Pembibitan dan Media tanam Budidaya Nangka (Pedoman Budidaya Nangka Bag. 1)
Perkembangbiakan tanaman nangka tergolong tidak memerlukan perawatan khusus, namun demikian untuk memulai suatu budidaya nangka diperlukan pengetahuan dan persiapan yang baik sehingga usaha budidaya ini dapat berjalan dan hasil yang diperoleh maksimal. Sebagai tambahan informasi, Nangka merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari India dan menyebar ke daerah tropis termasuk Indonesia. Di Indonesia pohon ini memiliki beberapa nama daerah antara lain nongko/nangka (Jawa, Gorontalo), langge (Gorontalo), anane (Ambon), lumasa/malasa (Lampung), nanal atau krour (Irian Jaya), nangka (sunda). Beberapa nama asing yaitu: jacfruit, jack (Inggris), nangka (Malaysia), kapiak (Papua Nugini), liangka (Filipina), peignai (Myanmar), khnaor (Kamboja), mimiz, miiz hnang (laos), khanun (Thailand), mit (Vietnam).
Beberapa pedoman budidaya nangka yang harus dicermati dan dipersiapakan adalah sebagai berikut :
A. PEMBIBITAN
Dalam budidaya nangka persiapan bibit merupakan bagian penting yang akan menentukan kualitas buah yang dihasilkan. Proses pembibitannya terdiri atas beberapa tahapan yaitu :
1. Persyaratan Bibit
Pada umumnya perbanyakan tanaman nangka dilakukan dengan menggunakan bijinya, karena perbanyakkan dengan cangkok atau okulasi hanya sedikit persentase jadinya. Hal ini mungkin disebabkan kandungan lateksnya yang dapat menghambat proses persatuan.
Penyeleksian bibit dilakukan sejak masa pembibitan apabila ingin mendapatkan nangka yang bersifat unggul (cepat berbuah, mampu berproduksi banyak dengan buah yang berkualitas dan tahan terhadap hama dan penyakit). Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bibit yang baik adalah:
o Bibit harus berasal dari jenis atau varietas yang unggul (produksi tinggi, buah berkualitas baik, berumur panjang dan tahan terhadap hama dan penyakit).
o Bibit harus sehat yang dapat dilihat dari sosoknya yang kokoh, batangnya kuat, lurus dan tumbuh tegak, percabangan banyak serta daun bagian atas berwarna hijau segar dan mengkilap.
2. Tahapan Penyiapan Bibit
Tahapan penyiapan bibit dilakukan dengan tahapan berikut :
Penanganan benih mencakup pencucian secara hati-hati untuk membuang kulit biji yang berlendir dan membuang bagian perikarp yang berupa tanduk; perlakuan ini akan memperbaiki perkecambahan. Benih disemai sewaktu masih segar; jika diperlukan penyimpanan jangka pendek, benih tidak boleh dibiarkan mengering. Benih yang memilki 40% dari kandungan air aslinya dan disimpan dalam wadah plastik yang kedap, dengan suhu udara 20 derajat C masih mampu berkecambah selama 3 bulan. Dalam kondisi yang memadai perkecambahan dapat diawali setelah 10 hari dan mencapai persentase perkecambahan 80-100% dalam jangka waktu 35-40 hari setelah disemai. Benih hendaknya diletakkan mendatar atau dengan hilumnya menghadap ke bawah untuk perkecambahan.
Cara pembiakan pohon nangka dengan metode okulasi memerlukan keterampilan khusus dan pengalaman dan persentase jadinya rendah. Keuntungannya antara lain cepat berbuah dan sifatnya induknya dapat diturunkan.Tanaman yang digunakan sebagai pangkal bawah adalah anakan nangka/cempedak yang asalnya dari biji.
Cara okulasinya adalah sebagai berikut:
a. Sayat sebuah mata kayu (mata entras) dari batang nangka, dengan kulitnya kira-kira 2 cm dari atas sampai 2 cm di bawah mata. Kayu yang terbawa dibuang dengan hati-hati agar titik tumbuh mata tidak rusak.
b. Sayat kulit pohon pangkal bawah , kira-kira 10-20 cm di atas leher akar dengan lebar 2-3 cm dan panjangnya 3-4 cm. Ungkitlah dari kayunya dan lidah kukit dipotong separuhnya. Masukkanlah mata tersebut ke dalam lidah kulit pohon pangkal bawah tersebut, sedemikian rupa, mata masih kelihatan di atas lidah kulit pohon yang dipotong. Kemudian ikatlah dengan tali rafia dan mata tetap tersembul keluar (jangan sampai terhimpit).
c. Pada okulasi yang berhasil, sesudah 8-14 hari ikatan tali rafia harus dibuang. Apabila tunas sudah tumbuh sepanjang 1-10 cm, ikatlah tunas pada bagian atas pohon, agar tunas tumbuhnya lurus dan tidak dirusak karena digoyangÂgoyang angin.
Bahan untuk cangkok diambil dari dahan muda/ranting baru berada di cabang pohon/tunas ranting baru yang berada di cabang pohon maupun tunas ranting yang belum produktif. Pencangkokkan dilakukan menjelang musim penghujan agar perakaran dapat tumbuh dengan baik. Namun demikian pencangkokkan dilakukan pada musim kemarau, tetapi harus disiram secara teratur.
Cara mencangkok dilakukan dengan cara mengupas kulit sekeliling dalam 3-5 cm lebarnya. Luka yang telah dibuat dibiarkan kering kena angin 1-2 hari. Kemudian luka bagian atas diolesi hormon rootone F, setelah itu ditutup dengan tanah berkompos atau humus yang telah dibasahi dan dibalut dengan sabut kelapa atau plastik yang telah diberi lobang-lobang kecil.
3. Teknik Penyemaian Bibit
Dalam budidaya nangka, biji disemai/ditanam ke dalam kantong-kantong plastik yang sudah tersedia di bedengan sedalam setebal biji, setelah itu ditutup lapisan tanah tipis. Biji akan berkecambah dengan rata-rata daya kecambah dan persen jadi tanaman q 90 %. Semai muda dipotkan selambat-lambatnya setelah berdaun empat helai, karena bibit yang lebih tua sulit untuk dipindahtanamkan (transplanting). Kesulitan ini dapat diatasi dengan cara menyemaikan 1-2 benih langsung ke dalam satu wadah. Semai paling cocok disimpan di bawah naungan (50-70 % intensitas cahaya matahari penuh).
4. Tahapan Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pemeliharaan dan penyemaian bibit dilakukan dengan cara :untuk bibit dari biji, penyiraman dilakukan secara teratur setiap pagi hari. Sebaiknya persemaian diberi naungan yang tidak terlalu rapat dan menghadap ke arah timur guna mencegah penguapan air yang terlalu cepat, sedangkan bibit dari cangkokkan, penyiraman dapat dilakukan secara teratur tiap hari untuk mencegah kekeringan. Penyiraman ini dilakukan kalau belum ada hujan. Semai yang beasal dari cangkokan sebaiknya diberi naungan saat baru dipindahkan supaya tidak layu.
5. Tahapan Pemindahan Bibit
Proses pemindahan bibit harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati agar bibit tidak rusak. Bibit yang akan diangkut ke lapangan penanaman sebaiknya disiram terlebih dahulu. Pengangkutan bibit ke lapangan penanaman dilakukan pagi atau sore hari .
Pembongkaran bibit di lapangan dikerjakan hati-hati seperti halnya pada waktu pengangkutan. Apabila jarak angkutan bibit cukup jauh, maka bibit yang telah dibongkar dirawat lebih dahulu beberap hari sebelum ditanam.
Bibit-bibit ini (dari biji) dapat ditanam di lapangan sewaktu masih muda sekali, yaitu sebelum perakarannya tumbuh keluar pot, sebab gangguan terhadap perakaran dapat mematikan bibit itu.
Agar tanaman yang tumbuh berkualitas baik, bibit juga harus mempunyai ukuran tinggi 50-75 cm dan berumur 1-1 1/2 bulan.
Jenis bibit yang berasal dari okulasi dapat ditanam di lapangan pada umur 6-8 bulan. Jika panjang tunas telah mencapai 2-30 cm, caranya potonglah bagian atas pohon pangkal dan lukanya ditutup parafin. Sedangkan proses okulasi sebaiknya dilakukan pada saat udara cerah dan tidak hujan. Jenis bibit dari cangkokan, umumnya setelah 1-2,5 bulan, cangkokan sudah berakar banyak dan cangkok dapat diambil. Setelah disapih beberapa hari, cangkok dapat ditanam di lapangan.
B. PENGOLAHAN MEDIA TANAM
Setelah penyiapan bibit tanaman nangka disipkan tahapan selanjutnya adalah penyiapan dan pengolahan Media Tanam. Tahapannya adalah :
1. Persiapan
Sebelum kegiatan penanaman dilaksanakan, perlu dilakukan pemeriksaan lapangan dan berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan ditentukan batas-batas areal.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman nangka seperti gulma, genangan air, struktur serta pola tekstur tanah harus dibenahi/dikendalikan. Untuk itu tindakan pembersihan lapangan secara total, pengaturan drainase dan pengolahan tanah terutama di tempat yang akan dibuat lobang tanam.
2. Pembentukan Bedengan
Dalam pembuatan bedengan pembibitan untuk budidaya nangka, ada beberapa hal yang perlu dicermati, yaitu :
a) Ukuran bedengan sebenarnya beragam tetapi pada umumnya digunakan antara 5 x1 m atau 10 x 1 m.
b) Arah bedengan membusur arah Utara ke Selatan dan pinggirnya diperkuat dengan bambu, batu merah, atau kayu serta permukaannya ditinggikan 10-15 cm dari atas permukaan tanah.
c) Jarak antar tiap bedengan berkisar 0,45 m dan setiap 5-10 m bedengan dibuat jalan pemeriksaan sekitar 60-100 m.
d) Saluran air dibuat sepanjang kiri kanan pemeriksaan.
e) Bedengan diberi naungan dengan atap nipah atau sarlom. Bagian yang menghadap ke timur dibuat lebih tinggi daripada yang menghadap ke Barat.
f) Dalam bedengan disusun kantong-kantong plastik yang sudah diisi media tumbuh dan sudah diberi lobang-lobang kecil di bagian bawahnya. Media tumbuh yang digunakan campuran tanah lapisan olah, pupuk organik, dan pasir halus dengan perbandingan 2:1:1. Ukuran kantong plastik yang digunakan 20 x 30 cm dengan tebal 0,08 mm dan berwarna hitam.
3. Pengapuran
Pengapuran dilakukan apabila pH tanah bersifat terlalu asam atau basa maka perlu dilakukan beberapa upaya agar nangka bisa tumbuh dan memberikan hasil yang optimal. Apabila terlalu asam (pHE5) dapat ditambahkan kapur, jika terlalu basa (pHd7) bisa ditambahkan belerang. Dosis yang dipakai tergantung pada kondisi tanahnya namun sebagai pedoman 1 kg kapur atau belerang untuk 1 m3 lobang tanam.
4. Pemupukan
Selain kualitas bibit yang unggul, peningkatan hasil panenan dapat dilakukan denganpemberian pupuk pada tanaman angka. Pada lobang tanam, tanah hasil galian dicampur dengan pupuk kandang 20kg/lubang dan dolomit 0,5 kg/lubang (untuk menaikkan pH). Tanah campuran ini dimasukkan ke lubang 2-3 minggu sebelum penanaman. Seminggu sebelum tanam berilah pupuk NPK (15-15-15) 100 gram ke dalam lubang penanaman.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
budidaya cempedak (73), cangkok nangka (26), PEMBIBITAN NANGKA (26), okulasi nangka (20), cara mencangkok tanaman buah (15), cara pembibitan bunga kamboja (13), cara menanam cempedak (13), budidaya bunga kamboja (11), nangka thailan (9), media pembibitan tanaman (8), bibit pohon nangka (7), cara mencakok (7), budidaya kamboja (6), pohon cempedak (6), MENANAM NANGKA CAMPEDAK (5), perbanyakan nangka (5), Menanam cempedak (4), media untuk pembibitan (4), Bibit cempedak unggul (4), tanam cempedak (4), media pembibitan (3), cara agar pohon nangka cepat berbuah (3), cangkok cempedak (3), cara stek bunga kamboja (3), cara menanam durian dengan bijinya (3), pohon nangka cepat berbuah (3), tipe perkecambahan lidah buaya (3), cara nyetek pohon nangka (3), cara mencangkok cempedak (3), cara mencakok tanaman (3), cara okulasi pohon nangka (3), Cara nyetek pohon duren (2), mencangkok nangka (2), cara menyetek bunga kamboja di indonesia (2), cara-cara mencangkok kedondong (2), proposal cangkok (2), menanam buah nangka yg baik (2), Cara mengcangkok durian (2), pembibitan dan media tanam budidaya asam jawa (2), perkecambahan bibit manggis (2), Dapatkah tanaman hidroponik berasal dari okulasi (2), cara mencangkok manggis (2), cara menanam nangka cepat berbuah (2), penyiapan media tanam (2), cara menanam buah nanas agar cepat berbuah (2), cara-cara mencangkok disertai gambar (2), Pohon nangka okulasi (2), Contoh makalah teknologi produksi benih durian (2), Budidaya buah cempedak (2), tahap-tahap okulasi (2), tahapan okulasi pada bugenvil (2), tahapan proses okulasi pada tanaman bugenvil (2), laporan hasil pengamatan mencangkok pohon mangga (2), teknik menenanam bunga dengan cata stek (2), cara menyemai duren (2), media tanam untuk bibit kamboja (2), budidaya nangka cempedak (2), lcara tanaman dalam pot supaya bisa berbuah (2), cara bertanam buah durian montong pendek cepat berbuah (2), lama pohon nangka (2), membuat bibit dengan cara cangkok (2), cangkok putsa (2), proposal mencangkok (2), proposal penanaman anakan nanas (2), langkah-langkah tanaman buah belimbing dalam pot (1), Menyetek bibit durian (1), keuntungan menanam belimbing dengan cangkok (1), laporan pengamatan tanaman hias (1), langkah-langkah tanaman buah nangka dalam pot (1), laporan mencangkok blimbing (1), Laporan hasil pengamatan tanaman hidroponik kamboja (1), menyiapkan biji nangka untuk ditanam (1), nangka cangkok (1), Laporan fase perkembangan hasil cangkokan buah jambu (1), makalah tentang pembudidayaan kamboja (1), Membuatnangkaberbuahpendek (1), media tumbuh pembibitan okulasi (1), mencangkok asem (1), media tanan dalam mencangkok (1), mencangkok manggis (1), laporan pembuatan okulasi pada bunga kamboja (1), mencangkok tanaman berapa lama (1), mengolah nangka supaya tetap segar (1), menyankok buah sawo (1), media mencangkok (1), menyemai biji benih nangka (1), manfaat okulasi durian (1), menanam buah cangkokan agar cepat berbuah (1), waktu yang tepat untuk menanam bibit tanaman hias pot (1), tanaman anggur agar cepat berbuah (1), tahapan proses okulasi pasa bougenvil (1), tahapan proses okulasi pada bugenvil (1), tahapan okulasi pada tanaman hias bugenvil (1), tahap tahap mencangkok tanaman (1), Tahap tahap menanam cempedak (1), stek kamboja batang tua (1), www cara okulasi pohon nangka (1), PEMBIAKAN POHON (1), tanaman okulasi dan cangkok bagus mana ya? (1), tanaman yang bagus di cangkok (1), waktu penanaman bibit tanaman hias pot (1), waktu menanam bibit tanaman hias pot (1), tips emilih bibit durian yang bagus (1), Tips berkebun buah cempedak (1), teknit stek okolasi karet unggul (1), teknik perbanyakan tanaman belimbing (1), teknik okulasi pohon kamboja (1), teknik mencangkok batang kedondong (1), tehnik cangkok belimbing dilakukan dengan (1), proposal budidaya buah doc (1), Pohon pisang berbuah berapa lama (1), pohon nangka tanpa getah dalam pot (1), pengolahan tanah tanaman kamboja (1), pengolahan media tanam belimbing buah (1), penelitian cangkok tanaman kedondong (1), penelitian cangkok rambutan (1), pembibitan menggunakan humus (1), pembibitan asam jawa (1), pembiakan bibit durian (1), persiapan media tanam menggunakan humus (1), pembbitan buah nangka (1), tanam pohon manggis di pot (1), penyebab pohon nangka bisa berbuah pisang (1), pohon jantan bisakah berbuah (1), pohon durian cepat berbuah (1), perlakuan terhadap tanaman cempedak (1), perkembangbiakan cangkokan pada tanaman kedondong (1), perkembangan biji nangka selama satu minggu (1), Perkembagan tumbuhan menyetek mulai hari ke 1-10 (1), perkecambahan biji karet (1), Perbedaan cangkok dan okulasi pada tumbuhan yang sudah ditanam (1), penyimpanan benih nangka (1), Obat untk menyetek getah unggul (1), kenapa manggis susah dicangkok dan okulasi (1), Cara menanam pohon pisang yg unggul (1), cara cangkok pohon nangka (1), cara Cangkok nangka (1), cara bubdidaya asam jawa (1), cangkok tanaman berapa lama (1), cangkok tanaman (1), cangkok asam jawa (1), bunga yang dapat di stek dan cara-caranya (1), budidaya putsa (1), budidaya nangka okulasi (1), budidaya cempedak malaysia (1), cara cangkok putsa (1), cara cepat menanam biji duren (1), cara mecangkok (1), cara menanam buah durian pendek berbuah (1), cara menanam biji nangka campedakyg baik (1), Cara memilih bibit nangka (1), cara membut pohon belimbing cepat berbuah (1), cara membuat mencangkok (1), Cara membuat kopi berbuah banyak (1), cara membuat biji durian cepat berkecambah (1), Cara membuat bibit kamboja bunga kamboja (1), cara membedakan cangkok dan okulasi (1), cara membedakan bibit durian montong dengan durian biasa (1), budidaya cempadak (1), budi daya cempedak (1), bagaimana persemaian tanaman menggunakan media humus (1), bagaimana cara yang baik memelihara buah nangka (1), bagaimana cara membuat durian cangkok cepat berbuah (1), Bagaimana cara budidaya cacao yg baik agar berhasil? (1), bagaimana agar pohon nangka berbuah (1), apa nangka bisa di cangkok (1), alasan kulit kayu dibuang saat mencangkok (1), agar pohon mangga okulasi cepat berbuah (1), agar nangka berbuah (1), Agar kopi ateng berbuah banyak (1), bedanya okulasi dengan cangkok (1), berapa centimeter ketinggian kedondong dipindahkan ke pot (1), berapa lama jambu bol berbuah (1), bolehkah bibit pisang diambil dari induk yang belum berbuah (1), bisakah pohon manggis di stek (1), bisakah pohon asam jawa di stek (1), bisa nggak pohon nangka dicangkok (1), bina ukm mitra usaha kecambah (1), bibit tanaman dalam jangka 2 bulan (1), bibit nangka tanpa kulit (1), bibit cempedak lampung (1), bibit bunga bugenvil (1), berkebun cempedak (1), agar bibit tanaman cepat tumbuh (1), karet stek dengan nangka (1), daerah buah nangka (1), contoh pengajuan proposal pengembangan durian (1), contoh makalah buah nangka (1), contoh laporan pengembangan pembudidayaan lidah buaya (1), ciri-ciri cempedak (1), cempedak dalam pot (1), CASA MEMBUAT MEDIA TANAM (1), Casa bertanam karet (1), cara-cara mencangkok tanaman beserta gambarnya (1), Cara tanam nangka dalam pot (1), dapatkah tanaman hidroponik berasal dari okulasi? (1), faktor apa dari hasil mencangkok (1), faktor yang mempengaruhi bibit tanaman (1), HASIL PENGAMATAN BIBIT TANAMAN KAMBOJA (1), hama dan penyakit pada pembibitan asam jawa (1), gambar pohon nangka merah tanam dipot (1), gambar cangkok sayat pohon (1), gambar buah cipedak (1), gamabar mencanggkok tanamansalak (1), foto bibit nangka unggul (1), faktor yang mempengaruhi pertumbuhan stek kopi (1), faktor yang mempengaruhi pertumbuhan cangkok (1), faktor yang mempengaruhi cangkok (1), cara tanam kamboja (1), cara stek kopi dengan parafin (1), cara menyetek pada tumbuhan kamboja (1), Cara menyemai bibit nangka (1), cara menyankok bunga (1), cara menstek pohon kamboja (1), cara mendapat kan bibit kamboja dari pohon (1), Cara mencangkok pohon nangka (1), cara mencangkok nangka (1), Cara mencangkok kopi ateng (1), cara mencangkok bunga kamboja (1), cara mencakok dahan cempedak (1), cara menyetek tanaman nangkaa (1), cara merawat kamboja jepun (1), cara merawat tanaman cempedak (1), cara stek cempedak (1), cara semai bij nangka (1), cara perkembangbiakan media cara merawatnya lidah buaya (1), cara perbanyak apel india (1), CARA PERAWATAN BIBIT NANGKA (1), Cara perawatan agar pertumbuhan pohon durian monthong cepat berbuah (1), Cara pemilihan bibit nangka? (1), cara pekembang biakan jambu biji (1), cara okulasi kamboja (1), cara okulasi batang nangka (1), cara mencakok cepat (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply