Tehnik Pembibitan Tanaman Apel (Pedoman Budidaya Apel 1)
Salah satu bagian terpenting dalam usaha budidaya adalah penyediaan bibit yang berkualitas. Bibit yang unggul menjadi awal keberhasilan budidaya itu sendiri, oleh karena itu sangat penting bagi para pengusaha untuk memastikan bahwa bibit yang digunakan dalam kondisi sehat dan berkualitas unggul. Demikian halnya dengan budidaya Apel. Perbanyakan tanaman apel dilakukan secara vegetatif dan generatif. Perbanyakan yang baik dan umum dilakukan adalah perbanyakan vegetatif, sebab perbanyakan generatif memakan waktu lama dan sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari induknya.
Teknik perbanyakan generatif dilakukan dengan biji, sedangkan perbanyakan vegetatif dilakukan dengan okulasi atau penempelan (budding), sambungan (grafting) dan stek. Berikut akan dibahas lebih lanjut penyediaan bibit tanaman apel dengan cara vegetatif.
ü Persyaratan Benih
Syarat batang bawah: merupakan apel liar, perakaran luas dan kuat, bentuk pohon kokoh, mempunyai daya adaptasi tinggi.
Sedangkan syarat mata tunas adalah berasal dari batang tanaman apel yang sehat dan memilki sifat-sifat unggul.
ü Penyiapan Benih
Penyiapan benih dilakukan dengan cara perbanyakan batang bawah dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Anakan / siwilan
Salah satu metode penyiapan benih pada tanaman apel yang dapat dilakukan adalah dengan anakan /siwilan. Tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut :
§ Ciri anakan yang diambil adalah tinggi 30 cm, diameter 0,5 cm dan kulit batang kecoklatan.
§ Anakan diambil dari pangkal batang bawah tanaman produktif dengan cara menggali tanah disekitar pohon, lalu anakan dicabut beserta akarnya secara berlahan-lahan dan hati-hati.
§ Setelah anakan dicabut, anakan dirompes dan cabang-cabang dipotong, lalu ditanam pada bedengan selebar 60 cm dengan kedalaman parit 40 cm.
2. Rundukan (layering)
Bibit hasil rundukan dapat diperoleh dua cara yaitu:
o Anakan pohon induk apel liar:
anakan yang agak panjang direbahkan melekat tanah, kemudian cabang dijepit kayu dan ditimbun tanah; penimbunan dilakukan tiap 2 mata; bila sudah cukup kuat, tunas dapat dipisahkan dengan cara memotong cabangnya
o Perundukan tempelan batang bawah:
dilakukan pada waktu tempelan dibuka (2 minggu) yaitu dengan memotong 2/3 bagian penampang batang bawah, sekitar 2 cm diatas tempelan; bagian atas keratan dibenamkan dalam tanah kemudian ditekuk lagi keatas. Pada tekukan diberi penjepit kayu atau bambu.
Setelah rundukan berumur sekitar 4 bulan, dilakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut dibawah keratan atau tekukan. Bekas luka diolesi defolatan.
3. Stek
Penyediaan bibit dengan cara stek dilakukan dengan cara : stek apel liar berukuran panjang 15-20 cm ( diameter seragam dan lurus), sebelum ditanam bagian bawah stek dicelupkan ke larutan Roton F untuk merangsang pertumbuhan akar. Jarak penanaman yang ideal adalah 30 x 25 cm, tiap bedengan ditanami dua baris. Stek pada tanaman apel siap diokulasi pada umur 5 bulan, diameter batang q 1 cm dan perakaran cukup cukup kuat.
ü Teknik Pembibitan
a. Penempelan
Salah satu tehnik pembibitan yang dapat dilakukan pada tanama apel adalah penempelan. Proses pembibitan dengan cara penempelan adalah :
· Pilih batang bawah yang memenuhi syarat yaitu telah berumur 5 bulan, diameter batang q 1 cm dan kulit batangnya mudah dikelupas dari kayu.
· Mata tunas yang sudah dipilih ditempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulannya. Caranya adalah dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2,5-5 cm (Matanya ditengah-tengah). Kemudian lapisan kayu dibuang dengan hati-hati agar matanya tidak rusak
· Selanjutnya buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi q 20 cm dari pangkal batang dengan ukuran yang disesuaikan dengan mata tempel. Lidah tersebut diungkit dari kayunya dan dipotong setengahnya.
· Kemudian masukkan mata tempel ke dalam lidah batang bawah sehingga menempel dengan baik. Dengan pita plastik putih Ikat tempelan pada seluruh bagian tempelan.
· Setelah 2-3 minggu, ikatan tempelan dapat dibuka dan semprot/ kompres dengan ZPT. Tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel berwarna hijau segar dan melekat.
· Pada okulasi yang jadi, kerat batang sekitar 2 cm diatas okulasi dengan posisi milintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang. Tujuannya untuk mengkonsentrasikan pertumbuhan sehingga memacu pertumbuhan mata tunas.
b. Penyambungan
Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan metode penyambungan. Caranya :
· Dipilih batang atas (entres) berupa cabang (pucuk cabang lateral).
· Sedangkan batang bawah dipotong pada ketinggian q 20 cm dari leher akar.
· Tahap berikutnya potong pucuknya dan belah bagian tengah batang bawah dengan panjang 2-5 cm.
· Cabang entres dipotong sepanjang q 15 cm (q 3 mata), daunnya dibuang, lalu pangkal batang atas diiris berbentuk baji. Panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah.
· Kemudian batang atas disisipkan ke belahan batang bawah, sehingga kambium keduanya bisa bertemu.
· Proses berikutnya ikat sambungan dengan tali plastik serapat mungkin.
· Langkah terakhir kerudungi setiap sambungan dengan kantung plastik. Setelah berumur 2-3 minggu, kerudung plastik dapat dibuka untuk melihat keberhasilan sambungan.
ü Pemeliharaan pembibitan
Pemeliharaan dilakukan dengan perawatan / pemeliharaan batang bawah, meliputi:
§ Pemupukan : dilakukan 1-2 bulan sekali dengan urea dan TSP masing-masing 5 gram per tanaman ditugalkan (disebar mengelilingi) di sekitar tanaman.
§ Penyiangan : waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma.
§ Pengairan : satu minggu sekali (bila tidak ada hujan)
§ Pemberantasan hama dan penyakit: disemprotkan pestisida 2 kali tiap bulan dengan memperhatikan gejala serangan. Fungisida yang digunakan adalah Antracol atau Dithane, sedangkan insektisida adalah Supracide atau Decis. Bersama dengan ini dapat pula diberikan pupuk daun, ditambah perekat Agristic.
ü Pemindahan Bibit
Bibit okulasi grafting (penempelan dan sambungan) dapat dipindahkan ke lapang pada umur minimal 6 bulan setelah okulasi, dipotong hingga tingginya 80-100 cm dan daunnya dirompes.
Persiapan atau penyediaan bibit apel dalam budidaya dapat dipilih cara yang paling mudah dan memungkinkan, ditinjau dengan kondisi lingkungan disekitarnya. Setelah bibit apel siap baru dilakukan tahapan budidaya selanjutnya.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
budidaya tanaman apel (31), cara budidaya apel (26), benih apel (20), tehnik pembibitan (20), CARA BUDI DAYA APEL (19), menyemai biji benih apel (18), tanaman apel (18), bibit apel (18), cara menanam biji apel fuji (17), cara menanam apel dari biji (16), bibit pohon apel (15), Pembibitan Apel (14), bertananm apel dari biji (13), cara menyetek tumbuhan (12), budidaya pohon apel (10), pembudidayaan apel (8), pemanfaatan teknologi stek dalam menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas (7), cara membuat bibit apel (7), cara perkembangbiakkan apel (6), menyetek tumbuhan (6), cara menyetek tanaman (6), gambar tanaman apel (5), cara penyetekan karet (5), keunggulan pemanfaatan teknologi stek pada tanaman adalah ? (5), cara stek anggur (4), teknologi budidaya tanaman apel (4), cara stek pohon (4), Budidaya apel hijau (4), cangkok apel (4), latar belakang pemanfaatan teknologi stek dalam menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas (4), perbanyakan tanaman secara vegetatif dan generatif (3), Pemanfaatan teknologi stek (3), cara stek tempel karet gambar (3), latar belakang teknologi stek (3), perbanyakan tanaman secara generatif 2011 (3), tahap cara stek tumbuhan (3), cara mengenten pada tumbuhan (3), gambar bibit pohon apel (3), gambar metode stek dan okulasi (3), menyemai biji apel (3), cara-cara melakukan okulasi/menempel (3), menyetek tanaman beserta gambarnya (2), menyetek tanaman (2), cara perbanyakan apel (2), cara penyetekan dan gambarnya (2), latar belakang penelitian pemanfaatan teknologi stek (2), pembiakan apel (2), latar belakang pemanfaatan teknologi stek (2), pembibitan tanaman apel dari benih (2), penempelan pada tumbuhan (2), penyemaian biji apel (2), contoh pembudidayaan tanaman produktif (2), perbanyakan generatif (2), pembibitan apel hijau (2), cara pembibitan biji apel (2), tehnik okulasi karet (2), contoh daun apel (2), cara menyemai biji apel (2), cara merawat apel (2), cara menanam apel hijau (2), teknologi budidaya apel (2), cara mengenten tanaman (2), budidaya tanaman dengan cara merunduk (2), artikel tanaman apel (2), cara menyetek tanaman beserta gambar (2), pembiakan tanaman vegetatif (1), TEKNIK PENEMPELAN (1), pembiakan vegetatif tanaman perkebunan (1), vegetatif pada tumbuhan cara pengembngan (1), penaman pemeliharaan apel hijau (1), pemeliharaan tanaman apel (1), tehnik menggambar tumbuhan (1), pembudidayaan apel ijo (1), Teknik pembibitan stek tanaman kakao (1), tehnik stek (1), Pembibitan pohon apel dari biji (1), teknik anakan/siwilan (1), teknik budding (1), pembesaran batang apel (1), Pemanfaatan teknologi stek untuk mendapatkan bibit tanaman yang unggul (1), tujuan menyetek tanaman anggrek (1), tips menempel mata benih karet (1), menyetek kopi (1), teknologi stek (1), teknologi produksi benih apel (1), merewat apel (1), merunduk tanaman (1), teknik stek mata tunas (1), okulasi tanaman apel (1), pemanfaatan stek tanaman (1), pemanfaatan teknologi dalam menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas (1), teknik perbanyakkan tanaman secara generatif dan vegetatif (1), pemanfaatan teknologi stek dalam menghasilkan bibit tanaman berkualitas (1), teknik penempelan pada tanaman (1), pemanfaatan teknologi stek pada tanaman (1), mengenten macam-macam tanaman 2010 (1), penelitian tentang pemanfaatan teknologi stek dalam menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas (1), tanaman yang cara pembibitannya dengan stek batang (1), PEREKAT OKULASI (1), perekat untuk menyetek (1), perkembang biakkan apel (1), Perkembangbiakan Mengenten (1), perkembangbiakan pada tumbuhan anakan tanaman pisang (1), stek dan gambar (1), stek dalam menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas (1), sistem teknis budidaya apel (1), perkembangbiakan tanaman secara okulasi (1), perkembiakan tanman secara generatif dan vegetatif pada pohon durian (1), pohon yg berkembangbiak tidak kawin dan jarak perkembangbiakannya (1), prosedur cara menanam apel (1), proses okulasi pada bugenvil (1), ringkasan pembudidayaan rambutan (1), proses okulasi pada tanaman bugenvil (1), proses pertumbuhan akar secara merunduk (1), perbanyakan vegetatif tanaman karet dengan cara okulasi (1), Syarat batang bawah yang baik (1), tanaman meunduk (1), pengertian budidaya tanaman produktif (1), tahapan proses okulasi bugenvil (1), perawatan apel fuji (1), Perawatan bibit apel (1), perbanyak tanaman secara vegetatif (1), syarat-syarat stek (1), syarat tanaman teknik grafting (1), perbanyakan tanaman dengan cara menyambung/mengenten (1), perbanyakan tanaman dengan okulasi (1), STEK POHON 4 IN 1 (1), perbanyakan vegetatif dan generatif (1), perbanyakan vegetatif dengan cara merunduk (1), perbanyakan vegetatif dengan metode setek dan cangkok (1), syarat stek batang (1), perbanyakan vegetatif stek tanaman coklat (1), rangkuman tentang budidaya tanaman apel (1), Cara stek bibit (1), CARA OKULASI PDA APEL (1), cara merunduk tumbuhan (1), cara merunduk pada tanaman (1), cara merawat tanaman induk (1), Cara merawat bibit pohon apel generatif (1), Cara merawat bibit pohon apel (1), cara menyetek tumbuhan dengan gambar (1), cara menyetek tanaman 3 jadi 1 (1), cara mengembangbiakan tumbuhan dengan cara mengenten (1), cara pembibitan apel hijau (1), cara pembibitan aple hijau (1), Cara stek atau tempel bibit durian (1), cara produksi benih apel (1), Cara Perkembangbiakan vegetatif pada tanaman kopi (1), cara perkembangbiakan vegetatif menempel (1), cara penyambungan grafting dan budding (1), cara pengembangan tanaman mawar dengan stek merunduk (1), cara penempelan tanaman karet (1), cara penanaman apel hijau (1), Cara pembibitan karet stek (1), cara menempel tanaman beserta gambar (1), Cara menempel entres batang pada pohon karet (1), cara menempel batang tanaman (1), cara berkembangbiak bugenvil (1), Bibit appel (1), bgaimana langkah budidaya tanaman produktif secara generatif melalui biji (1), benih biji appel (1), bagaimana nembudi dayakan bibit apel fuji dari biji di indonesia (1), bagaimana cara menanam apel dengan cara generatif (1), BAGAI MANA CARA MEM BUAT MATA TEMPELAN PADA BIBIT KARET (1), artikel perbanyakan tanaman dengan mnyambung (1), apa jenis perbanyakan yang dilakukan pisang?(generatif atau vegetatif) (1), cara bikin bibit phon apel (1), Cara buat bibit tanaman (1), Cara mencari bibit apel yg bagus (1), Cara menanam dua batang bibit karet ditanam jadi 1 tanaman (1), cara menanam dengan teknik mengenten (1), cara memotong batang kayu (1), cara membuat merunduk tanaman beserta gambar (1), Cara membuat bibit tempel karet (1), cara membuat bibit tanaman generatif (1), Cara membuat bibit stek tanaman karet (1), Cara budidaya apel bibit apel (1), 6 pembibitan tanaman secara vegetatif (1), cara stek kopi (1), menanam dengan cara tempel (1), Latar belakang pemanfaatan teknologi stek dalam menghasilkan bibit tanaman yanh berkualitas (1), Latar belakang pemanfaatan teknologi stek bagi tanaman (1), langkah2 cara menempel okulasi (1), langkah-langkah stek pada tanaman (1), langkah-langkah merunduk (1), langkah-langkah menyetek (1), langkah-langkah cara pembudidayaan tanaman dengan stek (1), langkah mengenten (1), langkah langkah kerja reproduksi tanaman obat secara stek (1), latar belakang pemanfaatan teknologi stek dalam menghasilkan bibit yang berkualitas (1), latar belakang pemanfaatan teknologi stek dalam menghasilkan tanaman (1), menanam apel fuji biji (1), menanam apel fuji (1), membudidayakan bibit apel fuji dari biji (1), manfaat dari perkembangbiakan tanaman (vegetatif & generatif) (1), makalah perbanyakan tanaman dengan stek (1), makalah pembibitan apel (1), latar belakang teknologh stek (1), Latar belakang pengembangan teknologi stek pada tanaman (1), latar belakang pembiakan grafting (1), Langkah budidaya tanaman produktif secara generatif (1), langka-langka menanam dengan tunas/biji (1), keunggulan pemanfaatan teknologi stek (1), contoh perbanyakan generatif (1), contoh makalah perbanyakan tanaman anggur dengan stek (1), contoh latar belakang tentang pemanfaatan teknologi stek dalam menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas (1), Contoh latar belakang tentang pemanfaatan teknologi stek (1), Contoh latar belakang pemanfaatan teknologi stek dalam menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas (1), contoh gambar-gambar cara membuat stek mencangkok tanaman (1), contoh bibit yang berkualitas (1), cara-cara penyetekan (1), cara-cara membuat bibit tanaman (1), contoh tanaman merunduk (1), contoh tanaman produktif (1), jurnal teknologi perbanyakan tanaman secara merunduk (1), industri pembenihan apel (1), gambar tumbuhan produktif (1), Gambar perkembangbiakan tumbuhan apel (1), gambar perbanyakan vegetatif (1), gambar mengenten tanaman (1), gambar bagamana cara stek tanaman (1), gambar apel hijau (1), foto sistim oklasi karet (1), cara stek tempel karet (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply