Hama/penyakit yang menyerang krisan berubah setiap waktu, sesuai dengan perubahan musim, sehingga pengendaliannya juga mengikuti pola perubahan musim yang terjadi. Hama yang banyak merugikan adalah sebagai berikut :

Pengorok Daun (Liriomyza sp.) Hama ini merusak tanaman dengan cara menggorok daun hingga daun akan terlihat transparan dan cepat menjadi kering

Thrips (Thrips parvispinus Karny.) Serangan hama ini menyebabkan tepi daun berkerut, menggulung dan bila daun tersebut dibuka, akan terdapat thrips yang berkelompok. Pada serangan yang hebat, daun pucuk serta tunas tanaman akan mengeriting/terpelintir berkerut, menggulung ke dalam dan timbul benjolan seperti tumor sehingga mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil. Hama ini juga bertindak sebagai vektor virus mosaik dan virus keriting. Populasi thrips meningkat di musim kemarau/ cuaca kering dan menurun di musim hujan.

Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn). Serangan ulat ini terjadi pada malam hari untuk mencari makan dengan menggigit atau memotong ujung batang tanaman muda,sehingga pucuk atau tangkainya terkulai dan layu. Di sekitar tanaman yang diserang hama terdapat sisa tanaman bekas makanan ulat.

Tungau Merah (Tetranychus sp.). Bagian tanaman yang diserang adalah tangkai daun dan bunga. Gejala serangannya tampak pada daun yang berbintik-bintik kemudian bergabung dan jaringan daun seluruhnya menjadi kuning kemerahan. Tungau tampak seperti bercak merah, melengkung pada permukaan bawah daun. Bila serangan berat daun layu dan gugur.

Ulat Grayak (Spodoptera litura F.). Larva ulat grayak yang masih kecil merusak daun dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas (daun menjadi transparan) dan tinggal tulang-tulang daun saja.

Siput (Parmarion pupillaris Humb.). Gejala serangan biasanya dijumpai pada tanaman yang masih muda. Siput memakan daun dan membuat lubang-lubang tidak beraturan. Serangan ditandai dengan adanya bekas lendir sedikit mengkilat dan kotoran.

Karat Hitam (Puccinia chrysanthemi Roze) atau karat putih (Puccinia horiana P. henning). Gejala serangan akan tampak pada sisi bawah daun terdapat bintil-bintil coklat atau putih yang terdiri dari uredium/teliospora cendawan, atau terjadi lekukan-lekukan mendalam berwarna pucat pada permukaan daun bagian atas. Penyakit memperlemah tanaman dan menghambat perkembangan bunga.

Kapang Kelabu (Botrytis cinerea Pers.). Biasanya penyakit ini trdapat pada bunga yang ganda atau sangat rapat. Setelah spora berkecambah pada tajuk bunga terjadi bercak cendawan yang kecil dan bundar. Jika lingkungan sangat lembab atau pada waktu banyak hujan bercak melebar dan tajuk bunga tampak seperti diliputi lapisan kelabu kecoklatan, tajuk membusuk dan berlekatan. Pada serangan yang berat dapat menyebabkan busuk bunga.

Bercak Daun (Septoria chrysanthemi Allesch., dan S. eucanthemi Sacc. et Speg.) Gejala serangan S. chrysanthemi menimbulkan bercak-bercak hitam pada daun, bercak berbentuk bulat dan berbatas tegas, sedangkan S. leucanthemi bercak-bercaknya berwarna coklat, berbentuk bulat berukuran besar 2,5 cm dan mempunyai lingkaran-lingkaran yang jelas.

Penyakit Embun Tepung (Oidium chrysanthemi Rab.). Gejala Serangan : Permukaan daun tertutup lapisan putih bertepung. Tepung putih ini merupakan massa dari konidia cendawan. Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering.

Penyakit Layu (Fusarium oxysporum Schlecht. ex. Fr. dan Verticillium albo-atrum Reinke et Bert.) Gejala serangan Fusarium sp. menyebabkan tanaman layu, daun bawah menguning dan mengering, dan akhirnya seluruh tanaman mati. Potongan batang melintang pada tanaman yang sakit menunjukkan warna coklat melingkar di sekeliling pembuluhnya. Cendawan Verticillium sp. menyebabkan daun-daun menguning, kemudian daun-daun berguguran.

Nematoda Akar (Meloidogyne sp.). Gejala khas serangan nematoda akar adalah terbentuknya bintil-bintil akar, lalu menjadi layu dan daun menguning akibat rusaknya perakaran. Pertumbuhan pada bagian atas tanaman menjadi terhambat.

Virus Kerdil Krisan dan Virus Mosaik Lunak Krisan. Gejala serangan virus kerdil adalah tanaman menjadi kerdil, tidak membentuk tunas samping, berbunga lebih awal dari tanaman yang sehat, dan warna bunganya menjadi pucat. Virus mosaik menyebabkan daun belang hijau dan kuning (klorosis), dan bunga kadang-kadang bergaris-garis.

Technorati :
Del.icio.us :
Zooomr :
Flickr :

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

penyakit krisan (14), hama penyakit krisan (14), hama bunga krisan (12), Hama dan penyakit Krisan (12), klasifikasi agrotis ipsilon (8), Klasifikasi ulat grayak (4), klasifikasi meloidogyne sp (4), klasifikasi ulat daun (3), penyakit pada krisan (3), layu fusarium krisan (2), hama penyakit tanaman krisan (2), hama pada bunga krisan (2), hama hama pada bunga krisan (2), penyakit pada daun bunga krisan (1), morfologi agrotis ipsilon hufn pada krisan (1), morfologi botrytis cinerea (1), morfologi ulat daun (1), penyakit embun tepung (1), penyakit karat pada tanaman krisan (1), penyakit layu fusarium pada tanaman krisan (1), layu daun pada krisan (1), hama dan penyakit dalam bunga krisan (1), klasifikasi bercak daun (1), Klasifikasi hama thrips (1), klasifikasi krisan (1), Klasifikasi Meloidogyne (1), ciri morfologi bunga krisan merah (1), klasifikasi ulat potong atau ulat tanah (1), klasifikasi verticilium (1), virus meloidogyne sp (1)

Artikel Terkait:

  1. HAMA DAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA MELATI
  2. JENIS HAMA DAN PENYAKIT PADA BUDIDAYA TANAMAN ANGGUR
  3. Serangan Hama dan Penyakit dalam Usaha Budidaya Jagung
  4. Hama dan Penyakit pada Budidaya Nangka
  5. HAMA DAN PENYAKIT BUDIDAYA JAMBU METE