Teknik Budidaya Nenas/Nanas : Prasarana
Jun.21, 2010 in
Pengetahuan Umum, Usaha Perkebunan, Usaha Pertanian
Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang diperlukan suatu perkebunan nenas/nanas bergantung pada desain kebun dan luas areal. Sarana diklasifikasikan sebagai sarana pra-produksi, produksi, pasca panen dan sarana umum, sedangkan prasarana disajikan secara umum.
Prasarana
Perkebunan nenas/nanas memerlukan prasarana sebagai berikut.
-
Saluran drainase : Kebun nenas/nanas dapat dibangun di lahan yang datar maupun bergelombang. Namun demikian saluran drainase tetap dibutuhkan untuk mempercepat pengaliran air pada saat hujan deras. Kondisi yang tergenang menyebabkan kondisi anaerob, sehingga oksigen yang diperlukan tanaman untuk respirasi akar dan mikroorganisme serta organisme pada zona akar menjadi kurang tersedia. Pada banyak tanaman, kondisi ini kurang menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan akar. Bergantung pada sifat tanah dan curah hujan, jarak antar saluran drainase berkisar 50-100 m. Pada tanah lempung yang berat dan lahan yang cekung hingga datar (yang diperkirakan potensial tergenang saluran perlu lebih intensif, sebaliknya pada tanah yang ringan saluran drainase dapat lebih jarang. Pada lahan yang miring, saluran drainase sejauh mungkin diusahakan sejajar dengan kontur. Namun jika saluran terpaksa tegak lurus (tidak searah) dengan arah kemiringan lahan maka perlu disela dengan rorak-rorak pada jarak tertentu sesuai dengan intensitas kemiringan. Jarak antar rorak semakin rapat dengan semakin curam kemiringan lahannya.
-
Bangunan kebun : Bangunan kebun tersebar pada zona penerimaan, pelayanan dan penanganan pasca panen. Beberapa standar kebutuhan bangunan umum kebun dapat disampaikan sebagai berikut (1) kantor kebun dengan luas bervariasi 200-400 m2, (2) gudang 50-200 m2, (3) rumah staf dan karyawan/buruh 36-45 m2/keluarga (untuk staf) atau 9-12 m2/orang/ ruang/orang (untuk buruh/karyawan bujangan).
-
Jaringan jalan : Jaringan jalan secara hirarkhis menghubungkan antar bagian-bagian kebun maupun antara kebun dengan luar. Jaringan terdiri atas
-
-
jalan primer yang menghubungkan kebun dengan jalan raya,
-
jalan sekunder yang menghubungkan zona-zona dalam perkebunan (zona produksi lapang, penanganan pasca panen, pelayanan, perumahan dan penerimaan),
-
jalan tertier yang menghubungan antar fasilitas dalam suatu zona dan
-
service path untuk setiap dua baris tanaman atau setiap baris ganda pertanaman dalam zona produksi. Lebar jalan (ROW) masing-masing jalan tersebut berturut-turut sekurang-kurangnya berkisar >6m, 4-6m, 2-4m dan 2 m. Jalan primer, sekunder dan tertier biasanya diperkeras sedangkan service path bergantung pada kebutuhan dapat diperkeras atau tidak. Service path merupakan jalan setapak untuk operasional kebun, untuk mengendalikan hama dan penyakit, memelihara tanaman, menyemprot zat pengatur tumbuh, panen dan sebagainya.
-
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
kebun nenas (21), perkebunan nenas (9), drainase kebun (1), kondisi perakaran nanas saat tergenang (1), sumber air dan drainase perkebunan nanas (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply