Agar laju investasi pada revitalisasi perkebunan karet ini berjalan cepat, maka diperlukan beberapa kebijakan pendukung sebagai berikut:

Penciptaan iklim investasi yang makin kondusif, melalui:

  1. Pemberian kemudahan dalam proses perijinan.
  2. Pembebasan pajak (tax holiday) selama tanaman atau pabrik belum berproduksi.
  3. Pemberian rangsangan kepada pengusaha untuk menghasilkan end product bernilai tambah tinggi non-ban, yang prospek pasarnya di dalam negeri cerah.
  4. Adanya kepastian hukum dan keamanan baik untuk usaha maupun lahan bagi perkebunan.
  5. Penghapusan berbagai pungutan dan beban yang memberatkan iklim usaha.

Pengembangan sarana dan prasarana infrastruktur berupa jalan, jembatan, pelabuhan, alat transportasi, komunikasi, dan sumber energi (tenaga listrik).

Penyediaan dana dengan menghidupkan kembali pungutan dari hasil produksi/ ekspor karet (semacam Cess) yang sangat diperlukan untuk membiayai pengembangan industri hilir, peremajaan, promosi dan peningkatan kapasitas SDM karet. Kelembagaan Cess tidak seperti dulu lagi tetapi mengambil bentuk sebagai institusi yang bersifat independent di bawah Departemen Keuangan dengan aturan main yang jelas dan sedemikian rupa sehingga penggunaan dana mudah diawasi dan kembali untuk kepentingan investasi di bidang perkebunan.

Pengembangan sistem kemitraan antara petani dan perusahaan, misalnya dengan pola ”PIR Plus”. Dalam pola ini dapat didesain petani tetap memiliki kebun beserta pohon karetnya, dan ikut sebagai pemegang saham perusahaan yang menjadi mitranya. Dengan cara demikian, maka kepastian bagi perusahaan untuk memperoleh bahan baku dalam jumlah cukup lebih terjamin.

Kebijakan yang telah digariskan pemerintah melalui Departemen Pertanian mengenai pengembangan agribisnis karet ke depan adalah sebagai berikut:

Tujuan kegiatan pengembangan agribisnis karet ke depan diprioritaskan untuk:

  • Mempercepat peremajaan karet dengan menggunakan teknologi anjuran.
  • Meningkatkan produksi dan produktivitas serta mutu hasil perkebunan karet melalui upaya rehabilitasi dan intensifikasi kebun.
  • Mengembangkan industri hilir berbasis karet alam.
  • Meningkatkan nilai tambah dan pendapatan pekebun.

Sasaran jangka panjang (2006-2025) pengembangan agribisnis karet adalah sebagai berikut:

  • Produksi karet Indonesia akan mencapai 3,8-4 juta ton dan menjadi produsen utama karet alam dunia. Dari produksi tersebut 25% diserap oleh industri di dalam negeri dan 75% untuk ekspor.
  • Produktivitas rata-rata kebun karet akan meningkat menjadi 1.200- 1.500 kg/ha. dan hasil kayu karet minimal 300 m3/ ha/ siklus.
  • Jenis bahan tanam yang digunakan minimal 85% klon karet unggul penghasil lateks dan kayu.
  • Pendapatan petani pekebun akan mencapai US$ 2.000/ KK. Pendapatan ini terkait juga dengan harga yang diterima petani yaitu minimal 80% dari harga FOB, petani mempunyai saham di unit pengolahan karet serta pendapatan dari diversifikasi usaha termasuk hasil kayu karet.
  • Berkembangnya industri hilir berbasis karet alam dan industri pengolahan kayu karet.

Sasaran jangka pendek (2006-2010) adalah sebagai berikut:

  • Produksi karet Indonesia akan tumbuh dan mencapai target minimal 2,5 juta ton dari produksi tersebut 15% akan digunakan di dalam negeri dan 85% untuk ekspor.
  • Produktivitas rata-rata karet akan meningkat menjadi minimal 1.000 kg/ha, dari semula 700-800 kg/ha.
  • Jenis bahan tanam yang digunakan minimal 55% klon karet unggul penghasil lateks dan kayu.
  • Pendapatan petani pekebun akan mencapai US$ 1.500/ KK. Pendapatan ini terkait juga dengan harga yang diterima petani yaitu minimal 75% dari harga FOB dan petani mempunyai saham di unit pengolahan karet serta pendapatan dari diversifikasi usaha termasuk hasil kayu karet.
  • Berkembangnya industri hilir berbasis karet alam nasional dan industri pengolahan kayu karet di sentra-sentra penghasil karet seperti Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat.


Related Blogs

    Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

    pertanian karet (8), revitalisasi perkebunan (7), agribisnis karet (3), usaha pertanian karet (3), CESS perkebunan INDONESIA (2), kebijakan perkebunan karet (2), bisnis pertanian dan perkebunan dalam negeri (1), tujuan pertanian karet (1), Tips Supaya Produksi Karet Meningkat (1), revitalisasi perkebunan kopi (1), agribisnis karet 2011 (1), artikel pajak perkebunan (1), penghasilan kebun karet dalam 1 hektar (1), Kebijakan Revitalisasi Perkebunan (1), kebijakan perusahaan karet (1), biaya revitalisasi karet 2011 (1), Hasil Tanaman Karet (1), hasil perkebunan karet indoneia (1), eksportir kayu karet (1), CARA MENINGKAT KAN PENGHASILAN KARET (1), kebijakan pengembangan produktivitas karet di indonesia (1)

    Artikel Terkait:

    1. Revitalisasi dan Peremajaan Perkebunan Karet
    2. PEREMAJAAN DAN PERLUASAN PERKEBUNAN KARET dalam Tuntutan Peremajaan Perkebunan Karet Rakyat
    3. KINERJA INDUSTRI KARET INDONESIA Ketersediaan Lahan Perkebunan Karet
    4. Potensi Industri Pengolahan Karet : Klaster industri pengolahan Karet
    5. Program Jangka Pendek Peremajaan Karet