Solusi Masalah Kemungkinan Krisis Bibit Karet
Meningkatnya motivasi petani dan pemerintah untuk meremajakan kebun karet rakyat dapat melahirkan masalah krisis bibit karet. Hal ini disebabkan keterbatasan kemampuan produsen bibit dalam memasok bibit unggul karet yang dibutuhkan setiap tahun. Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI), Didiek Hadjar Goenadi, pelaksanaan program revitalisasi pertanian dan tingginya motivasi petani untuk meremajakan kebunnya akan menimbulkan defisit bibit. Oleh karena itu, Pusat Penelitian Karet beserta balai-balainya harus menjalankan fungsinya untuk mengantisipasi munculnya bibit-bibit palsu yang dapat merugikan petani.
Sesuai rencana pemerintah, diasumsikan program revitalisasi perkebunan selama lima tahun (2006 – 2010) dapat meremajakan 736.000 hektar kebun karet rakyat. Setiap satu hektar kebun karet membutuhkan sedikitnya 600 batang bibit. Dengan demikian, sampai tahun 2010 akan dibutuhkan sedikitnya 441,6 juta batang bibit unggul atau setara dengan 88,32 juta bibit per tahun.
Ancaman defisit bibit tersebut merupakan salah satu poin yang dibahas dalam Konferensi dan Pameran Karet Internasional 2007 di Bali, pada tanggal 13-15 Juni 2007 silam. Konferensi diikuti sedikitnya 500 peserta dari Thailand, Malaysia, Vietnam, China, dan India itu membahas berbagai hal berkait karet alam, dari sisi konsumen dan produsen.
Soal bibit merupakan isu utama karena terkait perbaikan produktivitas kebun rakyat di Indonesia. Apalagi konsumen karet alam dunia sangat bergantung pada produksi Indonesia. Padahal, setiap hektar kebun karet Indonesia rata-rata baru mampu memproduksi 860 kilogram per tahun atau hanya separuh dari perkebunan karet Thailand yang menghasilkan bahan olahan karet rakyat (bokar) 1,6 ton per hektar per tahun.
Didiek Hadjar Goenadi menambahkan, bahwa program peremajaan yang berjalan serentak telah menimbulkan persoalan pada pasokan bibit unggul besertifikat. Dari kebutuhan sekitar 88,32 juta bibit setiap tahun, produsen dan penangkar bibit karet nasional baru mampu menghasilkan 50 juta bibit. Artinya, terdapat defisit sekitar 38 juta bibit per tahun.
Sebagai solusinya, Pusat Penelitian Karet berupaya terus meningkatkan produktivitasnya melalui program waralaba penangkaran. Namun, upaya tersebut belum banyak membantu, karena sulit menemukan penangkar handal yang mampu memproduksi sedikitnya 1 juta bibit per tahun.
Direktorat Jenderal Perkebunan, Departemen Pertanian sebenarnya juga telah membuat kebun bibit untuk memenuhi lonjakan kebutuhan. Sedikitnya 587,5 hektar kebun bibit direncanakan terealisasi sampai tahun 2010. Jika diasumsikan setiap hektar menghasilkan 30.000 bibit, akan diperoleh 17,625 juta bibit sampai tahun 2010.
Meski sudah ada persiapan, pemerintah tidak bisa berleha-leha. Pemerintah harus kerja lebih keras meningkatkan produksi bibit besertifikat resmi untuk memenuhi melonjaknya permintaan. Untuk itu, menurut Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), Suharto Honggokusumo, pemerintah sebaiknya memakai dana revitalisasi karet untuk penyediaan bibit tersebut. Tujuannya, agar petani dapat langsung menanami kebunnya seusai penebangan pohon karet tua dan membersihkan lahannya. Kesulitan memperoleh bibit akan merugikan petani. Selain lahannya tidak produktif, mereka juga rugi karena telah kehilangan produksi dari pohon yang ditebang. Petani sangat membutuhkan kepastian persediaan bibit besertifikat resmi. Jika pemerintah tidak bergerak cepat, maka Indonesia akan kehilangan kesempatan untuk tetap menguasai pasar karet alam internasional.
Langkah yang ditempuh Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan untuk memberi solusi terhadap masalah kesulitan penyediaan bibit karet oleh petani patut mendapat apresiasi. Baru-baru ini, Dinas Perkebunan Sumatera Selatan menyatakan akan memberikan subsidi bibit karet unggul sebanyak 1,5 juta batang kepada sejumlah petani di 14 kabupaten/ kota untuk memenuhi kebutuhan peremajaan sekitar 3.000 ha kebun karet yang berumur tua. Setiap hektar lahan petani akan mendapat subsidi sebanyak 500 batang bibit karet unggul.
Provinsi Sumatera Selatan memiliki lahan perkebunan terluas di Indonesia, yaitu sekitar 690.000 hektar pada tahun 2008. Dari lahan perkebunan seluas itu, sebanyak 122.384 hektar merupakan perkebunan karet tua dan telah rusak dengan tingkat produktivitas sekitar 250 kg – 300 kg per hektar per tahun. Oleh karena itu, program peremajaan kebun karet di provinsi ini mutlak perlu dilakukan. Rencana subsidi bibit karet di Provinsi Sumatera Selatan disajikan dalam tabel berikut.
Luas perkebunan dan wilayah penerima subsidi bibit karet
di Provinsi Sumatera Selatan
|
No. |
Luas perkebunan karet (ha) |
Wilayah kabupaten/kota |
|
300 |
- Kab. Ogan Komering Ilir (OKI) – Kab. Musi Banyuasin - Kab. Banyuasin - Kab. Muaraenim - Kab. Lahat - Kab. Musi Rawas |
|
|
200 |
- Kab. Ogan Ilir - Kab. Ogan Komering Ulu (OKU) – Kab. Ogan Komering Ulu Timur – Kab. Empat Lawang |
|
|
100 |
- Kota Prabumulih - Kota Pagaralam - Kab. Ogan Komering Ulu Selatan – Kota Lubuklinggau |
Sumber: Dinas Perkebunan Sumsel/Harian Bisnis Indonesia, 22 Mei 2009
Model subsidi bibit karet di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) agak berbeda dari model subsidi bibit di Sumatera Selatan. Di kedua provinsi ini, perusahaan ban Bridgestone membina beberapa kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Sari Murni, Karya Mufakat, Karya Bersama, dan Karya Harapan. Kelompok-kelompok tani tersebut membentuk Gabungan Kelompok Tani Amarta untuk menyediakan bibit karet unggul melalui kontrak kerja dengan Bridgestone.
Bibit karet yang dihasilkan Gabungan Kelompok Tani Amarta, nantinya akan dibeli langsung oleh Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Cabang Kalselteng. Selanjutnya, Gapkindo Cabang Kalselteng akan memberikan bibit karet tersebut secara gratis kepada pemasok bahan olahan karet (bokar) ke pabrik-pabrik pengolahan karet anggota Gapkindo.
Sebagai tahap awal, melalui kontrak pada tanggal 27 Mei 2008, Gapoktan Amarta menyediakan bibit karet payung satu (OPAS) sebanyak 40.180 polibeg, dan dibeli langsung oleh Gapkindo Cabang Kalselteng dengan harga Rp 2.500/ polibeg ($.27). Total nilai kontrak Rp 100.450.000 ($10.900). Gapkindo Kalselteng menyediakan bibit karet tersebut untuk delapan pabrik karet yang ada di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah seperti disajikan dalam tabel di bawah ini.
Distribusi bibit karet oleh Gapkindo Cabang Kalimantan Selatan dan Tengah
|
No. |
Nama pabrik karet |
Lokasi |
Jumlah bibit |
|
PT. Banua Lima Sejurus |
Banjarmasin |
7.590 |
|
|
PT. Hok Tong |
Banjarmasin |
3.220 |
|
|
PT. Insan Bonafide |
Banjarmasin |
5.390 |
|
|
PT. Karya Sejati |
Banjarmasin |
2.610 |
|
|
PT. Sampit |
Kalteng |
6.030 |
|
|
PT. Darma Kalimantan Jaya |
Haruyan |
5.500 |
|
|
PT. Bumi Asri Pasaman |
Buntok |
7.590 |
|
|
PT. Karias Tabing Kencana |
Amuntai |
2.250 |
Related Blogs
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
1 hektar menghasilkan karet (7), permasalahan karet di indonesia (5), bibit karet unggul kalsel (4), Masalah dan solusi pertanian (3), hambatan perkebunan kopi di indonesia (3), Karet Kalteng (3), masalah perkebunan karet (3), masalah pertanian di indonesia dan solusinya (3), kebun karet sumatera (2), permasalahan perkebunan kakao di indonesia (2), pemecahan masalah kesulitan petani mendapatkan bibit (2), pengadaan bibit karet di lahat thn 2012 (2), masalah budidaya karet (2), masalah benih (2), masalah budidaya karet di kalsel (2), Masalah penanaman karet dan solusinya (2), makalah permasalahan benih di indonesia (2), solusi masalah pertanian (2), permaslahan dan solusi usahatani kopi (1), penebangan hutan karet dijawa tengah tahun 2012 (1), minyak nilam lubuk linggau (1), Penangkar bibit karet resmi di oku selatan (1), modal perkebunan kopi tiap tahun (1), Pembitan karet petnam (1), nama perusahaan masalahnya dan solusinya (1), peluang kontrak bibit kalsel teng (1), peluang pasar bibit karet 2012 (1), pembibitan karet 1 hektar (1), penjual bibit pisang di kalsel (1), perkebunan karet lubuk linggau di sumatera selatan 2012 (1), www bibit unggul com (1), www bibit karet sumatera (1), www bibit karet (1), waralaba bibit karet sumatera (1), tempat penjualan bibit unggul karet di kal sel (1), struktur organisasi di pembibitan karet (1), Solusi Masalah Kemungkinan Krisis Bibit Karet (1), solusi dari kendala usaha percetakan (1), revitalisasi perkebunan karet indonesia 2012 (1), rencana penelitian masalah pertanian (1), proposal dinas dinas pertanian kab banyuasin 2011 (1), perusahaan yang memproduksi biji karet (1), permasalahan perkebunan kopi di indonesia (1), permasalahan dalam perkebunan kopi (1), permasalahan benih diindonesia (1), permasalahan benih di indonesia (1), Permasalah pertanian di buntok (1), www bibitkaret (1), masalah yang terjadi pada pembibitan karet (1), jumlah rata rata batang karet perhektar (1), Jumlah bibit karet perhektar (1), jumlah bibit karet per hektar lahan (1), jual bibit karet di kalimantan selatan (1), jual bibit karet di banjarmasin 2012 (1), jual bibit karet bridgestone (1), harga pembibitan karet kalsel (1), harga karet terbaru di terima pabrik sampit (1), harga bibit karet di sumatra (1), dinas pertanian di kalimantan bibit karet unggul (1), data permintaan perusahaan karet (1), cari bibit karet sumatra (1), blog penyuplai bibit karet unggul (1), Bibit unggul karet kalimantan selatan (1), Bibit karet bridgestone (1), 1 hektar kebun karet (1), kasus bibit pertanian indonesia (1), kebun pt sampit (1), masalah pertanian dan perkebunan 2011 (1), masalah mendapatkan bibit pertanian (1), masalah karet (1), masalah di dinas kehutanan provinsi sumatera selatan (1), masaLah dan soLusi dalam bidang perhutanan (1), masalah dalam pertanian dan solusi (1), masalah bibit karet dan solusi (1), masalah bertani karet (1), masalah - masalah dlm bidang pertanian dan bagaimana solusinya (1), makalah tentang subsidi bibit pertanian (1), kontrak pengadaan bibit karet (1), ketentuan mendirikan penangkar bibit karet (1), kesulitan dalam pembibitan (1), kendala pertanian dan solusinya (1), kebutuhan bibit karet 2012 (1), Balai penelitian karet kalsel (1)Artikel Terkait:
- KINERJA INDUSTRI KARET INDONESIA Ketersediaan Lahan Perkebunan Karet
- PEREMAJAAN DAN PERLUASAN PERKEBUNAN KARET dalam Tuntutan Peremajaan Perkebunan Karet Rakyat
- Potensi Industri Pengolahan Karet : Klaster industri pengolahan Karet
- Revitalisasi dan Peremajaan Perkebunan Karet
- Dukungan Kebijakan dalam Revitalisasi Perkebunan Karet

Leave a Reply