Mawar berasal dari dataran Cina, Timur Tengah dan Eropa Timur yang kemudian menyebar dan berkembangan luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis) merupakan tanaman bunga hias yang memiliki kegunaan yang beragam.Mulai dari tanaman hias, bunga potong, salah satu bahan yang digunakan dalam kegiatan aat sampai dengan bahan industri kosmetik. Dengan kegunaan yang beragam tidak mengherankan jika kebutuhan pasar akan keberadaan Mawar cukup tinggi, dan hal ini merupakan peluang usaha yang tidak bias diremehkan. Setelah pada artikel-artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai syarat tumbuh, budidaya sampai dengan pemanenan, kali ini kita akan focus pada kendala yang dihadapi dalam budidaya mawar, khususnya mengenai hama dan penyakit pada budidaya mawar.

Pengetahuan dan penanganan masalah hama dan penyakit merupakan hal yang penting dalam budidaya mawar. Kesiapan petani mawar akan kemungkinan gangguan tanaman mawar dari seranga hama dan penyakit dapat meminimalisir kerugian yang dapat ditimbulkan. Lebih lanjut akan dibahas macam hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman mawar, gejala serta penangannya.

A. HAMA

Ada beberapa jenis hama yang umum menyerang tanaman mawar, jenis, gejala, serta penangannya adalah sebagai berikut :

1. Kutu daun (Macrosiphum rosae Linn., Aphids)

Kutu daun memiliki cirri-ciri bertubuh kecil, panjang ±0,6 mm, berwarna hijau, kadang-kadang tidak bersayap. Jenis kutu ini menyerang bagian pucuk, dan sering menempel pada ranting dan kuncup bunga.

Gejala: kutu daun mengisap cairan (sel) tanaman, sehingga menyebabkan gejala abnormal, pada daun atau pucuk jadi keriting/mengkerut. Dapat berperan sebagai vektor virus dan sering meninggalkan cairan madu manis yang menempel pada permukaan daun, sehingga menjadi penyebab penyakit embun jelaga (Capnodium sp.).

Pengendalian: dengan cara menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan disemprot insektisida Decis 2,5 EC atau Buldok 25 EC, Confidor 200 LC, Curacron 500 EC, Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

2. Kumbang

Secara umum ada tiga (3) jenis kumbang penyerang tanaman mawar: kumbang Chafer (Macrodactylis subspinosus), Fuller (Autoserica castanca) dan Curculio (Rhyncite bicolor).

· Kumbang Chafer warna coklat kekuning-kuningan panjang tubuh sekitar 12 mm

· kumbang Fuller warna coklat keabu-abuan, panjang 10 mm.

· Kumbang Curculio berwarna merah bergaris hitam ± 5 mm.

Gejala: memakan daun, tangkai dan kuntum bunga, sehingga bolong-bolong/rusak pada bagian yang diserang. Larva sering memakan perakaran tanaman. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan hama tersebut dan cara kimia disemprot dengan insektisida Hostathion 40 EC, Decis 2,5 EC, Ambush 2 EC, Elsan 60 EC, dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.

3. Siput berbulu

Ciri-cirinya adalah : tubuh berwarna putih kehijau-hijauan, panjang ± 12 mm, ditutupi bulu-bulu kasar.

Gejala: pada stadium larva, menyerang tanaman dengan cara memakan daun sebelah sawah yang menyebabkan daun berlubang tinggal tulang daun.

Pengendalian: dilakukan dengan cara merontokkan kepompong yang menempel pada tanaman, dan disemprot dengan insektisida Brestan 60 (Moluskasida) pada konsentrasi yang dianjurkan.

4. Tungau (Tetranychus telarius)

Tungau mirip laba-laba, sangat kecil ± 0,3 mm, berwarna merah/hijau/kuning. Berkembangbiak dengan cepat bila cuaca lembab dan panas, serta sirkulasi udara kurang baik.

Gejala: tungau menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman, pada bagian daun/pucuk, sehingga menyebabkan titik-titik merah berwarna kuning/abu-abu kecoklat-coklatan.

Pengendalian: disemprot insektisida-akarisida seperti Omite 570 EC atau Kelthane 200 EC atau Mitac 200 EC Meothrin 50 EC, Nissuron 50 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.

5. Thrips

Hama jenis ini berukuran sangat kecil ± 1 mm, berwarna kuning-oranye/kuning kecoklat-coklatan.

Gejala: thrips merusak/mengisap cairan sel tanaman, terutama bunga, daun, dan cabang. Hama ini menyenangi mawar bunga berwarna kuning/terang lainnya.

Pengendalian: dilakukan dengan cara pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan disemprot dengan insektisida Mesurol 50 WP, Tokuthion 500 EC, Pegasus 500 SC, Decis 2,5 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.

6. Nematoda akar (Meloidgyne sp.)

Nematoda akar ukurannya sangat kecil (hanya dapat dilihat dengan mikroskop).

Gejala: Nematoda ini menyerang akar tanaman mawar, dapat menembus ke bagian batang sehingga menyebabkan gejala pertumbuhan kerdil, kadang layu (kehilangan kekuatan tumbuh) dan terdapat bintil-bintil pada akar.

Pengendalian: pergiliran tanaman, sterilisasi media tanam, dan menggunakan bahan kimiawi (nematisida) : Furadan 3 G, Rugby 10 G atau Indofuran pendidikan G pada saat tanam.

7. Hama-hama lain:

a. Ulat daun (Udea rubigalis), menyerang daun dan kuncup bunga sehingga menjadi rusak/bolong-bolong.

Pengendalian: disemprot insektisida Hostathion 40 EC, Decis 2,5 EC, Dekasulfan 350 EC, Nomolt 50 EC atau Confidor 70 WS pada konsentrasi yang dianjurkan.

b. Serangga malam (Night feeding insect), menyerang daun dan bunga.

Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun.

c. Serangga pengisap sel tanaman (Leaf hoppers), menyerang daun hingga bintik-bintik putih membentuk lingkaran.

Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun.

d. Lalat (Dasyncura rhodophaga), ukuran tubuh kecil 1,2 mm, warna coklat kemerah-merahan/kekuning-kuningan. Telur diletakkan pada tunas baru, setelah menjadi larva akan merusak/memakan tunas. Larva menjatuhkan diri ke tanah, kemudian dalam waktu satu minggu berubah menjadi lalat.

Pengendalian: untuk memusnahkan tanaman yang terserang berat dengan dibakar, selain itu menjaga kebersihan kebun, dan penyemprotan insektisida Agrohion 50 EC, Meothrin 50 EC atau Ofunack 40 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

e. Kutu batang (Aulacaspis rosae) dari famili Coccidae, berukuran kecil 3 mm,

Gejala: mengisap cairan sel tanaman, bagian daun dan batang. Bagian yang terserang akan layu, lambat laun mengering (mati). Pengendalian: memangkas bagian tanaman yang terserang untuk dimusnahkan/dibakar dan disemprot dengan insektisida Decis 2,5 EC, Mitac 200 EC, Monitor 200 LC atau Orthene 75 SP pada konsentrasi yang dianjurkan.

f. Kumbang kecil (Small carpenter bees), ukuran tubuh kecil panjang 8 mm, warna hitam-metalik,

Gejala: melubangi sekaligus merusak batang bagian dalam. Tanaman yang diserang menjadi layu.

Pengendalian: memangkas bagian tanaman yang diserang untuk dibakar atau disemprot dengan insektisida : Decis 2,5 EC, Atabron 50 EC, Buldok 25 EC atau Bassa 50 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

B. PENYAKIT

Jenis penyakit yang banyak menyerang tanaman mawar adalah :

1. Bercak hitam

Penyebab: penyakit ini disebabakan oleh cendawan (jamur) Marsonina rosae (Lib.) Lind. (“Black spot”).

Gejala: daun bercak hitam-pekat yang tepinya bergerigi. Lambat laun bercak-bercak berdiameter ± 1 cm menyatu, sehingga jaringan daun di sekitarnya menjadi kuning. Dapat pula terjadi pada tangkai daun, batang, dasar bunga, kelopak dan tajuk bunga. Daun yang terserang akan mudah berguguran. Pengendalian non-kimiawi: penagannya dengan cara memangkas bagian tanaman yang sakit dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).

Pengendalian kimiawi: dilakukan penyemprotan fungisida yang berbahan aktif Propineb dan Mankozeb pada konsentrasi yang dianjurkan.

2. Karat daun

Penyebab: penyakit karat daun disebabkan oleh cendawan (jamur) Phragmidium mucronatum (Pers. ex Pr.) Schlecht.

Gejala: penyakit karat daun berupa bintik-bintik berwarna jingga kemerah-merahan pada sisi bawah daun, pada sisi daun atas terdapat bercak bersudut warna kemerah-merahan. Daun yang terserang berat akan mudah gugur (rontok).

Pengendalian non-kimiawi: penangan penyakit ini dipemotongan/pemangkasan daun sakit kemudian dimusnahkan.

Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Zineb atau Maneb pada konsentrasi yang dianjurkan.

3. Tepung mildew

Penyebab: cendawan Oidium sp.

Gejala: ditandai dengan munculnya tepung/lapisan putih pada permukaan daun sebelah bawah dan atas. Daun/bagian tanaman yang terserang akan berubah warna dari hijau menjadi kemerah-merahan, lambat laun kekuning-kuningan dan akhirnya daun-daun cepat rontok (gugur).

Pengendalian non-kimiawi: memetik daun yang terserang untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).

Pengendalian kimiawi: secara kimiawi ditangani dengan cara disemprot fungisida Belerang, atau mengandung bahan aktif Pirazifos.

4. Bengkak pangkal batang

Penyebab: bakteri Agrobacterium tumefacien (E.F Sm et Town.) Conn.

Gejala: terjadi pembengkakan pada pangkal batang dekat permukaan tanah, sehingga tanaman menjadi kerdil dan akhirnya mati. Pengendalian non-kimiawi: mencabut tanaman yang sakit untuk dimusnahkan dan sewaktu pemeliharaan tanaman (pemangkasan) menggunakan guntin pangkas yang bersih dan steril.

Pengendalian kimiawi: disemprot oleh bakterisida yang berbahan aktif Streptomisin atau Oksitetrasikin.

5. Mosaik (belang-belang)

Penyebab: penyakit ini muncul akibat serangan virus (Virus Mosaik Mawar) (Rose mosaic Virus).

Gejala: daun menguning dan belang-belang, tulang-tulang daunnya seperti jala. Pengendalian: penangannya dilakukan dengan cara penanaman bibit yang sehat, pemeliharaan tanaman secara intensif, penyemprotan insektisida untuk pengendalian serangga vektor, dan membongkar (eradikasi) tanaman yang sakit untuk dimusnahkan agar tidak menular kepada tanaman yang lainnya.

6. Bercak daun

Penyebab:dua patogen, yaitu cendawan Cercospora rosicola Pass. dan Alternaria sp.

Gejala: serangan cercospora bercak-bercak coklat pada daun-daun tua, sedangkan bercak alternaria berwarna kehitam-hitaman.

Pengendalian non-kimiawi: dilakukan dengan memotong/memetik daun yang sakit untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).

Pengendalian kimiawi: secara kimiawi disemprot fungisida yang mengandung bahan aktif Tembaga (Cu).

7. Jamur upas

Penyebab: cendawan Corticium salmonicolor (Berk. et Br.) Tjokr.

Gejala: terdapat lapisan kerak berwarna merah pada batang, dan lambat laun batang akan membusuk serta mati.

Pengendalian non-kimiawi: mengelupaskan kulit dan mengerok bagian tanaman yang sakit, kemudian diolesi cat/ter, dapat pula sekaligus memotong bagian batang yang terinfeksi berat.

Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Tridemorf.

8. Busuk bunga

Penyebab: cendawan Botrytis cinerea Pers.Fr.

Gejala: kuntum bunga yang telah membuka membusuk berwarna coklat, dan berbintil-bintil hitam.

Pengendalian non-kimiawi: membungkus bunga yang mulai mekar dengan kantong kertas minyak/plastik dan penanganan pasca panen bunga sebaik mungkin.

Pengendalian kimiawi: penyemprotan fungisida yang berbahan aktif Benomil.

9. Penyakit Fisiologis

Penyebab: kekurangan unsur hara (defisiensi), kurang Nitrogen, Phosfor, dan Kalium.

Gejala: kekurangan nitrogen menyebabkan warna daun hujau-muda (pucat) kekuning-kuningan dan pertumbuhan tanaman menjadi lambat (kerdil). Kekurangan phosfor menyebabkan tanaman menjadi kurus dan kerdil, sedangkan kurang kalium daun-daun menjadi mengering di sepanjang tepi/pinggirannya.

Pengendalian: pemberian pupuk berimbang, terutama unsur N, P2O5 , dan K2O ataupun disemprot pupuk daun yang kandungan unsur haranya tinggi sesuai dengan gejala defisiensi.

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

usaha spekulatif (185), hama mawar (27), macam macam hama pada tumbuhan (26), macam-macam usaha spekulatif (10), hama dan penyakit mawar (9), macam macam hama tanaman (5), ciri ciri kutu daun (5), tanaman mawar (4), tanda tanaman diserang tungau (4), penyakit tanaman mawar (4), macam-macam penyakit tanaman (4), pengatasan penyakit embun tepung dengan menggunakan belerang (3), hama bunga mawar (3), karat daun anggrek (2), mengatasi hama pada bunga mawar (2), jenis usaha spekulatif (2), hama dan penyakit pada tanaman bawang dan cara pemberantasannya (2), obat untuk membasmi hama pada bunga mawar (2), hama penyakit tanaman mawar (2), hama pada mawar (2), cara membasmi ulat di bunga (2), cara membasmi hama ulat pada bunga (2), CARA MENANGGULANGI ULAT KECIL MELUBANGI BATANG KARET (2), cara membasmi hama lalat pada tumbuhan mawar (2), cara perkembangbiakan bunga sepatu dan ciri-cirinya (2), cara mengendalikan capnodium daun mangga (2), macam-macam hama pada tumbuhan beserta ciri-cirinya (1), macam macam hama penyakit penyebab dan ciri cirinya (1), Mengatasi hama pada mawar secara alami (1), ulat apa yg sering menyerang bunga anggrek (1), mengatasi hama kuning pada bunga kamboja (1), mengapa daun tanaman mawar menguning (1), membasmi hama pada mawar (1), macam2 kutu daun mawar (1), usaha spekulatif DAN CARA MENGATASINYA (1), UNTUK MENGOBATI HAMA MAWAR (1), macam macam usaha spekulatif (1), penanggulangan penyakit tepung embun (1), usaha sepekulatif (1), mengatasi ulat pada daun mawar (1), merawat penyakit daun mawar (1), penyebab daun bolong bolong (1), penyakit yg ada dibunga mawar (1), penyebab tungau pada mawar (1), penyakit putih pada mawar (1), penyakit pohon mawar (1), penyakit daun mawar merah (1), penyakit batang mawar (1), Pengendalian hama bunga mawar secara alami (1), PERMASALAHAN BUDIDAYA BUNGA MAWAR (1), rambutan dan cirinya (1), penanggulangan penyakit karat pada ikan lele (1), rontok daun mawar (1), tanaman hias yang diserang hama (1), tanaman mawar terserang hama putih pada batang (1), obat kutu putih di tanaman mawar (1), Obat hama untuk mawar (1), Obat hama mawar (1), lalat pada mawar (1), artikel tentang hama kutu daun (1), contoh jenis usaha spekulatif (1), Curacron 500 ec dan pungsinya (1), daun mawar cepat menguning (1), daun pohon mangga rusak bolong bolong (1), embun tepung adalah hama (1), gambar capnodium (1), gambar kutu daun bunga mawar (1), Gambar kutu daun yang merusak tanaman dan cara membasminya (1), gejala agrobacterium tumefaciens (1), cara pencegahan hama ke bunga mawar (1), cara pemberantasan hama pada bunga mawar (1), Cara alami Penanggulangan hama pada bunga mawar (1), cara atasi daun menguning pada mawar (1), cara kumbang curculio merusak tanaman (1), cara membasmi hama putih pada batang bunga mawar (1), cara mengatasi embun tepung d tanaman bunga mawar (1), cara mengatasi tungau pada pohon mangga secara mudah (1), Arti embun tepung (1), Cara menghilangkan hama mawar (1), cara menhhilangkan kutu pada bunga mawar (1), Gejala dan pengendalian Capnodium pada mangga (1), hama bagian yang diserang cara mengendalikan (1), jenis - jenis usaha spekulatif (1), jenis penyakit yang diserang pada tanaman hias (1), jenis-jenis usaha spekulatif (1), KANDUNGAN FASTAC (1), kegunaan racun confidor untuk mangga (1), kenapa daun bunga mawar menguning (1), kenapa pucuk bunga ros kerinting (1), kliping bunga mawar (1), kutu batang (1), jamur capnodium pada daun mangga dilihat dari mikroskop (1), isektisida ofunack (1), hama dan penyakit bunga mawar (1), hama dan penyakit pada tanaman mawar (1), hama dan penyakit yang menyarang bunga mawar (1), hama dan penyakit yang menyerang bunga mawar (1), hama mawar n gambar hama (1), hama pada tanaman hias dan cara mengobatinya (1), hama pada tanaman mawar (1), hama perusak bunga mawar (1), hama tanaman mawar (1), kutu daun pohon rambutan (1)

Artikel Terkait:

  1. Penyebab, Gejala dan Pengendalian Hama dan Penyakit Budidaya Manggis
  2. HAMA DAN PENYAKIT BUDIDAYA MELON
  3. HAMA DAN PENYAKIT BUDIDAYA MANGGA
  4. HAMA DAN PENYAKIT BUDIDAYA JAMBU METE
  5. HAMA DAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA MELATI