Industri garment merupakan bagian dari industri TPT (tekstil dan produk tekstil) yang telah berkembang di Indonesia. Industri TPT memiliki pasar dalam negeri yang cukup besar dan pasar ekspor yang besar dengan image yang cukup bagus di luar negeri. Industri TPT telah berkembang sejak lama dan memiliki sarana dan prasarana produksi yang memadai serta investasi yang sudah tertanam cukup besar, mencapai Rp.127,9 trilliun.

Karakteristik utama dari industri garment nasional adalah:

v Merupakan industri padat karya. Berdasarkan data dari Dirjen ILMEA (Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka) Depperindag, jumlah tenaga kerja yang diserap oleh industri garment tersebut mencapai 373 ribu orang pada tahun 2000 dan meningkat menjadi 377 ribu orang pada tahun 2001.

v Berorientasi ekspor (export oriented). Nilai produksi yang dihasilkan oleh industri garment dalam negeri ini mencapai Rp. 56,1 triliun pada tahun 2001. Sekitar 30 persen dari total produksi diekspor ke berbagai negara di dunia dan dari tahun ke tahun porsi ekspornya cenderung meningkat. Di pasaran ekspor telah memiliki image yang baik dan kuat di kelas menengah.

v Tingkat utilisasi produksinya sudah cukup tinggi, sejak tahun 2000 telah mencapai 96,7%.

v Memiliki industri pendukung (supporting industries) yang kuat. Antara lain: industri serat nasional berkapasitas 684 ribu ton, industri benang 2,0 juta ton, industri kain 1,5 juta ton, ditambah dengan industri aksesori seperti retsleting, kancing baju, label dan kemasan.

Indikator Industri Garment Nasional, 1997 – 2001

Keterangan

Unit

1997

1998

1999

2000

2001

Trend(%)

Investasi

miliar Rp.

2,288.3

2,348.5

2,472.4

2,715.4

2,808.6

5.3

Tenaga Kerja

orang

346,167

348,419

355,236

372,716

376,584

2.1

Nilai Produksi

miliar Rp.

19,729.80

44,025.70

49,063.50

54,951.12

56,050.14

37.1

Utilisasi Produksi

%

94.71

94.71

94.95

96.68

96.68

0.5

Sumber: Dirjen ILMEA, Depprindag

Salah satu kelemahan industri garment nasional adalah bahwa mesin-mesin yang digunakan pada umumnya sudah cukup tua. Dengan dasar survei industri garment 1994 yang dilakukan oleh Depprindag, diperoleh estimasi bahwa pada tahun 2000 jumlah mesin yang umurnya diatas sepuluh tahun mencapai 43,8%. Sedangkan yang umurnya kurang dari lima tahun hanya sebesar 17,9%. Sepertiga dari populasi mesin garment pada tahun tersebut diperkirakan telah berumur lebih dari 15 tahun.

Estimasi persebaran umur mesin industri

garment nasional, 2000

Umur mesin

Persentase

0 – 5 tahun

17.9

5 – 10 tahun

38.3

10 – 15 tahun

14.3

> 15 tahun

29.5

Total

100.0

Sumber: Dirjen ILMEA, Depprindag

Industri garment nasional secara umum menghadapi permasalahan yang sama seperti produsen garment di negara-negara lain. Permasalahan tersebut adalah:

v Persaingan global yang semakin menekan harga jual.

v Keinginan konsumen yang semakin meningkat. Jumlah per pesanan semakin kecil sementara jenisnya semakin banyak.

v Tekanan margin, dimana tingkat keuntungan semakin tipis.

v Kebutuhan untuk selalu berinvestasi. Agar dapat bersaing secara global, produsen harus selalu meningkatkan kinerjanya dengan cara selalu berinvestasi.

v Rasa tidak aman karena tingkat persaingan semakin tinggi dan konsumen dapat dengan mudah berpindah pelanggan.

v Tekanan dari pemerintah dan sosial. Isu-isu perburuhan dan lingkungan akan semakin sensitif.

Technorati :
Del.icio.us :
Zooomr :
Flickr :

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

industri garment (72), karakteristik industri garmen (11), karakter industri garmen (5), ciri ciri industri (4), karakteristik perusahaan garmen (4), utilisasi pabrik garmen (3), karakteristik industrialisasi (3), kelemahan industri garment (3), indostri garmen nasional (2), karakteristik garment (2), data tenaga kerja industri garmen (2), karakteristik industri kain (2), karakteristik produksi garmen (2), manfaat usaha garment (1), mesin dalam industri garmen (1), mesin dari industri garmen (1), mesin industri garment (1), profit industri garmen (1), tingkat supply industri tekstil ke garmen (1), mesin tua garmen (1), mesin produksi garmen (1), keterbatasan industri garmen (1), kelemahan industri (1), kelebihan industri tekstil (1), kelebihan industri garment (1), ciri-ciri industri tekstil (1), karakteristik industri pakaian (1), karakter perusahaan garmen (1), depprindag (1), depprindag perdagangan (1), indikator usaha garmen (1)

Artikel Terkait:

  1. KONDISI INDUSTRI GARMENT
  2. KARAKTERISTIK INDUSTRI FURNITURE
  3. KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN PENGARUHNYA DALAM INDUSTRI GARMENT
  4. ANALISIS STRATEGIS (SWOT) USAHA GARMENT
  5. Peta Industri Garment dan Sebarannya