PROSPEK INDUSTRI KOPI DALAM ANALISA STRATEGIK
Analisis Strategi (Strategic Analysis)
Struktur Industri : Untuk mengetahui struktur kopi di Indonesia digunakan alat analisis Herfindahl Index. Indeks Herfindhal adalah alat analisis yang digunakan untuk mengetahui struktur pasar yang akan dihadapi suatu industri. Nilai indeks herfindhal mencerminkan pangsa penguasaan pasar suatu industri oleh perusahaan dominan. Indeks tersebut merupakan hasil penjumlahan kuadrat pangsa pasar tiap-tiap perusahaan dalam suatu industri.
H = S12 + S22 + S32 + …+ Sn2
Dimana:
H = Indeks Herfindhal
S = Pangsa Penjualan Perusahaan terhadap Industri
Indeks ini bernilai antara lebih dari 0 hingga 1. Jika indeks herfindahl mendekati 0, berarti struktur industri yang bersangkutan cenderung kepasar persaingan (competitif market), sementara jika indeks bernilai mendekati 1 maka struktur industri tersebut cendrung bersifat monopoli. Indeks herfindahl akan semakin berarti jika nilai 1/herfindahl index (1/H2) yang mencerminkan jumlah perusahaan yang menguasai suatu industri.
Didasarkan pada analisis standar dalam ekonomi industri, bahwa struktur industri dikatakan berbentuk oligopoli bila empat perusahaan terbesar menguasai minimal 40 % pangsa pasar penjualan dari industri yang bersangkutan (CR4 = 40 %). Apabila kekuatan keempat perusahaan tersebut dianggap sama, maka pangsa produksi/penjualan masing-masing perusahaan adalah 10 % dari nilai produksi/penjualan suatu industri.
Apabila suatu industri dikatakan oligopolistik maka pengusaan pasar minimum dilakukan oleh 10 perusahaan, akibatnya terdapat kecenderungan peningkatan derajat penguasaan pasar dari tahun ke tahun. Semakin sedikit jumlah perusahaan dominan dalam suatu industri (1/herfindahl index semakin kecil) maka struktur industri semakin terkonsentrasi.
Di Indonesia terdapat 375 perusahaan yang tersebar di 26 propinsi yang memiliki andil dalam perekonomian/perdagangan kopi di Indonesia. Dari 375 perusahaan tersebut diperoleh 21 perusahaan yang paling dominan dengan pertimbangan perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai penjualan/realisasi ekspor dari 4.500 ton per tahun.
Dengan mengunakan analisis herfindahl indeks, 21 perusahaan tersebut dianalisis dengan menjumlahkan kuadrat pangsa penjualan (realisasi ekspor masing-masing perusahaan ) yang kemudian diperoleh nilai indeks sebesar 0.03. Berdasarkan nilai herfindalh indeks yang mendekati nilai 0 (nol) berarti struktur industri kopi di Indonesia cenderung kearah pasar persaingan (competitive market), dimana tidak ada satupun perusahaan individual mempunyai kekuatan pasar (market power = kekuatan untuk mempengaruhi harga atau ketentuan lain dari produk yang dijual di pasar). Hal ini digambarkan oleh angka konsentrasi empat perusahaan terbesar dalam industri kopi di Indonesia (CR 4) yang menunjukkan nilai sebesar 25 persen (< 40%) yang terdiri dari PT. Aneka Sumber Kencana (10,57 persen), PT. Prasidha Aneka Niaga (6.20 persen ), PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri (5.10 persen) dan PT. Volkopi Indonesia (4.55 persen). Ini berarti konsentrasi industri kopi di Indonesia relatif rendah yang disebabkan oleh banyaknya perusahaan yang aktif dalam sub sektor tersebut.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
industri kopi (28), industri kopi di indonesia (22), Prospek tanaman kopi (20), Herfindahl index (15), pabrik kopi (14), perusahaan kopi di indonesia (8), prospek tanaman kakao (7), usaha pabrik kopi (6), indeks herfindahl (5), herfindahl index adalah (2), prospek menanam kopi (1), prospek penjualan kopi (1), analisa usaha pabrik kopi (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply