Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam Budidaya Tanaman Kopi
Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam Budidaya Tanaman Kopi
Pemeliharaan tanaman baik pada saat belum menghasilkan maupun tanaman menghasilkan tidak selamanya berurutan, akan tetapi disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di kebun, sehingga pada praktiknya antara blok yang satu dengan blok yang lain bisa saja berbeda. Begitu juga antara tahun yang lalu dengan tahun yang sekarang, urutan pelaksanaan pemeliharaan berbeda.
Pengendalian Gulma
Tanaman kopi muda (TBM) perlu dijaga agar tetap bebas dari gangguan gulma dengan menjaga tanaman radius 1 m tetap bersih dari gulma. Penutupan gulma dijaga agar tidak lebih dari 20 % dan tinggi gulma di bawah 20 cm.
Cara pengendalian gulma yang digunakan disesuaikan dengan sarana dan tenaga yang tersedia. Kombinasi antara cara mekanis dan pemberian mulsa merupakan cara yang dianjurkan. Pekerjaan pengendalian gulma meliputi: pembabatan apabila perlu, pencangkulan ringan pada saat menjelang pemupukan dan pemberian mulsa pada saat menjelang musim kemarau.
Untuk mengendalikan gulma khusus seperti alang-alang (Imperata cylindrica), mikania dan teki sebaiknya dilakukan secara mekanis dan kimia (herbisida). Pengendalian secara kimia untuk alang-alang dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu blanket spraying (penyemprotan menyeluruh), spot spraying (penyemprotan setempat) dan wiping (penyemprotan). Herbisida yang digunakan yaitu yang mengandung bahan aktif Dalapon dengan dosis 8 kg/ha atau Glyfosat dengan dosis 3 – 6 l/ha.
Pengendalian secara kimia untuk mikania digunakan 2,4 D-amine dengan dosis 1,5 – 2,0 l/ha, kemudian diulang 3 – 4 minggu kemudian dengan penyemprotan setempat (spot spraying) dengan dosis 0.5 – 1.0 l/ha. Pengendalian teki secara kimia dapat digunakan herbisida berbahan aktif Glyfosat dosis 1 – 2 kg/ha.
Pemupukan dan Pemberian Mulsa
Kebutuhan tanaman kopi akan unsur hara berbeda baik menurut umur tanaman, jenis tanaman, maupun jenis unsur hara. Pada tanaman kopi muda kebutuhan unsur hara berturut-turut dari yang terbesar, yaitu N, K, Ca, Mg dan P. Jenis kopi Arabika membutuhkan unsur hara lebih banyak daripada jenis kopi Robusta. Demikian pula klon/varietas yang daya produksinya lebih tinggi membutuhkan unsur hara lebih banyak daripada klon/varietas yang daya produksinya lebih rendah.
Untuk menentukan dosis pupuk yang tepat harus dilakukan melalui analisis tanah, analisis daun, percobaan lapangan serta produksi yang lalu dan produksi yang diharapkan. Apabila belum ada data hasil analisis hara tersebut ataupun data hasil percobaan pemupukan di daerah yang bersangkutan, maka dapat digunakan dosis pupuk tentatif seperti yang tercantum pada tabel.
Dosis Tentatif Pemupukan Tanaman Kopi
|
Umur (tahun) |
N |
P2O5 |
K2O |
|
(g/ph/th) |
|||
|
1 |
20 |
20 |
20 |
|
2 |
40 |
40 |
40 |
|
3 |
60 |
40 |
60 |
|
4 |
80 |
40 |
80 |
|
5 – 10 |
120 |
60 |
120 |
|
>10 |
160 |
80 |
160 |
Sumber: Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (1997 b)
Pemupukan pada tanaman kopi dilakukan dengan cara menaburkan pupuk pada alur yang melingkari piringan tajuk tanaman sedalam 10 cm, kemudian alur pupuk tersebut ditutup kembali. Pemupukan dilakukan minimal dua kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. Pada awal musim hujan tanaman memerlukan nitrogen untuk pertumbuhan vegetatif, sedangkan pada akhir musim hujan tanaman memerlukan pupuk kalium untuk fase generatif. Selain digunakan pupuk anorganik, dianjurkan juga penggunaan pupuk organik. Pupuk organik yang biasa digunakan yaitu limbah pengolahan kopi (kulit buah, daging buah, dan kulit tanduk) dan limbah industri gula (blotong). Limbah industri tersebut dihamparkan pada piringan di bawah tajuk tanaman.
Untuk meningkatkan efisiensi serapan hara oleh tanaman kopi, maka sebelum pemupukan terlebih dahulu dilakukan pemangkasan kopi dan tanaman pelindung, pengendalian gulma pada piringan dan perbaikan teras. Hal ini dimaksudkan agar penyerapan pupuk dilakukan secara efektif bagi peremajaan dan pertumbuhan tanaman.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
pemeliharaan kopi (30), teknik budidaya tanaman teh (15), pemupukan kopi (14), tanaman belum menghasilkan teh (12), pemupukan pada tanaman kopi (11), pemupukan tanaman kopi (10), gulma pada tanaman kakao (7), pemupukan pada tanaman teh (5), perawatan khusus pada tanaman kopi (4), Teknik Pemeliharaan Tanaman Kakao (3), pemeliharaan tbm dan tm karet (3), pengelolaan tanaman teh (2), Perlakuan khusus pada tanaman perkebunan kopi (2), pengendalian gulma alang-alang pada kakao (2), pupuk untuk pohon kopi (2), pupuk untuk tanaman kopi (2), herbisida kimia (2), cara merawat kopi dan pemupukannya (2), teknik pengendalian gulma pada tanaman teh (2), dosis pemupukan kopi (2), teknik penyemprotan herbisida (2), Takaran untuk pemakaian pupuk pada pohon karet (1), teknik pemupukan tanaman teh (1), teknis pemupukan kopi arabika (1), perawata karet tbm (1), pupuk organik untuk tanaman kopi (1), penyemprotan gulma karet unggul (1), pengendalian gulma pada tanaman teh (1), pengendalian gulma pada tanaman coklat (1), www Fungsi kalium untuk tanaman kopi arabika Com (1), perawatan tanamam kopi kakau dimusim hujan (1), perawatan tbm dan tm (1), tabel dosis pupuk pada karet (1), pupuk yang cocok untuk kopi (1), tanaman pelindung karet (1), pupuk untuk tanaman kakao (1), tbm karet menghasilkan (1), pupuk Musim penghujan untuk kopi kakau (1), pupuk kalium untuk karet puslit karet (1), Pohon karet dan pemupukanya (1), perlakuan kimia pada tanaman kopi (1), perlakuan khusus perkebunan karet (1), teknik pemeliharaan kakao tbm (1), Penyemprotan pohon cengkeh (1), pengelolaan tanaman kopi (1), herbisida pada tanaman kopi muda (1), analisis akuntansi terhadap tanaman belum menghasilkan (1), herbisida kebun karet TBM (1), dosis pupuk untuk TBM usia 4 bulan kopi kakau (1), Dosis pupuk tanaman perkebunan (1), dosis penyemprotan herbisida (1), Dosis pemupukan kebun karet umur 4 th (1), dosis pemupuka tanaman karet (1), cara yng baik pemupukan tanaman kopi (1), cara pemupukan perkebunan karet (1), cara pemupukan pada tanaman coklat (1), cara menentukan dosis pupuk (1), cara memelihara tanaman teh (1), analisis secara akuntansi tentang tanaman belum menghasilkan (1), herbisida untuk tanamam kopi (1), Jenis Pupuk untuk tanaman kopi (1), penanaman pemupukan penyemprotan tanaman kopi (1), pemupukan tanaman kopu (1), Dosis dan jenis pupuk untuk tanaman karet (1), pemupukan tanaman cacao (1), pemupukan secara piringan kakao (1), pemeliharaan pemupukan penyemprotan tanaman kopi (1), pemeliharaan pembuatan piringan (1), pemeliharaan budidaya tanaman teh (1), Metode perawatan perkebunan karet umur 4 tahun (1), mENGENDALIKAN PENYAKIT PADA TBM DAN TM (1), mekanis pembrantasan gulma pada kopi (1), makalah penyemprotan herbisida (1), kakao fase tanaman belum menghasilkan (1), jenis pupuk untuk tananam kopi kakau (1), analisis akuntansi untuk tanaman belum menghasilkan (1)Artikel Terkait:
- Pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dalam usaha Budidaya Tanaman Karet
- Pengelolaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Karet
- Pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM) dalam Usaha Budidaya Tanaman Kopi
- Teknik Pemeliharaan Tanaman Kopi dalam Usaha Budidaya Tanaman Kopi
- Irigasi dan Pemeliharaan Saluran Drainase dalam Usaha Budidaya Tanaman Kopi

Leave a Reply