Jambu biji atau sebagian masyarakat menyebutnya jambu batu, jambu klutuk atau jambu siki merupakan tanaman yang cocok tumbuh di daerah tropis serta mudah perawatannya. Jika kita perhatikan terutama di daerah pedesaan, pohon tersebut sering menghiasi pekarangan rumah. Namun demikian masyarakat yang membudidayakan tanaman jambu dengan skala agrobisnis masih tergolong sedikit, jika ada yang menanam dalam jumlah agak banyak penanganannya pun masih secara tradisional. Padahal ditinjau dari segi manfaat dan kandungannya buah jambu biji memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Oleh karena itu, merupakan peluang usaha yang berprospek bagus untuk menjadikan budi daya jambu biji sebagai salah satu lahan bisnis.

Untuk menjadikan tanaman jambu biji sebagai usaha dengan skala agrobisnis diperlukan persiapan yang matang, sehingga secara penanganannya pun lebih hemat pengeluaran serta efisien serta hasil yang diperoleh maksimal dengan kualitas buah jambu yang baik. Beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam budidaya jambu biji adalah : Pembibitan, Pengolahan media tanam, teknik penanaman serta pemeliharaan tanaman. Kita akan bahas lebih lanjut mengenai pembibitan serta pengolahan media tanam.

PEMBIBITAN

Dalam suatu tahapan budi daya, kualitas bibit yang digunakan menentukan kualitas hasil produksi. Oleh karena itu dalam budidaya jambu biji pemilihan dan penyediaan bibit haru diperhatikan dengan baik. Secara umum, pembibitan pohon jambu biji dilakukan melalui sistem pencangkokan dan okulasi, walaupun dapat juga dilakukan dengan cara menanam biji dengan secara langsung.

Persyaratan Benih

Agar produk jambu biji yang dihasilkan memiliki nilai jual yang baik, benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen yang merupakan bibit unggulan seperti jambu bangkok.

Bibit yang baik antara lain yang berasal dari:

a) Buah yang sudah cukup tua.

b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah.

c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang.

Penyiapan Benih

Tahapan awal pembibitan adalah penyiapan benih, dilakukan dengan cara : buah jambu biji dikupas dan diambil bijinya, lalu disemaikan dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam).

Biji tersebut direndam dengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air dan larutan asam yang terdiri dari asam chlorida (HCl) 25% Asam Sulfat (H2S04) BJ : 1.84, caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang/dengan air yang mengalir selama 10 menit, kemudian dianginkan selama 24 jam. Untuk menghidari jamur, biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45, Attracol 70 WP atau fungisida lainnya.

Setelah batang pokok telah mencapai ketinggian 5-6 meter bibit yang disemaikan baru dapat dilakukan okulasi /cangkok yang kira-kira telah bergaris tengah 1 cm dan tumbuh lurus, kemudian dengan menggunakan pisau okulasi dilakukan pekerjaan okulasi dan setelah selesai pencangkokan ditaruh dalam media tanah baik dalam bedengan maupun didalam pot/kantong plastik, setelah tanaman sudah cukup kuat baru dipindah kelokasi yang telah disiapkan.

Teknik Penyemaian Benih

Setelah bibit/benih tersedia, dilakukan penyemaian pada media tanah. Pilih lahan yang gembur dan sudah mendapat pengairan serta mudah dikeringkan di samping itu mudah diawasi untuk penyemaian.

Cara penyemaian adalah sebagai berikut: tanah dicangkul sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput, batu-batu dan sisa pepohonan dan benda keras lainnya, kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur dan dibuat bedengan yang berukuran lebar 3-4 m dan tinggi sekitar 30 cm, panjang disesuaikan dengan lahan yang idel sekitar 6-7 m, dengan keadaan bedengan membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari, dengan jarak antara bedeng 1 m, dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang sebanyak 40 kg dengan keadaan sudah matang dan benih siap disemaikan.

Selain melalui proses pengecambahan biji juga dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedeng yang sudah disiapkan, untuk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan, biji-biji tersebut ditanam pada bedeng-bedeng yang berjarak 20-30 cm setelah berkecambah sekitar umur 1-2 bulan, sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng penanaman.

Setelah mencapai ketinggian 5-6 m, kurang lebih telah berumur 6-9 bulan pencangkokan atau okulasi dapat dimulai dengan mengerat cabang sepanjang 10-15 cm kemudian diberi media tanah yang telah diberi pupuk kandang, kemudian dibalut dengan sabut kelapa atau plastik yang telah diberi lubang-lubang sirkulasi, kemudian diikat dengan tali plastik supaya menjaga petumbuhan akar tidak mengalami hambatan.

Akar akan tumbuh dengan cepat, sekitar 2-3 bulan. Mulai dilakukan okulasi dengan mata tangkai yang telah berumur 1 th, melalui cara Forkert yng disempurnakan, dengan lebar 0,8 cm setinggi 10 cm dari permukaan tanah, setelah dikupas kulitnya sebesar 2/3 pada bagian bibir kulit dan setelah berumur 2-3 minggu tali dilepas jika kelihatan mata tetap konndisi hijau, okulasi dianggap berhasil dan pohon pangkal di atas okulasi setinggi 5 cm direndahakan supaya memberi kesempatan mata terebut untuk berkembang dan setelah itu pohon pangkal dipotong, bibit hasil okulasi dapat dipindah pada pot-pot atau kantong plastik, kemudian dilakukan pemotongan pada akar tunggang sedikit supaya akar akan lebih cepat berkebang. Setelah itu baru dilakukan penanaman dalam lobang-lobang bedengan yang telah dipersiapkan.

Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian

Pemeliharaan bibit dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : pemberian pupuk kandang sebelum disemaikan akan lebih mendorong pertumbuhan benih secara cepat dan merata, setelah bibit mulai berkecambah sekitar umur 1-1,5 bulan dilakukan penyiraman dengan menggunakan larutan Atoik 0,05-0,1% atau Gandasil D 0,2%, untuk merangsang secara langsung pada daun dan akar, sehingga memberikan kekuatan vital untuk kegiatan pertumbuhan sel.

Selanjutnya dilakukan penyiraman pagi-sore secara rutin, hingga kecambah dipindah ke bedeng pembibitan, penyiraman dilakukan cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit, alat yang digunakan "gembor" supaya penyiraman dapat merata dan tidak merusak bedengan, diusahakan supaya air dapat menembus sedalam 3-4 cm dari permukaan.

Setelah itu dilakukan pendangiran bedengan supaya tetap gembur, dilakukan setiap 2-3 minggu sekali, rumput yang tumbuh disekitarnya supaya disiangi, hindarkan dari serangan hama dan penyakit, sampai umur kurang lebih 1 tahun, baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian dengan sistem Fokert yang sudah disempurnakan, sebelum dilakukan okulasi daun-daun pohon induk yang telah dipilih mata kulitnya dirontokkan, kemudian setelah penempelan mata kulit dilakukan, ditunggu sampai mata kulit itu tumbuh tunas, setelah itu batang di atas tunas baru pada pohon induk di pangkas, kemudian rawat dengan penyiraman 2 kali sehari dan mendangir serta membersihkan rumput-rumput yang ada di sekitarnya. pemberian pupuk daun dengan Gundosil atau Atonik diberikan setiap 2 minggu sekali selama 4 bulan dengan cara disemprotkan melalui daun, tiap tanaman disemprot 50 cc larutan.

Pemindahan Bibit

Pada saat bibit telah siap, tahapan berikutnya adalah pemindahan bibit ke lahan tanah. Cara pemindahan bibit yang telah berkecambah atau telah di cangkok maupun diokulasi dapat dengan mencungkil atau membuka plastik yang melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak, dan pencungkilan dilakukan dengan kedalaman 5 cm, agar tumbuh akar lebih banyak maka dalam penanaman kembali akar tunggangnya dipotong sedikit untuk menjaga terjadinya penguapan yang berlebihan, kemudian lebar daun dipotong separuh. Ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 6-7 m dan ditutupi dengan atap yang dipasang miring lebih tinggi di timur, dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar mata hari pagi. Dan dilakukan penyiraman secara rutin tiap hari 2 kali, kecuali ditanam pada musim penghujan.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM

Setelah bibit jambu biji telah tersedia, tentu saja dengan kualitas yang baik, langkah selanjutnya adalah menyiapkan media tanam. Media tanam yang berkualitas dalam artian cukup mengandung unsur hara dan mineral yang diperlukan dalam pertumbuhan tanaman juga berperan penting dalam mencapai keberhasilan budi daya jambu biji ini. Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah :

Persiapan

Sebagai salah satu syarat dalam mempersiapkan lahan kebun buah-buahan khususnya Jambu biji dipilih tanah yang subur, banyak mengandung unsur nitrogen, meskipun pada daerah perbukitan tetapi tanahnya subur, dilakukan dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yang curam, kemudian untuk menggemburkan tanah perlu di bajak atau cukup dicangkul dengan kedalaman sekitar 30 cm secara merata. Selanjutnya diberi pupuk kandang dengan dosis 40 kg/m persegi, kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran 1,20 m yang panjangnya disesuaikan dengan ukuran yang diperlukan.

Pembukaan Lahan

Tanah yang akan dipergunakan untuk kebun jambu biji dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang, dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul dalam, dengan mempertimbangkan bibit yang mau ditanam.

Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam (30 cm), tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam (50 cm). Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan ke dalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar.

Tanah yang kurus dan kurang humus/ tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya. Kemudian dilakukan pemupukan sebanyak 2 kaleng minyak tanah (4 kg) per meter persegi. Dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan.

Pembentukan Bedengan

Tanah yang telah gembur, dibuatkan bedang-bedang yang berukuran 3 m lebar, panjang sesuai dengan kebutuhan, tinggi sekitar 30 cm. Bagian atas tanah diratakan guna menopang bibit yang akan ditanam. Idealnya jarak baris penanaman benih sekitar 4 m, dipersiapakan jarak didalam baris bedengan sepanjang 2,5 m dengan keadaan membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi, setelah diberi atap pelindung dengan jarak antara bedeng 1 m, untuk sarana lalu-lintas para pekerja dan dapat digunakan sebagai saluran air pembuangan, untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang. Terkecuali apabila penanaman jenis jambu Bangkok menggunakan jarak tanaman antara 3 x 2 m.

Pengapuran

Pengapuran dilakukan apabila dataran yang berasal dari tambak dan juga dataran yang baru terbentuk tidak bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur. Caranya dengan menggali lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 m, dasar lobang ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter untuk setiap lobang, guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 4,5-8,2. Setelah 1 bulan dari penaburan kapur diberi pupuk kandang.

Pemupukan

Setelah jangka waktu 1 bulan dari pemberian kapur pada lubang-lubang yang ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang dengan urutan pada bulan pertama diberi NPK dengan dosis 12:24:81 ons/pohon, bulan kedua dilakukan sama dengan bulan pertama, pada bulan ketiga diberi NPK dengan dosis 15:15:15 ons/pohon dan bulan ke 4 sampai tanaman berbuah, supaya jambu tetap berbuah gunakan pupuk kandang yang sudah matang dan ditanamkan sejauh 30 cm dari batang tanaman.

Pemupukan merupakan bagian terpenting yang penggunaannya tidak dapat sembarangan, terlebih-lebih kalau menggunakan pupuk buatan seperti NPK, kalau dilakukan berlebihan akan berakibat adanya perubahan sifat dari pupuk menjadi racun yang akan membahayakan tanaman itu sendiri.

Penyediaan bibit dan persiapan media tanam merupakan langkah awal dalam budi daya jambu biji langkah selanjutnya adalah penanaman dan pemeliharaan tanaman yang akan diulas lebih detail pada artikel selanjutnya.

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

budidaya jambu air (99), okulasi jambu biji (33), cara menanam jambu air (30), budidaya tanaman jambu air (24), CARA MENCANGKOK JAMBu biji (18), cara mencangkok jambu air (18), artikel teknik dan cara penanaman tanaman jambu (17), budidaya jambu (17), cara menanam jambu biji (16), pencangkokan tumbuhan (15), cara okulasi (15), cara menanam pohon jambu air (14), perbanyakan tanaman jambu biji (13), perawatan jambu biji (13), manfaat penyemaian benih (13), cara merawat pohon jambu air (12), CARA penanaman jambu AIR (12), kebun jambu biji (12), jambu air (12), cara menanam jambu (11), budi daya jambu air (11), budidaya jambu bol (11), kebun jambu air (11), teknik okulasi (10), menanam jambu air (10), okulasi jambu (10), budidaya jambu batu (10), manfaat okulasi (9), CARA MENCANGKOK POHON JAMBU BIJI (9), cara mencangkok buah jambu (8), cangkok jambu air (8), makalah jambu biji (7), cara tanam jambu air (7), merawat pohon Jambu biji (7), cara mencangkok pohon jambu (7), jambu darsono (7), cara okulasi yang benar (6), merawat pohon jambu (6), cara okulasi jambu biji (6), mencangkok jambu biji (5), jambu bol (4), jambu dersono (4), cara mencangkok tanaman jambu (4), jurnal budidaya tanaman jambu biji (4), berkebun jambu biji merah (4), kualitas jambu biji (4), manfaat mencangkok (3), kliping pencangkokan pada tanaman jambu air (3), cara okulasi tanaman yang benar (3), kebun jambu biji merah (3), tujuan okulasi tanaman (3), penjelasn cara menanam jambumerah (3), makalah mencangkok jambu biji (3), cara merawat tabulampot (3), gambar mencangkok (3), cara menyetek pohon jambu biji (2), foto tahap mencangkok tanaman (2), cara mengurangi daun agar pohon berbuah (2), cara menyetek tanaman buah dalam pot (2), manfaat dari mencangkok tanaman jambu (2), fungsi mencangkok tanaman (2), cara menyemai biji manggis (2), karya ilmiah tentang manfaat jambu biji (2), tips menanam jambu biji (2), karya tulis ilmiah tentang tata cara mencangkok (2), contoh laporan budidaya jambu biji (2), menanam hasil cangkok (2), contoh makalah tabulampot (2), contoh okulasi (2), contoh tanaman yang dapat ditanam dalam pot dan cara merawatnya beserta gambarnya (2), budi daya jambu merah (2), CARA PENGGUNAANYA Jambu biji merah (2), foto kebun jambu air (2), bagaimana cara menanam cangkokan jambu (2), contoh laporan mencangkok tanaman (2), okulasi tanaman jambu biji (2), cara mengokulasi buah JAMBU (2), cara membuat tanaman jambu dalam pot (2), latar belakang tanaman jambu biji (2), membuat karya tulis cara mencangkok buah jambu (2), Cara agar tabulampot jambu air darsono cepat berbuah (2), makalah pencangkokan tanaman (2), cangkok tanaman jambu biji (2), cara menanam Jambu Jamaika (2), perbanyakan jambu biji merah (2), kelemahan jambu batu (2), tips agar buah jambu tidak berulat (2), cara mencankok jambu (2), laporan mencangkok jambu (1), makalah pembibitan mangga bangkok doc (1), media tanam tabulampot untuk jambu jamaika (1), \gambar mencangkok pada tanaman jmbu air (1), latar belakang manfaat daun jambu (1), macam-macam cangkok tanaman jambu biji (1), keuntungan dan kelemahan sistem okulasi (1), latar belakang tanaman jambu batu (1), makalah buah buah jambu biji (1), membudi dayakan jambu biji (1), memilih bibit jambu king (1), memindah pohon jambu air (1), makala jambu biji (1), latar belakang pengolahan jambu (1), manfaat daun jambu bol (1), laporan mencangkok pohon jambu klutuk (1), cara-cara mencangkok jambu (1), laporan metode ilmiah pencangkokan (1), makalah tentang usaha buah jambu (1), kumpulan makalah buah jambu batu (1), makalah tentang mencangkok jambu (1), laporan ilmiah tentang pencangkokan tanaman (1), laporan perbanyakan tanaman dengan mencangkok (1), latar belakang laporan mencangkok (1), kliping mencangkok jambu biji (1), manfaat cangkok jambu air (1), makalah pencangkokkan (1), manfaat jambu darsono (1), KHASIAT JAMBU KLUTUK (1), keuntungan dan kerugian dari mengcangkok pohon jambu (1), WWW MAKALAH JAMBU BIJI COM (1), teknik pohon jambu jamaika (1), teknik menyemai biji (1), teknik cangkok yang baik (1), tehnik tanam jambu biji agar cepat berbuah (1), Tehnik perkembangbiakan tanaman jambu air (1), tehnik pencangkokan agar akar cepat tumbuh? (1), Tahapan penanaman jambu biji (1), Tabulampot jambu jamaika (1), supaya jambu biji tidak berulat (1), stek jambu bol (1), sistim perbayakan jambu batu (1), sistem perbanyakan jambu batu (1), teknis menanam hasil cangkokan jambu biji (1), teknologi mengcangkok (1), www cara mencangkok tanaman com (1), video mencangkok jambu air (1), Tujuan mengembangbiakkan tumbuhan dengan cara okulasi (1), tujuan mencangkok stek okulasi (1), tujuan mencangkok jambu air (1), tujuan cangkok (1), tujuan budidaya jambu biji merah (1), tips pengolahan tanah (1), tips mencangkok tanaman jambu (1), tips mencangkok batang jambu (1), Tips membuat jambu merah cepat berbuah (1), tips jambu batu (1), rangkuman cara menanam jambu biji (1), pupuk untuk jambu air cepat buah (1), Pemindahan Cangkokan ke tanah (1), pemeliharaan cangkokan siap di tanam di pot pada jambu air (1), pembiakan pohon sistem cangkok (1), pabrik jambu kelutuk (1), nilai ekonomi jambu biji (1), merawat jambu bol (1), merawat jambu agar cepat berbuah (1), Menyetek pohon jambu (1), perawatan buah jambu biji (1), mencangkok jambu bol (1), menanam buah media biji (1), memperlebat buah-buahan secara cepat\ (1), pencakokan pohon (1), pencangkokkan jambu biji (1), produk lain yang dihasilkan dari jambu biji (1), pohon poh pohan (1), Pohon okulasi jambu batu (1), perkebunan jambu air (1), Perbayak tanaman dengan cara okulasi (1), perbanyakan tanaman jambu batu secara cangkok (1), perbanyakan jambu (1), perbandingan budidaya jambu merah (1), perawatan berkebun jambu biji (1), Pengolahan Cara Mencangkok Tradisional (1), pengertian tanaman jambu biji dengan cara mencangkoknya (1), pengertian jambu dersono (1), memperlebat buah-buahan secara cepat (1), kelemahan jambu merah (1), cara merawat pohon jambu agar cepat berbuah (1), Cara menanam pohon cangkokan ke tanah (1), Cara menanam jambu dengan stek (1), cara menanam jambu dengan setek (1), cara menanam dengan cangkok (1), cara menanam cangkokan jambu (1), cara menanam buah - buahan di media pot (1), cara memindahkan pohon jambu di tanah (1), Cara memindahkan hasil cangkokan (1), cara memindah cangkokan ke media tanam (1), cara memilih bibit yang baik pohon cangkokan jambu (1), cara membudidayakan jambu biji merah (1), cara dan gambar mencangkok tanaman (1), cara menanam tanaman buah jambu dalam pot (1), cara menanam tanaman cangkok (1), Cara merawat buah jambu kelutuk agar tidak berulat (1), cara menyetek tanaman asem (1), cara menyemai asam (1), cara menyangkok buah jambu (1), cara menstek tanaman jambu biji (1), Cara mencangkok pokok jambu (1), Cara mencangkok pohon jambu batu (1), cara mencangkok pohon buah jambu batu merah (1), cara mencangkok jambu kelutuk (1), cara mencangkok jambu aer (1), cara mencangkok asam (1), cara menanamjambu air (1), cara cepat menanam jambu cepat berbuah (1), cara budidaya jambu merah dalam pot (1), bibit menanam jambu biji (1), bertani jambu biji merah pengeluaran (1), berkebun jambu batu (1), bagaimana cara penanaman yang baik pada jambu air? (1), bagaimana cara mengatasi jambu air yang berulat (1), bagaimana cara menanam jambu darsono yang baik (1), bagaimana cara memindahkan hasil cangkok kedalam pot (1), bagaimana cara cangkok pohon jambu biji (1), bagaimana bibit jambu dersono cepat berbuah (1), artikel karya ilmiah budidaya jambu biji (1), apakah pohon jambu biji merah ada ulatnya (1), Apakah jambu biji bisa dicangkok? (1), bibit pohpohan (1), bisnis jambu keletuk (1), cara budidaya jambu biji merah dalam pot (1), cara budidaya jambu bangkok di pott (1), cara budidaya daun pohpohan (1), cangkok tanaman jambu batu (1), cangkok tanaman jambu (1), cangkok jambu batu (1), budidaya jambu merah dalam pot (1), budidaya jambu biji merah dalam pot (1), budidaya jambu batu merah (1), budidaya jambu air jamaika (1), buah jambu biji dalam pot (1), buah hasil okulasi (1), apa saja teknik pengolahan jambu biji adalah (1), Cara merawat pohon jambu agar cepat tumbuh (1), kelebihan mencangkok (1), jurnal pencangkokan tanaman budidaya (1), jurnal pencangkokan tanaman (1), jurnal pembiakan tanaman metode stek (1), jurnal kelemahan jambu biji (1), jual jambu jamaika dalam pot (1), jual bibit jambu dersono (1), cangkokan jambu biji (1), jambu biji doc (1), hasil mencangkok tanaman jambu batu selama satu bulan (1), Hasil Cangkok yang baik untuk ditanam (1), hambatan dalam mencangkok (1), Gambar pohon jambu air (1), jurnal perbanyakan tanaman cara cangkok pada tanaman duku (1), jurnal tentang teknik cangkok pada tanaman (1), kelebihan bertanam dengan cara mencangkok (1), kebun jambu bol (1), kasiat jambu darsono (1), karya tulis perkebunan jambu biji (1), karya tulis mencangkok (1), karya ilmiah mencangkok (1), karya ilmiah manfaat daun jambu biji (1), karya ilmiah cara mencangkok jambu biji (1), karya ilmiah budidaya kacang tanah dalam polybag (1), Karya ilmiah budidaya jambu air (1), kariya ilmiyah tentan tumbuhan jambu air (1), jurnal upencangkokan tanaman buah (1), gambar menyetek pohon jamu biji bangkok dengan jambu biji merah (1), gambar mencangkok jambu air (1), contoh karya ilmiah pencangkokan (1), contoh karya ilmiah cara mencangkok (1), conto karya tulis tentang budi daya buah (1), Cara stek jambu biji yang benar (1), cara stek jambu (1), cara pohon buah dalam pot cepat berbuah (1), cara perawatan jambu jamaika (1), Cara pemindahan dari hasil Mencangkok (1), cara pemeliharaan pohon jambu air yang dicangkok (1), cara okulasi jambu (1), cara okulasi cangkok jambu bol (1), Cara merawat tanaman jambu biji agar berbuah cepat (1), contoh karya ilmiah pengolahan jambu biji menjadi obat tradisional (1), contoh karya ilmiah tentang mencangkok jambu biji (1), gambar mencangkok dan cara nya (1), gambar cangkok jambu (1), Foto tanaman jambu biji merah (1), foto penanaman buah jambu air cangkokan (1), foto mencangkok jambu biji (1), doc makalah polibek bersama gambarnya (1), contoh manfaat tumbuhan beserta latar belakangnya (1), contoh makalah okulasi (1), contoh latar belakang pada karya tulis ilmiah tanaman unggulan (1), contoh latar belakang karya ilmiah tentang jambu biji (1), contoh karya ilmiah tentang tumbuhan jambu biji (1), contoh karya ilmiah tentang okulasi (1), cara merawat tambulampot (1)

Artikel Terkait:

  1. Peluang Usaha Budidaya Jambu Biji
  2. Syarat Tumbuh Budidaya Tanaman Jambu Biji
  3. PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA JAMBU BIJI
  4. KENDALA BUDIDAYA JAMBU BIJI
  5. PENANAMAN DAN PEMELIHARAAN BUDIDAYA JAMBU BIJI