Hama dan Penyakit Tanamam Apel
Pohon apel merupakan pohon yang kecil dengan ketinggian tanaman mencapai 3 hingga 12 meter, dengan tajuk yang lebar dan biasanya sangat beranting. Daun-daunnya berbentuk lonjong dengan panjang 5 – 12 cm dan lebar 3 – 6 centimeter. Di alam liar, pohon apel tumbuh cukup mudah dari benih. Akan tetapi, seperti kebanyakan tanaman tahunan, apel biasanya dibiakkan secara aseksual. Pohon apel dapat diserang beberapa penyakit jamur dan bakteri, serta mendapat ancaman dari hama. Kebanyakan perkebunan komersial menjalankan rencana penyemprotan kimia secara agresif untuk memastikan mutu, kesehatan, dan hasil panen. Keberhasilan budidaya tanaman apel dipengaruhi oleh banyak faktor. Disamping pengetahuan pemilihan bibit yang unggul, proses budidaya yang benar ada baiknya jika petani yang membudidayakan tanaman apel memahami jenis gangguan pada budidaya tanaman apel, termasuk diantaranya jenis hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman apel berikut gejala serta penanganannya. Berikut akan dibahas lebih lanjut mengenai hama dan penyakit pada budidaya tanaman apel.
I. HAMA
v Kutu hijau (Aphis pomi Geer)
Ciri : kutu dewasa berwarna hijau kekuningan, antena pendek, panjang tubuh 1,8 mm, ada yang bersayap ada pula yang tidak; panjang sayap 1,7 mm berwarna hitam; perkembangbiakan sangat cepat, telur dapat menetas dalam 3-4 hari.
Gejala:
1. nimfa maupun kutu dewasa menyerang dengan mengisap cairan selsel daun secara berkelompok dipermukaan daun muda, terutama ujung tunas muda, tangkai cabang, bunga, dan buah;
2. kutu menghasilkan embun madu yang akan melapisi permukaan daun dan merangsang tumbuhnya jamur hitam (embun jelaga); daun berubah bentuk, mengkerut, leriting, terlambat berbunga, buah-buah muda gugur,jika tidak mutu buahpun jelek.
Pengendalian:
· sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam (jangan terlalu rapat)
· dengan musuh alami coccinellidae lycosa
· dengan penyemprotan Supracide 40 EC (ba Metidation) dosis 2 cc/liter air atau 1-1,6 liter
· Supracide 40 EC dalam 500-800 liter/ha air dengan interval penyemprotan 2 minggu sekali
· Convidor 200 SL (b.a. Imidakloprid) dosis 0,125-0,250 cc/liter air; (6) Convidor 200 SL dalam 600 liter/ha air dengan interval penyemprotan 10 hari sekali (7) Convidor ini dapat mematikan sampai telur-telurnya; cara penyemprotan dari atas ke bawah. Penyemprotan dilakukan 1-2 minggu sebelum pembungaan dan dilanjutkan 1-1,5 bulan setelah bunga mekar sampai 15 hari sebelum panen.
v Tungau, Spinder mite, cambuk merah (Panonychus Ulmi)
Ciri : berwarna merah tua, dan panjang 0,6 mm.
Gejala:
1. tungau menyerang daun dengan menghisap cairan sel-sel daun
2. pada serangan hebat menimbulkan bercak kuning, buram, cokelat, dan mongering
3. pada buah menyebabkan bercak keperak-perakan atau coklat.
Pengendalian:
· dengan musah alami coccinellidae dan lycosa
· penyemprotan Akarisida Omite 570 EC sebanyak 2 cc/liter air atau 1 liter Akarisida Omite 570 EC dalam 500 liter air per hektar dengan interval 2 minggu.
v Trips
Ciri : berukuran kecil dengan panjang 1 mm; nimfa berwarna putih kekuningkuningan; dewasa berwarna cokelat kehitam-hitaman; bergerak cepat dan bila tersentuh akan segera terbang menghindar.
Gejala:
1. menjerang daun, kuncup/tunas, dan buah yang masih sangat muda
2. pada daun terlihat berbintikbintik putih, kedua sisi daun menggulung ke atas dan pertumbuhan tidak normal
3. daun pada ujung tunas mengering dan gugur
4. pada daun meninggalkan bekas luka berwarna coklat abu-abu.
Pengendalian:
· secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun dan menjaga agar lingkungan tajuk tanaman tidk terlalu rapat
· penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b.a. Methomyl) dengan dosis 2 cc/liter air atau Lebaycid 550 EC (b.a. Fention) dengan dosis 2 cc/liter air pada sat tanaman sedang bertunas, berbunga, dan pembentukan buah.
v Ulat daun (Spodoptera litura)
Ciri : larva berwarna hijau dengan garis-garis abu-abu memanjang dari abdomen sampai kepala.pada lateral larva terdapat bercak hitam berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran, meletakkan telur secara berkelompok dan ditutupi dengan rambut halus berwarna coklat muda.
Gejala: menyerang daun, mengakibatkan lubang-lubang tidak teratur hingga tulang-tulang daun.
Pengendalian:
· secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun
· penyemprotan dengan penyemprotan seperti Tamaron 200 LC (b.a Metamidofos) dan Nuvacron 20 SCW (b.a. Monocrotofos).
v Serangga penghisap daun (Helopelthis Sp)
Ciri: Helopelthis Theivora dengan abdomen warna hitam dan merah, sedang HelopelthisAntonii dengan abdomen warna merah dan putih. Serangga berukuran kecil. Penjang nimfa yang baru menetas 1 mm dan panjang serangga dewasa 6-8 mm. Pada bagian thoraknya terdapat benjolan yang menyerupai jarum.
Gejala: menyerang pada pagi, sore atau pada saat keadaan berawan; menyerang daun muda, tunas dan buah buah dengan cara menhisap cairan sel; daun yang
terserang menjadi coklat dan perkembanganya tidak simetris; tunas yang terserang menjadi coklat, kering dan akhirnya mati; serangan pada buah menyebabkan buah menjadibercak-bercak coklat, nekrose, dan apabila buah membesar, bagian bercak ini pecah yang menyebebkan kualitas buah menurun.
Pengendalian:
· secara mekanis dengan cara pengerondongan atap plastik/pembelongsongan buah
· Penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b.a. Metomyl), Baycarb 500 EC (b.a. BPMC), yang dilakukan pada sore atau pagi hari.
v Ulat daun hitam (Dasychira Inclusa Walker)
Ciri : Larva mempunyai dua jambul dekat kepala berwarna hitam yang mengarah kearah samping kepala. Pada bagian badan terdapat empat jambul yang merupakan keumpulan seta berwarna coklat kehitam-hitaman. Disepanjang kedua sisi tubuh terdapat rambut berwarna ab-abu. Panjang larva 50 mm.
Gejala: menyerang daun tua dan muda; tanaman yang terserang tinggal tulang daundaunnya dengan kerusakan 30%; pada siang hari larva bersembunyi di balik daun.
Pengendalian:
-
secara mekanis dengan membuang telur-telur yang biasanya diletakkan pada daun
-
penyemprotan insektisida seperti: Nuvacron 20 SCW (b.a. Monocrotofos) dan Matador 25 EC.
v Lalat buah (Rhagoletis Pomonella)
Ciri : larva tidak berkaki, setelah menetas dari telur (10 hari) dapat segera memakan daging buah. Warna lalat hitam, kaki kekuningan dan meletakkan telur pada buah.
Gejala: bentuk buah menjadi jelek, terlihat benjol-benjol.
Pengendalian:
-
penyemprotan insektisida kontak seperti Lebacyd 550 EC
-
membuat perangkat lalat jantan dengan menggunakan Methyl eugenol sebanyak 0,1 cc ditetesan pad kapas yang sudah ditetesi insektisida 2 cc. Kapas tersebut dimasukkan ke botol plastik (bekas air mineral) yang digantungkan ketinggian 2 meter. Karena aroma yang mirip bau-bau yang dikeluarkan betina, maka jantan tertarik dan menhisap kapas.
II. PENYAKIT
Jenis penyakit yang banyak menyerang tanaman apel adalah
Ø Penyakit embun tepung (Powdery Mildew)
Penyebab: Padosphaera leucotich Salm. Dengan stadia imperfeknya adalah oidium Sp.
Gejala:
1. pada daun atas tampak putih, tunas tidak normal, kerdil dan tidak berbuah
2. pada buah berwarna coklat, berkutil coklat.
Pengendalian:
· memotong tunas atau bagian yang sakit dan dibakar
· dengan menyemprotka fungisida Nimrod 250 EC 2,5-5 cc/10 liter air (500liter/Ha) atau Afugan 300 EC 0,5-1 cc/liter air (pencegahan) dan 1-1,5 cc/liter air setelah perompesan sampai tunas berumur 4-5 minggu dengan interval 5-7 hari.
Ø Penyakit bercak daun (Marssonina coronaria J.J. Davis)
Gejala: pada daun umur 4-6 minggu setelah perompesan terlihat bercak putih tidak teratur, berwarna coklat, permukaan atas timbul titik hitam, dimulai dari daun tua, daun muda hingga seluruh bagian gugur.
Pengendalian:
-
jarak tanam tidak terlalu rapat, bagian yang terserang dibuang dan dibakar
-
disemprot fungisida Agrisan 60 WP 2 gram/liter air, dosis 1000-2000 gram/ha sejak 10 hari setelah rompes dengan interval 1 minggu sebanyak 10 aplikasi atau Delseme MX 200 2 gram/liter air, Henlate 0,5 gram/liter air sejak umur 4 hari setelah rompes dengan interval 7 hari hingga 4 minggu.
Ø Jamur upas (Cortisium salmonicolor Berk et Br)
Pengendalian: mengurangi kelembapan kebun, menghilangkan bagian tanaman yang sakit.
Ø Penyakit kanker (Botryosphaeria Sp.)
Gejala: menyerang batang/cabang (busuk, warna coklat kehitaman, terkadang mengeluarkan cairan), dan buah (becak kecil warna cokelat muda, busuk, mengelembung, berair dan warna buah pucat.
Pengendalian:
-
tidak memanen buah terlalu masak
-
mengurangi kelembapan kebun
-
membuang bagian yang sakit
-
pengerokkan batang yang sakit lalu diolesi fungisida Difolatan 4 F 100 cc/10 liter air atau Copper sandoz
-
disemprot Benomyl 0,5 gram/liter air, Antracol 70 WP 2 gram/liter air.
Ø Busuk buah (Gloeosporium Sp.)
Gejala: bercak kecil cokelat dan bintik-bintik hitam berubah menjadi orange.
Pengendalian: tidak memetik buah terlalu masak dan pencelupan dengan Benomyl 0,5 gram/liter air untuk mencegah penyakit pada penyimpanan.
Ø Busuk akar (Armilliaria Melea)
Gejala: menyerang tanaman apel pada daerah dingin basah, ditandai dengan layu daun, gugur, dan kulit akar membusuk.
Pengendalian: dengan eradifikasi, yaitu membongkar/mencabut tanaman yang terserang beserta akar-akarnya, bekas lubang tidak ditanami minimal 1 tahun.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
penyakit apel (16), hama pada tanaman apel (13), hama apel (11), penyakit pada tanaman apel (10), Omite 570 EC (10), gejala penyakit pada apel (10), hama dan penyakit pada tumbuhan apel (7), hama pada apel (5), hama dan penyakit tanaman apel (4), hama dan penyakit apel (3), penyakit daun apel (3), nama penyakit tanaman apel (2), hama penyakit yang menyerang bunga apel (2), penyebab apel busuk (2), 10 jenis macam hama pada tanaman apel (2), hama buah apel (2), hama dan penyakit pada buah apel (2), pengendalian hama dan penyakit tanaman apel (1), ciri-ciri umum tanaman apel hijau (1), penyakit apel dan pengendalian (1), Penyakit bercak daun pada tumbuhan apel (1), penyakit dan hama pada tumbuhan apel (1), ciri-ciri buah pisang busuk (1), penyakit hama pada apel (1), ciri-ciri aphis sp (1), penyakit yang menyerang tumbuhan apel (1), berita hama dan penyakit pada tumbuhan apel (1), contoh artikel hama dan penyakit pada tumbuhan apel (1), hama dan penyakit tumbuhan apel (1), hama dan penyakit tanaman buah apel (1), hama dan penyakit pada tumbuhan semangka (1), hama penyakit pada tumbuhan buah apel (1), hama penyakit pohon apel (1), jamur upas pada apel (1), jenis - jenis penyakit dalam tumbuhan apel (1), macam hama apel (1), membuat pestisida utk memberantas penyakit bercak daun atau marssonina coronaria pada apel (1), mikroorganisme dalam apel busuk (1), nama penyakit pada tumbuhan apel (1), Penyebab penyakit bercak daun pada tumbuhan apel (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply