Perkembangan Produksi dan Harga dalam Industri Garment
Perkembangan Produksi dan Harga dalam Industri Garment
Produksi garment dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni dari industri dan non-industri (tailor). Ciri dari garment industri adalah sifatnya yang produk massal (mass-product), sedangkan garment non industri adalah dibuat berdasarkan pesanan yang unik setiap satuannya.
Produksi garment industri mengalami pertumbuhan yang negatif pada tahun 1998 dan 1999. Pertumbuhan negatif tersebut disebabkan oleh lesunya pasar domestik akibat krisis ekonomi yang tengah dialami Indonesia. Krisis ekonomi ini diiringi oleh melonjaknya biaya produksi, sehingga banyak industri garment yang mengurangi produksinya, bahkan menutup usahanya. Kelesuan tersebut sangat dirasakan terutama oleh perusahaan menengah kecil dan home industri. Mereka yang tetap mampu bertahan di masa krisis adalah mereka yang bisa melakukan ekspor, meskipun pasaran ekspor juga menurun karena dampak resesi global yang dialami oleh sejumlah negara tujuan ekspor.
Pada tahun 2000, produksi garment industri tumbuh sebesar 7%, namun masih jauh dibawah angka produksi pada tahun 1997. Pada tahun tersebut pasar internasional mulai pulih sehingga ekspor meningkat pesat dan mampu memacu produksi nasional meskipun pasar domestik masih stagnan. Ppertumbuhan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya permintaan di pasar domestik. Pada tahun 2001, ekspor hanya meningkat sebesar 4,5% dan pasar domestik hanya meningkat sebesar 1%, namun cukup untuk mendorong angka produksi untuk meningkat sebesar 4%.
Sementara itu, jumlah garment non-industri (yang diproduksi oleh tailor) sulit diketahui secara pasti mengingat banyaknya jumlah tailor. Dengan melakukan pendekatan melalui penggunaan bahan baku tekstil yang digambarkan dari suplainya, yaitu jumlah produksi yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik tekstil yang ada dan impor, dikurangi dengan ekspor maka dapat diperkirakan berapa besar yang dikonsumsi oleh industri garment. Dari asumsi tersebut, maka produksi garment pada tahun 1996 sampai 2001 dapat dilihat pada tabel berikut.
Total produksi garment menurut kelompok industrinya, 1997 – 2001
|
Tahun |
Produksi Garment |
Pertumbuhan (%) |
||||
|
Industri |
Porsi(%) |
Non Industri (tailor) |
Porsi(%) |
Total |
||
|
1997 |
862,465 |
94.7 |
48,269 |
5.3 |
910,733 |
– |
|
1998 |
560,422 |
95.2 |
28,257 |
4.8 |
588,679 |
(35.4) |
|
1999 |
537,470 |
94.8 |
29,481 |
5.2 |
566,952 |
(3.7) |
|
2000 |
574,932 |
94.2 |
35,399 |
5.8 |
610,331 |
7.7 |
|
2001 |
600,531 |
94.5 |
34,952 |
5.5 |
635,483 |
4.1 |
Note : Non industri adalah garment via tailor dan home industri
Diolah CIC
Sejak terjadinya krisis moneter, porsi produksi garment oleh non industri cenderung menurun. Hal ini menunjukkan bahwa selama krisis ekonomi banyak pengusaha kecil yang berhenti produksinya akibat sepinya order atau mereka mengalami kesulitan dalam permodalan.
Produk garment pada umumnya mempergunakan satuan potong (pieces), pasang (pair) atau lusin (dozen) dan lusin pasang (dozen pair), sedangkan angka produksi nasional adalah dalam ton atau kilogram. Untuk memberi gambaran mengenai jumlah garment yang diproduksi perlu dikonversi dari satuan kilogram ke satuan potong atau lusin. Mengingat jenis kain yang digunakan memiliki jenis benang serta kerapatan tenunan yang bervariasi maka berat per satuan luas tertentu juga bervariasi. Lebih jauh lagi, luas kain yang dibutuhkan untuk membuat garment juga berbeda-beda tergantung dari jenis garment yang akan dibuat. Secara umum diperkirakan bahwa 1 Kg kain tenun berkisar antara 4,5 hingga 11 meter, sedangkan untuk kain rajut kurang lebih sekitar 8 meter. Untuk menyederhanakan perhitungan maka diasumsikan bahwa satu kilogram kain sama dengan 8 meter kain, yang dapat dijadikan jenis garment sebanyak 4.5 potong,
Produksi garment dalam negeri selama periode 1997 – 2001 tumbuh rata-rata -6,8% per tahun dengan angka produksi mencapai 32,86 miliar potong pada tahun 2001 lalu. Lebih jelasnya lihat tabel berikut.
Total produksi garment dihitung berdasarkan jumlah potong, 1997 – 2001
|
Tahun |
(000′Meter) |
(000′Potong) |
% |
|
1997 |
7,285,867 |
4,098,300 |
– |
|
1998 |
4,709,429 |
2,649,054 |
(35.4) |
|
1999 |
4,535,615 |
2,551,284 |
(3.7) |
|
2000 |
4,882,651 |
2,746,491 |
7.7 |
|
2001 |
5,083,861 |
2,859,672 |
4.1 |
|
Rata-rata pertumbuhan (%) |
(6.8) |
||
*) Note: jumlah diatas ternasuk garment non-industri (home industri)
Harga rata-rata garment untuk masing-masing sub-pos HS Code pada tahun 1999 dan 2001 dapat dilihat pada tabel berikut.
Perkembangan harga garment, tahun 1999 dan 2001
|
Sub-pos HS Code |
Deskripsi |
1999 (US$/pcs) |
2001 (US$/pcs) |
|
61.01 |
Mantel, car-coat, jaket dan barang semacam untuk pria dan anak laki-laki, rajutan atau kaitan |
2.75 |
4.38 |
|
61.02 |
Mantel, car-coat, jaket dan barang semacam untuk wanita dan anak perempuan, rajutan atau kaitan |
1.30 |
6.17 |
|
61.03 |
Setelan ensemble, jas, celana panjang dll., untuk pria dan anak laki-laki, rajutan atau kaitan |
6.40 |
3.71 |
|
61.04 |
Setelan ensemble, jas, gaun dll., untuk wanita dan anak perempuan, rajutan atau kaitan |
5.99 |
3.69 |
|
61.05 |
Kemeja pria dan anak laki-laki, rajutan atau kaitan |
3.97 |
4.95 |
|
61.06 |
Blus, kemeja dan kemeja blus, untuk wanita dan anak perempuan, rajutan atau kaitan |
2.10 |
4.59 |
|
61.07 |
Celana kolor, celana dalam dan barang semacam itu untuk pria dan anak laki-laki, rajutan atau kaitan |
4.20 |
2.50 |
|
61.08 |
Rok dalam, petticoat dan barang semacam itu untuk wanita dan anak perempuan, rajutan atau kaitan |
3.13 |
3.46 |
|
61.09 |
T-shirt, singlet dan kaus kutang lainnya, rajutan atau kaitan |
2.45 |
5.60 |
|
61.10 |
Jersey, pullover, cardigan, baju rompi dan barang semacam itu, rajutan atau kaitan |
5.28 |
5.33 |
|
61.11 |
Pakaian dan perlengkapan pakaian bayi, rajutan atau kaitan |
3.42 |
2.81 |
|
61.12 |
Setelan track, ski, pakaian renang rajutan atau kaitan |
9.41 |
6.35 |
|
61.13 |
Pakaian, kain rajutan atau kaitan sudah jadi dari pos 59.03, 59.06 atau 59.07 |
3.64 |
1.95 |
|
61.14 |
Pakaian lainnya, rajutan atau kaitan |
4.56 |
4.85 |
|
62.15 |
Pantyhose, tight, kaus kaki panjang dan kaus kaki panjang lainnya, rajutan atau kaitan |
0.97 |
1.78 |
|
62.01 |
Mantel, car-coat, jaket dan barang semacam untuk pria dan anak laki-laki |
8.15 |
6.36 |
|
62.02 |
Mantel, car-coat, jaket dan barang semacam untuk wanita dan anak perempuan |
4.68 |
9.73 |
|
62.03 |
Setelan ensemble, jas, celana panjang dll., untuk pria dan anak laki-laki |
5.11 |
7.50 |
|
62.04 |
Setelan ensemble, jas, gaun dll., untuk wanita dan anak perempuan |
3.49 |
4.43 |
|
62.05 |
Kemeja pria dan anak laki-laki |
4.29 |
4.74 |
|
62.06 |
Blus, kemeja dan kemeja blus, untuk wanita dan anak perempuan |
4.76 |
5.23 |
|
62.07 |
Singlet dan kaus kutang lainnya, baju dalam untuk pria dan anak laki-laki |
2.77 |
2.42 |
|
62.08 |
Singlet dan kaus kutang lainnya, baju dalam untuk wanita dan anak perempuan |
2.89 |
5.87 |
|
62.09 |
Pakaian bayi dan perlengkapannya |
4.90 |
4.77 |
|
62.10 |
Pakaian dibuat dari kain dimaksud pada pos 56.02, 56.03, 59.03, 59.06 atau 59.07 |
5.69 |
7.53 |
|
62.11 |
Setelan track, ski, pakaian renang; pakaian lainnya |
2.98 |
5.38 |
|
Rata-rata |
3.95 |
4.99 |
Dari tabel diatas terlihat bahwa tidak terdapat pola yang jelas dalam perkembangan harga garment antara tahun 1999 dan 2001. Beberapa sub-pos produk mengalami kenaikan harga yang drastis, sedangkan beberapa sub-pos lainnya justru mengalami penurunan harga yang tajam. Penjelasan untuk hal itu adalah bahwa untuk setiap sub-pos garment bisa terdiri dari puluhan item produk yang memiliki kisaran harga yang lebar. Tabel harga yang disajikan diatas berdasarkan data ekspor, sedangkan jenis item yang diekspor dari tahun ke tahun berbeda-beda.
Sebagai contoh, dari informasi produsen, harga ekspor untuk blouse berkisar antara US$ 1.10 – US$ 15.00, sedangkan untuk dress antara US$ 4.00 – US$ 50.00. Harga produk sangat tergantung dari harga bahan baku, kualitas produk dan tingkat kesulitan pembuatannya.
Dapat disimpulkan bahwa tabel harga diatas hanya merupakan ilustrasi dan tidak bisa digunakan untuk menentukan trend harga karena jumlah item produk yang sangat banyak dan kisaran harganya sangat lebar.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
perkembangan garment (10), pertumbuhan industri garmen (9), biaya produksi garment (3), trend pertumbuhan industri garmen (2), diagram pertumbuhan industri garmen (2), dampak krisis 1998 terhadap garmen (1), tren industri garmen indonesia 2011 (1), Total produksi garmen menurut kelompok industrinya (1), tabel perkembangan industri garmen tahun ke tahun (1), tabel harga kain (1), biaya umum industri garment (1), perkembangan produksi pakaian (1), perkembangan harga bahan baku tekstil (1), cari barang garmen/home industri pakaian beserta harganya (1), harga garment (1), garmen celana dalam pria (1), biaya produksi garmen (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply