Petak tambak untuk budidaya udang yang baik harus memiliki karakter kedap air dan dapat membuang limbah secara efisien. Karakteristik yang ke dua dapat terpenuhi apabila kotoran yang ada di dalam tambak terkonsentrasi di dekat saluran pembuangan harian. Prinsip ini dapat terpenuhi pada tambak dengan bentuk dan luas yang optimal. Sebagai contoh adalah petak tambak berbentuk bujur sangkar ukuran 50 x 50 m dengan sistem central drain merupakan petak tambak yang memenuhi syarat tersebut. Semakin besar perbedaan antara ukuran panjang dan lebar, maka kemungkinan terkumpulnya limbah semakin sedikit, sehingga pembuangan limbah semakin tidak efisien.

Posisi tambak, terutama dasar tambak terhadap sea level, akan menentukan kecepatan pengeringan air pada saat panen dan besarnya biaya untuk panen. Dasar tambak yang berada di atas level pasang tertinggi (misalnya 20 cm di atas HHWL) berakibat pada waktu panen tidak bergantung pada keadaan tinggi pasang serta dapat dilakukan secara gravitasi. Semakin rendah posisi dasar tambak dari level di atas berakibat pada semakin lamanya proses pengeringan, ada ketergantungan pada kondisi pasang, dan bahkan pada penambahan biaya untuk pompa.

Adanya tuntutan terhadap dilakukannya budidaya udang yang ramah lingkungan serta penyakit virus yang selalu mengintai udang, maka diperlukan pula adanya influent water treatment dan efluent water treatment. Oleh karena itu, dua unit petak untuk keperluan tersebut perlu dibangun melengkapi petak tambak untuk budidaya.

Sumber air untuk tambak (air tawar dan air laut) dibawa oleh saluran pembawa, dialirkan ke dalam petak influent water treatment, kemudian dialirkan ke dalam petak tambak. Dari petak tambak, air dibuang ke saluran drainase, dialirkan ke petak efluent water treatment, untuk kemudian dibuang ke laut.

Untuk memberikan gambaran teknis konstruksi suatu hamparan tambak, diuraikan salah satu contoh konstruksi dari tambak seluas 5 ha di bawah ini.

1. Konstruksi Petak Tambak

  • Luas : 50 x 50 m
  • Kedalaman air :
    • Pinggir 125 cm
    • Tengah 145 cm
  • Saluran pembuang air harian, dari dasar tengah tambak “central drain”
  • Saluran pembuangan air harian : pipa 6″ dengan “stand pipe”
  • Saluran pengering total : “scot balok” lebar 60 cm di sudut
  • Dasar titik tengah tambak : 20 cm di atas HHWL
  • Setiap petak tambak berada diantara Saluran Pembawa (SP) dan Saluran Drainase (SD)
  • Pergantian air maksimum 5% volume per hari.

2. Jaringan Irigasi

  • Saluran Pembawa (SP)
    • Air laut dialirkan secara gravitasi melalui jeti, masuk ke tandon untuk seterusnya ke Saluran Pembawa Primer (SPP) dan didistribusikan ke Saluran Pembawa Sekunder (SPS), untuk selanjutnya masuk ke Saluran Pembawa Tersier (SPT).
    • Seluruh dasar saluran pembawa (SP) berada 20 cm di bawah LLWL
    • Dimensi SPS dan SPT disesuaikan dengan total kebutuhan air maksimum petak-petak tambak yang dilayaninya.
    • Kecepatan air yang berada di SP adalah £ 0,7 m/detik.
  • Saluran Drainase (SD)
    • Air buangan dari setiap petak tambak masuk ke Saluran Drainase Tertier (SDT) atau Saluran Drainase Sekunder (SDS). Seluruh air dari SDS masuk petak pengolahan limbah, selanjutnya dialirkan ke rawa hutan bakau dan dari situ air disadap masuk ke Saluran Drainase Primer (SDP), terus dialirkan ke laut pada titik terjauh dari jeti.
    • Seluruh dasar SD berada ³MSL (Mean Sea Level).
    • Air buangan dari petak pada saat panen maksimum adalah 2.750 m3/5 jam; panen maksimum 4 petak/hari/SD.
    • Dimensi SD dibuat sesuai dengan panen maksimum 4 petak/hari/SD yaitu (2.750 m3/menit x 4)/5jam = 36,67 m3 /menit = 0,61 m3/detik.
    • Batasan kecepatan aliran di SD adalah < 0,8 m/detik, dengan kemiringan saluran > 0,01%.

Technorati :
Del.icio.us :
Zooomr :
Flickr :

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

cara budidaya udang air tawar (91), cara ternak udang (85), cara budidaya udang (69), cara memelihara udang (37), teknik budidaya udang (36), cara ternak udang air tawar (30), cara memelihara udang air tawar (23), makalah budidaya udang (19), cara beternak udang air tawar (9), CARA BERTERNAK UDANG (8), cara mbudi daya udang (7), teknik budidaya udang air tawar (6), tambak udang air tawar (5), makalah pembudidayaan udang (4), cara mengembangbiakan udang rebon (3), cara bertambak udang (3), Bertenak udang (3), ternak udang karang (2), cara mengembangbiakkan udang air tawar (2), makalah teknik pengeringan udang (2), tehnik udang tawar (2), teknik tambak udang (2), metode budidaya tambak (2), contoh tambak udang (2), bisnis tambak udang sungai (2), artikel budidaya udang (2), www cara pembitan udang (1), bud daya udang (1), teknik budidaya pada tambak (1), budidaya tambak udang air tawar (1), budidaya udang tawar (1), Budidaya udang vename (1), proposal usaha pembididayaan udang (1), petunjuk ternak udang air tawar (1), teknik pembudidayaan udang (1), teknik perawatan tambak udang tiger (1), www cara membudidaya udang air tawar (1), www cara budidaya udang com (1), tips merawat udang air tawar (1), tips bertambak udang (1), binaukm com/2010/05/teknik-budidaya-udang/ (1), tentang udang sitto (1), teknis budidaya udang (1), tambak udang sitto (1), teknik tambak (1), petunjuk teknis budidaya udang (1), perawatan ternak udang (1), panduan budidaya udang air tawar (1), cara efisien dalam alternatif pembididayaan udang (1), cara mebudidayakan udang ditambak (1), Cara pemeliharaan udang sitto (1), cara pembudidayaan udang air tawar (1), cara pelihara rebon (1), cara ngerawat udang rebon? (1), cara membudi daya udang air tawar (1), cara merawat tambak udang (1), cara ternak udang tawar (1), cara budidaya tambak (1), kemiringan saluran tambak (1), panduan bertambak udang (1), Cara merawat udang tanbak (1), cara bertenak udang (1), cara berternak udang ditambak (1), luas 1 petak tambak (1), laju alir pompa tambak udang (1), konstruksi tambak (1), kemiringan tambak pada budidaya udang (1), cara membudidayakan udang tiger (1)

Artikel Terkait:

  1. PELUANG USAHA BUDIDAYA UDANG GALAH : TEKNIK PEMIJAHAN UDANG GALAH / GIANT FRESH WATER (Macrobrachium rosenbergii de Man.) bagian 1
  2. Persyaratan Perdagangan Internasional dalam Usaha Budidaya Udang ( Lobster dan Udang)
  3. KONDISI MIKRO INDUSTRI UDANG
  4. Tinjauan Bioteknis dalam Usaha Budidaya Udang
  5. Potensi Usaha Budidaya Udang