PERAN DAN KEBIJAKAN TENTANG PUPUK ORGANIK
Kebijakan Pupuk organik di Indonesia
Penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus dan berlebihan untuk meningkatkan produksi pertanian yang tanpa diimbangi pemberian pupuk organik akan menimbulkan “levelling off, terutama pada lahan sawah”. Sementara itu, penggunaan pupuk organik di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala. Penggunaannya di lapangan belum optimal.
Peran mensubstitusi pupuk anorganik
Menurut Menteri Pertanian, Anton Apriyantono, dalam Seminar Sehari, 17 Desember 2008 yang berlangsung di Botani Square–Bogor, peran pupuk organik ini ke depan sangat penting dan strategis, di samping dapat mendongkrak levelling off dan perbaikan tingkat kesuburan tanah, penggunaan pupuk organik dapat secara langsung atau tidak langsung mengurangi kebutuhan pupuk anorganik. Apabila penggunaan pupuk organik tersebut meningkat, pada gilirannya dapat menambah kapasitas ekspor perusahaan pupuk anorganik dalam negeri sehingga dapat menambah devisa negara. Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) sebagai organisasi profesi diharapkan dapat membantu pemerintah untuk memberikan solusi dan alternatif pemecahan masalah di tengah berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah. Krisis ekonomi global, penyediaan pupuk yang akhir-akhir ini semakin langka di lapangan merupakan tantangan yang perlu dicarikan solusinya.
Departemen Pertanian memang telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02/ Pert/ HK.060/ 2/ 2006 tahun 2006 tentang Pupuk organik dan Pembenah Tanah yang digunakan sebagai dasar hukum untuk melaksanakan pendaftaran, pengadaan, peredaran, penggunaan dan pengawasan pupuk organik dan pembenah tanah untuk pertanian. Dalam pelaksanaannya, berbagai hal timbul di lapangan yang perlu ditelaah. Pada seminar ini, Mentan mengharapkan agar para pengusaha pupuk organik, pemakai dan regulator serta pengawas dapat meninjau ulang sejauh mana hal tersebut dapat diterapkan di tingkat lapangan.
Sementara itu, Achmad Mangga Barani, selaku Ketua Umum Peragi mengatakan bahwa produksi dan produktivitas tanaman, sangat dipengaruhi oleh input utama produksi yaitu pupuk. Namun beberapa tahun terakhir ini, kebutuhan akan pupuk terus meningkat, sehingga keberadaannya semakin sulit dan harganya semakin tinggi. Kekurangan pupuk selain disebabkan produksinya yang terbatas, juga disebabkan oleh pendistribusiannya yang kurang baik dan pemakaian yang berlebihan di beberapa tempat. Oleh karena itu, perlu upaya untuk mengembangkan dan memproduksi pupuk organik, untuk menyubstitusi pupuk an-organik yang sudah ada, serta menerapkan teknologi pupuk dan pemupukan yang lebih efisien. Pengembangan industri pupuk organik mempunyai arti yang strategis karena serasi dengan tuntutan masyarakat dunia yang menginginkan dan lebih menghargai produk alami yang bebas dari bahan kimia berbahaya dan ramah lingkungan.
Beberapa permasalahan yang muncul pada saat penggunaan pupuk organik, perlu mendapat perhatian dari para ahli agronorni. Pupuk organik yang semula hanya berupa kompos ataupun pupuk kandang dengan produksi dan pemakaian lokal, berubah menjadi suatu komoditas yang diperlukan pada sebaran lokasi dan komoditas yang lebih luas. Permasalahan yang muncul antara lain standarisasi mutu pupuk organik, kapasitas produksi, regulasi maupun teknis distribusi dan efektivitas terhadap hasil maupun ekonomi usaha taninya.
Related Blogs
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
peranan pupuk organik di indonesia (11), kekurangan pupuk anorganik (3), aplikasi pupuk hayati di kebun karet (2), penggunaan pupuk organik dan permasalahannya (2), masalah penggunaan pupuk organik (2), penggunaan pupuk anorganik dan permasalahannya (2), kebijakan pemerintah terhadap pupuk organik (2), permasalahan permasalahan seputar pupuk organik (2), permasalahan penggunaan pupuk anorganik (1), pupuk organik produk ukm di bogor (1), PERAN DAN KEBIJAKAN TENTANG PUPUK ORGANIK (1), peran pemerintah akan kebutuhn pupuk (1), pupuk organik perkebunan di indonesia (1), peranan anorganik (1), problema pemakaian pupuk kimia (1), permasalahan produksi pupuk organik di indonesia (1), perananpupuk anorganik (1), pengertian dari para ahli tentang pupuk organik (1), data permintaan pupuk kompos di indonesia (1), kebijakan mulai ke anorganik (1), kebijakan pemerintah dalam pemberian pupuk (1), kebijakan pemerintah tentang penggunaan pupuk anorganik (1), kebijakan pemerintah tentang pupuk organik (1), KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK (1), kebijakan pemupukan (1), kebijakan pupuk kimia organik (1), kendala penggunaan pupuk organik (1), masalah untuk pemupukan secara organik (1), pemecahan masalah tanaman anggur (1), tentang pupuk organik (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply