Revitalisasi dan Peremajaan Perkebunan Karet
Tuntutan peremajaan perkebunan karet yang disuarakan para pakar dan pemangku kepentingan di bidang agribisnis dan industri karet nasional telah mendapat respons pemerintah. Sejalan dengan program revitalisasi pertanian yang dicanangkan sejak tahun 2004, Departemen Pertanian telah melakukan revitalisasi perkebunan mulai tahun 2006.
Program revitalisasi ini mencakup tiga komoditas utama, yaitu kelapa sawit, karet dan kakao. Menurut Dirjen Perkebunan, Departemen Pertanian, Ahmad Mangga Barani, revitalisasi tersebut membutuhkan pembiayaan kredit sebesar Rp 12 triliun (sekitar Rp 24 juta per hektar) dengan sasaran luas areal 539.000 hektar. Luas areal perkebunan yang dimasukkan pada program revitalisasi pada 2008 meningkat lebih dari 7 kali lipat dibandingkan dengan pencapaian tahun 2007 yang tercatat di areal 68.369 ha.
Adapun areal yang ditargetkan untuk program revitalisasi 2006 – 2010 adalah seluas 2 juta ha. Departemen Pertanian telah menerima usulan seluas 2,3 juta ha, yang terdiri dari kelapa sawit 1,9 juta ha berasal dari usulan 18 provinsi, karet seluas 213.000 ha usulan dari 11 provinsi, dan kakao seluas 174.000 ha usulan dari 11 provinsi.
Program revitalisasi perkebunan merupakan upaya percepatan pengembangan perkebunan rakyat melalui perluasan, peremajaan dan rehabilitasi tanaman perkebunan yang didukung kredit investasi perbankan dan subsidi bunga oleh pemerintah. Program ini melibatkan perusahaan di bidang perkebunan sebagai mitra pengembangan dalam pembangunan kebun, pengolahan dan pemasaran hasil komoditas. Berikut ini tabel yang menyajikan luas areal peremajaan dan perluasan perkebunan karet tahun 2008 lalu.
Luas areal peremajaan dan perluasan perkebunan karet di Indonesia, 2008
|
No. |
Provinsi |
Luas areal (ha) |
Intensifikasi/ |
Peremajaan |
Perluasan |
| 1 |
NAD |
74.787 |
30.000 |
20.000 |
15.000 |
| 2 |
Sumatera Utara |
309.823 |
110.000 |
100.000 |
40.000 |
| 3 |
Sumatera Barat |
87.917 |
33.000 |
20.000 |
20.000 |
| 4 |
Riau |
369.742 |
130.000 |
140.000 |
40.000 |
| 5 |
Jambi |
470.082 |
160.000 |
140.000 |
60.000 |
| 6 |
Sumatera Selatan |
618.533 |
220.000 |
140.000 |
60.000 |
| 7 |
Bengkulu |
57.367 |
18.000 |
20.000 |
15.000 |
| 8 |
Lampung |
26.500 |
10.000 |
10.000 |
10.000 |
| 9 |
Jawa Barat |
24.289 |
100.000 |
10.000 |
10.000 |
| 10 |
Kalbar |
425.573 |
150.000 |
80.000 |
50.000 |
| 11 |
Kalteng |
218.787 |
80.000 |
80.000 |
35.000 |
| 12 |
Kalsel |
100.930 |
34.000 |
20.000 |
30.000 |
| 13 |
Kaltim |
42.859 |
15.000 |
20.000 |
15.000 |
| 14 |
Sulawesi |
- |
- |
- |
16.000 |
| 15 |
Irian |
- |
- |
- |
20.000 |
Sumber: Ditjen Perkebunan, Departemen Pertanian (2009).
Dirjen Perkebunan mengakui adanya beberapa kendala terhadap pelaksanaan revitalisasi perkebunan. Kendala-kendala tersebut antara lain sosialisasi program yang belum merata, pengembangan karet dan kakao yang kurang mendapat dukungan perbankan, penyelesaian persyaratan administrasi dan tingkat bunga 10% yang dinilai masih tinggi di beberapa provinsi.
Namun, menurut beberapa Press release, soal ketersediaan dana tidak jadi masalah, karena 14 bank tetap komitmen untuk menyalurkan kredit. Bank-bank pelaksana sebagai mitra pemerintah yang menyalurkan kredit tersebut telah menyiapkan plafon kredit perkebunan hingga Rp 34,17 triliun untuk mendanai program revitalisasi hingga 2009. Keterlambatan justru terjadi pada pemenuhan persyaratan administrasi dan syarat-syarat tertentu agar penyalurannya tidak bermasalah.
Bank yang terlibat dalam pembiayaan revitalisasi perkebunan meliputi BRI, Bank Mandiri, BNI, Bukopin, Bank Mega, Bank Niaga, Bank Internasional Indonesia (BII), Bank Agro, BPD NAD (Aceh), BPD Sumut, BPD Sumbar, BPD Riau, BPD Sumsel, dan BPD Papua. Untuk mempercepat penyaluran kredit, Departemen Pertanian melibatkan pemerintah daerah (Pemda), mengusulkan penambahan subsidi bunga, dan mempercepat sertifikasi tanah bagi petani.
Related Blogs
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
plafon revitalisasi tanaman karet dan sawit (2), bank revitalisasi perkebunan (1), revitalisasi tanaman perkebunan (1), proposal rehab tanaman kopi (1), program peremajaan kebun karet (1), plafond kredit revitalisasi perkebunan (1), metode peremajaan karet di jambi (1), manajemen karet lampung (1), luas areal perkebunan karet di indonesia 2011 (1), luas areal peremajaan karet di jambi (1), kredit kebun karet di jawa barat (1), kendala implementasi revitalisasi pertanian (1), investasi kebun karet seluas 10 ha (1), dirjen perkebunan (1), dana revitalisasi provinsi jambi tahun 2010 (1), contoh proposal : peremajaan karet (1), www plafon kredit kebun karet (1)Artikel Terkait:
- PEREMAJAAN DAN PERLUASAN PERKEBUNAN KARET dalam Tuntutan Peremajaan Perkebunan Karet Rakyat
- Dukungan Kebijakan dalam Revitalisasi Perkebunan Karet
- Program Jangka Pendek Peremajaan Karet
- KINERJA INDUSTRI KARET INDONESIA Ketersediaan Lahan Perkebunan Karet
- PELUANG DAN TANTANGAN USAHA AGROINDUSTRI KARET

Leave a Reply