PEMBIBITAN DALAM PEDOMAN BUDIDAYA SAWO
Tanaman sawo telah lama dikenal dan banyak ditanam mulai dari dataran rendah sampai tempat dengan ketinggian 1200 m dpl, seperti di Jawa dan Madura. Pengembangan budidaya sawo sudah meluas hampir di seluruh Indonesia. Setelah kita menemukan lokasi yang tepat sesuai dengan syarat tumbuh tanaman Sawo, kita melangkah ketahapan berikutnya yakni teknis budidaya tanaman Sawo. Tahapan awal dalam budidaya yang mempunyai peran penting dalam keberhasilan budidaya Sawo adalah Pembibitan/penyediaan bibit sawo. Untuk mengetahui teknis selengkapnya, baca lebih lanjut artikel di bawah ini !
A. PERSYARATAN BIBIT
Saat ini tanaman sawo sudah dapat dikembangkan dalam dua tempat, yaitu di kebun dan di dalam pot. Bibit yang dipilih sebaiknya bibit yang berasal dari cangkok atau sambung, sebab bibit yang berasal dari biji lambat dalam menghasilkan buah. Bibit dipilih yang sehat dengan daun yang kelihatan hijau segar dan mengembang sempurna serta bebas hama dan penyakit. Bibit dari cangkok dipilih yang memiliki cabang atau ranting yang bagus dan sehat.
B. PENYIAPAN BIBIT
Untuk jenis tanaman Sawo, ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam memperoleh bibit tanaman sawo seperti dengan biji, sambung, dan cangkok. Berikut akan kita bahas satu persatu secara lebih lengkap.
1. PEMBENIHAN BIJI
Perbanyakan tanaman sawo secara generatif dengan biji memiliki keunggulan dan kelemahan. Bibit yang berasal dari biji memiliki perakaran yang kuat dan dalam. Akan tetapi perbanyakan secara generatif hampir selalu memberikan keturunan yang berbeda dengan induknya karena ada pencampuran sifat kedua tetua atau terjadi proses segregasi genetis. Tanaman sawo yang berasal dari biji mulai berbuah pada umur kurang lebih 7 tahun.
Teknik pembibitan tanaman sawo dari biji melalui tahap tahap sebagai berikut:
§ Pemilihan buah
Untuk keperluan pembibitan sebaiknya pilih buah tua yang matang di pohon, sehat, bentuknya normal dan berasal dari pohon induk varietas unggul yang telah berbuah.
§ Pengambilan biji
-
Belah buah menjadi beberapa bagian.
-
Ambil dan kumpulkan biji-biji sawo yang baik saja, kemudian tampung dalam wadah.
-
Cuci dalam air yang mengalir atau air yang disemprotkan sampai biji benar-benar bersih.
-
Keringkan biji selama 3 hari sampai 7 hari agar kadar air biji berkisar antara 12-14%.
-
Masukkan biji ke dalam wadah tertutup rapat untuk disimpan beberapa waktu.
§ Pengecambahan benih
-
Siapkan bak pengecambahan yang telah diisi media pasir bersih setebal 10–15 cm.
-
Sebarkan biji sawo pada permukaan media, kemudian tutup dengan pasir setebal 1–2 cm.
-
Siram media dalam bak pengecambahan dengan air bersih hingga cukup basah.
-
Tutup permukaan bak pengecambahan dengan lembaran plastik bening (tembus cahaya) untuk menjaga kestabilan kelembaban media.
-
Biarkan biji berkecambah ditempati yang teduh selama 7 hari sampai 15 hari. Biji sawo yang telah berkecambah atau keluar akar sepanjang 2-5 mm dapat segera dipindahsemikan.
2. Bibit Asal Enten (Grafting)
Metode kedua untuk memperoleh bibnit tanaman sawo adalah dengan MetodeGrafting. Penyambungan tanaman sawo sebagai batang atas dilakukan dengan tanaman ketiau atau melali (Bassia sp.) sebagai batang bawahnya. Metoda penyambungan yang dilakukan adalah metoda sambung pucuk (top grafting).
Tata laksana memproduksi bibit sawo dengan cara sambung pucuk (top grafting) adalah sebagai berikut:
§ Persiapan
Siapkan alat dan bahan berupa pisau tajam, tali rafia atau lembar plastik, gunting, kantong plastik bening, batang bawah melali atau bassia umur 3-6 bulan atau berdiameter batang 0,3–0,7 cm, dan cabang atau tunas entres.
§ Pelaksanaan sambung pucuk
-
Potong ujung batang tanaman bassia pada ketinggian 15–20 cm dari permukaan tanah.
-
Sayat batang bawah membentuk celah atau huruf V sepanjang 3–5 cm.
-
Sayat cabang entres sepanjang 4 cm membentuk baji seukuran sayatan batang bawah dan buang sebagian daunnya.
-
Masukkan pangkal cabang entres ke celah batang bawah hingga pas benar.
-
Ikat erat-erat hasil sambungan tadi dengan tali rafia atau lembaran plastik. – Kerudungi hasil sambungan dengan kantong plastik bening selama 10-15 hari.
§ Pengakhiran
Hasil sambungan dapat diperiksa setelah 10 hari sampai 15 hari kemudian. Caranya adalah dengan membuka kerudung kantong plastik, kemudian mata entres atau bidang sambungan diperiksa. Jika mata entres berwarna hijau dan segar berarti penyambungan berhasil. Sebaliknya, bila mata entres berwarna coklat dan kering berarti penyambungan gagal.
3. Bibit Cangkok
Metode perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cangkok paling umum dipraktekkan oleh pembibit tanaman tahunan, khususnya buah-buahan. Kelemahan bibit cangkok adalah sistem perakaran kurang kuat karena tidak memiliki akar tunggang.
Keuntungan perbanyakan tanaman dengan cangkok, antara lain adalah sebagai berikut:
(1) cangkok mempercepat kemampuan berbuah karena pada umur kurang dari satu tahun tanaman sudah mulai berbunga atau berbuah
(2) cangkok memperoleh kepastian kelamin serta sifat genetiknya sama dengan pohon induk
(3) Habitus tanaman pada umumnya pendek (dwarfing) sehingga memudahkan pemeliharaan dan panen.
Tata laksana pembibitan tanaman sawo dengan cangkok adalah sebagai berikut:
§ Persiapan
Pertama-tama, siapkan alat dan bahan yang terdiri dari pisau, sabut kelapa atau lembaran plastik, tali pembalut, kotak alat, tali, media atau campuran tanah subur dengan pupuk kandang (1:1), dan cabang yang cukup umur.
§ Pelaksanaan mencangkok
-
Pilih cabang yang memenuhi persyaratan, yaitu berukuran cukup besar, tidak terlalu muda ataupun tua, pertumbuhannya baik, sehat dan tidak cacat, serta lurus.
-
Tentukan tempat untuk keratan pada bagian cabang yang licin.
-
Buat dua keratan (irisan) melingkar cabang dengan jarak antara 3–5 cm. – Lepaskan kulit cabang bidang keratan tadi.
-
Kerik kambium hingga tampak kering.
-
Biarkan bekas keratan mengering antara 3 hari sampai 5 hari.
-
Olesi bidang sayatan dengan zat pengatur tumbuh akar, seperti Rootone F.
-
Ikat pembalut cangkok pada bagian bawah keratan.
-
Letakkan media pada bidang karatan sambil dipadatkan membentuk bulatan setebal ± 6 cm.
-
Bungkus media dengan pembalut sabut kelapa atau lembaran plastik. – Ikat ujung pembalut (pembungkus) di bagian ujung keratan.
-
Ikat bagian tengah pembungkus cangkok, dan buat lubang-lubang kecil dengan cara ditusuk-tusuk lidi.
§ Pemotongan bibit cangkok
Setelah bibit cangkok menunjukkan perakarannya (1,5–3,5 bulan dari pencangkokan), potong bibit cangkok dari pohon tepat dibawah bidang keratan.
§ Pendederan bibit cangkok
-
Siapkan polybag berdiameter antara 15-25 cm atau sesuai dengan ukuran bibit cangkok.
-
Isi polybag dengan media berupa campuran tanah dan pupuk kandang matang (1:1) hingga mencapai setengah bagian polybag.
-
Lepaskan (buka) pembalut bibit cangkok.
-
pangkas sebagian dahan, ranting, dan daun yang berlebihan untuk mengurangi penguapan.
-
Tanamkan bibit cangkok tepat di tengah-tengah polybag sambil mengatur perakarannya secara hati-hati.
-
Penuhi polybag dengan media hingga cukup penuh sambil memadatkan pelan-pelan pada bagian pangkal batang bibit cangkok.
-
Siram media dalam polybag dengan air bersih hingga cukup basah. – Simpan bibit cangkok di tempat yang teduh dan lembab.
-
Biarkan dan pelihara bibit cangkok selama 1-1,5 bulan agar beradaptasi dengan lingkungan setempat dan tumbuh tunas-tunas dan akar baru.
-
Pindah tanamkan bibit cangkok yang sudah tumbuh cukup kuat ke kebun atau dalam pot.
§ Pengakhiran
Berhasil tidaknya cangkok dapat diketahui setelah 1,5-3,5 bulan kemudian. Berdasarkan pengalaman para pembibit tanaman buah-buahan, pembungkus (pembalut) cangkok yang berupa lembaran plastik lebih cepat menumbuhkan akar dibandingkan sabut kelapa.
C. TEKNIK PENYEMAIAN BENIH
Setelah kita mendapatkan benih yang baik dan berkualitas, tahapan selanjutnya adalah melakukan penyemaian benih Sawo. Pelaksanaan penyemaian dilakukan dengan tahapan , yakni :
Pembuatan media persemaian
Persemaian dapat dilakukan pada bedengan persemaian atau menggunakan polybag. Tata laksana penyiapan lahan persemaian berupa bedengan adalah sebagai berikut:
1. Buat bedengan persemaian berukuran 100-150 cm, tinggi 30-40 cm, panjang tergantung keadaan lahan, dan jarak tanam antar bedengan 50-60 cm.
2. Sebarkan pupuk kandang sebanyak 2 kg/m2 sampai 3 kg /m2 luas bedengan, lalu campurkan merata dengan lapisan tanah atas.
3. Buat tiang-tiang persemaian setinggi 100-150 cm di sebelah dan 75-100 cm di sebelah barat, kemudian pasang palang-palang dan atap persemaian yang terbuat dari plastik atau daun kering.
4. Ratakan dan rapikan bedengan persemaian, lalu siram dengan air bersih hingga cukup basah.
5. Tata cara penyiapan tempat semai dalam polybag adalah sebagai berikut:
-
Siapkan polybag berdiameter 10-15 cm, media campuran tanah subur, pupuk kandang halus (diayak), dan pasir (1:1:1), atau campuran tanah dengan pupuk kandang (1:1).
-
Lubangi bagian dasar polybag untuk pembuangan air.
-
Isikan media ke dalam polybag hingga cukup penuh.
-
Simpan polybag yang telah diisi media di tempat yang rata mirip bedengan dan diberi naungan.
Penyemaian
1. Semaikan biji sawo yang sudah berkecambah (7-15 hari setelah tahap pengecambahan biji) pada bedengan penyemaian atau dalam polybag sedalam 1-2 cm. Jarak semai antar biji yang disemai pada bedengan penyemaian diatur 10 cm x 10 cm atau 15 cm x 15 cm. Penyemaian dalam polybag cukup diisi satu butir biji sawo tiap polybag.
2. Siram media dengan air bersih hingga cukup basah.
3. Biarkan biji tumbuh menjadi bibit muda.
D. PEMELIHARAAN PEMBIBITAN/PENYEMAIAN
Tata laksana pemeliharaan bibit dalam tempat penyemaian adalah sebagai berikut:
-
Lakukan penyiraman secara kontinu tiap hari 1 kali sampai 2 kali, atau tergantung pada cuaca dan keadaan media.
-
Pupuklah tanaman muda tiap 1 bulan sampai 3 bulan sekali dengan pupuk NPK (15-15-15 atau 16-16-16) sebanyak 10 gram sampai 25 gram, yang dilarutkan dalam 10 liter air untuk disiramkan pada media.
-
Lakukan penyemprotan pestisida bila ditemukan serangan hama dan penyakit dengan menggunakan dosis rendah (30-50% dari dosis anjuran).
-
Pindah tanamkan bibit dari bedengan persemaian secara cabutan ke dalam polybag, atau dari polybag lama ke polybag baru yang ukurannya lebih besar.
-
Pelihara bibit sawo sampai cukup besar atau setinggi 50-100 cm untuk siap ditanam.
E. PEMINDAHAN BIBIT
Bibit sawo yang telah siap dipindahkan adalah bibit yang telah mencapai ketinggian 50-100 cm.
Related Blogs
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
caraperbanyakan tanaman buah buahan dengan cara sambung susu (13), pembibitan sawo (10), cara menyambung tanaman buah (4), pedoman budidaya sawo (3), Cara memperoleh bibit cangkok (2), cara mencangkok pohon sawo (2), mencangkok tanaman lebih baik pakai media plastik atau sabut (2), sambung pucuk tanaman sawo (2), Menulis rangkuman tanaman sawo dalam pot (2), keuntungan dan kerugian bibit dari biji (2), kerugian menyambung tanaman (2), makalah pertanian mencangko dan mecambung (2), menyambung sawo (1), mencangkok sawo (1), makalah cangkokan tanaman sawo (1), lama pencangkokan sawo (1), keuntungan dari teknik perbanyakan tanaman cangkok (1), keuntungan dan kerugian dari biji (1), keuntungan budi daya tanaman secara mencangkok (1), zpt untuk melebatkan buah kopi (1), menyambung tanaman kopi (1), Teknik sambung pucuk yang baik dan benar (1), Teknik sambung pucuk tanaman karet (1), teknik mencangkok dengan cangkok belah (1), tanaman sawo secara sambung pucuk (1), perbanyakan tanaman sawo secara sambung pucuk (1), perbanyakan tanaman cangkokan (1), perbanyakan sawo secara pucuk (1), perbanyakan dengan cara cangkok (1), pengecambahan jahe (1), penelitian tentang mencangkok sawo (1), www carasambungsusu com (1), Tujuan menyambung tanaman ditutup plastik (1), kelemahan tanam dengan biji (1), kelemahan perbanyakan tanaman dengan biji (1), 7 cara pembibitan tanaman cangkok enten (1), cara membibit tanaman sawo (1), Cara budidaya tanaman sawo (1), cangkok pada tanaman karet (1), cangkok pada buah (1), budidaya tanaman sawo dari pembibitan sampai proses penyambungan (1), budidaya karet dengan sambung pucuk (1), bibit sawo yang baik mulai ditanam (1), benih sawo (1), artikel tentang pencangkokan tanaman budidaya (1), artikel perbanyakan dengan menyambung tanaman (1), artikel cara mencangkok tanaman sawo (1), Apakah sawo di tanam dengan biji atau batang? (1), cara penyambungan sawo (1), Cara sambung pucuk tanaman (1), kelemahan menanam biji (1), kelebihan menyambung tanaman (1), kelebihan kekurangan penanaman tumbuhan dengan cara biji biji (1), kelebihan dan kelemahan teknik grafting (1), kelebihan dan kekurangan sambung pucuk (1), kelebihan dan kekurangan sambung dalam vegetatif (1), kelebihan dan kekurangan perbanyakan tanaman dengan biji (1), kekurangan dan kelebihan sambung pucuk (1), contoh tata waktu persemaian dalam 10 bulan (1), contoh laporan tanaman buah sawo yang dicangkok (1), Contoh Cara sambung susu (1), Caro mencangkok pohon sawo (1), cara tanam buah sawo dari biji (1), alat dan bahan perawatan tanaman salak (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply