Potensi Peluang usaha Ekspor bahan bangunan
Beberapa jenis bahan bangunan telah menjadi komoditas ekspor, bahkan industri kayu lapis dan kayu gergajian sejak lama telah menjadi salah satu andalan penghasilan devisa negara. Menciutnya pasar didalam negeri akibat krisis ekonomi berkepanjangan juga telah mendorong produsen berbagai jenis bahan bangunan lain seperti semen, ubin keramik dan sanitair, pipa baja, GI sheet dan kaca mencoba menerobos pasaran ekspor. Upaya ini cukup berhasil seperti terlihat dari perkembangan ekspornya dalam 4 tahun terakhir ini.
Meskipun belakangan kinerja ekspor kayu lapis mengalami penurunan, namun volume dan nilainya masih tetap besar. Misalnya pada lima tahun terakhir, volume ekspor terbesar tercatat pada tahun 1998 lalu sebanyak 4,82 juta ton, sedangkan nilainya pada tahun 1998 sebesar US$ 2,08 milyar. Terakhir tahun 2002, ekspor plywood masih cukup besar — mencapai 3,58 juta m2 dengan nilai US$ 1,75 juta. Demikian pula kayu gergajian merupakan salah satu andalan ekspor Indonesia.
Dalam lima tahun terakhir produsen semen dalam negeri juga berupaya meningkatkan penetrasi ekspornya, sehingga ekspor semen melonjak dari hanya sekitar 763 ribu ton tahun 1996 menjadi 3,79 juta ton tahun 1998 dan terus naik sehingga mencapai 7,99 juta ton tahun 2002.
Masih lemahnya permintaan di dalam negeri mendorong produsen ceramic tile Indonesia juga meningkatkan penetrasinya ke pasar ekspor. Bahkan dengan depresiasi rupiah yang masih cukup tinggi, Indonesia berpe¬luang untuk menangguk keuntungan yang lebih besar. Terbukti dengan upaya menembus pasar baru di negara-negara berkembang, ekspor kera¬mik Indonesia sejak lima tahun terakhir cenderung terus naik, yaitu dari hanya 67.126 ton tahun 1998 menjadi 399.058 ton tahun 2002, sedangkan nilainya melonjak dari hanya US$ 19,41 juta menjadi US$ 87,82 juta.
Ekspor Bahan bangunan 1998 – 2002
(‘ribuTon)
(US$ ‘juta)
|
Tahun |
Kayu lapis |
Semen |
Ubin Keramik |
Kayu gergajian |
|
|
1998 |
4.820,5 |
3.787 |
67.126 |
195,5 |
|
|
2.007,9 |
84.729 |
19.408 |
163,8 |
||
|
1999 |
4.084,9 |
7.335 |
271.704 |
413,3 |
|
|
2.256,3 |
135.968 |
63.054 |
295,7 |
||
|
2000 |
3.759,5 |
7.361 |
313.145 |
450,5 |
|
|
1.988,9 |
141.316 |
69.599 |
331,4 |
||
|
2001 |
3.898,3 |
7.990 |
361.301 |
527,2 |
|
|
1.837,0 |
159.967 |
75.063 |
301,3 |
||
|
2002 |
3.584,2 |
7.986 |
399.058 |
747,2 |
|
|
1.748,3 |
159.720 |
87.820 |
371,3 |
||
|
Sumber : BPS/Data Consult |
|||||
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
peluang usaha ekspor (16), peluang usaha bahan bangunan (15), usaha ekspor (12), peluang bisnis ekspor (10), peluang usaha bangunan (3), peluang bisnis export (3), peluang bisnis ekspor indonesia (3), peluang bisnis bahan bangunan (2), peluang usaha alat bangunan (1), kayu ud maju bersama (1), eksport bahan bangunan (1), potensi bahan bangunan di indonesia (1), ekspor bahan bangunan (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply