Tahapan pemanenan merupakan fase yang paling ditunggu dalam sebuah perjalanan budi daya tanaman. Namun teknik pemanenan juga memegang peran yang penting agar kualitas hasil panenan bermutu bagus. Ketepatan waktu dalam pemanenan serta penganan atau perlakuan pascapanen juga perlu dipahami benar oleh petani. Oleh karena itu berikut beberapa panduan dalam melakukan pemanenan dan pascapanen budi daya sawo.

PEMANENAN DALAM BUDIDAYA SAWO

Tanaman sawo yang dikembangbiakkan dengan pencangkokan dapat menghasilkan buah hanya sampai 3-5 tahun, sedangkan yang melalui penyambungan antara 5-6 tahun. Oleh karena itu masa panen buah sawo tergantung dari jenis bibit sawo yang digunakan.

Waktu pemanenan Buah Sawo: Buah sawo kadang-kadang matang tidak serempak sehingga pemanenan dilakukan dengan bertahap dengan cara memilih buah yang sudah menunjukkan ciri fisiologis untuk dipanen (tua).

Ciri-ciri buah sawo yang sudah tua adalah ukuran buah maksimal, kulit berwarna cokelat muda, daging buah agak lembek, bila dipetik mudah terlepas dari tangkainya, serta bergetah relatif sedikit. Pemetikan buah yang masih muda sebaiknya dihindari karena memerlukan waktu yang lama untuk pemeramannya dan rasa buah tidak manis (sepat).

Cara Memanen Buah Sawo

Umumnya pohon sawo cukup tinggi, buahnya terdapat di ujung batang muda yang jumlahnya hanya sedikit, sehingga untuk mengetahui buah yang cukup tua sangat sulit. Oleh karena itu, pemanenan dilakukan dengan cara memanjat pohon. Apabila belum mencapai buahnya, dapat disambung dengan galah. Namun penggunaan galah ini sering menyebabkan buah jatuh dan pecah.

Pada buah yang jatuh tetapi tidak pecah, akan terjadi penggumpalan getah di sekitar bijinya. Ada anggapan bahwa penggumpalan getah ini disebabkan karena buah terserang penyakit. Walaupun terdapat gumpalan getah di sekitar biji, tetapi tidak mengurangi rasa manis buah sawo tersebut.

Trik untuk menjaga agar buah tidak pecah sewaktu dipetik, sebaiknya sebelum pemetikan, pada bagian bawah pohon diberi jaring agar buah tidak langsung jatuh ke tanah dan sebaiknya pemetikan dilakukan sebelum buah terlalu tua.

PASCAPANEN BUDI DAYA SAWO

Pengumpulan Buah Sawo

Setelah semua buah yang sudah tua dipanen, kemudian dilakukan pengumpulan buah-buah tersebut. Kumpulkan buah-buah tersebut dalam suatu wadah atau tempat, setelah semua terkumpul, kemudian dilakukan pencucian untuk menghilangkan kulit yang kasar atau kulit gabusnya.

Penyortiran dan Penggolongan

Penyortiran dan penggolongan buah sawo hasil panen dilakukan untuk memisahkan buah yang baik dari yang jelek dan memisahkan buah yang berukuran sama. Untuk buah yang sudah sangat rusak, sebaiknya dibuang, tetapi buah yang rusak sedikit dapat dipisahkan untuk dijual ke tempat yang dekat dengan harga murah.

Penyimpanan Hasil Panen

Buah sawo yang sudah diberi perlakuan (pencucian dan pengasapan) mempunyai kulit yang sangat tipis sehingga mudah rusak dan tidak tahan lama dalam penyimpanannya. Ada beberapa cara penyimpanan agar buah lebih tahan lama, salah satunya dengan mengatur temperatur ruang penyimpanan.

Buah sawo yang masak bila disimpan dalam temperatur ruang hanya tahan 2 hari sampai 3 hari, tetapi bila dalam ruangan yang mempunyai temperatur 0 derajat C, buah sawo tetap dalam keadaan baik selama 12 hari sampai 14 hari. Kelembaban (nisbi) yang dibutuhkan dalam ruang penyimpanan adalah 85-90%. Buah sawo yang yang belum masak akan tahan disimpan selama 17 hari dalam ruangan yang bertemperatur 15 derajat C.

Pengemasan

Pengemasan buah-buahan di Indonesia, masih menggunakan keranjang bambu. Bentuk dan kapasitasnya bervariasi, biasanya kapasitas kemasan antara 40 kg sampai 100 kg. Dalam pengemasan buah digunakan bahan-bahan pembantu, misalnya daun kering, daun pisang, merang, dan kertas koran.

Pengangkutan

Umumnya, petani penghasil buah di Indonesia mengangkut hasil panennya dengan kreativitas sendiri. Pengangkutan hasil ini dalam volume kecil, yaitu dari ladang ke tempat penampungan, pembeli, atau ke pusat-pusat pengumpul sehingga pemasaran tahap pertama dapat berlangsung.

Pengasapan dan Pemeraman

Pengasapan dan pemeraman dilakukan dengan tujuan agar buah cepat masak dan empuk.

Tata laksana pengasapan dan pemeraman buah sawo adalah sebagai berikut :

  • Buat lubang pada tanah berbentuk segi empat. Ukuran lubang disesuaikan dengan jumlah buah sawo.
  • Hamparkan dan gamal (Glyricidae) atau daun pisang di bagian dasar dan semua sisi lubang.
  • Masukkan buah sawo secara teratur ke dalam lubang, kemudian tutup dengan daun gamal atau daun pisang.
  • Masukkan potongan bambu gelondongan untuk menghembuskan asap ke dalam lubang.
  • Timbun lubang tanah hingga cukup tebal.
  • Bakar dedaunan kering, lalu asapnya diarahkan ke dalam lubang melalui potongan bambu.
  • Tutup atau ambil gelondongan bambu.
  • Biarkan buah sawo diperam selama sehari semalam.

Penanganan Lain

Buah sawo dapat diawetkan dalam air gula atau dibuat selai untuk pengoles roti, dan dapat juga dibuat serbat atau dicampur ke dalam es krim. Sari buah sawo dapat digodok menjadi sirup dan difermentasikan menjadi anggur dan cuka.


Related Blogs

    Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

    penanganan pasca panen buah sawo (5), masa panen buah sawo (3), cara peram sawo (2), ciri2 markisa siap panen (2), penanganan pasca panen sawo (2), ciri-ciri sawo (2), Mimpi Buah jatuh ketanah (1), mimpi memanjat pohon dan memanen buah rambutan (1), pemeraman pisang hanya 1 jam (1), pra panen dan pasca panen tanaman markisa (1), sawo cepat matang (1), pengasapan buah sawo (1), penyimpanan buah sawo pasca panen (1), peram membuat tanaman sawo manis (1), cara buah sawo cepet mateng (1), lamanya pemeraman buah sawo (1), cara melihat sawo matang di pohon (1), cara menyimpan buah sawo (1), cara menyimpan sirsak agar awet (1), cara pemanenan buah sawo (1), cara pengeraman buah (1), cara peram buah (1), cara peram buah sirsat agar cepat masak gimana ya? (1), Ciri sawo siap panen (1), kriteria bayam yang siap panen (1), lama waktu pemanenan sawo (1), wadah untuk hasil panen buah (1)

    Artikel Terkait:

    1. PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA JAMBU METE
    2. PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA RAMBUTAN
    3. METODE PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA JAMBU AIR
    4. Pemanenan Dan Pascapanen Budidaya Apel
    5. PENANGANAN PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA SEMANGKA