Udang, bersama-sama dengan tuna dan cakalang, merupakan salah satu komoditas andalan (primadona) ekspor sektor perikanan. Di samping itu, hasil laut lain yang memiliki nilai ekonomis penting adalah rumput laut (seaweed), kepiting bakau (Scylla spp.), rajungan, berbagai jenis kerapu (grouper) seperti kerapu tikus (Cromileptes altivelis), bandeng (Chanos chanos), udang karang (lobster), teripang (bĂȘche-de-mer) dan ikan napoleon (Cheilinus undulatus).

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, luas laut Indonesia lebih besar daripada daratannya. Dengan panjang garis pantai yang sekitar 81.000 km, potensi lahan yang dapat dikembangkan untuk kegiatan budidaya laut sangat besar. Sayangnya, besarnya potensi lahan dalam produksi masih kalah bila dibandingkan dengan negara lain yang memiliki garis pantai jauh lebih pendek, misalnya Thailand.

Peningkatan permintaan pasar terhadap produk-produk laut, baik dari pasar domestik ataupun pasar dunia, membawa Indonesia pada dua hal yang kontradiktif. Pertama, kesempatan atau tersedianya pasar untuk ekspor komoditas tersebut memungkinkan Indonesia meningkatkan devisa yang sangat penting mengingat Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara yang belum dapat lepas dari krisis ekonomi 1997. Kedua, upaya eksploitasi komoditas di atas dapat melebihi potensi lestari akibat penangkapan berlebihan (overfishing). Manajemen penangkapan yang kurang baik, hanya akan menguras sumberdaya alam tanpa memberikan kemungkinan untuk pulih, yang akhirnya membawa ekonomi kedalam krisis yang lebih dalam. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia dewasa ini lebih ketat menetapkan kebijaksanaan dalam mengontrol armada maupun cara penangkapan sehingga eksploitasi sumberdaya laut diharapkan lebih rasional, serta mendorong pengembangan usaha budidaya laut. Penelitian dan pengembangan komoditas lebih ditingkatkan untuk menghasilkan organisme yang memiliki laju sintasan tinggi, tahan penyakit, harga jual tinggi dan produktivitas tinggi.

Udang windu, yang masuk ke dalam keluarga Penaeidae, memiliki nilai ekonomis yang penting. Nilai ekspor udang windu pada tahun 1998 mencapai 107.367 ton (U$ 1.078.127.000) atau setengah dari nilai total ekspor perikanan. Nilai ini jauh lebih besar daripada nilai udang-udang lain.
Bila dibandingkan dengan udang jenis lainnya yang berharga mahal seperti udang karang (lobster) yang hanya mengandalkan teknologi penangkapan karena teknik budidayanya belum dikuasai, atau udang galah (Macrobrachium spp.) yang nilai ekonomisnya di bawah udang penaeidae, maka udang penaeidae, khususnya udang windu, merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi dan dapat dibudidayakan, sehingga kelayakannya dari segi ekonomi atau industri, bahkan dari segi kebijakan pemerintah dapat dijamin.

Selain itu, review juga berfungsi sebagai evaluasi terhadap perbandingan tambak dan industri udang di negara lain sehingga dapat diambil titik lemah dan kekuatan industri udang mulai dari pertambakannya sampai dengan pemasarannya secara nasional ataupun internasional.

Industri udang di Indonesia berperan penting dalam penyediaan bahan kebutuhan konsumsi. Udang beserta diversifikasi hasil olahan yang dihasilkannya merupakan produk pangan yang mempunyai kualitas tinggi sehingga dapat memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional.
Review akan memberikan gambaran tentang kondisi industri udang windu di Indonesia dan prospeknya. Gambaran pertambakan dan industri budidaya/penanganan udang dianalisa perkembangannya yang meliputi kelayakan investasi di sektor tersebut maupun jumlah investasi yang dibutuhkan. Perkembangan harga dan perdagangan dibuat prediksi di masa yang akan datang dan trend terhadap pasar internasional.

Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :

cara budidaya udang galah (64), nilai ekonomis udang windu (17), nilai ekonomis udang galah (10), potensi udang di indonesia (4), prospek budidaya udang windu di Indonesia (3), usaha udang (3), jenis-jenis udang laut (3), makalah budidaya udang vaname (2), potensi akuakultur udang (2), tehnis budidaya udang vaname paling maju didunia (2), perkembangan tambak udang di indonesia (1), rangkuman buku peluang usaha budidaya udang galah (1), perkembangan budidaya udang (1), perbandingan harga udang galah dengan udang windu (1), usaha budi daya udang (1), potensi akuakultur udang galah di indonesia (1), potensi budidaya udang (1), potensi dan peluang udang windu (1), potensi komoditi udang (1), tren bisnis udang (1), potensi udang galah di Indonesia (1), prospek perkembanngan budidaya tambak udang di indonesia (1), prospek udang (1), agribisnis udang di indonesia (1), resensi berternak udang (1), penjelasan tentang teknik penangkapan udang (1), penelitian kepiting bakau tahun tren sekarang (1), penangkaran udang (1), Harga udang vanamei didunia (1), harga komuditas udang windu (1), data produksi udang jerbung di indonesia tahun 2010 (1), data produksi udang jerbung 2011 (1), data potensi budidaya laut di indonesia 2011 (1), budidaya usaha udang (1), budidaya udang windu dan cara budidayanya (1), budidaya udang galah pdf (1), jumlah spesies udang PDF (1), kebutuhan konsumsi udang galah untuk pasar (1), pemasaran usaha budidaya lobster (1), luas tambak udang di indonesia (1), nilai ekonomis kepiting di dalam pemasaran (1), nilai ekonomi tinggi dari udang (1), kondisi budidaya udang sekarang (1), komoditi udang windu (1), komoditi udang (1), komoditi ekspor udang di indonesia tahun 2011 (1), artikel pembesaran udang vannamei 2011 (1)

Artikel Terkait:

  1. Persyaratan Perdagangan Internasional dalam Usaha Budidaya Udang ( Lobster dan Udang)
  2. PELUANG USAHA BUDIDAYA UDANG GALAH : TEKNIK PEMIJAHAN UDANG GALAH / GIANT FRESH WATER (Macrobrachium rosenbergii de Man.) bagian 1
  3. Potensi Peluang Usaha Sektor Kelautan : Ikan Cakalang
  4. KONDISI MIKRO INDUSTRI UDANG
  5. Mengenal Indukan Udang windu