Peluang usaha Budidaya Kobis
Sayur mayur merupakan bahan makanan yang wajib ada dalam masyarakat kita, dikarenakan berbagai manfaat yang diperoleh oleh tubuh dari mengkonsumsi sayuran, dari kandungan gizi, vitamin, mineral serta serta. Hal ini mengakibatkan kebutuhan pasar akan sayur mayur terus meningkat. Saat ini, tingkat produksi tanaman kubis baik secara kuantitas maupun kualitas masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah sudah miskin unsur hara, pemupukan yang tidak berimbang, organisme pengganggu tanaman, cuaca dan iklim. Tingkat permintaan yang tinggi yag tidak diimbangi dengan ketersediaan pasokan menjadikan budidaya tanaman kubis sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Pemahaman akan cara tanam yang baik menjadikan kualitas hasil panen meningkat secara kualitas dan kuantitas. Berikut secara ringkas tahap-tahap budadaya tanaman kubis.
I. TAHAP PRA TANAM
A. Syarat tumbuh
1. Tumbuh dan berproduksi dengan baik pada ketinggian 800 m d.pl. ke atas, curah hujan hujan cukup dan temperatur udara 15o – 20o C.
2. Tanaman kubis dapat ditanam sepanjang tahun
3. Jenis tanah yang dikehendaki gembur, bertekstur ringan atau sarang serta pH 6 – 6,5.
B. Pengelolaan Tanah dan Air
1. Bersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman untuk menekan serangan penyakit terbawa tanah seperti akar bengkak, busuk lunak, rebah semai, dll. dengan cara dicabut dan dikumpulkan lalu dibakar atau bisa dijadikan kompos
2. Jangan menanam tanaman kubis-kubisan secara terus menerus dan lakukan pergiliran tanaman
3. Gunakan pupuk organik (SUPER NASA), khususnya di musim kemarau untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air
C. Persiapan Lahan
1. Lahan dicangkul dan dibajak sedalam 20-30 cm
2. Berikan Dolomit atau CAPTAN kira-kira 2 ton/ha jika pH <>FASE PERSEMAIAN
3. Media persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang (kompos) halus dengan perbandingan 1:1 dan ditambah 100 gr (1 sachet)- – - Natural GLIO untuk 25 kg pupuk kandang
4. Benih direndam dalam air hangat + POC NASA dosis 2 cc/lt air selama 0,5 – 1 jam lalu diangin-anginkan
5. Sebarkan benih secara merata dan teratur lalu ditutup daun pisang selama 3-4 hari
6. Semprotkan POC NASA seminggu sekali dengan dosis 3 tutup/tangki
7. Lakukan penyiraman setiap hari dengan gembor
8. Persemaian dibuka setiap pagi sampai jam 10.00 dan sore mulai pukul 15.00
9. Amati bibit kubis yang terserang penyakit tepung berbulu (Peronospora parasitica) atau ulat daun pada daun pertama, dipetik dan dibuang daun yang terserang
II. TAHAP PENANAMAN
A. Jarak tanam
Jarak tanam jarang 70 x 50 cm atau jarak tanam rapat 60 x 50 cm
B. Bibit
Bibit yang telah berumur 3 – 4 minggu memiliki 4 – 5 daun siap ditanam
C. Pemupukan
1. Pupuk dasar diberikan sehari sebelum tanam dengan dosis 250 kg/ha TSP, 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl.
2. Pupuk dasar dicampur secara merata lalu diberikan pada lubang tanam yang telah diberi pupuk kandang, kemudian ditutup kembali dengan tanah.
D. Cara tanam
1. Buat lubang tanam dengan tugal sesuai jarak tanam
2. Pilih bibit yang segar dan sehat
3. Tanam bibit pada lubang tanam
4. Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang langsung ditanam bersama bumbungnya
5. Bila bibit disemai pada polybag plastik, keuarkan bibit dari polibag lalu baru ditanam
6. Bila disemai dalam bedengan ambil bibit beserta tanahnya sekitar 2-3 cm dari batang sedalam 5 cm dengan solet (sistem putaran)
7. Setelah ditanam, siram bibit dengan air sampai basah
8. Kubis dapat ditumpangsarikan dengan tomat dengan cara tanam : 2 baris kubis 1 baris tomat. Tomat ditanam 3 atau 4 minggu sebelum kubis
III. TAHAP PRA PEMBENTUKAN KROP (0 – 49 HARI )
1. Penyiraman dilakukan tiap hari pada pagi atau sore hari
2. Pemupukan susulan dilakukan pada umur 28 hari dengan dosis 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl
3. Penyemprotan POC NASA 3 – 4 tutup/tangki ditambah HORMONIK 1-2 tutup/tangki dilakukan setiap 1 minggu sekali.
4. Penyiangan (penggemburan dan pembubunan tanah) dilakukan pada umur 2 dan 4 minggu
5. Perempelan cabang atau tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin supaya pembentukan bunga optimal
6. Hama yang menyerang pada fase ini antara lain Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.), Ulat daun kubis (Plutella xylostella L.), Ulat krop kubis (Crocidolomia binotalis Zell.), Ulat krop bergaris (Hellula undalis F.)
7. Lakukan pengamatan tiap minggu sekali terhadap hama-hama tersebut mulai kubis umur 13 hari. Populasi tertinggi terjadi pada awal musim kemarau
8. Cara pengendalian; kumpulkan dan musnah secara mekanik, sanitasi lingkungan.
9. Tanaman muda yang mati karena penyakit rebah kecambah (Rhizoctonia solani Kuhn.) dicabut, kemudian disulam dengan tanaman baru yang sehat, tambahkan Natural GLIO pada lubang tanam.
IV. TAHAP PEMBENTUKAN CROP ( 50 – 90 HARI )
1. Salah satu tahap dalam budidaya tanaman kubis adalah penyiangan secara manual dengan tangan perlu dilakukan sampai kira-kira satu minggu sebelum panen
2. Lakukan pengamatan lebih intensif terhadap hama yang merusak berat pada fase ini yaitu; Ulat Daun Kubis (P. xylostella) dan Ulat krop kubis (C. binotalis), umumnya terjadi sekitar bulan Februari – Maret
3. Serangan hama menjelang panen pada budidaya tanaman kubis tidak perlu dikendalikan dengan menggunakan bahan-bahan kimia
V. TAHAP PANEN DAN PASCA PANEN
1. Pada budidaya tanaman Kubis, pemanenan dilakukan setelah berumur 81- 105 hari
2. Ciri-ciri kubis siap panen yang perlu diperhatikan dalam budidaya kubis adalah apabila tepi daun krop terluar pada bagian atas krop sudah melengkung ke luar dan berwarna agak ungu, krop bagian dalam sudah padat.
3. Pada saat panen diikursertakan dua helai daun hijau untuk melindungi krop
4. Agar kualitas hasil tetap terjaga daun-daun kubis yang terinfeksi harus dibuang.
5. Jangan sampai terjadi memar atau luka
6. Amati penyakit Busuk Lunak (Erwinia carotovora) dan Busuk Hitam (Xanthomonas camprestris)
Penanganan pascapanen pada produksi sayuran ataupun buah-buahan sangat mempengaruhi kualitas hasil produksi. Oleh karena itu harus dilakukan penyortiran dan pengemasan dengan baik dan hati-hati agar mutu kubis dapat dipertahankan.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
pasca panen tanaman kubis (11), penyakit pasca panen (10), pasca panen kubis (8), budidaya kubis (6), panen dan pasca panen wortel (2), ciri kubis yang baik (2), cara bertani kubis (2), panen kubis (2), prospek peluang bisnis tanaman kubis (1), Tips menanam kubis (1), peluang usaha budidaya kol (1), USAHA BUDIDAYA KOL (1), bertani kol (1), contoh proposal usaha budidaya kol (1), cara bertani gubis (1), cara berkebun kubis (1), budidaya dan pasca panen kubis (1), Usaha tanaman kobis (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply