Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas mengenai bunga krisan dan bagaimana memperoleh bibit bunga tersebut, pada kesempatan ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai teknik penanaman perawatan hingga proses pemanenan dan pemasarannya. Semoga teknik budidaya bunga krisan ini dapat memberikan masukan bahwa budidaya bunga krisan ini dapat dijadikan peluang bisnis yang mempunyai prospek yang cerah.

PENGOLAHAN LAHAN DAN PROSES TANAM

1) Pengolahan lahan

Karakteristik tanah yang baik untuk bunga krisan adalah tanah yang gembur, subur, dan bertekstur liat berpasir, dengan kadar keasaman/pH tanahnya antara 5,5-6,7. Bunga krisan dapat tumbuh dengan optimal pada tanah yang memiliki ketinggian antara 700-1.200 m dpl (di atas permukaan laut).Sebelum dilakukan penanaman, sebaiknya tanah diolah hingga menjadi gembur, serta bebas dari tanaman liar (gulma) dan jamur/parasit yang dapat merugikan pertumbuhan bibit krisan. Setelah itu, tanah dibiarkan selama 2 minggu.

a) Tahap selanjutnya tanah diolah kembali dengan cangkul atau bajak hingga menjadi gembur dan bebas dari tanaman liar/gulma yang mengganggu. Setelah gembur, masukan pupuk kompos atau pupuk kandang agar tanah menjadi subur.

b) Selanjutnya, buat bedengan dengan lebar kurang lebih 110 cm, tinggi kurang lebih 25 cm, jarak antarbedengan kurang lebih 35 cm, dan panjang disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia.

c) Setelah itu, buat bedengan, kemudian buat lubang tanam dan siap untuk ditanam.

d) Tanah yang mempunyai pH > 5,5, perlu diberi pengapuran berupa kapur pertanian misalnya dengan dolomit, kalsit, zeagro. Dosis tergantung pH tanah. Kebutuhan dolomit pada pH 5 = 5,02 ton/ha, pH 5,2 = 4,08 ton/ha, pH 5,3 = 3,60 ton/ha, pH 5,4 = 3,12 ton/ha. Pengapuran dilakukan dengan cara disebar merata pada permukaan bedengan.

2) Proses tanam

Dengan penanaman yang baik, Bunga krisan akan tumbuh dan berkembang dengan optimal. Adapun cara menanam bunga krisan yang baik, antara lain:

a) Bunga krisan dapat ditanam di lahan terbuka sehingga dapat terkena sinar matahari langsung ataupun dapat pulai ditanam di dalam rumah plastik yang bening sehingga matahari tetap langsung mengenai tanaman krisan. Kelebihan metoda tanam dalam rumah plastik adalah tanaman terhindar dari air hujan yang dapat merusak bunga krisan. Setelah tanah diolah dan dibuat bedengan, kemudian buat lubang tanam di bedengan. Ukuran lubang tanam adalah 10 cm x 10 cm atau 20 cm x 20 cm. Lubang tanam dibuat dengan cara ditugal dan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

b) Setelah lubang tanam dibuat, masukan bibit krisan dan urug dengan sedikit tanah sebagai penghalang agar akar bibit tidak mengenai pupuk Furadan 3G secara langsung. Setelah itu, masukan pupuk Furadan 3G sebanyak kurang lebih 8 butir ke dalam lubang tanam yang sudah dimasukkan bibit krisan tadi. Selanjutnya, urug hingga lubang tanam tertutup.

PEMUPUKAN

Pemupukan juga sangat mendukung agar bunga krisan tumbuh dan berkembang secara optimal. Diperlukan dosis dan ukuran yang tepat supaya perkembangan dapat optimal. Cara yang dapat digunakan antara lain :

1) Pupuk pertama kali diberikan pada saat bunga krisan di tanam. Jika menggunakan pupuk buatan, jenis pupuk yang digunakan adalah Furadan 3G sebanyak 6-10 butir per lubang. Selanjutnya, buat komposisi campuran pupuk antara 75 gr ZA, 75 gr TSP, dan 25 gr KCI dengan perbandingan komposisi tersebut adalah 3 : 3 :1 per m2 luas tanam. Pupuk tersebut diberikan secara merata pada tanah sambil diaduk-aduk.

2) Adapun waktu yang tepat untuk melakukan pemupukan adalah ketika bunga krisan berumur 1 bulan setelah tanam. Lakukan pemupukan secara bertahap. Pada tahap pertama, lakukan pemupukan setiap 1 minggu sekali, sedangkan pada tahap kedua, pemupukan dilakukan setiap 30 hari sekali. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan pada fase vegetatif sebaiknya berupa campuran antara 200 gr Urea, 100 gr KNO3, dan 200 gr ZA per m2 luas lahan, sedangkan pada fase generatif, sebaiknya menggunakan campuran pupuk antara 10 gr Urea, 25 gr KNO3, dan 10 gr TSP per m2 luas lahan. Campuran pupuk tersebut diberikan dengan cara disebarkan dalam lubang yang ditugal dengan posisi di samping kiri dan kanan pohon.

3) Pupuk daun digunakan dengan cara mencampurkan pupuk dengan air, yang selanjutnya akan disiram /disemprotkan pada daun.

PEMELIHARAAN TANAMAN

Pmeliharaan tanaman sangat menentukan kelangsungan hidup bunga krisan. Pada dasarnya, perawatan yang dilakukan pada bunga krisan tidak jauh berbeda dengan perawatan yang diberikan pada bunga lain. Cara-cara perawatan bunga krisan, antara lain:

1) Lakukan pemupukan secara bertahap dengan dosis yang tepat. Lakukan penyemprotan pestisida jika ada hama.

2) Lakukan penyiangan sesering mungkin agar tanaman liar/gulma hilang, jika ditemukan tanaman liar cabut hingga keakarnya.

3) Benih yang mati atau lambat pertumbuhannya dengan benih yang baru, yang memiliki kualitas baik (penyulaman).

4) Buang tangkai-tangkai yang mati dan kering atau tangkai yang diserang hama dan penyakit.

5) Lakukan penyiraman secara teratur dengan dosis yang tepat.

HAMBATAN BUDIDAYA BUNGA KRISAN (HAMA & PENYAKIT)

1) Hama

a) Thrips

Hama ini merupakan pemakan hampir semua jenis tanaman, terutama pada bagian pucuk daun. Hama ini tergolong famili Thripidae dan ordo Thysanoptera.

Indikasi: Pucuk daun tampak kering dan Iayu karena hama ini mengisap cairan yang ada di dalam daun, serta tampak bercak putih perak pada daun.

Pengendalian: Melakukan penyemprotan menggunakan insektisida. Insektisida yang biasa digunakan untuk memberantas hama ini adalah Pegasus 500 sc, Mesurol 50 wp, Dicarzol 25 sp, serta yang mengandung bahan aktif Merkaptodimetur, Endusolfan, Formothion, Metomil, Dimetoat, dan Karbaril.

b) Ulat tanah

Hama ini menyerang ujung batang sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Indikasi: Bagian pucuk tampak rusak karena hama ini menyerang ujung batang dengan cara memakannya, serta merusak tangkai.

Pengendalian: Melakukan penyemprotan menggunakan insektisida.

c) Tungau merah

Hama ini menyerang daun sehingga daun menjadi tidak normal.

Indikasi: Daun menjadi agak tebal dan tampak bercak-bercak kuning kecokelat-cokelatan pada bagian permukaan daun.

Pengendalian: Melakukan penyemprotan menggunakan pestisida dan memangkas daun yang terserang hama.

d) Pengerek daun

Hama ini menyerang daun sehingga daun tampak tidak normal.

Indikasi: Warna daun menjadi putih keabu-abuan dan daun melinting.

Pengendalian: Melakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida dan memangkas daun yang terserang hama.

2) Penyakit

a. Kerdil (chrysanhenumum stunt virus)

Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus kerdil. Biasanya, virus mulai masuk ketika tanaman masih berupa bibit.

Indikasi: Terganggunya pertumbuhan yang mengakibatkan kekerdilan, serta lebih cepat berbunga, namun bunganya berwarna pucat.

Pengendalian: Belum ada pengobatan yang efektif terhadap penyakit ini, namun cara pencegahannya untuk menghindari penularan yang lebih luas adalah buang dan bakar segera tanaman yang terkena penyakit ini.

b. Daun mozaik (chrysanthemum mild mosaic virus)

Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus mozaik. Biasanya, virus mulai masuk ketika tanaman masih berupa bibit dan menyerang pada daun.

Indikasi: Pada daun terdapat corak bergaris-garis atau belang hijau-kuning.

Pengendalian: Belum ada pengobatan yang efektif terhadap penyakit ini, namun cara pencegahannya untuk menghindari penularan yang lebih luas adalah buang dan bakar segera tanaman yang terkena penyakit ini.

c. Jamur tepung

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Oidium chrysatheemi. Jamur ini biasanya menyerang daun.

Indikasi: Terdapat tepung putih yang menyelimuti permukun, yang berakibat pada mengeringnya daun.

Pengendalian: Melakukan penyemprotan menggunakan fungisida dan memangkas daun yang terserang penyakit.

d. Jamur karat

Penyakit ini disebabkan oleh jamur Puccinia sp. Biasanya, jamur ini menyerang daun.

Indikasi:Terdapat bintil-bintil berwarna hitam atau cokelat pada permukaan daun bagian bawah.

Pengendalian: Melakukan penyemprotan menggunakan fungisida dan memangkas daun yang terserang penyakit.

PANEN

  1. Bunga krisan dapat dipanen pada saat berumur 3 bulan setelah tanam.
  2. Proses pemanenan dilakukan pada pagi atau sore hari.
  3. Cara pemanenan yang dilakukan, antara lain dipotong tangkainya atau dicabut seluruhnya hingga akar-akarnya.
  4. Sebaiknya bunga krisan dipetik pada saat bunga setengah mekar atau belum mekar penuh.

PENGOLAHAN HASIL PANEN

Setelah bunga dipanen dilakukan penyortiran hasil panen berdasarkan kualitas bunga, misalnya berdasarkan panjang tangkai bunga, ataupun besarnya kuntum bunga krisan. Bunga yang memiliki kualitas baik (tangkai bunga panjang lebih dari 70 cm, diameter pangkal lebih dari 5mm, kuntum bunga besar dan kokoh) dikelompokan dan dapat dipasarkan ke Hotel-hotel ataupun ke perangkai bunga yang sudah mempunyai nama. Pada umumnya mereka menetapkan standar bunga yang cukup tinggi, sedangkan untuk bunga hasil panen yang lain (panjang tangkainya tidak sampai 70 cm) dapat kita pasarkan kepada konsumen umum ataupun melalui pasar-pasar bunga seperti pasar Rawa belong di Jakarta Barat.

ANALISIS USAHA

Analisis usaha budi daya bunga krisan dengan luas lahan sewa 1/2 hektar yang dipanen selama 12 bulan, antara lain:

Biaya investasi

a. Sewa lahan 1/2 hektar pertahun Rp 1.700.000

b. Bibit krisan 500.000 batang @ Rp 60 Rp 30 . 000.000
Total Rp31.700.000

Biaya operasional

a. Pupuk:

1) Urea 4.155 kg @ Rp 2.000 Rp 8.310.000

2) ZA 4.650 kg @ Rp 1.500 Rp 6.975.000

3) SP-36 530 kg @ Rp 2.250 Rp 1.192.500

4) KCL 130 kg @ Rp 2.200 Rp 286.000

5) KNO3 2.380 kg @ Rp 4.250 Rp 10.115.000

6) Kapur pertanian 2.025 kg @ Rp 250 Rp 506.250

7) Pestisida 26 kg @ Rp 76.000 Rp 1.976.000

8) Pupuk kandang 15.000 kg @ Rp 250 Rp 3.750.000

b. Gaji 2 orang pegawai @ Rp 6.000.000/tahun Rp 12.000.000

Total Rp 45.110.750

c. Jumlah modal awal Rp 76.810.750

d. Panen menghasilkan 400.000 tanaman @ Rp 250 Rp100.000.000

Pendapatan Rp100.000.000

Pengeluaran Rp 76.810.750

Keuntungan Rp 23.189.250

BEP = 4 x panen

Technorati : , ,
Del.icio.us : , ,
Zooomr : , ,
Flickr : , ,

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

bunga krisan (46), cara merawat krisan (36), budidaya tanaman jamur (11), manfaat furadan (11), pupuk untuk bunga krisan (11), fungsi furadan 3g (9), perawatan bunga krisan (7), usaha bunga krisan (7), kegunaan furadan (6), bisnis bunga krisan (5), manfaat furadan bagi tanaman (2), cara membuat tanaman jamur (2), pupuk daun untuk krisan (2), pupuk furadan (2), teknik budidaya tanaman krisan (2), subsistem pengadaan budidaya bunga krisan (2), benih bunga krisan di jakarta (2), obat hama furadan (1), manisan krisan (1), usaha merawat bunga mawar (1), langkah langkah menanam krisan (1), obat penyakit pada daun bunga krisan (1), pemakaian furadan 3gr (1), pemasarandolomit (1), Pencampuran Insektisida Furadan 3g dengan pupuk (1), pengolahan bunga krisan (1), pupuk apa yang cocok di gunakan untuk tanaman bunga mawar (1), penanaman dan perawatan bunga matahari (1), pupuk yang cocok untuk bunga (1), khasiat bunga chrysanteum (1), keripik daun krisan (1), kendala tanaman hias krisan (1), dimana beli bibit bunga chrysanteum (1), cocok tanam chrysanteum (1), cara berbisnis bunga krisan (1), budibaya pohon bunga matahari (1), budi daya bunga chrisant (1), bercocok bunga crysant (1), Apakah kno3 cocok untuk jagung (1), Analisa usaha bunga matahari (1), Agar tanah menjadi gembur (1), dolomit dengan tanaman bunga (1), dosis furadan jagung (1), kendala budidaya bunga krisan (1), kegunaan furadan 3gr (1), bercocok tanam krisan (1), Kebutuhan kapur pertanian per ha (1), kebutuhan furadan per hektar (1), Kebutuhan dolomit dlm 1 ha (1), hasil produksi krisan per hektar (1), furadan 3g (1), fungsi dan kegunaan pupuk nematisida furadan 3 (1), Agar tanah jadi subur (1)

Artikel Terkait:

  1. Peluang usaha budidaya tanaman krisan (Bagian 1)
  2. Hama dan Penyakit Penting pada Krisan
  3. Teknis Budidaya Krisan Potong
  4. Teknik Budidaya Bunga Krisan Pot
  5. Budidaya Tanaman Nilam (bagian 2)