Anda tentunya sudah mengetahui peran penting Business Plan / Perencanaan Usaha dalam mendirikan suatu bisnis /usaha. Seandainya Anda belum mengetahui apa itu business plan Anda dapat membacanya pada artikel yang lalu dalam web binaukm ini. Apa kesalahan paling umum dilakukan pengusaha pada saat menyusun sebuah business plann / rencana bisnis? Berikut beberapa kesalahan penyusunan Business plan yang saya peroleh dari berbagai pengalaman yang dialami pengusaha. Dan pastikan Anda menghindari hal-hal tersebut pada saat menyusun rencana bisnis Anda !

Ø Menundanya.
Terlalu banyak bisnis yang ingin anda jalankan terkadang membuat Anda melupakan pentingnya Business Plan /perencanaan bisnis. Atau busniss plan dibuat hanya untuk memenuhi permintaan dari bank ataupun investor lain pada saat Anda memerlukan penambahan dana. Jangan menunggu sampai Anda memiliki banyak waktu luang untuk menyusun rencana bisnis Anda, coba pikirkan kembali dampaknya bagi kemajuan usaha Anda jika rencana usaha tersusun rapih dan jelas dibandingkan dengan Anda menjalankan usaha tanpa perencanaan yang jelas.

Ø Kurang serius dalam Menyusun Cash flow

Sebagian besar orang memfokuskan usaha untuk mengejar keuntungan, bukan uang tunai. Bila Anda hendak menjalankan suatu bisnis baru, Anda pasti akan memikirkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk, apakah Anda bisa menjual produk tersebut, dan berapa keuntungan yang mungkin diperoleh dari setiap barang yang dijual. Dalam dunia bisnis, kita dilatih untuk berpikir tentang bisnis sebagai penjualan dikurangi biaya dan pengeluaran, sama dengan keuntungan. Pada kenyataannya, kita tidak menghabiskan keuntungan dalam bisnis, tetapi kita mengeluarkan uang. Jadi pemahaman cash flow sangat penting. Jika Anda hanya memiliki satu tabel dalam menyusun rencana bisnis Anda, maka buatlah tabel cash flow.

Ø Mengagung-agungkan Ide.

Jangan melebih-lebihkan pentingnya ide. Anda tidak perlu ide yang bagus untuk memulai usaha, Anda perlu waktu, uang, ketekunan, dan akal sehat. Sedikit bisnis yang sukses didasarkan sepenuhnya pada ide-ide baru. Sebuah gagasan baru lebih sulit dijual dibandingkan dengan ide yang sudah ada, karena orang belum memahami ide baru tersebut dan mereka sering tidak yakin apakah ide tersebut eketif dan dapat direalisasikan.

Sebuah perencanaan tidak menjual ide-ide bisnis baru bagi investor. Para Investor berinvestasi pada orang, bukan ide. Perencanaan, meskipun diperlukan, hanya cara untuk menyajikan informasi mengenai suatu bisnis.

Ø Kekhawatiran dan ketakutan.

Melakukan rencana bisnis tidak sesulit yang Anda bayangkan. Anda tidak harus menulis tesis doktor atau novel. Banyak buku-buku bagus yang dapat membimbing Anda, banyak juga lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang memberikan beragam informasi mengenai bisnis, sekolah bisnis, dan berbagai perangkat lunak yang tersedia untuk membantu Anda.

Ø Tujuan usaha yang tidak jelas

Ingatlah bahwa tujuan dari perencanaan adalah hasil, dan untuk memperoleh hasil yang maksimal, Anda perlu pelacakan dan tindak lanjut. Anda memerlukan waktu yang pasti, tanggung jawab manajemen, anggaran, dan tonggak. Baru kemudian Anda dapat menindaklanjuti. Tidak peduli seberapa baik atau seberapa cemerlang hasil pemikiran Anda, itu tidak berarti apa-apa kecuali produk yang dihasilkan.

Ø Satu ukuran cocok untuk semua.

Wujudkan rencana bisnis Anda ke dalam tujuan bisnis Anda yang sebenarnya dan nyata. Rencana bisnis dapat merupakan hal yang berbeda: rencana tersebut sering hanya dokumen kelengkapan penjualan untuk menjual sebuah ide untuk bisnis baru. Rencana usaha juga dapat rencana pelaksanaan secara rinci, rencana keuangan, rencana pemasaran, dan bahkan rencana personil. Hal tersebut dapat digunakan untuk memulai sebuah bisnis, atau hanya menjalankan bisnis yang lebih baik.

Ø Bukan merupakan prioritas utama

Ingat, strategi adalah fokus. Sebuah daftar prioritas dengan jumlah 3-4 item adalah fokus. Sebuah daftar prioritas dengan 20 item ini tentu tidak strategis dan tidak efektif. Semakin banyak item pada daftar, semakin kurang penting item-item tersebut.

Ø Proyeksi pertumbuhan usaha berbentuk “Hockey-stick”

Penjualan tumbuh lambat pada awalnya, tapi kemudian melaju pada tingkat pertumbuhan yang cepat. Memiliki proyeksi yang konservatif sehingga Anda dapat bertahan pada pemikiran Anda jika mengalami keraguan, kurang optimis.

Setelah Anda membaca artikel diatas, kami harapkan Anda lebih cermat lagi dalam menyusun rencana usaha bagi bisnis Anda dan tidak mengulang kesalahan yang umum terjadi pada penyusunan Business plan. Selamat bekerja !

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

rencana penjualan/pemasaran dan cash flow (4), contoh penyusunan bisnis plan (4), CARA CASH FLOW BISNIS PLAN (2), cash flow dalam business plan (2), bagaimana cara membuat cash flow dan rencana pemasaran (1), kesalahan umum analisis keuangan (1), latar belakang membuka usaha stik talas (1), membuat business plan yang baik (1), menyusun business plan (1), panduan membuat cash flow (1), perencanaan cash flow bisnis (1), perlunya bisnis planing terhadap UMKM (1), proposal bisnis plan catering (1), tabel perencanaan bisnis (1), jasa pembuatan bisnis plan (1), jasa membuat bisnis plan (1), bisnis plan sebuah travel (1), buku bagus tentang perencanaan bisnis (1), business plan usaha katering (1), cara membuat cashflow yg sehat (1), cara membuat rencana keuangan dan cash flow untuk travel (1), cara menyusun cash flow (1), cash flow catering makanan (1), contoh bagan perencanaan (bussiness plan) (1), contoh pemasaran dan cashflow dalam bussines plan (1), gagasan baru untuk dijual (1), trik mengejar cash in flow (1)

Artikel Terkait:

  1. Bussines Plan, langkah awal mendirikan usaha
  2. Trend Bisnis Jasa Boga Secara Umum dalam Usaha Catering
  3. TYPE – TYPE RISK ARISING OUT OF BUSINESS and handling
  4. Panduan Membuat Rencana Strategis Bagi Bisnis / Usaha Kecil dan Menengah UKM
  5. MELAKUKAN HAL YANG MENYENANGKAN / HOBBY UNTUK USAHA BISNIS SAMPINGAN