Tanaman nilam termasuk tanaman yang mudah tumbuh seperti tanaman herba lainnya. Namun untuk memperoleh produksi yang maksimal diperlukan kondisi ekologi yang sesuai untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan budidaya tanaman nilam yang benar. Dengan tehnik penanaman yang baik, kualitas dan kuantitas tanaman nilam yang diperolehpun akan baik sehingga minyak atsiri yang dihasilkan mempunyai kualitas yang baik juga.

Tinggi tempat dan curah hujan

Nilam dapat tumbuh dan berkembang di dataran rendah sampai pada dataran tinggi yang mempunyai ketinggian 1.200 m diatas permukaan laut. Akan tetapi, nilam akan tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi pada ketinggian tempat antara 50 – 400 m dpl . Pada dataran rendah kadar minyak lebih tinggi tetapi kadar patchouli alkohol lebih rendah, sebaiknya pada dataran tinggi kadar minyak rendah, kadar patchouli alkohol (Pa) tinggi.

 

Tanaman ini menghendaki suhu yang panas dan lembab, serta membutuhkan curah hujan yang merata sepanjang tahun. Curah hujan yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman nilam berkisar antara 2000- 2500 mm/th dengan penyebaran merata sepanjang tahun,suhu optimum unuk tanaman ini adalah 24 – 28 %C dengan kelembaban lebih dari 75 %

 

Agar pertumbuhan dan produksi minyak nilam optimal, tanaman nilam memerlukan intensitas penyinaran berkisar antara 75- 100 %. Pada tempat-tempat yang agak terlindung, nilam masih dapat tumbuh dengan baik, tetapi kadar minyak lebih rendah dari pada tempat terbuka. Nilam yang ditanam di bawah naungan akan tumbuh lebih subur, daun lebih lebar dan tipis serta hijau, tetapi kadar minyaknya rendah. Tanaman nilam yang ditanam di tempat terbuka, pertumbuhan tanaman kurang rimbun, habitus tanaman lebih kecil, daun agak kecil dan tebal, daun berwarna kekuningan dan sedikit merah, tetapi kadar minyaknya lebih tinggi,sebaiknya pada awal pertumbuhan diberi sedikit naungan, karena nilam rentan terhadap cekaman kekeringan.

 

Tanah

 

Tanah yang subur dan gembur, kaya akan humus dan tidak tergenang dan mempunyai kandungan minyak banyak, merupakan tanah yang sangat sesuai untuk tanaman nilam. Jenis tanah yang paling sesuai adalah yang mempunyai tekstur remah, seperti Andosol atau Latosol. Untuk tanah-tanah liat, diperlukan pengolahan yang lebih intensif agar diperoleh kondisi yang optimal. Pada tanah-tanah yang kurang humus, pemberian pupuk kandang sangat dianjurkan untuk memperbaiki kesuburan dan kegemburan tanah.

 

TEKNIK BUDIDAYA

 

Pengadaan bahan tanaman

 

Tanaman nilam dapat diperbanyak dengan cara vegetatif melalui setek batang dan setek cabang. Setek yang dipilih untuk benih harus berasal dari varietas unggul atau tanaman yang berproduksi tinggi, sehat serta bebas dari hama dan penyakit.

 

Batang atau cabang yang diambil untuk setek adalah yang berdiameter 0,8 – 1,0 cm. Setek yang ditanam berukuran 10 – 20 cm dan paling sedikit harus mempunyai tiga atau empat mata tunas. Benih nilam dapat juga berupa setek pucuk tetapi harus disemai terlebih dahulu di polibag dan diberi sungkup untuk menjaga kelembaban.

 

Persiapan rumah atap, media semai dan sungkup

 

  1. Pilih areal yang sehat/tidak tercemar jamur patogen, dekat sumber air.
  2. Buat rumah atap setinggi 2 m yang condong kearah Timur. Bentuk dan luasan disesuaikan dengan kebutuhan. Siapkan campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 (v/v).
  3. Polibag (yang berlubang) dengan ukuran 15 x 10 cm diisi dengan media yang telah disiapkan dan diletakkan secara teratur di bawah rumah atap, kemudian disiram dengan menggunakan emprat.
  4. Untuk mempertahankan kelembaban agar setek tidak layu setelah ditanam perlu diberi sungkup dari plastik. Kerangka sungkup dibuat dari bambu dengan ukuran lebar 1 m, tinggi ½ m dan panjang sesuai kebutuhan.

Setek cabang atau setek cabang dapat langsung ditanam di lapang, namun cara ini kurang efisien karena seringkali banyak setek yang tidak tumbuh sehingga harus banyak disulam dan pertumbuhan tidak merata. Disamping itu, tanaman tumbuh lebih lambat dan gulma tumbuh lebih cepat, sehingga biaya penyiangan lebih tinggi. Dengan demikian, benih nilam sebaiknya disemaikan terlebih dahulu.

Pembenihan hendaknya dilakukan di sekitar lokasi penanaman dan dekat dengan sumber air untuk memudahkan penyiraman. Persemaian dapat dilakukan pada bedengan atau polibag.

Pembibitan di bedengan

Tanah untuk persemaian dipilih yang gembur dan datar, dekat dengan sumber air, dan besih dari tanaman. Untuk memudahkan perkembangan akar, setelah diolah cukup gembur tanah dicampur dengan pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 2 bagian tanah, 1 bagian pasir, 1 bagian pupuk kandang.

Bedeng persemaian dibuat dengan ukuran lebar 1,5 m, tinggi 30 cm dan panjangnya tergantung kebutuhan dan kondisi lahan. Jarak tanam di pembenihan adalah 10 cm x 10 cm. Diantara bedengan- bedengan tersebut dibuat parit pembuangan air selebar 30 – 40 cm. Parit-parit tersebut sangat berguna untuk pembuangan air yang berlebihan.

Pembibitan di polibag

Setek yang paling baik adalah setek pucuk yang mempunyai 4 – 5 buku. Untuk mengurangi penguapan, daun tua dibuang sisakan 1 – 2 pasang daun muda/pucuk. Penyemaian dilakukan dengan membenamkan 1 buku kedalam media semai (tanah + pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1) pada polibag (14 x 10 cm) yang berlubang. Untuk mempertahankan kelembaban, benih disungkup dengan sungkup plastik, kerangka sungkup dibuat dari bambu dengan ukuran lebar 1 m, tinggi ½ m dan panjang sesuai kebutuhan. Sungkup dibuka setelah tanaman berumur ± 2 minggu. Pemberian pupuk melalui daun dan penanggulangan hama dan penyakit (kalau diperlukan) dilakukan satu kali seminggu.

Pada saat persemaian, benih membutuhkan naungan. Untuk naungan digunakan daun kelapa atau alang-alang yang diletakkan pada para-para. Naungan dibuat menghadap ke timur dengan tinggi 180 cm (bagian timur) dan 150 cm di bagian barat. Setelah berumur 5 – 6 minggu tanaman sudah mempunyai cukup akar, tunasnya sudah tumbuh dan berdaun. Selanjutnya benih ini dapat dipindahkan ke kebun yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Persiapan lahan

Sebelum benih ditanam, lahan sebaiknya dipersiapkan sedemikian rupa agar penanaman betul-betul mengikuti cara-cara yang dianjurkan. Persiapan lahan ini dilakukan mulai dalam bentuk pengolahan tanah. Pengolahan tanah hendaknya dilakukan secara intensif agar diperoleh keadaan tanah yag gembur dan bebas dari gulma. Tanah harus dibersihkan dari segala jenis rumput-rumputan, kayu, dan semak belukar. Setelah itu tanah dicangkul dan diolah hingga gembur secara merata. Kemudian dibuat lubang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm (p x l x t). Tanaman nilam rentan terhadap penggenangan oleh karena itu apabila tanah banyak mengandung air, maka harus dibuat parit-parit pembuangan air sehingga air yang berlebihan dapat dikurangi, serta untuk menghindari serangan hama dan penyakit. Lebar parit 30 – 40 cm dan dalamnya 50 cm.

Pengolahan tanah pada lahan miring harus dilakukan dengan mengikuti garis kontur, atau melintang lereng. Pengolahan dengan cara demikian mempunyai kelebihan karena akan terbentuk tangga untuk menghambat aliran air permukaan dan menghindari terjadinya erosi.

Penanaman

Tanaman nilam membutuhkan tanah yang lembab selama masa pertumbuhannya agar dapat berproduksi secara optimal. Oleh karena itu penanaman sangat dianjurkan pada awal musim penghujan. Ada dua cara penanaman, yaitu

  1. penanaman secara tidak langsung, dan
  2. penanaman secara langsung.
  1. Pada penanaman secara tidak langsung, benih diambil dari tempat persemaian yang telah berakar dan mempunyai 2 – 4 daun. Setiap lubang tanam diisi satu benih. Bila akarnya terlalu panjang sebaiknya dipotong, sebab dalam penanaman akar yang terlalu panjang akan berlipat-lipat. Lipatan akar dalam tanah seringkali menyebabkan terjadinya serangan penyakit busuk akar.
  1. Pada penanaman secara langsung, setiap lubang tanam ditanami 2 – 3 setek utuk menjaga kemungkinan ada setek yang mati. Kebutuhan setek yang banyak tersebut menjadi perlindungan sehingga cara ini tidak disarankan untuk diterapkan di perkebunan.

Penanaman yang dilakukan dalam barisan menggunakan jarak tanam antar barisan 60 – 100 cm dan jarak tanam dalam barisan 40 – 60 cm. Pada lahan dengan kesuburan yang tinggi (banyak humus), jarak tanam sebaiknya 100 x 100 cm, karena pada umur 5 – 6 bulan kanopi sudah bertemu. Dengan demikian kebutuhan benih diperkirakan sebesar 20.000 setek benih untuk 1 hektar lahan. Jarak tanam yang digunakan disesuaikan dengan kondisi lahan. Pada lahan datar dan terbuka sebaiknya jarak tanam yang digunakan lebih lebar karena kanopi/tajuk tanaman nilam cukup luas. Penanaman yang diperjarang ini dimaksudkan untuk mengurangi persaingan kebutuhan sinar matahari. Pada lahan miring, jarak antar barisan dapat dipersempit. Arah barisan sebaiknya mengikuti garis kontur.

Pemeliharaan

Selama di lapangan nilam membutuhkan tindakan pemeliharaan yang intensif agar pertumbuhan tanaman baik, sehingga diperoleh hasil yang memuaskan. Pemeliharaan yang diperlukan meliputi penyiangan, pemberian mulsa, penyulaman, pemupukan, pemangkasan, dan pengendalian hama dan penyakit.

Penyiangan

Setelah tanaman berumur 2 bulan atau saaat tanaman mencapaia ketinggian 20 – 30 cm dan telah mempunyai cabang bertingkat dengan radius 20 cm, areal pertanaman perlu disiangi. Penyiangan ini berfungsi untuk membersihkan gulma pengganggu, sehingga tidak terjadi persaingan pengambilan hara tanaman dan sinar matahari. Penyiangan juga berfungsi untuk menghilanngkan gulma sebagai sarang hama. Penyiangan selanjutnya dilakukan secara rutin, dengan selanng waktu 2 – 3 bulan tergantung pertumbuhan gulma. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara, yaitu :

  1. Secara mekanis : Penyiangan dilakukan dengan menggunakan alat, seperti cangkul, parang dan sebagainya.
  2. Secara kimia : Cara ini dilakukan dengan menyemprotkan herbisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penggunaan bahan herbisida ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu pertumbuhan nilam. Agar cara kimiawi ini lebih berhasil, penyemprotan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau dan pada saat matahari sudah cukup tinggi, yakni antara pukul 9.00 – 10.00.

Penyulaman

Penyulaman adalah mengganti tanaman yang mati atau tanaman yang pertumbuhannya kurang baik. Pekerjaan ini dilakukan kurang lebih 2 – 4 minggu setelah tanam, karena pada saat itu telah diketahui benih yang mati atau pertumbuhannya kurang baik. Tanaman yang mati tersebut diganti dengan tanaman/benih yang baik.

Pemupukan

Pemupukan sangat penting untuk diperhatikan. Karena hasil yang diambil adalah bagian daunnya, maka pemupukan dilakukan denga tujuan agar pertumbuhan vegetatif tanaman dapat dicapai secara maksimal. Untuk itu jenis pupuk yang dianjurkan tidak saja pupuk buatan, yaitu Urea, SP-36 dan KCl, tetapi diperlukan juga pupuk kandang, kompos atau pupuk hijau. Pupuk kandang dan kompos yang digunakan sebaiknya sudah matang, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

Dosis pupuk anjuran untuk nilam adalah 10 ton pupuk kandang, 250 kg Urea, 100 kg SP-36 dan 100 kg KCl. Pupuk kandang atau kompos diberikan seminggu sebelum tanam agar pupuk tersebut dapat bercampur dalam tanah dengan baik. Pupuk urea diberikan 1/3 bagian pada saat tanaman berumur 1 bulan setelah tanam, 2/3 bagian diberikan pada umur 3 bulan.

Pupuk SP-36 dan KCl diberikan pada saat tanam. Pemupukan berikutnya diberikan setiap kali setelah panen dengan dosis 150 kg Urea, 75 kg SP-36 dan 75 kg KCl.

Pemberian mulsa

Pemberian mulsa dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah, memperbaiki kesuburan tanah, dan untuk menekan pertumbhan gulma terutama pada awal pertumbuhan. Berapa jenis yang dapat dipergunakan sebagai mulsa antara lain adalah alang-alang, jerami, glirisidia, dan tanaman legum lainnya. Pemberian mulsa sebaiknya diberikan setelah tanam dan setelah panen.

Pembumbunan

Pembumbunan umumnya dilakukan setelah panen pertama. Cabang-cabang tanaman yang ditinggalkan ditimbun dengan tanah dari sekitar tanaman setinggi 10 – 15 cm, sehingga diperoleh rumpun tanaman yang mempunyai banyak anakan.

POLA TANAM

Penanaman nilam dapat dilakukan baik secara monokultur maupun polikultur, baik secara tumpangsari, tumpanggilir,maupun budidaya lorong dengan tanaman perkebunan, buah-buahan, sayuran atau tanaman lainnya.

Dalam pola tanam perlu diperhatikan intensitas cahaya matahari yang tinggi dan terus menerus. Pemberian naungan ringan (± 25 %) dapat meningkatkan hasil, sebaliknya tingkat naungan yang tinggi akan menghasilkan tanaman yang kurang vigor dan kandungan minyak yang rendah.

Monokultur

Penanaman pola monokultur memerlukan sistem budidaya intensif, mulai dari kesesuaian lahan , penggunaan varietas, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta cara dan waktu panen. Pola demikian seringkali diterapkan oleh perusahaan swasta dengan luasan yang cukup besar.

Polikultur

Pola polikultur umumnya diterapkan pada pertanaman rakyat dengan luasan yang sangat sempit, seperti pola tumpangsari dengan tanaman perkebunan atau tanaman semusim, pola tumpanggilir, atau budidaya lorong. Pola polikultur ini diterapkan untuk menghindari kegagalan panen. Keuntungan lain dari pola ini adalah pemanfaatan lahan lebih efisien, aneka ragam tanaman, kesuburan tanah dapat dipertahankan, dan serangan hama lebih mudah dikendalikan. Penanaman pola ini umumnya dikombinasikan/dicampur dengan tanaman palawija dan holtikultura.

PENGENDALIAN PENYAKIT PADA TANAMAN NILAM

A. Penyakit layu bakteri

Penyakit layu bakteri disebabkan oleh bakteri Ralstonia solanacearum, merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan kerugian cukup besar bagi petani nilam.

Gejala serangan yang ditimbulkan berupa kelayunan pada tanaman muda maupun tua, dan dalam waktu singkat menimbulkan kematian tanaman. Untuk menanggulangi penyakit tersebut telah dilakukan berbagai upaya antara lain secara kimiawi namun belum memberikan yang memuaskan.

Penyakit layu bakteri dapat menulari tanaman nilam dari tanaman inang yang sudah ada pada lahan sebelum ditanami nilam, atau dari benih yang telah mengandung penyakit. Untuk mencegah tertularnya tanaman, sebaiknya sebelum tanam terlebih dahulu diperhatikan tanaman apa saja yang telah ada dilahan yang akan ditanami dan yang lebih penting yaitu hindari pengambilan setek dari tanaman yang telah tertular penyakit.

Cara yang paling efektif untuk menekan kerugian karena berkurangnya produksi yang disebabkan oleh serangan penyakit layu bakteri adalah menanam varietas yang tahan. Untuk mencegah penularan penyakit, benih yang akan ditanam harus bebas dari penyakit. Gejala penyakit layu bakteri yaitu tanaman layu, jadi setek jangan diambil dari tanaman yang telah layu.

B. Penyakit yang disebabkan oleh nematoda

Nematoda menyerang akar tanaman nilam, kerusakan akar menyebabkan berkurangnya suplai air ke daun, sehingga stomata menutup, akibatnya laju fotosintesa menurun. Beberapa jenis nematoda yang menyerang tanaman nilam antara lain Pratylenchus brachyurus, Meloidogyne incognita, Radhopolus similis.

Salah satu mekanisme ketahanan nilam terhadap nematoda adalah adanya kandungan fenol dan lignin. Senyawa fenol dan lignin merupakan proteksi alami dari tanaman terhadap factor biotic.

Penanggulangan serangan nematoda, selain dengan varietas yang tahan/toleran, juga dengan agen hayati (Pasteuria penetrans, Arthrobotrys sp., jamur penjerat nematoda, pestisida nabati (serbuk biji nimba, bungkil jarak), nematisida dan budidaya (pupuk organik dll) . Kombinasi nematisida (Furadan) bahan organik dan dolomit dapat menekan populasi nematoda sehingga meningkatkan produksi (terna).

Salah satu cara untuk mencegah penularan nematoda yaitu dengan menanam benih yang bebas dari nematoda. Gejala serangan nematoda terutama nampak pada warna daun yang berubah menjadi kecoklatan atau kemerahan. Disamping itu perlu diperhatikan tanaman inang yang telah ada dilokasi sebelum dipergunakan untuk menanam nilam. Tanaman inang bagi nematoda antara lain : pisang, jahe, tomat, kacang tanah dll.

C. Penyakit budog

Penyakit budog diperkirakan disebabkan oleh virus. . Gejala penyakit terlihat pada batang yang membengkak, menebal dan daun yang berkerut dan tebal, dengan permukaan bawah berwarna merah, permukaan atas daun menguning karena kekurangan unsur hara.

Sampai saat ini belum ditemukan bahan kimia yang efektif untuk mengendalikan penyakit budog dan belum ada varietas nilam yang tahan terhadap penyakit ini. Diduga penyebaran penyakit oleh serangga, oleh karena itu tindakan budidaya perlu diperhatikan antara lain penyemprotan dengan insektisida untuk mematikan serangga/ vektor, pergiliran tanaman, sanitasi kebun dan yang terpenting adalah menggunakan benih sehat. Tanaman yang sudah terserang penyakit tidak boleh diambil seteknya untuk perbanyakan.

Pengendalian hama pada tanaman nilam

Hama-hama penting yang banyak menyerang tanaman ini adalah ulat penggulung daun, belalalng dan tungau merah, sedang penyakit pentingnya adalah penyakit layu bakteri, budok, dan penyakit akibat gangguan nematoda parasit. Serangan hama dan penyakit selain mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman, ternyata juga mampu mengakibatkan kematian tanaman. Oleh karena itu, pengendalian serangan hama dan penyakit dalam budidaya tanaman nilam merupakan salah satu faktor penting yang perlu dilaksanakan dengan baik.

Cara pengendalian hama/ulat-ulat tersebut terutama dengan menjaga kebersihan kebun dari gulma, pengikisan tanaman serta memangkas tanaman yang terserang dikumpulkan lalu dibakar. Untuk penyakit sama halnya dicabut , dikumpulkan lalu dibakar. Pengendalian dengan insektisida dan pestisida dapat juga dilakukan antara lain menggunakan ekstark mimba dan bio insektisida seperti beveria bessiana, metarrhizinia anisophia dengan dosis sesuai anjuran kemasan.

Penggunaan fungisida Dishare M-45 atau coboy dosis 0,3% dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit bercak daun dan pangkal batang daun, bususk akar. Pengendalian nematoda dengan menggunakan nematisida Furadan 3G (39Hm) bahan organic dan dolonit.

PANEN

Panen pada umumnya dilakukan dengan memangkas/ memotong daun dengan sedikit cabang sekunder diambi pada umur 6 bulan setelah tanam. Kemudian berturut-turut setiap 3 – 4 bulan.

Cara panen

Memotong tiga pasang daun teratas beserta batangnya. Setiap kali panen ditinggalkan satu cabang tanaman untuk merangsang pertumbuhan berikutnya.

Waktu panen

Panen pertama dilakukan setelah tanaman berumur 6 bulan sebelum daun berubah warnanya menjadi coklat, dilakukan pada waktu pagi atau sore hari agar kandungan minyak dalam daun tetap tinggi. panen selanjutnya 3 – 4 bulan setelah panen pertama.

 

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

budidaya tanaman nilam (270), pohon nilam (144), budidaya nilam 2011 (75), tanaman nilam (73), budidaya pohon nilam (63), nilam 2011 (38), tumbuhan nilam (35), cara bercocok tanam nilam (34), Budi daya tanaman nilam (33), cara budidaya tanaman nilam (28), cara menanam nilam yang baik (27), bercocok tanam nilam (24), cara menanam nilam (23), perkebunan nilam (23), menanam nilam (21), Pembibitan nilam (19), bibit nilam (17), pola tanam monokultur (17), cara pembibitan nilam (16), pengertian tanaman nilam (16), jarak tanamnilam (15), rumput nilam (15), cara tanam nilam (14), Sistem budi daya monokultur (14), pupuk nilam (13), cara menanggulangi keterbatasan lahan pada lahan miring (13), pengertian sistem budidaya monokultur (12), nama nama alat pengolahan tanaman (11), contoh budidaya monokultur (11), makalah budidaya tanaman nilam (10), cara pembibitan tanaman nilam (10), pengolahan nilam (10), keuntungan dan kerugian pupuk kandang (9), PENGERTIAN NILAM (9), contoh pengelolaan lingkungan pada tanah miring (8), pengertian sistem budi daya monokultur (8), cara perawatan tanaman nilam (8), cara merawat nilam (8), Sistem budidaya monokultur (7), bertanam nilam (7), proposal nilam (7), proposal tanaman kelapa sawit (7), cara membuat bibit nilam (6), Pengertian budidaya monokultur (6), pengertian naungan (6), keuntungan budidaya nilam (6), pemupukan nilam (6), proposal pada tanaman kelapa sawit (5), Manfaat tanaman nilam (5), makalah tanaman nilam (5), cara menanggulangi lahan pada lahan miring (5), proposal budidaya tanaman nilam (4), CONTOH PROPOSAL PENILITIAN USAHA BUDIDAYA TANAMAN PALA (4), cara menanggulangi keterbatasan lahan miring (4), sebutkan 10 hama dan penyakit tumbuhan yg disebabkan oleh virus jamur serangga (4), contoh tanaman monokultur (4), botani tanaman nilam (4), budi daya tanaman nilan (4), sistem pola tanam monokultur (4), kelebihan dan kekurangan monokultur (4), keuntungan dan kerugian pupuk buatan (3), nama-nama buku budidaya tanaman (3), contoh karya ilmiah (3), cara menanggulangi lahan miring (3), PROPOSAL PENILITIAN BUDIDAYA TANAMAN PALA (3), contoh artikel penilitian usaha budidaya tanaman pala (3), budidaya tanaman palawija (3), pengertian monokultur (3), usaha budidaya rumput dataran rendah untuk usaha peternakan (3), menanggulangi keterbatasan pada lahan miring (3), kerugian pupuk kandang (2), nilam untuk bahan tanam (2), lokasi terbaik bibit kelapa sawit umur 3 bulan diletakkan (2), PERANAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN (2), naungan tanaman (2), pola tanam polikultur tanaman (2), khasiat nilam (2), kerugian pola tanam sawit mata 4 (2), laatar belakang makalah menanam pohon (2), carilah makalah tentang budidaya padi (2), khasiat tanaman nilam (2), contoh tanaman semusim (2), daftar nama nama hama dan penyakit pada tumbuhan dan cara menanggulanginya pada tumbuhan melon (2), dosis pupuk kandang tanaman mentimun (2), gambar hama dan penyakit nilam (2), pengaruh pupuk sp 36 terhadap bibit (2), yang perlu diperhatikan agar nilam tetap subur (2), Hama yg terdapat pada tanaman nilam (2), jelaskan cara pemeliharaan tanaman budidaya (2), contoh karya tulis ilmiah tentang bercocok tanam timun (2), jelaskan cara pemupukan tanaman hidroponik (2), jelaskancontoh-contoh pembuatan karya tulis ilmiah (2), kegunaan tumbuhan nilam (2), CONTOH ARTIKEL PROPOSAL PENILITIAN BUDIDAYA TANAMAN PALA (2), makalah tentang budidaya tanaman nilam (2), cara pengelolaan tanah miring (2), bahan tanaman nilam (2), budidaya pohon nylam (2), untung rugi budidaya nilam (2), Pupuk yang baik buat pengolahan kesuburan tanah buat tanaman jahe (2), tata cara budidaya nilam (2), teknik perbanyakan melon (2), Bertanam di tanah miring (2), BUKU TANAMAN HERBAL TANAMAN NILAM (2), cara membibit kelapa sawit (2), budidaya tanah lahan miring (2), cara pemeliharaan naungan pada tanaman budidaya (2), artikel keuntungan dan kerugian pupuk kandang (2), tata cara pengelolaan nilam (1), TECHNIK MEMBIBIT NILAM (1), metode pengendalian OPT pada tanaman kacang ercis (1), tehnik membuat bibit unggul pada tanaman jagung (1), monokultur kerugian biologi (1), Nama pestisida untuk hama pada tanaman nilam (1), Naungan Pada Tanaman jagung (1), teknologi penyinaran pada tumbuhan (1), pemupukan pada nilam (1), Mengapa tanaman nilam yang tumbuh d dataran rendah mengandung kadar minyak yang tinggi (1), teknik penyiangan jagung (1), naungan dari gulma alang-alang (1), Tata cara pemupukan nilam (1), penanaman sesuai lahan (1), penanaman bibit nilam (1), pemupukan pada tanaman nilam (1), pemupukan nilam yang benar (1), tanaman tumbuh di tanah liat (1), pemupukan kelapa sawit di lahan miring (1), pembudidayaan tanaman semusim (1), panduan budidaya nilam (1), pembiakan monokultur (1), pemberian pupuk pada anggrek berapa kali seminggu (1), pemberian pupuk npk terhadap pembibitan kopi (1), pengertian tentang budidaya tanaman semusim (1), Pemangkasan pada tanaman kacang merah (1), peluang pengadaan pohon nimba di ntt (1), pemberian naungan pada tanaman tomat (1), obat hama tanaman nilam (1), Penanaman tanaman yang mengikuti garis ketinggian suatu lereng pengunungan (1), metode pemberian pupuk organik yang tepat dan benar untuk tanaman padi (1), metode makalah akar dan batang tanaman padi (1), memberikan naungan pada tanaman budidaya (1), media tanam nilam (1), untung rugi dalam budidaya tanaman jagung (1), MANFAAT PEMBERIAN NAUNGAN (1), manfaat palawija (1), Manfaat dan tujuan memberi naungan pada tanaman (1), manfaat air kelapa untuk kesuburan tanah (1), Waktu terbaik panen nilam (1), makalah tindakan budidaya tanaman (1), MAKALAH TENTANG PERAN NAUNGAN PADA TANAMAN (1), www budi daya tanaman nilam (1), www pengaruh tanah berlubang terhadap kesuburan tanah pada cacing com (1), pengaruh pupuk NPK terhadap tanaman nilam (1), makalah sistem pola tanam (1), makalah pupuk kompos terhadap tanaman timun di dalam naungan (1), makalah perbandingan teh pucuk 1 dan 2 (1), menanam nilam yang baik (1), menanam tumbuhan di tanah yang miring bertujuan (1), menyuling nilam yang bagus (1), Mengolah Tanah liat biar subur gembur secara kimia (1), tindakan budidaya tanaman padi (1), mengatasi tanah liat tanaman tumbuh (1), mengatasi tanah berkontur] (1), mengapa tanaman yang sama bila tanam didataran tinggi berumur panjang dengan tajuk yang lebih kecil (1), mengapa tanaman yang sama bila ditanam didataran tinggi berumur panjang dan dengan tajuk yang lebih kecil (1), tujuan membuat tanaman kacang dan jagung (1), Mengapa tanaman di lahan miring lebih subur dari pada di lahan datar (1), mengapa tanah harus gembur untuk lahan hortikultura (1), mengapa legum dan rumput harus ditanam bersamaan agar kualitasnya baik (1), Tujuan menanam tumbuhan di tanah yang miring adalah (1), Tujuan tanaman nilam (1), tumbuhan palawija dan kegunaannya (1), mengapa di dataran tinggi curah hujan lebih tinggi dibanding dengan di dataran rendah (1), ukuran kualitas terbaik minyak nilam (1), Makalah peranan naungan (1), penanganan tanaman jagung (1), proposal karya ilmiah budidaya kentang (1), pengolahan tanah sesuai musim untuk meningkatkan kualitas tanaman jagung (1), saat yang tepat memberikan pupuk organik pada tanaman jagung (1), pengolahan tanah miring (1), sebut dan jelaskan beberapa cekaman abiotik (1), pengolahan tanah dibidangmiring dilakukandengan cara apa (1), sebut dan jelaskan beberapa cekaman lingkungan (1), sebutkan beberapa langkah yang harus dilakukan dalam pengolahan lahan miring (1), SEBUTKAN DAN JELASKAN KERUGIAN DARI PERTANAMAN MONOKULTUR (1), pengertian sistem monokultur dalam pemeliharaan ikan (1), sebutkan pengertian dan fungsi tanaman perkebunan atau tanaman industri (1), Sebutkan tiga contoh tanaman hortikultura (1), pengertian pupuk kandang pada pertumbuhan tanaman tomat (1), sejarah botani dan manfaat tanaman nilam (1), Pengertian naungan pembibitan (1), pengertian naungan pada tanaman atau bedengan (1), penjelasan mengenai budidaya monokultur (1), ragam monokultur (1), pupuk yang dipakai pada tanaman nilam (1), Prngertian naungan pada tanaman (1), proposal penelitian tumbuhan jagung (1), proposal pengaruh pemberian pupuk kandang dan pupuk anorganik pada tanaman padi (1), pestisida untuk tanaman singkong (1), proposal perbanyakan tanaman (1), perawatan tanaman nilam (1), peranan tanaman nilam dalam berbagai bidang (1), Proses penyiangan tanaman hidroponik (1), pungsi pupuk sp 36 untuk tanaman nilam (1), Peran naungan terhadap tumbuhan tanaman jagung (1), penyulaman rumput laut (1), penyakit yang disebabkan kerja di pabrik rumput laut (1), penyakit tanaman oleh nematoda pada pisang (1), penyakit akibat kerja pada pembuatan rumput laut (1), Pupuk untuk tanaman nilam (1), sistem budi daya mono kultur (1), Pengertian naungan jenis dan bentuk naungan dan fungsi naungan pada tanaman tomat (1), sistem budi daya monokultur jelaskan! (1), tanah yang paling sesuai untuk kelapa sawit di tanam (1), tanaman hidroponik dan monokultur (1), tanaman minyak nilam dan keuntungannya (1), pengaruh pemberian pupuk organik dalam menekan pertumbuhan gulma dan meningkatkan hasil produksi kacang tunggak (1), pengaruh pemberian mulsa terhadap pertumbuhan jagung (1), pengaruh lingkungan tumbuh tanaman jagung (1), pengaruh jarak terhadap tanaman karet (1), pengaruh jarak tanamn budidaya jagung manis (1), pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah (1), pengaruh dataran tinggi terhadap tanaman (1), tanaman palawija ditanam di (1), pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan pohon kelapa (1), pengaruh budidaya tanaman terhadap flora (1), pengaruh air terhadap tumbuhan timun (1), pengaruh air terhadap tumbuhan mentimun (1), pengaruh pengolahan tanah pada tanaman (1), pengaruh pupuk kompos terhadap tanaman timun dalam naungan (1), tanah untuk menanam pohon nilam (1), Sistem pengolahan tanah di daerah miring atau lereng dilakukan secara (1), sistem perawatan dan pengendalian hama (1), sistem tumpang sari untuk mengatasi keterbatasan lahan (1), pengertian jarak tanam dan pemangkasan pucuk daun terhadap pertumbuhan hasil tanaman kacang ercis (1), pengendalian secara becocok tanam (1), solusi menanggulangi keterbatasan lahan pada lahan miring (1), pengendalian hama penyakit secara becocok tanam (1), pengelolahan tanaman nilam (1), pengelolaan lingkungan pada tanah miring (1), pengelolaan lahan miring (1), Pengaruh tanaman nilam terhadap tanaman lain (1), PENGARUH SYSTEM PENGOLAHAN TANAH DAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PA (1), pengaruh system pengolahan tanah dan pemberian mulsa organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pare (1), pengaruh pupuk terhadap pertumbuhan sirsak (1), tafsir mimpi memanen kacang tanah (1), pengadaan pupuk yang baik sebelum bertanam (1), makalah pengaruh pada tanaman kacang tanah (1), cara menanam nilam ygt baik (1), Cara pembibitan nilam yg baik (1), cara pembuatan naungan (1), cara pembudidayaan tanaman nilam yang baik (1), cara penanaman tumbuhan nilam (1), cara pengelolaan pada tanah miring (1), CARA PENGGUNAAN FURADAN 3G UNTUK MENCEGAH PENYAKIT LAYU POHON PISANG (1), Cara pengolahan lahan miring (1), cara pengolahan tanah miring (1), Cara pengolahan tanah pada lahan miring yaitu (1), cara pemberian kompos pada tanaman kayu (1), cara menyuling nilam yang benar (1), cara mengolan nilam (1), cara menanam sayuran secara polikultur (1), CARA MENANAM TANAMAN DI TANAH YANG LEMBAB (1), Cara menanggulangi keterbatasan lahan pada bidang miring (1), cara menanggulangi keterbatasan pada lahan miring (1), cara mengatasi jamur pada batang akar nilam (1), cara mengatasi keterbatasan pada lahan miring (1), Cara mengolah lahan pada daerah miring gimana? (1), cara mengolah tanah liat (1), cara mengolah tanah miring (1), cara pengolahan tanah yg baik (1), Cara Pengolahan tanahyg benar (1), contoh laporan latar belakang masalah di pabrik pupuk (1), contoh makalah budidaya nilam (1), contoh makalah penelitian tentang air kelapa (1), contoh makalah tentang pupuk dan kesuburan tanah (1), contoh pembuatan ptoposal nilam (1), contoh penelitian pertumbuhan tanaman yang di ber pupuk dan tidak di beri pupuk (1), contoh pengelolahan lingkungan pada tanah miring (1), contoh pengolahan tanaman industri swasta (1), contoh penyakit tanaman yang disebabkan nematoda (1), contoh karya ilmiah upaya mengendalikan penyakit hama pada tumbuhan padi (1), contoh cekaman tumbuhan (1), contoh cara pengolahan tanah yang baik (1), Cara penyemaian tumbuhan nilam yang benar (1), cara penyulaman tanaman kelapa sawit (1), cara perawatan tanah secara mekanis (1), cara perawatan yang baik untuk tanaman timun bagai mana? (1), cara sederhana menyulin nilam (1), 1 monokultur penanaman pola monokultur memerlukan sistem budidaya intensif mulai dari kesesuaian lahan penggunaan varietas pemupukan pengendalian hama dan penyakit serta cara dan waktu panen pola (1), cara tanam singkong yang efektif (1), cara untuk merawat minyak nilam (1), Caramengolah tanah yang baik untuk tanaman (1), contoh proposal bantuan pohon nilam (1), akibat tanah yang tidak sesuai pada tanaman (1), ARTI PENTING HAMA PENYAKIT DAN GULMA DI OOGLE (1), arti pola tanam atau sistem tanam tanaman padi serta manfaatnya (1), artikel pengaruh curah hujan terhadap tanaman (1), Bagaimana cara menanggulangi keterbatasan lahan pada lahan miring? (1), Bagaimana cara pengolahan tanah pada lahan miring ? (1), Bagaimana caranya tanam rumput nilam (1), Bagaimana proses penyebaran penyakit yang disebabkan oleh jamur dan virus pada tanaman?jelaskan! (1), bagaimanakah cara pengelolaan tanah yg miring penggunaan apakah yg tepat pada kondisi lahan tersebut (1), berbagai jenis varietas jagung yang tahan naungan (1), aplikasi ekstraksi dari 3 bahan pestisida nabati dengan berbagai konsentrasi untuk pengendalian hama pucuk (1), apakah yang dimaksud dengan monokultur (1), apakah nilam cocok di dataran rendah (1), Alasan tanaman nilam harus dipupuk (1), alat untuk teknik mengolah tanah liat (1), Anjuran Pupuk kandang sapi untuk tanaman kacang hijau (1), apa keuntungandan kerugian pupuk anorganik (1), apa pengaruh JARAK TANAM LEDAKAN HAMA / PENYAKIT PADA TANAMAN (1), apa saja kerugian tanaman monokultur (1), apa yang dimaksud sistem budi daya monokultur (1), Apa yang dimaksud sistem budidaya monokultur (1), Apa yg dimaksud dengan tanaman nilam? (1), BERCOCOK TANAM SESUAI GARIS KONTUR (1), berita perkebunan tentang jenis tanah untuk timun (1), cara budidaya singkong dengan tumpang sari dan jarak tanam (1), cara budidaya tanaman kelapa sawit (1), cara memasang naungan pada tanaman (1), Cara membibit jagung (1), cara membuat benih tanaman nilam (1), cara membudidayakan tanaman herba (1), cara memelihara bibit nilam (1), Cara memelihara nilam ?dgn baik (1), cara menanam buah nilam (1), cara budidaya nilam dan produksi lengkap dgn gambar (1), buku tanaman mentimun (1), budidaya tumbuhan nilam (1), bertanamrumputnilam (1), biji tanaman yg memiliki kadar minyak yang tinggi (1), budi daya tamaman nimba dan khasiatnya (1), budidaya kacang merah sebagai tanaman hidroponik (1), budidaya monokultur (1), budidaya nilam latar belakang (1), budidaya polikultur (1), budidaya tanaman coklat download [doc] (1), budidaya tanaman semusim (1), Cara menanam jahe dan pengolahan lahan serta pemupukanya (1), kekurangan pupuk npk (1), Kerugian-kerugian pupuk kandang bagi tanah (1), kesesuaian lahan tanaman melon (1), Kesuburan tanaman budidaya melon (1), keterbatasan lahan bidang miring (1), ketinggian tempat yang optimum untuk tanaman jagung (1), keuntungan dan kelemahan rumput laut (1), keuntungan dan kerugian penanaman tanaman secara langsung (1), Keuntungan dan kerugian penggunaan sistem monokultur (1), Jelaskan dua jenis penyakit yg disebabkan oleh cacing nematoda (1), kerugian sistem tanam monokultur (1), kerugian penanaman monokultur bagi ekosistem (1), Kerugian monokultur (1), kelapa sawit sebagai tumbuhan palawija (1), kelebihan & kekurangan kacang tanah (1), kelebihan dan kekurangan cahaya matahari terhadap tanaman (1), kelebihan kekurangan pupuk kandang (1), kelemahan dan kelebihan pupuk kandang ayam (1), kelemahan polikultur (1), Kenapa tanaman kelapa sawit bila ditanam didataran tinggi akan berproduksi rendah? (1), kerugian bercocok tanam monokultur (1), kerugian dan manfaat tanaman monokultur (1), keuntungan dan kerugiandari pupuk anorganik (1), keuntungan kerugian monokultur polikultur perikanan (1), latar belakang laporan pupuk kandang ayam (1), latar belakang pembudidayaan tanaman nilam (1), MACAM NEMATODA PADA TANAMAN BUDIDAYA (1), makala tentang pemberian dosis pupuk kandang (1), Makalah budi daya tanaman jagung (1), makalah karya ilmiah tentang budidaya kentang (1), makalah pembibitan tanaman kelapa sawit (1), makalah pembuatan manisan dengan teknologi tinggi (1), makalah penanaman sayur polikultur (1), laporan tentang pengaruh pupuk urea terhadap pertumbuhan kelapa sawit (1), laporan pengaruh air terhadap tumbuhan tomat (1), laporan pengaruh air terhadap tumbuhan mentimun (1), keuntungan monokultur (1), keuntungan pemangkasan dan naungan terhadap pertumbuhan tanaman (1), lahan miring (1), lahan yang cocok untuk nilam (1), Langkah- langkah memberi naungan sungkup (1), langkah-langkah menjaga kesuburan tanah secara kimiawi (1), Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengolahan tanah miring (1), Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengolahan lahan miring (1), laporan penelitian mengenai bakteri yang menyerang tanaman jagung (1), makalah penelitian tentang tanaman kacang kacangan (1), contoh proposal penelitian bibit tanaman perkebunan (1), gambar naungan untuk budidaya melon (1), hama dan penyakit pada tumbuhan bambu (1), hama dan penyakit tanaman nilam dan cara pengendalian (1), hama penting tanaman singkong (1), hasil penelitian hama palawija (1), jamur tanaman nilam dan cara pengendalian (1), jelaskan dua jenis penyakit yang disebabkan oleh cacing nematoda (1), Jelaskan kelebihan dan kekurangan pemberian pupuk organik? (1), jelaskan pengaruh pembudidayaan tanaman (1), fungsi pohon nilam (1), fungsi kacang nilam (1), faktor yang mempengaruhi pertumbuhan cabang pada teknik perbanyakan tanaman (1), contoh proposal tanaman jagung ari budidaya sampai pascapanen (1), contoh proposal usaha kecil pada tanaman kentang (1), daftar tanaman berdasarkan ketinggian tempat (1), dari tanaman nilam (1), definisi tanaman produksi (1), doc: makalah biaya menanam jagung (1), dosis pupuk sp36 pada bibit sawit umur 3 bulan (1), ekologi tanaman (1), ekstraksi pa nilam (1), Jelaskan teknik perawatan tanah secara intensif (1), Jelaskan teknik perawatan tanah secara intensif !!! (1), karya ilmiah pengendalian hama pada sayuran (1), karya ilmiah tentang pembudidayaan rumput gajah (1), karya tulis ilmiah ipa tentang pengaruh pemberian pupuk kandang pertumbuhan tanaman (1), karya tulis ilmiah tentang budidaya dan manfaat kacang hijau (1), karya tulis ilmiah tentang pemanfaatan lahan untuk penanaman padi (1), karya tulis tentang cara tumbuh jagung (1), kebaikan proses penyinaran pada kentang (1), kebutuhan bibit nilam untuk 1 hektar (1), kegunaan pupuk kandang pada tanaman jagung (1), karya ilmiah pengaruh pupuk organik terhadap tanaman kakao (1), karya ilmiah cara menanam kentang (1), kandungan daun nilam (1), jelaskan tentang sistem budi daya monokultur (1), jelaskan tujuan pengolahan lahan secara baik dan benar (1), jenis dan ketebalan mulsa terhadap pertumbuhan kacang hijau (1), jenis naungan pada tanaman (1), Jenis pupuk pada kelapa sawit dan kegunaanya (1), jenis sayur-sayuran yang dapat di setek (1), Jenis tanaman yg menggunakan pupuk kompos yg tahan penyakit (1), jenis-jenis pupuk yang cocok untuk tanaman jagung manis (1), jenis-jenis tanaman palawija wortel (1), kekurangan dan kelebihan tanaman hidroponik (1)

Artikel Terkait:

  1. Peluang Usaha Budidaya Nilam (bagian 1)
  2. Peluang usaha budidaya tanaman krisan (bagian 2)
  3. KONDISI MIKRO INDUSTRI EKSTRAKSI MINYAK AKAR WANGI DAN MINYAK NILAM
  4. PEDOMAN BUDIDAYA TANAMAN PALA
  5. PELUANG USAHA BUDIDAYA TANAMAN KACANG HIJAU