Standar Teknis Budidaya Tanaman Kopi dalam Usaha Budidaya Tanaman Kopi
Kelas Kesesuaian Lahan dan Faktor Pembatas : Keberhasilan budidaya tanaman kopi pada sebidang lahan pertama-tama ditentukan oleh kesesuaian lahannya. Tanaman kopi memerlukan persyaratan karakteristik/kualitas lahan tertentu agar dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Karakteristik/kualitas lahan tersebut meliputi iklim, tanah dan topografi.
Unsur iklim yang dipertimbangkan dalam penilaian kesesuaian lahan yaitu jumlah curah hujan tahunan, distribusi hujan bulanan, dan suhu udara. Sifat-sifat tanah meliputi sifat-sifat fisik, yaitu. kedalaman efektif, tekstur, drainase, dan genangan, serta prosentase fragmen kasar; sedangkan sifat-sifat kimianya, yaitu : pH, kadar bahan organik, KTK, KB, kadar unsur hara dan toksisitas. Adapun unsur topografi yang perlu dipertimbangkan ialah kemiringan lereng.
Penilaian kesesuaian lahan dapat dilakukan dengan metode evaluasi berdasarkan faktor pembatas, tingkat faktor pembatas dan metode parametrik. Metode evaluasi berdasarkan faktor pembatas dipandang paling relevan, karena sederhana dan mudah penerapannya.
Klasifikasi kesesuaian lahan untuk tanaman kopi dikelompokkan ke dalam order, klas dan sub klas. Order menyatakan apakah karakteristik/kualitas suatu lahan sesuai atau tidak sesuai bagi tanaman kopi. Pada tingkat order tersebut dikelompokkan menjadi dua, yaitu. order sesuai (S) dan order tidak sesuai (N). Order S dibagi menjadi tiga klas, yaitu. sangat sesuai (S1), cukup sesuai (S2), dan agak sesuai/sesuai marginal (S3). Order N tidak dibagi ke dalam klas. Setiap klas dikelompokkan ke dalam beberapa sub klas menurut jenis faktor pembatasnya. Faktor-faktor pembatas tersebut adalah : iklim (w), elevasi (t), lereng (s), sifat-sifat fisik tanah ( r ), drainase dan lama genangan (d), sifat-sifat kimia tanah (n), dan toksisitas (x).
Kriteria Teknis Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Kopi
|
No. |
Karakteristik/ Kualitas Lahan |
Klas Kesesuaian |
|||
|
S1 |
S2 |
S3 |
N |
||
|
1. |
w-Iklim |
||||
|
- Curah hujan tahunan (mm) |
1.500 – 2.000 |
1.250 – 1.500 2.000 – 2.500 |
1.000 – 1.250 2.500 – 3.000 |
<1.000 >3.000 |
|
|
- Lama bulan kering < 60 mm (bln) |
2 – 3 |
3 – 4 |
4 – 5 1 – 2 |
>5 <1 |
|
|
2. |
t-Elevasi (m dpl.) |
||||
|
- Robusta |
300 – 500 |
500 – 600 100 – 300 |
600 – 700 0 – 100 |
>700 |
|
|
- Arabika |
1.000-1.500 |
850 – 1.000 1.500 – 1.750 |
650 – 850 1.750 – 2.000 |
<650 >2.000 |
|
|
3. |
s-Lereng (%) |
0 – 8 |
8 – 25 |
25 – 45 |
>45 |
|
4. |
r-Sifat fisik tanah |
||||
|
- Kedalaman efektif (cm) |
>150 |
100 – 150 |
60 – 100 |
<60 |
|
|
- Tekstur |
Sandy loam; loam; sandy clay loam; silt loam; clay loam; silty clay loam |
Loamy sand; sandy clay; silty clay |
Stuctured clay |
Gravel; sand; massive clay |
|
|
- Persentase batu dipermukaan (%) |
- |
0 – 3 |
3 – 15 |
>15 |
|
|
5. |
d-Genangan |
- |
- |
1 – 7 hari |
>7 hari |
|
- Klas drainase |
Well |
Moderately well |
Somewhat poor; poor; somewhat excessive |
Excessive; very poor |
|
|
6. |
n-Sifat kimia tanah (0-30 cm) |
||||
|
- pH |
5,5 – 6,0 |
6,1 – 7,0 5,0 – 5,4 |
7,1 – 8,0 4,0 – 4,9 |
>8,0 <4,0 |
|
|
- C-organik (%) |
2 – 5 |
1 – 2 5 – 10 |
0,5 – 1 10 – 15 |
<0,5 >1,5 |
|
|
- KPK (me/100 g) |
>15 |
10 – 15 |
5 – 10 |
<5 |
|
|
- KB |
>35 |
20 – 35 |
<20 |
- |
|
|
- N |
Sedang-sangat tinggi |
Rendah |
Sangat rendah |
- |
|
|
- P |
Sedang-sangat tinggi |
Rendah |
Sangat rendah |
- |
|
|
|
- K |
Sedang-sangat tinggi |
Rendah |
Sangat rendah |
- |
|
7. |
x-Toksisitas |
||||
|
- Salinitas (mmhos/cm) |
<1 |
1 – 3 |
3 – 4 |
>4 |
|
|
- Kejenuhan Al (%) |
<5 |
5 – 20 |
20 – 60 |
>60 |
|
Sumber: Pujiyanto (1992)
Tingkat kesesuaian lahan pada Tabel di bawah ini menunjukkan bahwa untuk penanaman kopi Arabika tidak sesuai elevasi (Nt), sedangkan pada kopi Robusta sesuai dengan syarat iklim dan elevasi harus terpenuhi (S3wt).
Contoh Kelas Kesesuaian Lahan Berdasarkan Faktor Pembatas
|
No. |
Karakteristik/ Kualitas Lahan |
Kopi Arabika |
Kopi Robusta |
|
1. |
* Iklim (w) |
||
|
- Curah Hujan : 2.445 mm/th |
S2 |
S2 |
|
|
- Bulan kering : 1,78 bulan |
S3 |
S3 |
|
|
2. |
* Elevasi (t) : 0 – 80 m |
N |
S3 |
|
3. |
* Lereng (s) : 0 – 8 % |
S1 |
S1 |
|
4. |
* Sifat fisik tanah ( r ) |
||
|
- Kedalaman efektif : > 1 m |
S2 |
S2 |
|
|
- Tekstur : loamy sand |
S2 |
S2 |
|
|
- Persentase batu di permukaan : tidak ada |
S1 |
S1 |
|
|
5. |
* Genangan dan drainase (d) |
||
|
- Genangan : tidak ada |
S1 |
S1 |
|
|
- Drainase : baik |
S1 |
S1 |
|
|
6. |
* Sifat kimia tanah (n) |
||
|
- pH : 5,7 |
S1 |
S1 |
|
|
- C-organik : 2,45 |
S1 |
S1 |
|
|
- KPK : 15,3,me/100 g |
S1 |
S1 |
|
|
- KB : 63 % |
S1 |
S1 |
|
|
- N : sedang |
S1 |
S1 |
|
|
- P : tinggi |
S1 |
S1 |
|
|
- K : sangat tinggi |
S1 |
S1 |
|
|
7. |
* Toksisitas (x) |
||
|
- Salinitas : < 1 mmhos/cm |
S1 |
S1 |
|
|
- Kejenuhan Al : 0 % |
S1 |
S1 |
|
|
8. |
* Aksesebilitas : kurang baik |
||
|
9. |
* Tenaga Kerja : kurang |
||
Kesesuaian Lahan |
Nt |
S3wt |
Sumber: Pujiyanto (1992)
Keterangan: Nt = Tidak sesuai dengan faktor pembatas elevasi
S3wt = Agak sesuai dengan faktor pembatas iklim dan elevasi
Tanaman kopi sebagai tanaman berumur tahunan mempunyai pola produksi tertentu. Selain ditentukan oleh bahan tanam yang digunakan, teknik budidaya yang diterapkan, dan pola produksi juga ditentukan oleh kesesuaian lahan (iklim, tanah dan topografi) serta umur tanaman.
Kelas kesesuaian wilayah dapat berbeda-beda bergantung pada tipe penggunaan lahan yang diinginkan. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat telah mengeluarkan penilaian potensi dan kesesuaian lahan untuk kopi. Propinsi yang diharapakan dapat menjadi daerah yang berpotensi untuk pengembangan kopi berdasarkan potensi dan tingkat kesesuaian lahan, yaitu propinsi Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
usaha budidaya kopi (9), kesesuaian lahan kopi (9), teknik budidaya tanaman cengkeh (3), evaluasi kesesuaian lahan tanaman kopi (2), budidaya kopi di kalimantan (1), Topografi tanaman kopi (1), penggunaan lahan kopi robusta (1), lahan perkebunan teh sulsel (1), kriteria kesesuaian tanaman kopi (1), kesesuaian lahan untuk tanaman kopi (1), kesesuaian aspek teknis perkebunan kopi (1), jurnal kesesuaian lahan untuk tanaman kopi (1), evaluasi klasifikasi kesesuaian lahan perkebunan teh (1), usaha pembibitan tanaman kopi (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply