Analisis Strategis (Analisis SWOT, Analisis Resiko dan Ketidakpastian)

Analisis strategis dilakukan untuk mengetahui strategi yang dipakai oleh praktisi usaha peternakan sapi perah ini. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengidentifikasi kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities) dan ancaman (Threat) yang dapat terjadi dalam usaha peternakan sapi perah tersebut. Faktor-faktor yang dapat dijadikan sebagai kekuatan dalam usaha peternakan sapi perah ini diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Adanya koperasi susu (KUD) yang memberikan pelayanan pengadaan modal, konsentrat, IB, kesehatan dan menyalurkan susu ke Industri Pengolahan Susu (IPS).
  2. Adanya IPS yang menampung produksi susu dari peternakan.
  3. Memiliki tenaga ahli di bidang peternakan.
  4. Pemanfaatan teknologi IB sudah meluas yang mengurangi biaya produksi dan meningkatkan laju reproduksi.
  5. Adanya balai-balai IB yang menyediakan bibit pejantan, memproduksi semen dan mendistribusikannya.
  6. Adanya petugas IB yang memberikan pelayanan IB dan kesehatan.
  7. Adanya kelompok-kelompok peternak sapi perah sebagai wadah peternak-peternak kecil yang mengkoordinasi dan menampung semua permasalahan yang berkaitan dengan peternakan.
  8. Pelatihan dan penyuluhan tentang sapi perah oleh petugas penyuluh pertanian dan petugas koperasi susu atau KUD untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak.
  9. Pelatihan dan pengembangan ketrampilan bagi karyawan perusahaan susu.

Faktor- faktor yang dapat menjadi kelemahan dalam usaha peternakan sapi perah ini diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Produktivitas sapi perah masih rendah.
  2. Kebijakan pemuliaan sapi perah yang tidak terarah karena sistem pencatatan yang kurang bagus, sehingga peningkatan mutu genetik lamban.
  3. Pengadaan bibit pejantan IB dan bahan baku konsentrat masih impor.
  4. Penggunaan bahan baku konsentrat masih bersaing dengan manusia.
  5. Keterbatasan lahan budidaya hijauan makanan ternak.
  6. Biaya produksi yang cukup tinggi.
  7. Pendidikan dan ketrampilan peternak yang masih rendah.
  8. Sistem pencatatan produksi dan reproduksi yang buruk pada peternakan rakyat.
  9. Adanya kasus pemalsuan susu.

Setelah merumuskan kekuatan dan kelemahan perusahaan, maka dilakukan analisis lingkungan eksternal untuk mengetahui peluang dan ancaman yang akan dihadapi perusahaan. Peluang (Opportunities) yang mungkin akan dihadapi dalam menjalankan usaha peternakan sapi perah diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Permintaan susu dalam negeri belum terpenuhi.
  2. Hubungan yang baik antara peternak, Koperasi Susu atau KUD dengan IPS.
  3. Jalur distribusi produk yang sudah jelas.
  4. Berkembangnya diversifikasi produk olahan susu sehingga memperluas pangsa pasar produk susu.
  5. Konsumsi susu sapi yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan susu dari ternak yang lainnya.
  6. Meningkatnya konsumsi susu terutama akibat tuntutan selera yang menginginkan aneka produk.
  7. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat.
  8. Peningkatan pengetahuan terutama ilmu gizi dan taraf hidup masyarakat.
  9. Tersedianya tenaga kerja.
  10. Adanya kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendukung pelaksanaan usaha peternakan sapi perah.
  11. Berkembangnya pasar swalayan, restoran dan lain-lain, yang dapat mendukung sistem distribusi produk.

Sedangkan faktor-faktor yang dapat menjadi ancaman bagi usaha peternakan sapi perah ini diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Krisis ekonomi yang menyebabkan harga bahan baku konsentrat naik.
  2. Melemahnya rupiah terhadap dollar.
  3. Kebijakan pemerintah yang menghambat kinerja perusahaan.
  4. Tingkat suku bunga pinjaman yang tinggi.

Langkah selanjutnya, untuk merumuskan strategi adalah mengkombinasikan analisis faktor internal dan eksternal yang ada sebagaimana disajikan dalam bentuk matriks pada tAnalisis SWOT merupakan kombinasi strategis yang dapat dipilih oleh perusahaan dalam menjalankan usahanya, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

Matriks SWOT Usaha Peternakan Sapi Perah

Kekuatan – S

1. Adanya koperasi susu (KUD) yang memberikan pelayanan pengadaan modal, konsentrat, IB, kesehatan dan menyalurkan susu ke Industri Pengolahan Susu (IPS)

2. Adanya IPS yang menampung produksi susu dari peternakan

3. Memiliki tenaga ahli di bidang peternakan

4. Pemanfaatan teknologi IB sudah meluas yang mengurangi biaya produksi dan meningkatkan laju reproduksi

5. Adanya balai-balai IB yang menyediakan bibit pejantan, memproduksi semen dan mendistribusikannya

Kelemahan – W

1. Produktivitas sapi perah masih rendah

2. Kebijakan pemuliaan sapi perah yang tidak terarah karena sistem pencatatan yang kurang bagus sehingga peningkatan mutu genetik lamban

3. Pengadaan bibit pejantan IB dan bahan baku konsentrat masih impor

4. Penggunaan bahan baku konsentrat masih bersaing dengan manusia

5. Keterbatasan lahan budidaya hijauan makanan ternak

6. Biaya produksi yang cukup tinggi

7. Pendidikan dan ketrampilan peternak yang masih rendah

8. Sistem pencatatan produksi dan reproduksi yang buruk pada peternakan rakyat


6. Adanya petugas IB yang memberikan pelayanan IB dan kesehatan Adanya kelompok-kelompok peternak sapi perah sebagai wadah peternak-peternak kecil yang mengkoordinasi dan menampung semua permasalahan yang berkaitan dengan peternakan

7. Pelatihan dan penyuluhan tentang sapi perah oleh petugas penyuluh pertanian dan petugas koperasi susu atau KUD untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak

8. Pelatihan dan pengembangan ketrampilan bagi karyawan perusahaan susu

9. Adanya kasus pemalsuan susu

Peluang – O

1. Permintaan susu dalam negeri belum terpenuhi

2. Hubungan yang baik antara peternak, Koperasi Susu atau KUD dengan IPS

3. Jalur distribusi produk yang sudah jelas

4. Berkembangnya diversifikasi produk olahan susu sehingga memperluas pangsa pasar produk susu

5. Konsumsi susu sapi yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan susu dari ternak yang lainnya

6. Meningkatnya konsumsi susu terutama akibat tuntutan selera yang menginginkan aneka produk

7. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat

8. Peningkatan pengetahuan terutama ilmu gizi dan taraf hidup masyarakat

9. Tersedianya tenaga kerja

10. Adanya kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendukung pelaksanaan usaha peternakan sapi perah

11. Berkembangnya pasar swalayan, restoran dan lain-lain, yang dapat mendukung sistem distribusi produk

Strategi S -O

1. Meningkatkan pemanfaatan teknologi IB untuk meningkatkan laju reproduksi

2. Mengembangkan skala usaha untuk meningkatkan produksi

3. Memanfaatkan kelompok-kelompok peternak, koperasi susu atau KUD, balai IB dan IPS sesuai dengan fungsinya

4. Meningkatkan kerjasama antara peternak, koperasi susu atau KUD, balai IB dan IPS

5. Mengurangi ketergantungan impor bahan baku konsentrat dengan memanfaatkan bahan baku lokal terutama by product pertanian dan limbah industri misalnya ampas tahu dan ampas tempe

Strategi W – O

1. Meningkatkan produktivitas sapi perah dengan memperbaiki mutu genetik dan manajemen beternak

2. Mengurangi ketergantungan impor bahan baku konsentrat dengan memanfaatkan bahan baku lokal terutama by product pertanian dan limbah industri misalnya ampas tahu dan ampas tempe

3. Memperbaiki budidaya hijauan makanan ternak, mengusahakan lahan untuk budidaya dan memperbaiki teknologi pengawetannya

4. Membuat dan melaksanakan kebijakan pemuliaan yang sesuai terutama memperbaiki sistem pencatatan dan memanfaatkannya

Ancaman – T

1. Krisis ekonomi yang menyebabkan harga bahan baku konsentrat naik

2. Melemahnya rupiah terhadap dolar

3. Kebijakan pemerintah yang menghambat kinerja perusahaan

4. Tingkat suku bunga pinjaman yang tinggi

Strategi S -T

1. Mengoptimalkan pelayanan KUD terutama dalam pengadaan konsentrat dengan pemanfaatan bahan baku pakan lokal untuk mengurangi ketergantungan impor

2. Pendayagunaan tenaga ahli peternakan untuk misalnya untuk memformulasikan konsentrat dengan menggunakan bahan baku lokal

3. Untuk mengatasi masalah bunga pinjaman yang tinggi dengan memperbaiki dan mempertahankan hubungan kerjasama antara pihak -

investor dan lembaga-lembaga perbankan dengan KUD, IPS dan peternak agar diperoleh modal dengan skim kredit yang sesuai dengan usaha peternakan

Strategi W -T

1. Mengurangi ketergantungan impor bahan baku konsentrat dengan memanfaatkan bahan baku lokal terutama by product pertanian dan limbah industri misalnya ampas tahu dan ampas tempe

2. Membuat dan melaksanakan kebijakan pemuliaan yang sesuai terutama memperbaiki sistem pencatatan dan memanfaatkannya

Berdasarkan analisis SWOT, maka strategi-strategi yang dapat dilakukan dalam menjalankan usaha peternakan sapi perah diantaranya adalah seperti yang dipaparkan di bawah ini.

Strategi S -O

  1. Meningkatkan pemanfaatan teknologi IB untuk meningkatkan laju reproduksi.
  2. Mengembangkan skala usaha untuk meningkatkan produksi.
  3. Memanfaatkan kelompok-kelompok peternak, koperasi susu atau KUD, balai IB dan IPS sesuai dengan fungsinya.
  4. Meningkatkan kerjasama antara peternak, koperasi susu atau KUD, balai IB dan IPS.
  5. Mengurangi ketergantungan impor bahan baku konsentrat dengan memanfaatkan bahan baku lokal terutama by product pertanian dan limbah industri misalnya ampas tahu dan ampas tempe.

Strategi W – O

  1. Meningkatkan produktivitas sapi perah dengan memperbaiki mutu genetik dan manajemen beternak.
  2. Mengurangi ketergantungan impor bahan baku konsentrat dengan memanfaatkan bahan baku lokal terutama by product pertanian dan limbah industri misalnya ampas tahu dan ampas tempe.
  3. Memperbaiki budidaya hijauan makanan ternak, mengusahakan lahan untuk budidaya dan memperbaiki teknologi pengawetannya.
  4. Membuat dan melaksanakan kebijakan pemuliaan yang sesuai terutama memperbaiki sistem pencatatan dan memanfaatkannya.

Strategi S -T

  1. Mengoptimalkan pelayanan KUD terutama dalam pengadaan konsentrat dengan pemanfaatan bahan baku pakan lokal untuk mengurangi ketergantungan impor.
  2. Pendayagunaan tenaga ahli peternakan untuk misalnya untuk memformulasikan konsentrat dengan menggunakan bahan baku lokal.
  3. Untuk mengatasi masalah bunga pinjaman yang tinggi dengan memperbaiki dan mempertahankan hubungan kerjasama antara pihak investor dan lembaga-lembaga perbankan dengan KUD, IPS dan peternak agar diperoleh modal dengan skim kredit yang sesuai dengan usaha peternakan.

Strategi W -T

  1. Mengurangi ketergantungan impor bahan baku konsentrat dengan memanfaatkan bahan baku lokal terutama by product pertanian dan limbah industri misalnya ampas tahu dan ampas tempe.
  2. Membuat dan melaksanakan kebijakan pemuliaan yang sesuai terutama memperbaiki sistem pencatatan dan memanfaatkannya.

Technorati :
Del.icio.us :
Zooomr :
Flickr :

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

prospek sapi perah (36), strategi pengembangan industri ternak perah (22), analisa usaha sapi perah (18), analisis swot industri persusuan (16), industri sapi perah (11), analisis usaha sapi perah (8), analisis usaha peternakan sapi perah (8), perusahaan sapi perah (8), analisa usaha ternak sapi perah (8), analisa usaha sapi potong (6), analisa sapi perah (5), analisa swot susu sapi (4), koperasi susu perah (4), contoh risiko dan ketidakpastian produksi di perusahaan agribisnis indonesia (3), perusahaan peternakan sapi perah (3), cara beternak sapi perah yang baik (2), kasus resiko dan ketidakpastian perusahaan agribisnis (2), kelebihan dan kekuranagn beternak sapi perah (2), industri jasa sektor sapi perah (2), permasalahan mngenai peternakan sapi perah (2), pelatihan sapi perah (2), perkembangan industri sapi perah di indonesia (2), penunjang sapi perah (2), cara membuat konsentrat sapi (2), analisa bisnis sapi perah (2), manfaat teknologi pada sapi perah (2), swot analisis usaha sapi (2), masalah-masalah yang dihadapi dalam usaha peternakan sapi (2), membuat peternakan sapi perah (1), penyuluhan dan pengemabangan pertenakan sapiperah (1), pangsa pasar susu sapi perah (1), masalah genetis sapi perah (1), masalah peternakan sapi potong di indonesia (1), pelatihan peternakan sapi perah (1), masalah ternak sapi potong (1), masalah yang dihadapi dalam pasar produk peternakan (1), peluang usaha analisa usaha budi daya sapi perah (1), pendidikan dan penyuluhan sapi perah (1), pemalsuan susu (1), masalah-masalah peternakan yang di hadapi oleh peternak (1), manajemen recording ternak sapi (1), perkembangna indusri sapi perah di dunoia (1), skripsi penyuluhan tentang peternakan sapi perah (1), skripsi segmentasi pasar pada koperasi (1), strategi pengembangan usaha sapi perah (1), swot analysis produk susu kesehatan (1), SWOT prospek pengembangan UKM (1), syarat menjadi peternak sapi perah (1), tujuan koperasi susu perah (1), upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas industri ternak (1), usaha pemerintah di bidang peternakan sapi perah (1), skripsi mengenai pengembangan usaha sapi perah (1), skripsi manajemen pemasaran yang berkaitan tahu tempe (1), sistem penunjang sapi potong (1), permasalahan pada pencatatan peternakan sapi (1), Prospek memelihara sapi perah (1), prospek peternakan sapi potong (1), prospek peternakan sapi segi ekonomi (1), prospek ternak sapi perah (1), rincian biaya budidaya sapi potong (1), sistem budidaya ternak sapi perah skala sedang (1), skripsi analisis ekonomi usaha peternakan sapi perah (1), usaha produksi susu menurut akuntansi manajemen (1), manajemen peternakan sapi perah (1), akuntansi peternakan (1), analisis swot susu sapi (1), ancaman dalam usaha sapi potong (1), artikel permasalahan susu sapi (1), aspek keuangan pengembangbiakan sapi potong (1), aspek pasar pabrik susu (1), aspek teknis pada pemeliharaan sapi potong menurut ahli (1), cara analisis faktor produksi sapi potong (1), cara membuat usaha ternak sapi perah yang baik (1), cara recording pada sapi perah (1), analisis swot pada usaha penggemukan sapi potong (1), analisis sapi perah (1), analisis resiko & ketidakpastian (1), ampas tempe buat sapi (1), analisa ekonomi sapi perah (1), analisa ekonomi usaha peternakan sapi potong (1), analisa usah sapi perah (1), analisa usaha budi daya sapi potong (1), analisis biaya usaha peternakan sapi perah (1), analisis bisnis kud (1), analisis pertumbuhan produksi sapi (1), analisis produktivitas sapi (1), contoh karya tulis tentang budidaya sapi (1), contoh skripsi pemuliaan ternak ruminansia (1), kendala usaha sapi perah (1), kerjasama budidaya sapi potong 2012 (1), kerugian beternak sapi (1), kesulitan yang dihadapi peternak sapi perah (1), kursus ternak sapi perah (1), lembaga pendukung usaha sapi potong (1), lembaga-lembaga yang mendukung pemeliharaan sapi perah (1), makalah industri sapi perah di dunia (1), makalah peranan aspek usaha ekonomi peternakan sapi potong (1), kendala budidaya perternakan sapi perah di indonesia (1), kelemahan peternakan sapi perah (1), kelemahan dan kelebihan usaha tempe (1), DISTRIBUSI DAN PEMASARAN AGRIBISNIS TERNAK SAPI PERAH (1), Faktor internal dalam usaha sapi potong (1), faktor penunjang sapi perah (1), fungsi dan tujuan manajemen keuangan ternak sapi potong (1), Hubungan antara pRoduksi distribusi dan konsumsi mENgenai home industri tempe (1), Identifikasi risiko dan ketidakpastian Perusahaan Agribisnis (1), industri peternakan sapi perah Indonesia (1), kekurangan dan kelebihan dari ampas tempe (1), kelemahan beternak sapi perah (1), makanan terbaik untuk peternakan sapi perah (1)

Artikel Terkait:

  1. Peluang Usaha Budidaya Sapi Perah
  2. PROSPEK INDUSTRI SUSU
  3. PROSPEK INDUSTRI AYAM RAS PETELUR
  4. KARAKTERISTIK KOMODITAS SAPI POTONG : PELUANG USAHA SAPI POTONG
  5. ASPEK PEMASARAN USAHA SAPI POTONG : Pengusaha Peternakan Sapi Potong