PROSPEK INDUSTRI PENGOLAHAN KULIT
Makro Ekonomi : Jangka Pendek
Perekonomian nasional dalam masa reformasi ini bergerak sejalan dengan pengaruh faktor-faktor non ekonomi. Bila pada masa Orde Baru, faktor ekonomi merupakan faktor yang sangat dominan (hampir merupakan faktor tunggal) mempengaruhi pertumbuhan, sementara pada masa reformasi ini faktor sosial dan politik ikut menjadi faktor dominan yang mempengaruhi pertumbuhan. Hal ini berdasarkan pada hubungan timbal balik antara prilaku aktor ekonomi yang menggerakkan usaha ekonomi dengan prilaku pelaku-pelaku sosial dan politik di dalam masyarakat. Hubungan timbal balik tersebut mengakibatkan kedua faktor sosial dan politik, dapat menjadi faktor akselerasi yang mempercepat atau faktor dis-asselerasi yang memperlambat pertumbuhan ekonomi. Bahkan bila situasi sosial-politik dalam masyarakat mengarah pada tingkat destruktif, maka pertumbuhan ekonomi nasional akan masuk dalam lembah resesi dan depresi.
Perekonomian Indonesia sejak tahun 2000 lalu mulai menunjukkan perbaikan, walaupun belum begitu signifikan dan kondusif bagi dunia usaha. Pertumbuhan ekonomi nasional pada saat ini memang telah mendekati target yang ditetapkan, namun pertumbuhannya lebih bertumpu pada sektor konsumsi saja.
Pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh peningkatan konsumsi dalam negeri semata untuk jangka pendek masih dapat diterima, akan tetapi untuk jangka panjang bakal menjadi masalah serius bagi kelangsungan pertumbuhan ekonomi nasional. Tanpa investasi baru, tentunya akan sulit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daya serap tenaga kerja akan semakin rendah, sehingga tingkat pengangguran akan semakin tinggi.
Tidak mudah memang untuk memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan, karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa perbaikan ekonomi Indonesia saat ini sangat terkait dengan kestabilan sosial, politik dan keamanan. Bila upaya pemulihan ekonomi berjalan sesuai rencana, dalam jangka pendek pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan masih belum mengalami lonjakan yang berarti dan faktor penopangnya diperkirakan masih sama dengan tahun sebelumnya. Ekonomi Indonesia pada tahun 2003 ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,3%, karena lebih dari paroh jalan tahun 2003, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mencapai 3,6%. Untuk tahun 2004 mendatang, jika tidak terjadi gejolak pada pemilihan wakil rakyat dan presiden, diproyeksikan perekonomian Indonesia masih akan mampu tumbuh antara 4,0% – 5,0%. Namun demikian dengan pertumbuhan sebesar itu, peningkatan daya beli masyarakat diperkirakan belum menunjukkan perbedaan berarti dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Menurut data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia telah melonjak cukup tajam dari 11,3% pada tahun 1996 menjadi 23,4% pada tahun 1999, sebagai akibat krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997. Namun perhatian pemerintah yang cukup besar dalam upaya pengentasan kemiskinan, tidak mengherankan jika ratio penduduk miskin di Indonesia sedikit mengalami penurunan pada tahun 2002 menjadi 18,2% dan diperkirakan menjadi 17,4% pada tahun 2003 dan 14% pada tahun 2004 mendatang.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
industri pengolahan kulit (14), contoh usaha ekonomi makro (2), faktor dominan yang mempengaruhi ekonomi indonesia (1), faktor politik yang mempengaruhi usaha strawberry (1), macam-macam prospek smk di dunia industri dan kewirausahaan (1), masalah industri kulit 2010 (1), pelaku usaha spekulatif (1), pengolahan dan pengelolaan industri kulit (1), prospek perdagangan kulit (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply