Perkembangan Ekspor Industri Garment
Produksi garment disamping ditujukan untuk pasaran domestik, juga untuk pasar ekspor. Menurut statistik ekspor, komoditi ini dikelompokan menjadi dua pos tarif Harmonyzed System (HS), yaitu HS No 61 dan No 62. HS No. 61 adalah ‘barang dan perlengkapan pakaian rajutan atau kaitan’.. Sedangkan HS 62 adalah ‘barang dan perlengkapan pakaian, tidak dirajut atau dikait’.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam tahun 1997-1998 ekspor garment Indonesia ke mancanegara mengalami penurunan. Merosotnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika (dan berbagai mata uang asing lainnya) pada waktu itu sebenarnya membuka peluang untuk meningkatkan ekspor garment Indonesia, mengingat harganya menjadi lebih kompetitif dibandingkan negara-negara pesaing lainnya yang tidak terkena krisis. Tetapi berbagai isu politik dan keamanan yang melanda Indonesia, sangat menghambat kelancaran arus ekspor ke luar negeri, bahkan produksi pun ikut terhambat. Di sisi lain, krisis ekonomi juga terjadi di sejumlah negara di kawasan Asia serta negara-negara lainnya di dunia, yang sebagian besar merupakan pasar utama ekspor garment Indonesia. Sebagai akibatnya, ekspor Indonesia pada tahun 1997 dan 1998 mengalami penurunan yang tajam.
Pada tahun 1999, perekonomiaan dunia dan kepercaayaan asing terhadaap kondisi Indonesia secara bertahap kembali pulih sehingga ekspor garment kembali bangkit. Hal ini terlihat dari volume ekspor garment yang pada tahun 1999 meningkat 68% yang merupakan peningkatan terbesar dalam 6 tahun terakhir. Pada tahun 2000, volume ekspor meningkat 7,4%, sedangkan nilainya meningkat 22%, sedangkan di tahun 2001, volume ekspor meningkat sebesar 4,1% namun nilainya turun -4,8%. Secara keseluruhan laju pertumbuhan ekspor komoditi ini selama periode 6 tahun terakhir, dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Perkembangan ekspor garment, 1997 – 2001
|
Tahun |
Volume (ton) |
Perkembangan (%) |
Value (US$’000) |
Perkembangan (%) |
|
1997 |
220,262 |
– |
2,784,906 |
– |
|
1998 |
202,328 |
(8.1) |
2,517,932 |
(9.6) |
|
1999 |
339,629 |
67.9 |
3,735,067 |
48.3 |
|
2000 |
364,860 |
7.4 |
4,561,847 |
22.1 |
|
2001 |
379,908 |
4.1 |
4,344,553 |
(4.8) |
|
Rata-rata: |
17.8 |
14.0 |
Sumber: BPS, diolah CIC
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
perkembangan garmen di indonesia (19), kondisi industri garmen (3), ekspor garmen 2010 (3), industri garmen pada tahun 2010 (2), artikel ekspor garmen (2), perkembangan produksi ekspor garmen (2), prospek industri garmen indonesia (2), perkembangan teknologi garmen di indonesia (1), perkembangan industri garmen indonesia (1), perkembangan industri garmen dunia (1), perkembangan garmen di indonesia 2012 (1), statistik industri garmen (1), perkembangan industri mesin garment (1), komoditas ekspor dikelompokan menjadi dua yaitu? (1), badan pusat statistik industri garmen (1), ekspor garment (1), Ekspor garment 2011 (1), export garment bps (1), export garment indonesia 2011 (1), garmen tahun 2010 (1), garment ekspor (1), industri garmen tahun 2011 (1), keadaan industri garmen tahun 2011 (1), volume export kopi malang 2010 (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply