Kumis kucing sudah banyak dikenal masyarakat sebagai obat tradisional. Umumnya masyarakat memanfaatkan kumis kucing sebagai upaya penyembuhan penyakit batuk, encok, masuk angin dan sembelit. Bagian dari tanaman kumis kucing yang digunakan untuk pengobatan adalah bagia daun, daun tanaman ini juga bermanfaat untuk pengobatan radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, albuminuria, dan penyakit syphilis. Hasil dari alam sudah tidak dapat lagi memenuhi permintaan penyediaan daun kumis kucing dipasaran, oleh karena itu perlu dilakukan budidaya kumis kucing sehingga panen yang dihasilkan dalam jumlah banyak dan serempak. Budidaya kumis kucing ini bisa dijadikan peluang usaha yang cukup menjanjikan.

A. PEMBIBITAN

Dalam setiap budidaya, penyediaan bibit yang berkualitas merupakan faktor penting yang harus diutamakan, karena dengan menggunakan bibit yang baik dan berkualitas diharapkan tanaman yang dihasilkan dalam budidaya kumis kucing ini tumbuh dengan maksimal. Langkah-langkah dalam pembibitan kumis kucing adalah :

1. Penyiapan Bibit

Ada bermacam-macam cara pembiakan bibit tanaman. Cara yang paling mudah dan biasa untuk mengembangkan kumis kucing adalah perbanyakan vegetatif dengan stek batang/cabang. Bahan tanaman diambil dari rumpun yang tumbuhnya normal, subur dan sehat. Tahapannya :

a. Untuk bibit kumis kucing, dipilih batang/cabang yang tidak terlalu tua atau muda dan sudah berkayu.

b. Kemudian batang dipotong dengan pisau tajam/gunting pangkas yang bersih.

c. Potong-potong batang menjadi stek berukuran 15–20 cm berbuku 2-3.

d. SelanjutnyaBuang sebagian daun untuk mengurangi penguapan air.

Adapun kebutuhan bibit untuk 1hektar dengan jarak tanam 40 x 40 cm diperlukan 50.000-62.500 stek/ha.

2. Teknik Penyemaian Bibit

Bibit yang sudah disiapkan (stek) dapat langsung ditanam di kebun produksi atau ditanam dulu di persemaian. Di dalam persemaian stek ditanam dengan jarak tanam 10x10cm. Stek yang masih segar langsung ditanam di lahan yang telah diolah sedalam 20 cm. Setelah itu disirami 1-2 kali sehari tergantung dari cuaca dan hujan yang turun. Bila perlu persemaian dinaungi dengan naungan plastik transparan atau jerami/daun kering. Setelah timbul tunas baru, bibit dipindahkan ke kebun produksi.

B. PENGOLAHAN MEDIA TANAM

Tahap kedua dalam budidaya kumis kucing, persiapan media tanam, pengolahan media meliputi tahapan sebagai berikut:

1. Persiapan

Tanah diolah 30-40 cm, gulma dan tanaman lain dibuang. Setelah diolah, tanah dibiarkan selama15 hari.

2. Pembentukan Bedengan

Pembuatan bedengan dilakukan setelah pengolahan tanah yang kedua yaitu dengan menghancurkan pongkahan tanah pada pengolahan tanah yang pertama hingga mendapatkan struktur tanah yang remah dan gembur. Pada saat pengolahan tanah kedua ini juga dianjurkan memberikan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 50 – 60 ton per hektar bersamaan pada saat pembuatan bedengan. Bedengan dibuat selebar 100-120 cm tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 40-50 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan keperluan dan lahan

3. Pemupukan (sebelum tanam)

Media tanam / tanah yang akan digunakan untuk menanam bibit kumis kucing sebaiknya diberi pupuk, dengan tujuan pada saat penanaman kandungan nutrisi mendukung pertumbuhan tanaman dengan maksimal. Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 60 cm. Masukkan pupuk kandang sebanyak 2,4-3,2 kg/lubang dan tutup lubang tanah. Campur tanah bedengan dengan 15-20 kg/ha pupuk kandang sapi.

C. TEKNIK PENANAMAN

Setelah bibit dan media tanam siap, selanjutnya dilakukan penanaman kumis kucing. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

1. Penentuan Pola Tanaman

Waktu tanam terbaik adalah di awal musim hujan (Oktober-Desember) kecuali jika air tersedia sepanjang tahun, waktu tanam bisa dilaksanakan kapan saja.

2. Pembuatan Lubang Tanam

Supaya lebih mudah dalam melakukan penanaman terlebih dahulu dibuat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 40 cm

3. Cara Penanaman

Penanaman bibit kumis kucing dilakukan dengan cara :

a. Pilih bibit yang baik dari pembibitan.

b. Buat lubang kecil di tempat lubang tanam.

c. Tanamkan bibit/stek tegak lurus sedalam 5 cm atau 1/3 bagian dari pangkal batang stek. Setiap lubang diisi 4-6 bibit/stek.

d. Padatkan tanah di sekitar bibit.

e. Sirami sampai cukup basah.

4. Perioda Tanam

Penanaman tanaman ini bias dilakukan sepanjang tahun yaitu dengan membongkartanaman tua yang telah mengeras berkayu dan tidak produktif lagi atau daunnya jarang dan kecil-kecil, kemudian menanam ulang dengan tanaman baru yang masih muda

D. PEMELIHARAAN TANAMAN

1. Penyulaman

Pemeliharaan tanaman kumis kucing diilakukan dengana cara penyulaman tanaman. Dilakukan antara 1-15 hari setelah tanam untuk tetap menjaga pertanaman pada jarak tanam yang telah ditentukan (40 x 40cm). Penyulaman dilakukan terutama pada tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dengan tanaman baru yang umurnya tidak berbeda jauh, sehingga pertumbuhan selanjutnya akan tetap sama dan seragam.

2. Penyiangan

Gulma disiangi secara kontinyu untuk mengurangi persaingan unsur hara. Penyiangan biasanya dilakukan agak sering saat tanaman masih muda sehingga lahan di atara tanaman masih terbuka karena kanopi tanaman belum tumbuh besar. Tetapi pada tanaman dewasa periode penyiangan sudah agak jarang karena kanopi pada masing-masing tanaman akan saling menutup permukaan tanah, sehingga akan menekan pertumbuhan gulma di bawahnya.

3. Pemupukan

Pemupukan dapat dilakukan secara organic ataupun konvensional

a. Pemupukan Organik

Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek dapat diberikan sbb: Sebagai pupuk dasar telah diuraikan di atas yang diberikan pada saat penyiapan media tanam. Selanjutnya pupuk kompos organic dapat diberikan setiap bulan sekali sebanyak1 – 2kg setiap tanaman. Pemupukan pada tanaman dewasa bisa lebih sering yaitu setiap 2 – 3 minggu sekali sebesar 1.5 – 3kg per tanaman dan terutama diberikan setelah dilakukan pemanenan/perompesan daun sehingga pertumbuhan selanjutnya akan lebih baik.

b. Pemupukan Konvensional

Dosis pupuk anjuran adalah 75 kg/ha urea yang diberikan setiap 3 kali panen atau 6-9 minggu sekali. Pupuk disebar di dalam larikan dangkal antara baris tanaman dan segera ditutup tanah.

4. Pengairan dan Penyiraman

Pada awal pertumbuhan, tanaman diairi/disiram 1-2 kali sehari. Setelah tanaman terlihat kokoh dan rimbun, penyiraman dikurangi. Frekuensi penyiraman selanjutnya tergantung cuaca, yang penting tanah tidak sampai kering. Penambahan air dapat dilakukan dengan cara disiram atau menggenangi saluran di antara bedengan dengan air.

5. Waktu Penyemprotan Pestisida

Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit. Apabila tidak terjadi serangan hama , tidak perlu menggunakan pestisida.

Setelah tahapan-tahapan budidaya kumis kucing ini diterapkan , diharapkan diperoleh hasil dengan kualitas tinggi dengan biaya yang lebih efisien.

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

BUdidaya kumis kucing (90), bibit kumis kucing (6), budi daya kumis kucing (4), cara menanam kumis kucing (3), menanam kumis kucing (3), cara budidaya kumis kucing (3), investasi kumis kucing (3), budidaya daun kumis kucing kering (2), panen kumis kucing per hektar (1), pemeliharaan kumis kucing (1), pemupukan budidaya tanaman kumis kucing (1), manfaat dan cara budidaya kumis kucing (1), karya tulis pengolahan tanaman kumis kucing (1), Kandungan nutrisi kumis kucing (1), harga bibit bunga kumis kucing (1), cara pembudidayaan kumis kucing (1), cara pembitan tanaman kumis kucing (1), cara merawat tanaman kumis kucing (1), cara menanam tanaman kumis kucing (1), cara mdnanam kumis kucing (1), cara budidaya kucing (1), Car aperkembangbiakan Kumis Kucing (1), budidaya kumis kucing dengan bibit (1), perbanyakan kumis kucing (1)

Artikel Terkait:

  1. Prospek Usaha Budidaya Kumis Kucing
  2. Syarat Tumbuh Budidaya Kumis Kucing
  3. Gangguan Dan Penanganan Budidaya Kumis Kucing
  4. Pemanenan Dan Pascapanen Budidaya Kumis Kucing
  5. PEDOMAN BUDIDAYA TEMULAWAK: PEMBIBITAN DAN PENGOLAHAN MEDIA TANAM