Mengingat industri garment adalah industri yang padat karya, faktor utama yang penting untuk menentukan lokasi adalah ketersediaan tenaga kerja. Oleh karena itu, industri garment pada umumnya dipilih yang dekat dengan pemukiman penduduk. Faktor kedua adalah kelancaran sarana transportasi, jika pabrik garment tersebut berorientasi ekspor maka kedekatan dengan pelabuhan menjadi pertimbangan yang penting. Selanjutnya, aspek-aspek seperti kedekatan dengan pasar, kedekatan dengan bahan baku menjadi point tambahan yang perlu dipertimbangkan. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk pendirian pabrik garment adalah:

• Ketersediaan lahan proyek
• Ketersediaan tenaga kerja
• Kelancaran sarana transportasi
• Kedekatan dengan pasar
• Kedekatan dengan bahan baku

Di Indonesia telah terdapat wilayah-wilayah yang telah dan akan dikembangkan menjadi pusat industri garment daerah, misalnya koridor Cilegon-Jakarta-Karawang-Bandung di Jawa Barat, koridor Pekalongan-Semarang-Surakarta-Yogyakarta di Jawa Tengah, koridor Gerbang Pasulang di Jawa Timur dan Koridor Bali Selatan di P. Bali. Wilayah-wilayah tersebut adalah daerah ideal untuk industri garment karena infrastrukturnya lebih mendukung untuk industri garment dibandingkan dengan wilayah lain.

Wilayah yang menjadi pusat pengembangan industri garment

Nama Wilayah

Keterangan

A.

Jabotabek-Karawang-Bandung

§ Koridor Jakarta-Tangerang-Cilegon

§ Koridor Jakarta -Cikampek

§ Rencana Koridor Purwakarta-Bandung

Ø Perluasan fungsi pelabuhan Cirebon, Tanjung Priok

Ø Penetapan dan pengembangan Cilegon, Serang, Tangerang, Karawang, Purwakarta sebagai pusat industri serat buatan

Ø Penetapan dan pengembangan Bandung sebagai pusat fashion, pusat skill training dan R&D

Ø Pengembangan dan pemantapan jalan Padalarang, Cikampek, Bandung dan Cirebon

B.

Semarang-Surakarta-Yogyakarta-Pekalongan

§ Koridor Semarang-Kendal-Pekalongan

§ Koridor Semarang-Ungaran-Surakarta

§ – Koridor Surakarta-Yogyakarta

Ø Pengembangan pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Ø Pengembangan Surakarta, Pekalongan, Yogyakarta sebagai pusat R&D batik dan produk kerajinan TPT

Ø Pengembangan Surakarta sebagai pusat industri dan perdagangan benang, kain Jawa Tengah

Ø Pengembangan Yogyakarta sebagai pusat industri dan perdagangan produk kerajinan TPT

Ø – Pengembangan Pekalongan sebagai pusat industri batik

C.

Surabaya-Gresik-Pasuruan-Malang

§ Koridor Gerbang Pasulang

Ø Pemantapan dan Pengembangan Gresik, Surabaya, Pandaan sebagai pusat industri pakaian jadi, produk tekstil lainnya dan produk kerajinan Jawa Timur

Ø – Pemantapan dan pengembangan Malang sebagai pusat industri spinning, finishing untuk daerah Jawa Timur

D.

Denpasar-Gianyar-Klungkung

§ Koridor Bali Selatan

Ø Pengembangan pelabuhan Benoa dan Bandara Ngurah Rai untuk cargo

Ø Pemantapan dan pengembangan Denpasar sebagai pusat perdagangan produk-produk TPT dan kerajinan tekstil kwalitas ekspro serta kompleks industri garment

Ø Pengembangan industri benang dan kain di Denpasar

Ø – Pemantapan dan pengembangan koridor Bali Selatan (Klungkung, Gianyar) sebagai pusat industri pakaian jadi

Technorati :
Del.icio.us :
Zooomr :
Flickr :

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

usaha garment (65), contoh garment (5), contoh usaha garment (5), daerah garment di jakarta (2), pengertian usaha garment dan contohnya (2), perusahaan garment di cilegon (2), arti garment jawa tengah (1), potensi pasar garmen di gianyar bali (1), prospek garmen di semarang (1), pusat industri pakaian (1), penentuan lokasi industri padalarang (1), pelatihan di bandung pertanian kerajinan garmen 2012 (1), mencari peluang proyek pabrik garment (1), lokasi pabrik garment bandung (1), lokasi industri garmen di jawa tengah (1), kerajinan industri garment gresik (1), industri pakaian jadi surabaya (1), ciri - ciri usaha spekulatif (1), usaha garment dan contohnya (1)

Artikel Terkait:

  1. Kesesuaian lokasi / lahan dalam Perdagangan Toko Bahan Bagunan
  2. Kesesuaian Lokasi dan Lay Out Usaha Rumah Makan / restoran
  3. ASPEK TEKNIS DALAM USAHA GARMENT BAGIAN 1
  4. TEKNIK PENENTUAN LOKASI PENDIRIAN PABRIK DALAM USAHA PAKAN AYAM
  5. Supplier Bahan Baku dalam Usaha garment