Peluang Usaha Budidaya Kayu Putih (bagian 2)
Tanaman kayu putih merupakan jenis tanaman yang mempunyai daur biologis yang panjang, cepat tumbuh, dapat tumbuh baik pada tanah yang berdrainase baik maupun jelek dengan kadar garam tinggi maupun asam dan toleran ditempat terbuka serta tahan terhadap kebakaran. Dengan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan tumbuhnya yang tinggi, serta kebutuhan tanaman kayu putih sebagai bahan baku pembuatan minyak kayu putih ataupun minyak atsiri merupakan faktor pendukung yang kuat untuk menjadikan budidaya kayu putih sebagai sebuah peluang usaha.
Setelah kita membahas bagaimana cara memperoleh bibit yang baik untuk budidaya kayu putih pada artikel sebelumnya. Bahasan kali ini kita akan ulas lebih lanjut bagaimana tehnik penanaman serta pemeliharaan tanaman kayu putih dalam budidaya kayu putih.
I. PENANAMAN
Setelah bibit siap untuk ditanam, dalam kegiatan penanaman perlu memperhatikan persiapan lahan dan teknik penanaman.
A. Persiapan lahan
Pada umumnya kayu putih relatif mudah ditanam, terutama pada jenis tanah grumosol, latosol, maupun regosol. Jarak tanam ideal pada hutan tanaman biasanya menggunakan 2 x 1 m, atau 3 x 1 m, untuk pola tanam tumpangsari.
Pengolahan lahan dapat dilakukan dengan dicangkul atau untuk lahan yang topografinya datar dapat diolah dengan traktor. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan sistem cemplongan yaitu tanah yang diolah hanya seluas 1 M2 dari titik tanam. Lubang tanam dapat dibuat dengan berbagai macam ukuran, tetapi yang dianjurkan adalah 30 cm x 30 cm x 30 cm. Lubang tanam dipupuk dengan kompos sebanyak 1-2 kg per lubang untuk memacu pertumbuhan awal tanaman.
Pemasangan ajir dengan ukuran 50-80cm agar ajir mudah dilibat dan penanaman menjadi lebih mudah.
B. Teknik penanaman
Pada budidaya kayu putih, material penanaman dapat berupa bibit dari persemaian, stump, maupun puteran. Bibit kayu putih yang ditanam harus sehat, memiliki tinggi 30-50 cm dan dari segi fisik memiliki kenampakan daun yang hijau segar, cerah, daun utuh (tidak diserang penggerek daun), batang dan perakaran baik.
Bibit memerlukan kelembaban yang tinggi sehingga pola penanaman lebih efektif apabila dilakukan pada saat curah hujan mulai tinggi (Januari – Februari).
Bibit yang siap tanam dimasukan dalam lubang yang telah disiapkan dan telah diisi kompas. Sobek polybag secara cermat jangan sampai mengenai akar muda. usahakan media tanah tetap padat agar akar tidak terhambat pertumbuhannya.
Menimbun lubang galian dengan tanah, ratakan dengan permukaan tanah, kemudian sekitar batang tanaman tanahnya ditinggikan agar genangan air tidak terkumpul pada akar yang baru ditanam.
II. PEMELIHARAAN TANAMAN KAYU PUTIH
Tanaman kayu putih adalah jenis tanaman yang tidak memerlukan pemeliharaan yang intensif. Namun umur 1-2 tahun harus lebih diperhatikan dan dipelihara. setelah berumur 2 tahun tanaman tetap dirawat, tetapi dengan intensitas Yang lebih rendah.
Kegiatan pemeliharaan meliputi penyulaman, penyiangan (weeding), pendangiran, pemupukan dan pemangkasan batang.
1. Penyulaman tanaman kayu putih
Tanaman kayu putih yang mati di areal penanaman segera disulam agar diperoleh umur tegakan yang sama dan dalam satuan jumlah pohon Yang seragam. Tanaman Yang memiliki pertumbuban lambat atau tidak sehat segera diganti dengan bibit sulaman Yang baru agar pertumbuhan penanaman seragam dan optimum pertumbuhannya. Selain itu tujuannya adalah untuk efisiensi penggunaan lahan agar lebih optimal.
2. Penyiangan tanaman kayu putih
Penyiangan dilakukan untuk membersihkan tanaman dari pengganggu (gulma) agar tidak tejadi kompetisi hara dengan tanaman pokok.
3. Pendangiran tanaman kayu putih
Pendangiran merupakan pekerjaan menggemburkan tanah pada sekitar batang pokok. Tujuannya adalah untuk memberikan aerasi tanah yang lebih baik dan sistem perakaran menjadi sehat.
4. Pemupukan tanaman kayu putih
Budidaya kayu putih, pemberian pupuk lanjutan di lapangan cukup menggunakan pupuk kandang secukupnya atau pupuk organik (NPK atau Urea) dengan dosis 100gr/pohon untuk memacu pertumbuhan perakaran batang maupun daun.
Agar lebih efektif dan efesien, pekerjaan ini dilakukan bersamaan dengan pekerjaan pendangiran dan pada saat musim hujan.
5. Pemangkasan batang tanaman kayu putih
Kegiatan pemangkasan ini bertujuan untuk permudaan cabang dan memudahkan dalam pemungutan daun. Untuk tegakan yang telah berumur lebih dari 5 tahun sebaiknya dilakukan pemangkasan setinggi 1 m, dan sebaiknya pekerjaan ini dilakukan pada akhir musim kemarau atau menjelang musim hujan.
Dengan tehnik budidaya yang baik dan perawatan yang maksimal, tanaman kayu putih ini dapat berproduksi dalam jangka panjang. Bisnis yang menguntungkan bukan!
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
tanaman kayu putih (16), budidaya pohon kayu putih (9), pohon kayu putih (8), bahan baku kayu putih (1), tentang kayuputih (1), pupuk tanaman kayu putih (1), pupuk buat tanaman kayu putih (1), Penyemaian benih kayu putih (1), peluang usaha di perkebunan kayu (1), jarak tanam pohon kayu putih (1), faktor-faktor hutan kayu putih (1), budidaya tanaman kayu berproduksi (1), budidaya bibit tanaman kayu putih (1), Bisnis tanaman kayu (1), bisnis tanam pohon kayu (1), bisnis penanaman pohon (1), usaha tanaman kayu putih (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply