Selama ini pasar apel Indonesia dipenuhi melalui impor dari negara-negara Eropa dan Australia. Sejak bekembangnya apel di Indonesia pasar ini sedikit demi sedikit apel local memiliki tempat tersendiri bagi konsumen penikmat buah apel ini. Target akhir adalah pemenuhan konsumsi nasional dan ekspor. Faktor lain penunjang semakin berkembangnya budidaya apel adalah pengembangan apel sebagai komoditi agrowisata dan pengembangan makanan olahan dari apel seperti jenang apel dan jelli apel. Sehingga saat ini apel tidak hanya dinikmati sebagai buah segar, tetapi sebagai sarana rekreasi ataupun alternatif camilan berbahan dasar apel.

Bagian terpenting yang dinanti pengusaha budidaya apel adalah waktu pemanenan. Namun demikian perlu kehati-hatian dan kecermatan proses panen dan agar buah yang berkualitas baik dapat dipertahankan kualitasnya hingga waktu dipasarkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam tahapan pemanenan dan pascapanen bisa anda simak lebih lanjut.

PEMANENAN APEL

Ciri dan Umur Panen

Supaya kualitasnya baik, hendaknya buah apel dipanen cukup umur. Pada umumnya buah apel dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar,
tergantung pada varietas dan iklim. Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar 120-141 hari dari bunga mekar, Manalagi dapat dipanen pada umur 114 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari. Tetapi, pada musim hujan dan tempat lebih tinggi, umur buah lebih panjang.

Pemanenan paling baik dilakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (ripening), yaitu tingkat dimana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah dipanen. Ciri masak fisiologis buah adalah: ukuran buah terlihat maksimal, aroma mulai terasa, warna buah tampak cerah segar dan bila ditekan terasa kres.

Cara Panen, pemetikan apel dilakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempak untuk setiap kebun.

Periode Panen, periode panen apel adalah enam bulan sekali berdasarkan siklus pemeliharaan yang telah dilakukan.

Perkiraan Produksi, produksi buah apel sangat tergantung dengan varietas, secara umum produksi apel adalah 6-15 kg/pohon.

PASCAPANEN

Pascapanen tanaman apel meliputi beberapa tahapan, yakni pengumpulan buah, penyortiran, penyimpanan dan pengemasan.

Ø Pengumpulan

Setelah dipetik, apel dikumpulkan pada tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga didapatkan apel yang tinggi kualitas dan kuantitasnya. Pengumpulan dilakukan dengan hati-hati dan jangan ditumpuk dan dilempar-lempar, lalu dibawa dengan keranjang ke gudang untuk diseleksi.

Ø Penyortiran dan Penggolongan

Penyortiran dilakukan untuk memisahkan antara buah yang baik dan bebas penyakit dengan buah yang jelek atau berpenyakit, agar penyakit tidak tertular keseluruh buah yang dipanen yang dapat menurunkan mutu produk. Penggolongan dilakukan untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan jenis varietas, ukuran dan kualitas buah.

Ø Penyimpanan

Pada dasarnya apel dapat disimpan lebih lama dibanding dengan buahan lain, misal Rome Beauty 21-28 hari (umur petik 113-120 hari) atau 7-14 hari (umur petik 127- 141 hari). Untuk penyimpanan lebih lama (4-7 bulan), harus disimpan pada suhu minus 6-0 derajat C dengan precooling 2,2 derajat C.

Ø Pengemasan dan Transportasi

Kemasan yang digunakan adalah kardus dengan ukuran 48 x 33 x 37 cm dengan berat 35 kg buah apel. Dasar dan diatas susunan apel perlu diberi potongan kertas dan disusun miring (tangkai sejajar panjang kotak). Dasar kotak diisai 3-3 atau 2-2 atau berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah.

Penanganan yang tepat dan baik selama panen dan pascapanen menjaga kualitas hasil panenan tetap baik sehingga secara otomatis memperpanjang waktu penyimpanan buah apel ini.

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

budidaya apel (226), pemanenan (42), penanganan pasca panen apel (17), penanganan pasca panen buah apel (14), pasca panen apel (14), pasca panen buah apel (11), pengolahan apel (11), teknologi pascapanen apel (6), masa panen apel (6), pasca panen anggur (6), cara panen buah apel (5), cara pemanenan buah (5), makalah pasca panen komoditas apel (4), cara pengolahan apel (3), pasca panen buah anggur (3), teknologi pengolahan apel (2), panen pasca panen apel (2), masak fisiologis adalah (2), cara bertanam apel malang dan apel manalagi (2), masak fisiologis (2), teknik pengumpulan data buah melon (2), pengumpulan buah anggur (2), teknis budidaya apel (2), makalah apel malang (2), umur panen buah semangka (1), penanganan pasca panen buah tomat dalam perdagangan bebas (1), penenganan pasca panen apel (1), pengadaan sarana budidaya apel (1), ukuran sebuah apel (1), proses tahap pasca panen pembudidayaan buah-buahan (1), peroses pengolahan apel (1), pengelolahan apel (1), periode panen buah tomat (1), pengumpulan buah apel (1), pengolahan buah-buahan pasca panen (1), penanganan Apel (1), budidaya apel rome beauty (1), cara panen apel (1), cara perlakuan pasca panen buah apel (1), ciri buah melon masak (1), Ciri masak fisiologis buah-buahan (1), fisiologi pasca panen buah apel (1), fisiologi pengolahan pasca panen (1), kriteria buah matang fisiologis (1), makalah pasca panen apel (1), makalah pasca panen buah apel (1), makalah penanganan panen dan pasca panen semangka (1), pabrik pengolahan apel malang (1), bentuk buah stroberi pdf (1), pemetikan apel (1), penangan pasca panen apel (1), budidaya apel dari pengolahan hingga pengemasan (1)

Artikel Terkait:

  1. PEMANENAN DAN PASCAPANEN
  2. PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA JAMBU METE
  3. PENANGANAN PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA SEMANGKA
  4. PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA RAMBUTAN
  5. METODE PEMANENAN DAN PASCAPANEN BUDIDAYA JAMBU AIR