarga, tetapi ada pula sementara masyarakat yang memanfaatkan sebagai pohon pelindung di pekarangan, sebagai tanaman hias. Namun untuk menjadikan tanaman rambutan ini sebagai tanaman yang produktif, penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan tumbuhnya tanaman ini di pekarangan rumah atau di kebun tanpa perawatan dan perencanaan begitu saja. Dengan pengolahan serta pola penanaman secara agrobisnis, tanaman rambutan ini memiliki dapat dijadikan sebuah peluang usaha yang cukup menguntungkan , yakni usaha budi daya rambutan. Sebagai panduan pelaksanaan teknisnya, berikut akan kami jelaskan tahapan budi daya tanaman rambutan. Bahasan kali ini meliputi masalah pembibitan dan media tanam dalam budi daya rambutan.
TEHNIK PEMBIBITAN DALAM BUDIDAYA RAMBUTAN
Persyaratan Benih Tanaman Rambutan
Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen antara lain: Rambutan Rapiah, Rambutan Aceh, Lebak bulus, Rambutan Cimacan, Rambutan, Rambutan Sinyonya.
Penyiapan Benih Tanaman Rambutan
Persiapan benih biji yang dipergunakan sebagai pohon pangkal setelah buah dikupas dan diambil bijinya dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam) dan biji siap disemaikan. Di samping itu dapat pula direndam dengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air dan larutan asam yang terdiri dari asam chlorida (HCl) 25% atau Asam Sulfat (H2S04) BJ = 1.84, caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang dengan air yang mengalir selama 10 menit dan dianginkan selama 24 jam. Untuk menghindari jamur biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45, Attracol 70 WP atau fungisida lainnya.
Teknik Penyemaian Benih
Tahapan selanjutnya dalam pembibitan tanaman rambutan adalah penyemaian benih. Teknik penyemaian benih dipilih lahan yang gembur dan mudah mendapat pengairan serta mudah dikeringkan di samping itu mudah diawasi seperti: mencangkul tanah sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput, batu-batu dan sisa pepohonan dan benda keras lainnya. Kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur dan buatkan bedang-bedeng yang berukuran 1-1,5 m lebar dan tinggi sekitar 30 cm, panjang disesuaikan dengan luas pekarangan/persawahan. Tetapi idealnya panjang bedengan sekitar 10 m, dengan keadaan arah membujur dari Utara ke Selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari walaupun setelah diberi atap pelindung, dengan jarak antara bedeng 30 cm dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang dan benih siap disemaikan. Selain dengan melalui proses pengecambahan juga biji dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedeng yang sudah disiapkan, untuk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan, biji-biji tersebut ditanam pada bedengĀ-bedeng yang berjarak 10 X 10 cm setelah berkecambah dan berumur 1-1,5 bulan dan sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng penanaman.
Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pemeliharaan pembibitan /penyemaian dilakukan setelah bibit berkecambah dan telah berumur 1-1,5 bulan yakni dengan melakukan penyiraman pada waktu pagi dan sore hari, setelah kecambah dipindah ke bedeng pembibitan penyiraman cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit, dengan menggunakan "gembor" supaya merata dan tidak merusak bedengan dan diusahakan air dapat menembus sedalam 3-4 cm dari permukaan.
Langkah selanjutnya dilakukan pendangiran bedengan supaya tetap gembur dan dilakukan setiap 2-3 minggu sekali, rumput yang tumbuh di sekitarnya supaya disiangi, hindarkan dari serangan hama dan penyakit, sampai umur kurang lebih 1 tahun persemaian yang dilakukan terhadap pohon baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian yang ditentukan dengan sistem Fokkert yang sudah disempurnakan yang sebelumnya daun-daun dirontokkan pada pohon induk yang telah dipilih mata kulitnya dan kemudian setelah disiapkan tempat untuk penempelan mata kulit tersebut sampai mata kulit itu tumbuh tunas, setelah itu tunas asli pada pohon induk yang telah ditempel dipangkas, kemudian rawat dengan penyiraman 2 kali sehari dan mendangir serta membersihkan rumput-rumput yang ada disiangi, kemudian dapat juga diberi pupuk urea 10 gram untuk tiap 1 m2 untuk 25 tanaman rambutan.
Pemindahan Bibit Tanaman Rambutan
Pemindahan bibit yang telah berkecambah atau di cangkok maupun diokulasi dapat dilakukan dengan cara mencungkil/membuka plastik yang melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak dan dilakukan penyungkilan sekitar 5 cm dan agar tumbuh akar lebih banyak maka dalam penanaman kembali akar tunggangnya dapat dipotong sedikit untuk menjaga penguapan kemudian lebar daun dipotong separuh serta keping yang menempel dibiarkan sebab berfungsi sebagai cadangan makanan sebelum dapat menerima makanan dari tanah yang baru. Dan ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 30-40 cm dan ditutupi dengan atap yang dipasang miring lebih tinggi di Timur dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar matahari pagi.
PENGOLAHAN MEDIA TANAM BUDIDAYA RAMBUTAN
Setelah tahapan penyediaan bibit selesai, kita melangkah ke proses selanjutnya yakni penyediaan media tanam yang selanjutnya akan digunakan untuk persemaian bibit rambutan tersebut, tahapannya meliputi :
Tahapan Persiapan
Pilihlah tanah yang subur, hindari daerah yang berkondisi tanahnya terlampau liat dan tidak memiliki sirkulasi yang baik, meskipun pada daerah perbukitan tetapi tanahnya subur dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yang curam, kemudian untuk menggemburkan tanah perlu dibajak atau cukup dicangkul dengan kedalaman sekitar 30 cm secara merata.
Tahapan Pembukaan Lahan
Tanah yang akan dipergunakan untuk kebun rambutan dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak/dicangkul. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam tetapi kalau dari hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 meter dan ke dalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Tanah yang kurus dan kurang humus atau tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan dan kondisi ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya.
Tahapan Pembentukan Bedengan
Setelah tanah keadaan gembur dan buatkan bedeng-bedengan yang berukuran 8 m lebar dan tinggi sekitar 30 cm dengan perataan dasar atasnya guna menopang bibit yang akan ditanam, panjang disesuaikan dengan luas pekarangan/persawahan. Tetapi idealnya panjang bedengan sekitar 10 m, dengan keadaan arah membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi walaupun setelah diberi atap pelindung, dengan jarak antara bedeng 1 m yang diharapkan untuk lalu-lintas para pekerja dan dapat dipergunakan sebagai saluran air pembuangan, dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang
Tahapan Pengapuran
Pengapuran pada dataran yang berasal dari tambak dan juga dataran yang baru terbentuk tidak bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur, setelah lobang-lobang itu digali dengan ukuran penanaman di pekarangan dan dasarnya ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter untuk setiap lobang guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 6-6,7 sebagai syarat tumbuhnya tanaman rambutan, setelah 1 minggu dari penaburan kapur diberi pupuk kandang supaya tanah menjadi subur.
Tahapan Pemupukan
Setelah jangka waktu 1 minggu dari pemberian kapur pada lubang-lubang yang ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang sebanyak 25 kg (kurang lebih 1 blek) dan setelah 1 minggu lahan baru siap untuk ditanami bibit rambutan yang telah jadi.
Related Blogs
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
pembibitan rambutan (12), cara pembibitan rambutan (11), teknik pembibitan rambutan (10), pengolahan rambutan (8), Media Tanam Persemaian (7), media tanam pembibitan (7), perawatan rambutan (4), rambutan (3), pengapuran pada tambak (2), pembuatan media pembibitan atau persemaian melon (2), media tanam rambutab binjai (2), persemaian pohon (2), sebutkan cara pembibitan dan budi daya bunga rosela (2), cara merawat rambutan (2), standar media pembibitan tanaman (2), tanaman pelindung bagi pohon rambutan (1), tuliskan 7 cara pembibitan (1), pengolahan lahan rambutan (1), teknis pengelolaan persemaian (1), penyemaian biji benih rambutan (1), penyiapan lahan rambutan (1), TEKNIK BEDENG (1), tehnik bedeng menanam (1), persiapan lahan rambutan (1), proposal pembuatan media pembibitan atau persemaian melon (1), Rambutan dari benih biji (1), pembuatan media pembibitan atau persemaian (1), media tumbuh pembibitan karet (1), budidaya rambutan binjai atau rafiah (1), media tanam melon untuk persemaian (1), Media pembibitan budidaya pohon karet (1), masalah media tanam pada pembibitan tanaman perkebunan (1), Cara pengecambahan kakoa (1), Cara menanam dan rawat semangka (1), cara memelihara rambutan binjai (1), medium penanaman rambutan (1), melihara rambutan aceh (1), Pembuatan bedeng persemaian (1), memelihara rambutan aceh (1), pembibitan dan media tanam cangkok pohon rambutan (1), merawat rambutan (1), Mengolah tanah di pekarangan menjadi subur (1), menanam rambutan di pekarangan (1), Membuat Media tanam untuk persemaian (1), membiakan rambutan dengan bijinya (1), budidaya rambutan rapiah dari biji (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply