Untuk menganalisis perkembangan dan memperkirakan kemungkinan yang akan terjadi pada pasar produk gula perlu dikenali beberapa isu relevan yang membentuk karakter dasar perkembangan. Isu – isu tersebut dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu isu yang berpengaruh terhadap perkembangan jangka panjang atau perkembangan struktural. Perubahan perkembangan siklikal dapat dilihat dari gerakan fluktuasi suatu variabel dalam jangka pendek (biasanya kurang dari lima periode), sedangkan perubahan perkembangan struktural dapat dilihat dari kecenderungan gerakan suatu variabel dalam jangka panjang (biasanya lebih dari 10 peride).

Bila kinerja pasar dapat dilihat dari pergerakan harga maka isu – isu yang berpengaruh tersebut dapat dilihat pengaruhnya dari sisi permintaan (demand) dan penawaran (supply). Selain itu isu – isu tersebut ada yang secara terus menerus bekerja sehingga membentuk karakter dasar dari perkembangan, dan isu – isu yang bersifat sementara seperti isu – isu politik.

Dalam dua dasawarsa terakhir indeks harga komoditas non energi di pasar internasional, termasuk gula, cenderung menurun. Hal ini terutama karena produksi cenderung meningkat, dan peningkatannya lebih besar daripada peningkatan konsumsi (World Bank, 2000). Peningkatan produksi karena pada umumnya negara produsen komoditas tersebut adalah negara sedang berkembang dan masih memiliki peranan yang penting dalam ekonomi, baik sebagai sumber devisa, sumber pendapatan pajak pemerintah, maupun sebagai penyedia lapangan kerja. Akibat dari keadaan ini adalah keadaan stok cenderung membesar yang pada gilirannya penawaran meningkat dan harga menjadi tertekan.

Kondisi alam sangat mempengaruhi jumlah produksi. Penurunan produksi dalam jumlah besar di Australia terjadi sebagai akibat dari angin badai yang merusak tanaman. Penurunan produksi juga terjadi di beberapa negara Asia akibat dari kemarau yang panjang. Perubahan produksi mengakibatkan perubahan penawaran yang pada akhirnya dalam periode tersebut akan menekan harga dunia.

Industri olahan berbahan baku gula adalah industri yang relatif besar dan berkembang dengan baik. Industri makanan dan minuman merupakan industri berbahan baku gula yang sangat prospektus. Namun demikian perkembangan ini tidak secara otomatis menyebabkan kenaikan konsumsi yang pada akhirnya akan menciptakan peningkatan penawaran. Hal ini dikarenakan adanya substitusi terhadap gula yang berasal dari gula pemanis lain, misalnya jagung (high fructose corn syrup).

Liberalisasi perdagangan telah menghilangkan hambatan – hambatan perdagangan pada pasar gula dunia. Beberapa negara telah menurunkan tarif secara berkala. India sejak Desember 1999 telah menurunkan tarif sebanyak dua kali, sementara Indonesia penurunan berkala pada akhirnya telah meniadakan bea masuk impor. Kondisi ini mengakibatkan permintaan yang membentuk harga yang membentuk harga dunia.

Technorati :
Del.icio.us :
Zooomr :
Flickr :

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

perkembangan gula (2), perkembangan konsumsi gula internasional (1), perkembangan HPP gula (1), PERKEMBANGAN HARGA KOMODITI gula (1), perkembangan gula 2012 (1), analisis harga gula (1), pasaran harga gula dunia (1), pasar fructose (1), kliping permintaan dan penawaran (1), artikel meningkatnya penawaran (1), prospek pasar gula dunia 2010 (1)

Artikel Terkait:

  1. PELUANG PASAR EKSPOR KOPI INDONESIA KE PASAR EROPA
  2. Perdagangan Minyak Atsiri Dunia
  3. Potensi Usaha Perkebunan Kopi dalam Pasar Lokal dan Internasional
  4. SEGMENTASI PASAR SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR
  5. PERKEMBANGAN PRODUKSI KOPI DI INDONESIA