Teknis Budidaya Nenas/nanas : Penyiapan Lahan
Teknis Budidaya
Hal-hal yang perhatikan dalam budidaya nenas/nanas adalah hal-hal berikut: kultivar apa yang akan ditanam, berapa luas areal tanam, dan apa tujuan produksi nenas/nanas. Keputusan tersebut akan mempengaruhi perencanaan dan teknik budidaya tanaman. Pasar yang dituju menentukan luas areal, kultivar yang dipilih dan jarak tanam. Industri pengalengan nenas/nanas diperlukan areal tanam yang sangat luas (ribuan hektar), dengan kultivar Smooth Cayenne dan dengan jarak tanam lebar (untuk mendapat buah dengan ukuran besar), sedangkan nenas/nanas yang diproduksi untuk buah segar hanya memerlukan areal yang tidak begitu luas, jarak tanam lebih rapat dan dengan pilihan kultivar Queen.
Selain itu perlu juga dilaksanakan ratoon. Apakah nenas/nanas akan dibiarkan dipanen dari areal yang sama hanya sekali atau sampai 12 kali. Di Blitar nenas/nanas Queen dipanen sekali dan sesudahnya tanaman dibongkar untuk ditanami kembali. Di Malaysia, tanaman dibiarkan untuk dipanen sampai 10-12 kali baru dibongkar dan ditanami lagi. Petani nenas/nanas di Jambi belum pernah membongkar tanamannya sejak ditanam lebih dari 20 tahun yang lalu. Pada kebun-kebun nenas/nanas skala besar, biasanya ratoon hanya dipertahankan dua artinya tanaman pada suatu areal dibiarkan panen tiga kali, baru dibongkar.
Penyiapan Lahan
Setelah pertanaman panen tiga kali, tanaman tua dicabut, dicacah dan dibenamkan ke lahan. Kemudian lahan dibajak dan dibuat drainase. Pada lahan miring baris tanaman harus mengikuti kontur. Jalan untuk lewat traktor dan mesin pemanen harus dibuat. Jarak antar jalan adalah dua kali jangkauan traktor, sehingga pengolahan lahan dapat dilakukan dari dua arah. Setelah lahan diolah, kapur, pupuk, herbisida dan nematisida diberikan ke tanah. Untuk penanaman baru (bukan replanting), harus hati-hati apabila sebelumnya lahan tersebut ditanami singkong atau jagung, karena biasanya banyak terdapat nematoda (terutama Pratylenchus). Herbisida yang biasa digunakan adalah yang mengandung bahan aktif paraquat dichlorida dicampur dengan metil metsulfuron. Bila terdapat alang-alang digunakan herbisida berbahan aktif isopromil amina glifosate. Contoh besarnya tenaga kerja dari persiapan hingga pemeliharaan lahan untuk nenas/nanas per hektar dapat dilihat pada tabel yang memperlihatkan tahapan dalam perkebunan serta volume kerja.
Tahapan dalam Perkebunan Nenas/nanas serta Volume Kerja (HOK).
|
No. |
Tahapan |
Volume |
|
1 |
Imas dan bakar |
17 |
|
2 |
Pengolahan tanah |
30 |
|
3 |
Pemancangan |
8 |
|
4 |
Penanaman |
40 |
|
5 |
Pemupukan |
25 |
|
6 |
Penyiangan |
20 |
|
7 |
Pemberantasan hama penyakit |
6 |
|
8 |
Perawatan teras dan parit |
8 |
|
9 |
Penyulaman |
2 |
Penyiapan lahan untuk penanaman kembali (replanting) harus dilakukan 22 – 30 hari sebelum tanam, dengan tenaga kerja sebanyak 6 – 7 HOK/ha. Pada penanaman baru penyiapan lahan dimulai 35 hari sebelum tanam dan memerlukan 20 – 25 HOK/ha
.
Pada lahan gambut, drainase harus menjadi perhatian utama. Air yang menggenang di sekitar tanaman akan menyebabkan kematian tanaman, baik karena serangan penyakit mikroba organisme maupun karena kerusakan fisiologis tanaman.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
singkong di lahan gambut (4), definisi ratoon pada perkebunan nenas (4), lahan gambut untuk singkong (3), budidaya nanas ditanah gambut (2), PERSIAPAN LAHAN NANAS (2), cara budidaya nanas dilahan gambut (1), persiapan lahan singkong (1), penyiapan lahan nenas (1), pengolahan lahan dan pemupukan kebun singkong (1), luas lahan nanas blitar (1), budidaya nanas diblitar (1), herbisida untuk nanas (1), budi daya nenas di lahan gambut (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply