Lokasi dan Petak Kolam dalam Usaha Budidaya Ikan Gurame
Lokasi : Air. Air yang digunakan untuk mengairi kolam dapat berasal dari beberapa sumber, antara lain: sungai, danau, sumur, mata air dan air hujan. Penilaian terhadap suplai air dilihat dari kualitas dan kuantitas air. Kualitas air untuk pembesaran di kolam air tenang dapat dilihat pada Tabel.
Kualitas Air Untuk Budidaya di Kolam Air Tenang
|
Parameter |
Satuan |
Nilai |
|
Suhu |
°C |
26-32 |
|
Oksigen terlarut |
Mg/L |
5 |
|
Ammoniak |
Mg/L |
<0,1 |
|
PH |
|
6,5-9,0 |
|
CO2 |
Mg/L |
<20 |
|
Kesadahan |
Mg/L CaCO3 eq. |
>20 |
|
Alkalinitas |
Mg/L CaCO3 eq |
50-250 |
Debit air yang diperlukan tidak hanya untuk mengatasi perembesan dan penguapan, tetapi juga untuk mengencerkan kelarutan kotoran (metabolit), yang besarnya 8-15 L/ha.
Tanah. Tanah berfungsi dalam menahan genangan air. Tanah yang baik adalah liat, liat berpasir dan lempung.
Kemiringan lahan. Pada prinsipnya lahan yang baik untuk dibuat kolam adalah lahan yang mempunyai kemiringan tertentu yang memungkinkan kolam dapat diisi dan dikeringkan secara mudah, memanfaatkan gaya tarik bumi. Kemiringan artinya hubungan antara perubahan jarak horizontal (panjang) dengan jarak vertikal (tinggi) pada satu bidang tanah. Kemiringan lahan yang baik untuk dibuat kolam adalah 2-5%, artinya pada setiap perubahan jarak horizontal 100 m. terjadi perubahan jarak vertikal berkisar antara 2 sampai dengan 5 meter. Kemiringan yang baik ini disamping menghemat biaya operasional budidaya juga menghemat biaya kontruksi.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
lokasi pembudidayaan ikan gurame (1), tempat budidaya ikan (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply