Potensi Pengembangan Usaha Pakan Ternak
Krisis moneter sejak 1997 sangat memukul industri peternakan khususnya unggas. Depresiasi rupiah tidak hanya mengakibatkan harga pakan melonjak secara tajam tetapi juga menurunkan permintaan akibat menurunnya daya beli masyarakat. Perusahaan kecil dan menengah hampir semua menghentikan produksinya, karena tidak mampu menaikkan nilai jual. Propinsi Jawa Barat, tidak kurang dari 30.000 peternak ayam ras mengalami kesulitan mengembangkan usaha. Kondisi tersebut memperlihatkan masih lemahnya sisi penyediaan pakan pada sistem agribisnis peternakan di Indonesia. Kemudahan pengadaan bahan baku pakan impor di masa lalu pada kenyataannya menyebabkan tidak diperhatikannya perencanaan pengembangan industri pakan dalam negeri.
Potensi pengembangan industri pakan dalam negeri dewasa ini cukup besar. Ketersediaan bahan baku semakin meningkat dengan meningkatnya program pengembangan tanaman pangan, seperti kedelai dan jagung. Disamping itu limbah tanaman pangan merupakan daya dukung kuat yang tidak dapat diabaikan. Potensi pasar di masa mendatang akan kembali terbuka. Permintaan komoditas ternak kembali menunjukkan peningkatan dengan mulai membaiknya perekonomian nasional. Disamping itu, peluang dalam pengembangan industri pakan juga sangat terbuka dengan semakin intensifnya sistem pemeliharaan ternak.
Wilayah Pulau Jawa dan Propinsi Lampung merupakan wilayah dengan potensi pengembangan yang tinggi. Faktor lokasi kedua wilayah tersebut sangat mendukung, karena wilayah tersebut merupakan sentra produksi pertanian dan sekaligus memiliki akses yang baik ke pusat konsumen. Propinsi Lampung sangat potensial dalam produksi jagung, sedangkan Pulau Jawa merupakan salah satu wilayah andalan dalam produksi pertanian pangan di Indonesia. Selain itu, wilayah tersebut juga merupakan pasar pakan potensial untuk produk pakan dan hasil ternak.
Merujuk pada potensi sumberdaya yang tersedia serta pengalaman krisis yang telah melumpuhkan industri peternakan yang telah dibangun, terutama untuk industri ayam ras, maka suatu hal yang seharusnya menjadi fokus perhatian dalam pembangunan sektor peternakan nasional adalah bagaimana membangun agribisnis peternakan yang tangguh. Agribisnis sebagai suatu sistem mengandung pengertian bahwa terdapat saling keterkaitan dan ketergantungan antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Oleh karena itu pembangunan sektor peternakan mulai dari industri hulu sampai industri hilir harus berlangsung secara simultan, sehingga kinerja agribisnis peternakan secara keseluruhan dapat optimal.
Pengembangan industri pakan sebagai subsistem hulu dari agribisnis peternakan harus menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan sektor peternakan nasional. Hal ini antara lain didasarkan pada pertimbangan bahwa pakan merupakan salah satu input utama dalam proses produksi peternakan serta menjadi komponen terbesar dalam struktur biaya produksi usahaternak (sekitar 70 %). Oleh karena itu, kajian terhadap standar finansial bagi pengembangan industri pakan untuk berbagai skala usaha menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan. Lebih lanjut dengan kajian tersebut juga akan dapat dianalisis prospek pengembangan industri pakan nasional secara menyeluruh.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
pengembangan pakan ternak (12), prospek industri pakan ternak (5), ukm peternakan (4), kajian pengembangan industri pakan ayam dan ikan (2), potensi pengembangan usaha (2), subsistem agribisnis peternakan (2), subsistem hulu pakan ternak ayam (1), subsistem input ayam petelur (1), subsistem agribisnis usaha peternakan dalam peternakan (1), ukm bahan baku tanaman pangan (1), subsistem agribisnis ternak ayam ras (1), subsistem hulu beternak ayam ras (1), subsistem agribisnis ternak ayam (1), rencana pengembangan usaha pakan ternak (1), potensi pengembangan wilayah (1), perkembangan pakan ternak (1), perencanaan bisnis jagung dan pakan (1), Pakan ternak potensial (1), manajemen agribisnis subsistem hulu peternakan ayam petelur (1), makalah subsistem hulu peternakan (1), wilayah mana saja di indonesia yg potensial untuk usaha perternakan (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply