Bahan baku adalah seluruh bahan yang mendukung proses produksi dalam menghasilkan suatu produk. Dalam budidaya kodok lembu yang dimaksud bahan baku adalah beberapa sarana produksi yang meliputi percil, pakan, serta obat-obatan. Keberhasilan usaha budidaya kodok lembu akan sangat bergantung pada pasokan bahan baku yang memenuhi kriteria tepat jumlah, tepat kualitas, tepat waktu dan tepat harga. Tidak terpenuhinya salah satu atau beberapa kriteria tersebut akan berdampak tidak baik pada hal-hal berikut.

  1. Tidak sempurnanya proses budidaya (teknik budidaya) sehingga jumlah produk yang dihasilkan tidak memenuhi target.
  2. Biaya produksi lebih tinggi.

Kedua dampak tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi nilai keuntungan yang diperoleh.

Sumber Bahan Baku

Bahan baku produksi kodok lembu berupa benih (percil) dapat di peroleh dari pembenihan-pembenihan, baik swasta (petani) maupun milik pemerintah (BBAT dan BBI). Dalam memilih benih (percil) harus hati-hati dan harus tahu kondisi bahan baku tersebut (kesehatannya) seperti yang telah diterangkan pada aspek teknis, sedangkan untuk bahan baku berupa pakan dan obat-obatan relatif lebih mudah diperoleh dan lebih sederhana cara memperolehnya.

Kondisi Bahan Baku

Kondisi bahan baku juga harus diperhatikan baik dari segi kualitas, kuantitas dan juga waktu penyediaan. Karena dengan baiknya kondisi bahan baku, maka dapat mempermudah pencapaian target produksi. Untuk bahan baku percil pengusaha pembesaran kodok lembu harus memiliki penyedia bahan baku yang dapat dipercaya baik dari segi kontinuitas, kualitas, dan kuantitas serta memberikan jaminan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengelola harus mengetahui ciri-ciri percil yang baik dan sehat dari segi penampakannya seperti seragam, lincah, dan sebagainya (seperti yang telah disebutkan pada aspek teknis).

Letak usaha budidaya pembesaran kodok lembu yang dekat dengan penyedia percil juga akan sangat menguntungkan. Dengan dekatnya lokasi budidaya dengan sentra penyedia benih maka dapat menghindari penurunan mutu benih (percil) karena penanganan (handling) dan pengangkutan, dan dapat mengurangi biaya produksi. Untuk kondisi bahan baku pakan juga harus diperhatikan karena pakan adalah merupakan bahan baku yang memakan biaya operasional terbesar. Pakan yang baik harus bervariasi antara pakan alami dan pakan buatan (pellet). Untuk pakan buatan tidak boleh disimpan terlalu lama, karena penyimpanan pakan buatan yang terlalu lama dapat menyebabkan kualitas pakan tersebut menurun. Dengan dasar tersebut, maka sebaiknya pembelian pakan dilakukan secara bertahap seiring berjalannya proses produksi (jangan membeli pakan sekaligus untuk satu musim pemeliharaan). Penyimpanan pakan juga karus diperhatikan supaya kualitas pakan tetap terjaga, sedangkan kondisi bahan baku lain seperti obat-obatan tidak terlalu rumit, baik untuk mendapatkannya, maupun untuk penyimpanannya. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah dalam pemakaiannya harus memperhatikan dosis, dan tanggal kadaluwarsa (masa tidak berlaku) obat tersebut, supaya tidak membahayakan kodok lembu yang sedang dipelihara.

Cara Memperoleh Bahan Baku

Untuk mendapatkan bahan baku benih (percil) dalam jumlah banyak memang tidak mudah, karena sentra penyedia benih kodok lembu (percil)di Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu untuk melakukan usaha budidaya kodok lembu peminat harus memiliki penyedia benih yang dapat dipertanggungjawabkan. Akan lebih baik lagi jika dua mata rantai budidaya yang ada dilakukan secara bersamaan (pembenihan dan pembesaran). Kontinyuitas ketersediaan benih harus selalu diperhatikan, oleh karena itu perusahaan tidak dapat hanya memiliki satu penyedia benih karena jika penyedia benih tersebut sedang terkena wabah, maka perusahaan memerlukan penyedia benih yang lain supaya dapat berproduksi sebagaimana mestinya. Penyedia benih di Indonesia masih terbatas. Untuk daerah Jawa Barat percil bisa didapatkan di Sukabumi (Balai Budidaya Air Tawar, dan Balai Benih Ikan) yang ada, selain itu juga sudah ada petani-petani pembenih kodok lembu. Untuk di daerah Jawa Tengah percil dapat diperoleh di Daerah Istimewa Yogyakarta (Kaliurang), dan Semarang, sedangkan di Jawa Timur dan Bali mendapatkan percil dari daerah Jombang dan sekitarnya. Untuk Pulau Sumatera sentra penyedia percil masih bergantung pada lembaga-lembaga pemerintah seperti BBAT (Balai Budidaya Air Tawar) Jambi dan BBI (Balai Benih Ikan) yang ada. Bahan baku yang lain seperti obat-obatan lebih mudah dan sederhana cara mendapatkannya, yaitu dengan membeli di penyedia sarana produksi pertanian (saprotan) yang ada didaerahnya masing-masing. Penghitungan jumlah dan jadwal kebutuhannya tidak terlalu pelik dan kontrak dengan pihak lain yang kompeten mungkin dapat mengatasi segala permasalahan aspek ini. Untuk bahan baku pakan dapat di peroleh di toko-toko penyedia pakan, atau dapat langsung kontrak dengan pabrik pakan terdekat sehingga bisa didapat harga yang lebih murah.

Technorati :
Del.icio.us :
Zooomr :
Flickr :

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

aspek bahan baku (20), apa yang dimaksud dengan bahan baku (10), peternak katak jawa timur (3), apa yang dimaksud dengan bahan baku? (3), ternak katak d jogja (2), benih kodok (2), Apa yang di maksud dengan bahan baku (2), Apakah yang di maksud dengan bahan baku (2), Peternak katak hijau jawa tengah (1), peternak katak bull frog di jogja (1), pasokan bahan baku ikan gurami (1), Mengapa pasokan bahan harus dapat dipercaya? (1), Alamat penjual bibit katak lembu di jogja (1), peternak kodok di jogja (1), supplier bullfrog jawa timur (1), teknik handling pengobatan ikan air tawar (1), tempat peternakan katak lembu jatim (1), lokasi peternak katak di yogyakarta (1), katak hgjau jogja (1), alamat penjul bibit katak lembu kususnya jawa tengah (1), apa yang di maksud bahan baku (1), Apa yang disebut bahan baku (1), apa yg di maksud dgn bhn baku (1), Apakah yang dimaksut dengan bahan baku (1), bibit katak lembu jawa tengah (1), budidaya katak bullfrog jogja (1), jual bibit katak lembu di jawa tengah (1), Jual bibit katak sawah di jawa tengah (1), jual bibit kodok jogja (1), www cara mendapatkan bnih katak hijau (1)

Artikel Terkait:

  1. ASPEK TEKNIS DALAM USAHA BUDIDAYA KODOK LEMBU
  2. ASPEK FINANSIAL DALAM USAHA BUDIDAYA KODOK LEMBU
  3. RISIKO-RISIKO USAHA DALAM USAHA BUDIDAYA KODOK LEMBU
  4. Manajemen Operasional dalam Usaha Budidaya Kodok Lembu
  5. Analisis Strategi dalam Usaha Budidaya Kodok Lembu