PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA RAMBUTAN
Buah rambutan merupakan buah populer di tanah air. Buah rambutan dapat dikonsumsi langsung (buah segar) ataupun diolah menjadi buah kaleng dan manisan buah rambutan. Rambutan selain sebagai buah segar yang digemari, hasil olahannya pun menjadi komoditi primadona yang memiliki prospek cukup cerah di Asia dan di negara-negara lainnya. Pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri masih merupakan lahan pemasaran yang menjanjikan. Sehingga sangat tepat untuk membudidayakan buah rambutan secara intensif dengan didukung kondisi alam yang ada. Kualitas buah selain ditentukan oleh faktor pemilihan bibit dan proses budi dayanya, juga dipengaruhi oleh faktor pemanenan yakni ketepatan umur panenan/kematangan buah serta penanganan pascapanennya. Oleh karena itu berikut kami akan ulas lebih jauh mengenai pemanenan serta pascapanen dalam budi daya Rambutan.
PEMANENAN DALAM BUDIDAYA RAMBUTAN
Ciri dan Umur Panen Budidaya Rambutan
Buah rambutan yang telah matang dengan ciri-ciri melihat warna yang disesuaikan dengan jenis rambutan yang ada juga dengan mencium baunya serta yang terakhir dengan merasakan rambutan yang sudah masak dibandingkan dengan rambutan yang belum masak, dapat dipastikan bahwa pemanenan dilakukan sekitar bulan November sampai Februari, juga dapat dipengaruhi musim kemarau atau musim penghujan.
Cara Pemanenan Rambutan
Cara pemanenan yang terbaik adalah dipetik beserta tungkalnya yang sudah matang (hanya yang sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak menjadi rusak. Pemangkasan dilakukan sekaligus panen agar dapat bertunas kembali cepat berbuah apabila pemetikan tidak terjangkau dapat dilakukan dengan menggunakan galah untuk mengkait tangkai buah rambutan secara benar.
Periode Panen Tanaman Rambutan
Periode pemanenan buah rambutan dilakukan pada sekitar bulan November sampai dengan Februari (masa musim penghujan). Dengan dicari buah yang masak dan yang belum masak supaya ditinggal dulu dan kemudian dipanen kembali
Prakirakan Produksi Budi daya Rambutan
Apabila penanganan dan pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen dilakukan secara baik dan benar serta memenuhi aturan yang ada maka dapat diperkirakan mendapatkan hasil yang maksimal. Setiap pohonnya dapat mencapai hasil minimal 0,10 kuintal, dan maksimal dapat mencapai 1,75 kuintal setiap pohonnya.
PENANGANAN PASCAPANEN BUDIDAYA RAMBUTAN
Tahapan Pengumpulan Hasil Panen Rambutan
Setelah dilakukan pemanenan yang benar buah rambutan harus diikat secara baik, biasanya dikumpulkan tidak jauh dari lokasi pohon sehingga selesai pemanenan secara keseluruhan.
Tahapan Penyortiran dan Penggolongan Buah Rambutan
Tujuan penyortiran buah rambutan yang bagus agar harga jualnya tinggi, biasanya dipilih berdasarkan ukuran dan mutunya, buah yang kecil tetapi baik mutunya dapat dicampur dengan buah yang besar dengan sama mutunya, yang biasanya dijual dalam bentuk ikatan dan perlu diingat bahwa dalam 1 ikatan diusahakan sama besar dan sama baik mutunya. Dan dilakukan sesuai dengan jenis rambutan, jangan dicampur adukkan dengan jenis yang lain.
Tahapan Penyimpanan Hasil Panen
Penyimpanan yang terbaik untuk mengawetkan buah rambutan biasanya dilakukan dengan jalan dibuat asinan/manisan dan dimasukkan dalam kaleng/botol atau dapat juga dengan menggunakan kantong plastik. Hal ini dapat menjaga kesterilan dan ketahanan serta lama penyimpanannya.
Tahapan Pengemasan dan Pengangkutan
Hasil jual dapat tinggi tidak tergantung dari rasanya saja,tetapi pada penampilan dan cara pengikatannya, apabila akan dijual tidak jauh dari lokasi maka cukup diikat dan kemudian di angkut dengan kendaraan/dimasukkan dalam karung.
Untuk pengiriman dengan jarak yang agak jauh (antar pulau) yang membutuhkan waktu hingga 2-3 hari lamanya perjalanan rambutan. Caranya di pak dengan menggunakan peti sebelum dipilih dan di pak sebaiknya dicuci terlebih dahulu dengan air sabun dan dibilas kemudian dikeringkan, setelah dipisah dari tangkainya, apabila ada yang terkena jamur sebaiknya direndam dulu dengan larutan soda 1,5% selama 3-5 menit kemudian disikat dengan sikat yang lunak. Setelah itu disusun berderet berbentuk sudut terhadap sisi peti, yang sebelumnya dialasi dengan lumut/ sabut kelapa, setelah itu dilapisi dengan kertas minyak. Setelah penuh lapisan atas dilapisi lagi dengan kertas minyak dan dengan sabut kelapa yang terakhir ditutup dengan papan, sebaiknya kedua sisi panjang dibentuk agak gembung, biasanya penempatan peti bagian yang pendek ditempatkan di bawah di dalam perjalanan
Related Blogs
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
pasca panen rambutan (34), PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA SAWO (23), ciri-ciri rambutan (18), CIRI CIRI RAMBUTAN (13), penanganan pasca panen rambutan (13), masa panen rambutan (8), teknik pengumpulan hasil panen (7), mengawetkan buah rambutan (7), ciri rambutan (4), asinan rambutan (4), Pemangkasan rambutan (3), fisiologi pasca panen buah masak di pohon (2), teknologi pascapanen rambutan (2), umur panen rambutan (2), cara membuat asinan rambutan (2), bagimana cara menanam rambutan cepat berbuah (2), cara pembibitan buah rambutan (2), cara memangkas pohon RAMBUTAN agar tidak tinggi (2), umur masa panen rambutan (1), tujuan penyortiran (1), buah rambutan kaleng (1), perlakuan pasca panen buah pala (1), cara buat manisan rambutan dalam kaleng (1), ciri-ciri panen (1), Cara membuat manisan langsat (1), cara supaya tanaman cepat bertunas (1), makalah buah hasil panen (1), makala hasil panen (1), jenis-jenis alat panen buah secara modren (1), Cara tanam rambutan agar cepat berbuah (1), cara tanaman cepat bertunas (1), alat panen buah rambutan (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply