Desain kebun

Desain kebun buah-buahan menurut Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB (1998) pada prinsipnya terdiri atas zona-zona sebagai berikut.
1. Zona produksi lapang
2. Zona penanganan pasca panen
3. Zona pelayanan
4. Zona perumahan
5. Zona umum atau zona penerimaan

Zona Produksi Lapang

Zona produksi merupakan inti kebun dan mewadahi aktivitas budidaya tanaman. Zona ini terdiri atas pertanaman di lapang dan areal pembibitan. Zona ini seharusnya berada dalam suatu hamparan yang tidak terputus-putus, terbebas dari penggunaan lain seperti bangunan perumahan, dengan luasan minimum 50 ha. Pertanaman di lapang dapat terdiri atas bagian-bagian (afdeling) kebun.

Zona ini merupakan zona yang terluas dibandingkan keempat zona lainnya. Luasnya, tidak termasuk sekitar 4-5% untuk jalan kebun dan saluran drainase, mencapai 90-95% total area. Mengingat hal tersebut maka zona produksi ini dapat diletakkan relatif jauh terhadap akses utama kebun. Namun demikian dalam zona produksi haruslah terdapat jalan untuk pelayanan kebun atau service path yang secara hirarkhis dapat menjangkau hingga ke pelosok kebun, bahkan jika dapat menjangkau satuan-satuan baris ganda tanaman.

Areal pembibitan (nursery) bagi kebun yang disarankan dikembangkan di sini lebih merupakan areal untuk menanam stek batang pada pembukaan kebun baru. Pada perluasan areal, bibit diperbanyak dari anakan.

Zona Penanganan Pasca Panen

Zona penanganan pasca panen merupakan area kegiatan penanganan pasca panen dan pengolahan hasil. Proses penanganan pasca panen dan pengolahan hasil dilakukan oleh atau dengan suatu manajemen agroindustri. Dalam zona ini terdapat bangunan atau fasilitas sebagai berikut.
1. Emplasemen (area penampungan hasil)
2. Bangunan pabrik untuk pengolahan hasil dan atau penanganan pascapanen (packing house).
3. Gudang bahan mentah (hasil panen),
4. Gudang bahan pembantu (bahan kimia, karton untuk packing, tali)
5. Gudang hasil/produk akhir (gudang penimbunan sementara)

Hasil dari kebun diterima di emplasemen, sebagian disimpan sementara di gudang bahan mentah, yang lain ditangani (dibersihkan, dipilah dan diklasifikasi, dikemas) di packing house. Hasil yang telah dikemas disimpan sementara di gudang produk akhir.

Perkebunan dengan skala besar seluas sekitar 500 ha luasan zona ini meliputi sekitar 1-2%. Berdasarkan alur proses penanganan hasil, zona ini berhubungan erat dan perlu berdekatan dengan zona produksi.

Zona Pelayanan

Zona pelayanan (service area) merupakan peruntukan untuk fasilitas-fasilitas di bawah ini.
1. Bengkel/workshop
2. Gudang peralatan kebun, peralatan umum dan gudang perkakas
3. Gudang pupuk, pestisida dan kapur pertanian.
4. Garasi traktor, truk pengangkut, mobil box dan sejenisnya.

Pada perkebunan skala besar seluas sekitar 500 ha, luas zone pelayanan ini meliputi sekitar 0,5-2,0%. Zona ini berada dekat dengan zona penanganan pasca panen.

Zona Perumahan

Pada zona perumahan ini terdapat fasilitas antara lain fasilitas olah raga, masjid, unit penjernihan air (untuk air minum), ruang pertemuan dan sebagainya. Zona perumahan perlu berada jauh dari zona penanganan pasca panen untuk menghindari dampak kegiatan pasca panen yaitu polusi udara, air, suara, bau dan sebagainya. Zona perumahan perlu dirancang sedemikian, sehingga penataannya menginduksi kemungkinan kontak sosial yang besar antar tetangga. Pola (konfigurasi) cul de sac (gang buntu) dan loop pendek dapat merupakan alternatif yang direkomendasikan. Pada pola estate, rancangan lingkungan sedemikian dan ditambah dengan fasum dan fasos yang memadai dapat menambah daya tarik calon investor.

Zona Umum atau Penerimaan

Zona umum merupakan etalase perkebunan. Zona ini menampung aktivitas menerima tamu, kunjungan, melakukan promosi dan sebagainya. Dalam perkebunan dapat dihadirkan supermarket, kafetaria dan arena untuk bazar atau bursa dalam bentuk acara-acara khusus seperti pekan buah dan sebagainya.

Dalam zona ini masyarakat dan klien pihak perkebunan dapat meminta layanan informasi, mengadakan transaksi jual beli dan sebagainya. Oleh karena itu zona ini harus dekat dengan akses keluar-masuk misalnya dengan dengan jalan raya dan sebagainya.
Dalam zona ini terdapat fasilitas-fasilitas sebagai berikut.
1. Perkantoran (kantor administrasi kebun, kantor pemasaran dan sebagainya).
2. Toko, supermarket, kios, etalase, ruang pamer, kafetaria dan sebagainya.
3. Pendopo, aula atau auditorium.
4. Fasilitas umum: musholla, lapangan parkir, lapangan upacara, utilitas.

Zona penerimaan ini biasanya meliputi areal seluas 0,5% total area.

Tata Letak Tanaman

Sebagaimana diuraikan di atas mengenai zona produksi, pertanaman seyogyanya diletakkan pada areal dengan solum tanah yang dalam dan berada dekat dengan sumber air untuk irigasi. Tata letak (konfigurasi) tanaman buah-buahan sangat bergantung pada arah kemiringan lahan. Pada lahan yang miring disarankan agar baris tanaman sejauh mungkin mengikuti kontur. Pada perkebunan buah-buahan di Malaysia sistem tanam baris ganda banyak diterapkan. Sistem ini menguntungkan karena beberapa alasan di bawah ini.

  1. Memungkinkan penyediaan jalur/jalan pelayanan (service path) sehingga proses-proses pemeliharaan pertanaman, pengendalian hama dan penyakit, pemanenan dan sebagainya mudah dilakukan.
  2. Memungkinkan integrasi berbagai utilitas (irigasi, service path, drainase, rel gantung untuk transportasi hasil panen).

Kalaupun arah baris tanaman sulit untuk mengikuti kemiringan lahan maka perlu diupayakan agar dibuat teras-teras. Teras ini akan berguna untuk mengurangi erosi, dengan demikian akan menahan lapisan atas (top soil) yang subur untuk tetap berada di kebun.

Technorati :
Del.icio.us :
Zooomr :
Flickr :

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

Menanam nanas d area kebun karet (2), definisi arah baris tanaman (1), desain kebun buah organik (1), hasil menanam nanas (1), packing nanas (1), tata cara upacara bercocok tanam nenas (1)

Artikel Terkait:

  1. Teknik Budidaya Nenas/Nanas : Prasarana
  2. Teknik Budidaya Nenas/Nanas : Penanganan Pasca Panen
  3. Teknik Budidaya Nenas/Nanas : Sarana
  4. Teknik Budidaya Nenas/Nanas : Penyakit Utama Tanaman Nenas/nanas
  5. Teknik Budidaya Nenas/Nanas : Pengaturan Panen