Dalam budi daya melon, media tanam merupakan salah satu komponen yang penting dalam menentukan keberhasilan budi daya. Media tanam yang kaya akan unsur hara serta tersedia sesuai dengan kebutuhan, sangat membantu pertumbuhan tanaman melon tersebut sehingga menghasilkan buah melon yang berkualitas tinggi. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan tiap-tiap jenis tanaman berbeda. Untuk mengetahui langkah apa saja yang diperlukan dalam pengolahan media tanam budi daya melon, baca terus artikel di bawah ini !

PERSIAPAN PENGOLAHAN MEDIA TANAM

Pengolahan media tanam memerlukan langkah-langkah persiapan awal yang terdiri dari :

§ Pengukuran pH Tanah

Pengukuran pH tanah dilakukan dengan menggunakan alat pH meter. Caranya : tanah yang akan di ukur dibasahi terlebih dahulu. Pengambilan sampel dilakukan di 10 titik yang berbeda, kemudian dihitung pH rata-rata.

§ Analisis Tanah

Berdasarkan fakta di lapangan tanaman melon dapat ditanam pada berbagai jenis tanah terutama tanah andosol, latosol, regosol, dan grumosol, asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran, penambahan bahan organik, maupun pemupukan.

§ Penetapan Waktu/Jadwal Tanam

Penetapan waktu tanam berkaitan dengan perkiraan waktu panen suatu varietas melon yang ditanam dan waktu panen varietas melon lainnya. Misalnya waktu tanam melon pada bulan Maret adalah varietas ten me, April varietas aroma, Mei varietas new century (hamiqua) dan seterusnya sehingga petani/pengusaha agribisnis perlu menjadwal waktu tanaman varietas melon yang dikehendaki pelanggan.

§ Penetapan Luas Areal Penanaman

Penetapan luas penanaman berkaitan erat dengan pemilikan modal, luas lahan yang tersedia, musim dan permintaan pasar. Tanaman melon yang diusahakan di lahan terbuka di musim hujan akan rusak terserang penyakit karena terguyur hujan terus-menerus. Maka penanaman melon di musim hujan lebih diarahkan dengan sistem hidroponik.

§ Pengaturan Volume Produksi

Pengaturan volume produksi berkaitan erat dengan perkiraan harga pada saat panen dan permintaan pasar. Cara penanaman melon dilakukan secara bertahap. Misalnya penanaman pertama 20% di lokasi A, kedua 40% di lokasi B, dan ketiga 40% di lokasi C. Interval penanaman berkisar 2 minggu. Pengaturan ini lazim dilakukan pada agribisnis melon dengan sistem hidroponik. Untuk menjaga kontinuitas produksi, biasanya interval tanamnya berselang 1-2 minggu.

PEMBUKAAN LAHAN

Pembajakan

Untuk penanaman melon di dataran menengah-tinggi, struktur tanah biasanya sudah sangat remah sehingga tidak memerlukan pembajakan. Lahan yang dibajak harus digenangi air lebih dahulu selama semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan ini cukup untuk membalik tanah sehingga cukup dilakukan sekali dengan kedalaman balikan sekitar 30 cm.

Penggarukan dan Pencangkulan Lahan Serta Waktu Lahan Siap Tanam

Untuk pencangkulan dan penggarukan, keadaan tanahnya harus cukup kering. Karena kita bisa mudah membentuk tanah yang semula berbongkah-bongkah dan cukup liat, tanah yang beremah-remah dan cukup sarang (mudah diserap air). Dengan tanah tersebut akan menguntungkan tanaman. Selain perakarannya mudah menembus tanah, juga akan mudah bernapas.

Cara-cara pencangkulan adalah sebagai berikut:

§ Mula-mula lakukan pembalikan tanah (tanahnya masih berbongkah-bongkah).

§ Tanah dari hasil pencangkulan pertama dihaluskan atau dihancurkan, dengan kedalaman q 30–50 cm. (untuk dua kali cangkulan)

§ Pencangkulan dilakukan kalau keadaan tanahnya betul-betul sudah dikategorikan ke dalam tanah berat. Jika tidak, sekali cangkul tanah sudah cukup beremah dan kita dapat mengerjakan pekerjaan yang lain.

PEMBENTUKAN BEDENGAN

Cara Pembuatan

Langkah pembuatan bedengan yakni : selama 5–7 hari lahan dibiarkan kering setelah dibajak (atau dibalik). Proses ini akan membuat tanah menjadi lengket dan berbongkah sehabis dibajak menjadi agak hancur karena mengalami proses pengeringan matahari dan penganginan. Selama proses tersebut beberapa senyawa kimia yang beracun dan merugikan tanaman dan akan hilang perlahan-lahan. Setelah kering, bongkahan tanah dibuat petakan dengan tali rafia untuk membentuk bedengan dengan ukuran panjang bedengan maksimum 12–15 m; tinggi bedengan 30–50 cm; lebar bedengan 100–110 cm; dan lebar parit 55–65 cm.

Bentuk Bedengan

Bedengan dibentuk dengan cara mencangkuli bongkahan tanah menjandi
struktur tanah yang remah/gembur. Bila telah bentuk bedengan terlihat, baik itu bedengan kasar/setengah jadi bedengan tersebut dikeringanginkan lagi selama seminggu agar terjadi proses oksidasi/penguapan dari unsur-unsur beracun ada hingga menghilang tuntas.

Ukuran dan Jarak Bedengan

Dengan panjang maksimum 15 m tersebut akan memudahkan perawatan tanaman dan mempercepat pembuangan air, terutama di musim hujan. Tinggi bedengan dibuat sesuai dengan musim dan kondisi tanah. Pada musim hujan tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air jika hujan deras. Dan pada musim kemarau tinggi bedengan cukup 30 cm, karena untuk memudahkan perawatan pada saat bedengan digenangi. Parit dibuat dengan lebar 55–65 cm adalah untuk memudahkan perawatan pada saat penyemprotan, pemasangan ajir, maupun penalian.

PENGAPURAN

Dengan pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang diperlukan untuk dinding sel tanaman. Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3). Setelah diperoleh pH rata-rata, penentuan kebutuhan dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini :

< 4,0 (paling asam) : jumlah kapur >10,24 ton/ha

4,2 (sangat asam) : jumlah kapur 9,28 ton/ha

4,6 (asam) : jumlah kapur 7,39 ton/ha

5,4 (asam) : jumlah kapur 3,60 ton/ha

5,6 (agak asam) : jumlah kapur 2,65 ton/ha

6,1 – 6,4 (agak asam) : jumlah kapur <0,75 ton/ha

PEMASANGAN MULSA PLASTIK HITAM-PERAK (PHP)

Mulsa PHP yang terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan berwarna perak di bagian atas dan warna hitam dibagian bawah dengan berbagai keuntungan. Warna perak pada mulsa akan memantulkan cahaya matahari sehingga proses fotosintesis menjadi lebih optimal, kondisi pertanaman tidak terlalu lembab, mengurangi serangan penyakit, dan mengusir serangga-serangga penggangu tanaman seperti Thirps dan Aphids. Sedangkan warna hitam pada mulsa akan menyerap panas sehingga suhu di perakaran tanaman menjadi hangat. Akibatnya, perkembangan akar akan optimal. Selain itu warna hitam juga mencegah sinar matahari menembus ke dalam tanah sehingga benih-benih gulma tidak akan tumbuh (kecuali teki dan anak pisang).

Pemasangan mulsa PHP sebaiknya dilakukan pada saat panas matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Teknis pemasangannya cukup oleh 2 orang untuk satu bedengan. Caranya tariklah kedua ujung mulsa pada bedengan, kaitkan salah satu ujungnya pada bedengan menggunakan pasak penjepit mulsa kemudian ujung yang satunya. Setelah kedua ujung mulsa PHP terkait erat pada bedengan, dengan cara bersamaan tariklah mulsa pada kedua sisi bedengan setiap meternya secara bersamaan. Kaitkan kedua sisi mulsa dan bedengan dengan pasak penjepit tadi sehingga seluruh sisi mulsa terkait rapat pada bedengan. Setelah selesai pemasangan, bedengan­ dibiarkan tertutup mulsa PHP selama 3–5 hari sebelum dibuat lubang tanam. Tujuan agar pupuk kimia yang diberikan dapat berubah menjadi bentuk tersedia sehingga dapat diserap tanaman.


Related Blogs

    Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

    penanaman melon (25), MEMBUAT BEDENGAN TANAMAN (23), agribisnis melon (17), budidaya melon organik (11), cara membuat bedengan (8), langkah-langkah pembuatan bedengan (7), unsur hara untuk melon (2), teknik pembuatan bedengan melon (1), mengapa pengukuran PH penting dalam pengolahan tanah (1), penyiapan lahan dengan menggunakan mulsa (1), penyiapan lahan melon (1), penyiApan lahan menanam melon (1), penyiapan lahan tanaman melon (1), penyiapan lahan untuk menanam melon (1), PERSIAPAN LAHAN UNTUK MELON (1), proses awal pembuatan kopi rasa melon (1), proses pembentukan tanah latosol (1), tanam melon pada bulan maret (1), persiapan lahan melon (1), membuat bedengan (1), ARTIKEL PH TNAH (1), cara budidaya melon di lahan (1), cara memasang mulsa php (1), Cara membuat bedengan tanaman (1), Cara membuat media tanam melon (1), cara menanam melon di musim hujan (1), cara menggunakan alat ph tanah (1), cara pembentukan lahan bedengan (1), cara pengolahn melon (1), interval penanaman adalah (1), kapan waktu pemasangan mulsa yang tepat (1), makalah tentang ph tanah (1), manfaat pembajakan dan pencangkulan (1), Untuk mengukur pH tanah dimusim kemarau atau dimusim hujan (1)

    Artikel Terkait:

    1. METODE PENGOLAHAN MEDIA TANAM BUDIDAYA SEMANGKA
    2. PEDOMAN BUDIDAYA TEMULAWAK: PEMBIBITAN DAN PENGOLAHAN MEDIA TANAM
    3. TEHNIK PEMBIBITAN DAN PENGOLAHAN MEDIA TANAM BUDIDAYA RAMBUTAN
    4. MEDIA TANAM DAN TEKNIK PENANAMAN DALAM BUDIDAYA SAWO
    5. PENGOLAHAN MEDIA TANAMAM DAN TEKNIK PENANAMAN DALAM BUDIDAYA MANGGIS