Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Kopi
Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM)
Pada dasarnya kegiatan pengelolaan tanaman menghasilkan (TM) sama dengan kegiatan pengelolaan tanaman belum menghasilkan. Perbedaannya ialah pada frekuensi dan volume pekerjaan serta kebutuhan bahan baik pupuk maupun pestisida dimana pada tanaman menghasilkan lebih besar daripada tanaman belum menghasilkan.
Panen dan Pasca Panen
Tanaman kopi berbunga pada umur tiga tahun dengan buah dapat dipanen pada umur empat tahun. Waktu panen sangat dipengaruhi oleh iklim dan jenis kopi. Iklim mempengaruhi masa berbunga, kematangan buah dan periode panen. Buah kopi mulai masak kira-kira pada bulan April/Mei hingga September/Oktober. Di daerah-daerah basah, masa panen lebih lama dengan produksi harian tertinggi antara 1 – 2 % dari produksi total setahun. Di daerah-daerah kering, masa panen lebih singkat dengan produksi harian tertinggi antara 2 – 3 % atau lebih dari produksi total setahun.
Tanaman kopi berbunga tidak serentak melainkan secara bertahap sehingga menyebabkan adanya perbedaan-perbedaan umur buah dalam satu dompolan yang sama. Oleh karena adanya perbedaan umur buah tersebut, maka panen dilakukan dalam beberapa putaran, setiap putaran antara 1 – 2 minggu. Dalam setiap musim panen kopi terbagi kedalam tiga tahap, yaitu masa panen pendahuluan / permulaan (termasuk petik bubuk), masa panen besar dan masa panen terakhir (termasuk racutan dan lelesan). Ada tiga tahap kegiatan yang perlu dilakukan dalam menghadapi pemanenan buah kopi, yaitu persiapan panen, pelaksanaan panen dan pengangkutan hasil panen, baik dilakukan secara terpisah maupun secara simultan.
Persiapan Panen
-
Pembuatan Tempat Pengumpulan Hasil (TPH)
Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) dibuat untuk memudahkan pengangkutan hasil pemetikan buah kopi ke dalam truk pengangkutan serta memudahkan dalam pencatatan hasil pemetikan. Di TPH ini pula dilakukan sortasi kopi gelondong untuk memisahkan buah kopi merah/kuning dengan buah kopi hijau. Masing-masing hasil sortasi tersebut kemudian ditimbang dan dinaikkan ke dalam truk untuk diangkut ke pabrik. TPH dibuat dengan ukuran 7 m x 4 m dan di setiap blok dibuat 1- 2 unit.
Pembuatan Jalan Panen
Jalan panen merupakan sarana penting untuk pengangkutan hasil pemetikan buah kopi. Jalan panen dibuat mengelilingi, membatasi dan membagi blok ke dalam beberapa bagian serta digunakan untuk pengontrolan pekerjaan tenaga pemetik. Jalan panen harus dibuat seekonomis mungkin, tetapi dapat memudahkan pemetik mengangkut hasil petikannya ke TPH.
Alat-alat Panen
Pada saat pemanenan buah kopi, peralatan yang harus dipersiapkan adalah keranjang untuk menampung buah kopi hasil petikan, sapu lidi untuk membersihkan serasah pada piringan di bawah pohon kopi yang dipanen, karung plastik untuk menampung buah hitam dan timbangan untuk menimbang buah kopi yang telah disortasi. Pada areal kebun berskala besar, selain peralatan tersebut di atas juga dilengkapi dengan bendera petik yang biasanya digunakan untuk batas blok (bendera merah), batas areal pemetikan (bendera putih) dan TPH (bendera kuning).
Kebutuhan Tenaga Pemetik
Tenaga kerja pemetik buah kopi umumnya tenaga kerja wanita. Tenaga kerja yang digunakan umumnya merupakan tenaga kerja borongan yang jumlahnya disesuaikan dengan hasil taksasi produksi. Apabila kapasitas petik antara 30 – 80 kg dengan rata-rata 60 kg buah kopi gelondong/pemetik/hari, maka tenaga kerja pemetik yang diperlukan antara 20 – 60 HK/ha.
Taksasi Produksi
Taksasi produksi yaitu kegiatan memperkirakan potensi produksi yang akan dicapai pada musim panen yang akan datang berdasarkan perhitungan (taksasi) baik bunga maupun buah. Taksasi produksi sangat berguna dalam penyusunan rencana kerja selama kegiatan panen dan pasca panen, terutama dalam memperkirakan kebutuhan tenaga kerja pemetik, peralatan dan bahan panen serta pengolahan. Taksasi produksi terdiri atas dua tahap, yaitu taksasi bunga dan taksasi buah.
Pelaksanaan Panen
Kriteria Matang Panen
Kriteria buah kopi matang panen yaitu buah yang telah masak dan berwarna merah. Dalam satu dompolan buah kopi terdapat buah yang berbeda-beda umur dan tingkat kemasakannya. Oleh karena itu, pemetikan harus dilakukan secara bertahap dan selektif. Pemetikan hanya dilakukan terhadap buah-buah yang matang merata atau matang kuning. Pemetikan terhadap buah matang hijau tidak boleh lebih 3 % dari produksi buah total. Pemetikan terhadap buah-buah kopi yang telah kering karena lewat masak harus dilakukan untuk mencegah perkembangan hama bubuk buah. Di perkebuanan kopi berskala besar, hasil panen buah superior (merah/kuning) minimum 90 %, sedangkan buah inferior (hijau, kering) maksimum 10 persen. Hal tersebut perlu diperhatikan untuk memperoleh kopi hasil olahan yang bermutu baik.
Hanca panen
Hanca panen /petik yaitu jumlah pohon (larikan pohon) yang dapat dipanen oleh seorang pemetik dalam satu hari. Di perkebunan kopi biasanya diterapkan sistem hanca giring, yaitu apabila pemetik tetap menyelesaikan pemetikan pada larikan pohon tertentu bisa pindah ke larikan pohon lainnya sampai pekerjaan pemetikan selesai.
Tenaga kerja yang digunakan untuk pemetikan yaitu tenaga kerja harian atau tenaga kerja borongan. Pada sistem borongan, upah tenaga pemetik ditetapkan berdasarkan prestasi kerja, yaitu hasil buah kopi dalam kg dikalikan harga buah kopi per kg. Harga buah kopi hasil panen pemetik biasanya lebih tinggi pada awal dan akhir musim panen dengan menurun pada saat musim panen raya.
Rotasi Panen
Rotasi panen yaitu selang waktu antara satu periode pemetikan ke periode pemetikan berikutnya. Rotasi panen atau disebut juga gilir petik/siklus petik pada tanaman kopi berkisar antara 7 – 14 hari, bergantung pada keadaan iklim, jenis kopi dan ketersediaan tenaga kerja pemetik.
Aturan Teknis Panen
Pemungutan hasil atau pemanenan merupakan tujuan akhir dari suatu proses produksi tanaman. Oleh karena itu ketepatan dalam penyusunan perencanaan dalam pelaksanakan pemanenan serta pengawasan sangat diperlukan untuk mencapai efisiensi, efektifitas dan produktivitas yang tinggi. Perencanaan harus dimulai dari pelaksanaan taksasi produksi yang tepat, baik waktu maupun hasilnya. Dengan taksasi produksi kebutuhan tenaga kerja pemetik, peralatan dan bahan serta persiapan mesin-mesin pengolahan dapat ditentukan.
Dalam pelaksanaan pemetikan, hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu ketepatan pelaksanaan rotasi panen, pencapaian jatah kerja pemetik setiap hari, kualitas hasil pemetikan dan kebersihan pemetikan.
Pengangkutan Hasil Panen
Setelah buah kopi dipetik, dilakukan sortasi lapang sebelum hasil panen ditimbang. Sortasi lapang bertujuan memisahkan antara buah masak merah dengan buah masak hijau dan buah merah sebagian serta membersihkan kotoran-kotoran berupa daun, ranting yang terbawa saat panen. Penimbangan antara buah masak merah (termasuk buah merah sebagian) dan masak hijau dipisahkan.
Buah kopi yang sudah ditimbang dinaikkan ke dalam truk dan diangkut ke pabrik. Di pabrik dilakukan penimbangan kembali sebelum buah kopi dimasukkan ke dalam bak penerimaan, yang berfungsi sebagai alat kontrol selama pengangkutan.
Pasca Panen
Biji kopi yang dapat diperdagangkan adalah berupa biji kering yang sudah terlepas dari daging buah, kulit tanduk dan kulit arinya. Butiran biji kopi yang demikian disebut kopi beras (coffee beans) atau market coffee.
Kopi biji berasal dari kopi gelondong yang telah mengalami beberapa tingkat proses pengolahan pasca panen. Secara garis besar pengolahan kopi untuk menghasilkan kopi biji berdasarkan cara kerjanya dibedakan menjadi dua yaitu pengolahan kopi basah (West Indische Bereiding) dan dengan cara kering (Oost Indische Bereiding).
Pengolahan kopi di perkebunan besar baik yang dilakukan secara basah maupun kering melalui tahapan pekerjaan pengumpulan buah. Khususnya dalam pengolahan secara basah memerlukan banyak air sehingga tempat mesin-mesin pengolahan kopi dipilih yang lebih rendah. Dengan demikian aliran air akan lancar dan mengangkut buah kopi dari suatu proses ke tahap proses lainnya.
Dalam pengolahan berskala besar, buah kopi dari kebun diangkut dengan lori, gerobak, truk dan sebagainya, dikumpulkan dalam suatu bak perendam dengan dasar miring ke pusat (Gambar Lampiran 3). Bak perendaman ini dasarnya miring ke arah letak corong mesin pengupas buah (pulper). Letak mesin pulper lebih rendah dari pada dasar bak. Air diisikan ke dalam bak dan diaduk sehingga buah yang ringan terpisah dari buah yang berat. Buah berat merupakan buah yang masak dan bernas, sedangkan buah yang terapung adalah buah muda dan rusak.
Buah kopi yang bernas akan masuk corong mesin pulper besar, sedangkan yang ringan akan masuk diteruskan oleh air ke mesin kecil yang khusus mengupas buah ringan saja. Buah hijau dan kering dipisahkan tersendiri yang akan diproses secara kering. Bagian yang bukan buah kopi atau benda asing berupa batu kerikil, pasir dan tanah akan terpisahkan dibagian dasar bak dan secara berkala akan dibuang.
Buah kopi yang berwarna merah jangan tercampur dengan buah yang terlewat masak dan buah muda. Buah yang masak tersebut harus cepat dikupas, karena sari buah akan mengalami fermentasi. Buah kopi harus segera dikelupas dalam waktu 12 – 20 jam, bila tidak akan terjadi pemanasan akibat dari respirasi atau fermentasi buah
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
budi daya kopi ateng (81), cara menanam kopi ateng (62), masa panen kopi (27), alat pemeliharaan tanaman (26), tahapan pasca panen kopi (25), umur panen kakao (21), umur panen kopi (11), mesin pemeliharaan tanaman (11), taksasi tanaman karet (11), taksasi kopi (10), taksasi panen (10), pengertian taksasi produksi (10), manajemen pasca panen kopi (10), kriteria tanaman menghasilkan (10), PEMELIHARAAN KOPI ATENG (10), umur tanaman kopi (9), alat mesin pemeliharaan tanaman (8), alat-alat pemeliharaan tanaman (7), pasca panen tanaman teh (7), pohon kopi ateng (7), produksi tanaman kopi (7), taksasi tanaman (6), cara panen kopi (5), umur panen tanaman kakao (5), usia tanaman kopi (4), umur pohon kopi (4), alat pemetik buah (3), umur panen tanaman kopi (3), produksi biji kopi dalam setahun (3), taksasi cengkeh (3), persiapan panen karet (3), taksasi produksi kelapa sawit (3), pengertian taksasi dalam kelapa sawit (2), pengolahan pasca panen tanaman karet (2), periode panen tanaman cengkeh (2), peralatan yang harus disiapkan saat pasca panen (2), Gambar Tanaman Kopi umur 2 Tahun (2), kriteria waktu panen adalah (2), hasil 1 pohon produksi cengkeh per tahun (2), lama pemeliharaan teh (2), persiapan panen pada tanaman kopi (2), gambar/foto pohon tanaman kopi yg umur 1 tahun (2), budidaya alat pemetik pepaya (2), car pengangkutan teh dengan mesin modern (2), berapa lama usia pohon kopi (2), mencatat hasil panen kopi liberica (2), pohon cengkeh panen berapa kilo (2), penanganan lepas panen tanaman cengkeh (2), cara menghitung produksi kakao (2), alat pANEN tanaman kopi (2), taksasi tanaman produksi (2), pasca panen pada tanaman cengkeh (1), panen kopi ateng (1), perbedaan menanam kopi dan coklat (1), pemeliharaan dan pasca panen kakao (1), perawatan pada mesin yg digunakan kelapa sawit (1), pemeliharaan sawit TM (1), pemeliharaan tanaman sawit menghasilkan (1), pengelolaan usaha budidaya tanaman kelapa sawit (1), pemeliharaan tm (1), pencatatan biaya taksasi perkebunan (1), pengelolaan pemetikan tanaman teh (1), perencanaan pengelolaan tanaman cengkeh (1), perencanaan tanaman cengkeh (1), sebelum panen teh (1), siklus tanaman kopi (1), spesifikasi alat pemetik pepaya (1), tahapan panen kakako (1), tahapan pelaksanaan kegiatan dalam budidaya kakao (1), Bagaimana cara petik tanaman karet (1), taksasi panen sawi per ha (1), teknik pengolahan tanaman cengkeh (1), Umur berapa tanaman kakao menghasilkan bunga dan buah (1), umur kopi dan produksi (1), www usia panen cengkeh coklat dan kopi dan karet com (1), rumus mencari taksasi panen dalam kelapa sawit (1), rotasi panen cengkeh (1), perisapan panen tanaman kopi (1), perlakuan akuntansi kelapa sawit (1), perlakuan akuntansi untuk pohon sawiT (1), Tahap tahap panen kelapa sawit (1), produksi biji kopi dalam 1 hektar (1), produksi kopi ateng pertahun (1), produksi tanaman kopi per tahun (1), produksi tanaman sawit sesuai umur tanam (1), produktivitas tanaman cengkeh (1), rencana teknis budidaya tanaman kelapa sawit (1), respirasi buah sawit setelah pasca panen \ (1), waktu panen lada (1), alat alat memanen tanaman lada (1), berapa tahun lama produksi tanaman kakao (1), budidaya alat pemanen mangga (1), budidaya alat pemetik kopi (1), cara bertani kopi modern (1), Cara cari rumus nya taksasi panen kelapa sawit (1), cara memupuk kelapa sawit dan jangka waktunya (1), cara menanam dan memanen kopi (1), cara menghitung kebutuhan tenaga kerja TBM kelapa sawit (1), cara menghitung taksasi produksi kelapa sawit (1), cara merawat sawit yang sudah panen (1), cara panen cengkeh dn alat alat nya (1), cara penanganan lepas panen tanaman kopi (1), cara penghitungan harga biji kopi (1), cara sukses berkebun kopi ateng (1), berapa lama menanam coklat (1), berapa kilo biji kopi per pohon (1), batasan pestisida dalam buah kelapa sawit (1), alat alat pememik bunga cengkeh (1), alat dan mesin pemeliharaan tanaman teh (1), alat memanen tanaman lada (1), alat panen cengkih (1), alat pemanen buah mangga dan spesifikasi (1), alat pemetik buah durian (1), alat pemetik buah modern (1), alat pemetik kelapa sawit (1), alat pemetik kelapa secara modern (1), alat yang digunakan dalam budidaya teh (1), analisa biaya tanam lada putih (1), Apa yang dimaksud dengan taksasi panen (1), apa yang dimaksud dengan TM 1 TM 2 dalam perkebunan kelapa sawit (1), bahan dan alat yang digunakan untuk budidaya kakao (1), Contoh Rencana kegiatan untuk tahapan dari penanaman hingga panen (1), format pencatatan pengangkutan hasil panen (1), macam-macam alat pemetik buah (1), Manajemen usaha budidaya tanaman kelapa sawit (1), masa berbunga kakao (1), Masa panen kelapa sawit dari berbunga (1), Masa panen kopi per tahun (1), masa tanam kopi hingga panen (1), materi pengelolaan harian kebun (1), mencari taksasi produksi pada kelapa sawit (1), menghitung biaya pemanenan lada (1), mesin pemeliharaan tanaman perkebunan (1), mesin pengupas pembersih daun sawit (1), panduan menanam sawit sampai berproduksi (1), panen & pengangkutan tanaman kakao (1), panen cengkeh berapa (1), lamanya waktu berbunga tumbuhan teh (1), Lama panen teh (1), lama masa panen pohon kopi (1), format pencatatn hasil kelapa sawit (1), gambar alat panen kopi liberika (1), gimana cara bertani kakau yang baik dan mengelola yang baik (1), hasil panen kopi 1hetar (1), hasil panen kopi per hektar (1), hasil panen lada per pohon (1), hasil panen teh per tahun (1), hasil produksi panen kopi per tahun per ha (1), jangka waktu panen tanaman kakao (1), kebutuhan tenaga kerja panen lada (1), kelompok tanaman menghasilkan kelapa sawit (1), kopi dalam 1 hektar menghasilkan berapa kilo (1), kriteria matang panen tanaman lada (1), Kriteria panen lada (1), panen kakao umur tanam (1)Artikel Terkait:
- Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam Budidaya Tanaman Kopi
- Teknik Pemeliharaan Tanaman Kopi dalam Usaha Budidaya Tanaman Kopi
- Irigasi dan Pemeliharaan Saluran Drainase dalam Usaha Budidaya Tanaman Kopi
- Pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet
- Pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam usaha Budidaya Tanaman Karet

Leave a Reply