Peluang Usaha Budidaya Sapi Potong
Peluang Usaha Budidaya Sapi Potong : Jumlah penduduk Indonesia yang besar sangat potensial bagi permintaan produk peternakan. Peningkatan konsumsi daging per kapita sedikit saja dapat menyebabkan kebutuhan terhadap ternak potong yang sangat besar. Meningkatnya konsumsi daging karena meningkatnya taraf hidup dan tingkat ekonomi masyarakat merupakan faktor pendorong bagi berkembangnya industri daging, sehingga membuka peluang usaha penggemukan sapi potong di Indonesia.
Meningkatnya harga daging sapi dan kerbau menyebabkan pemotongan ternak melampaui batas kemampuan perkembangbiakannya, sehingga pertumbuhan populasi terganggu. Selama Pelita I dan II, populasi sapi daging turun 0,19% per tahun dan selama Pelita I, II dan III, populasi kerbau turun 5,84%, 1,4% dan 0,32%. Peningkatan populasi dalam tahun berikutnya sebagian besar disebabkan oleh impor ternak. Sepuluh tahun terakhir peningkatan populasi sapi sangat lambat walaupun telah dibantu dengan impor ternak dan daging. Pertumbuhan populasi sapi menurun dari 9,62% per tahun pada pelita III menjadi 1-2% per tahun pada pelita IV dan V dan pertumbuhan populasi kerbau menurun dari 4,30% per tahun pada Pelita IV menjadi 2,09% per tahun pada Pelita V.
Industri penggemukan sapi potong mulai berkembang dengan pesat pada tahun 1992 yang ditandai dengan berdirinya beberapa perusahaan penggemukan sapi feedlot. Jumlah ini berkembang terus hingga mencapai lebih dari 40 perusahaan pada tahun 1997 yang tersebar terutama di pulau Jawa dan Lampung dengan total impor sapi bakalan berkisar antara 300.000-400.000 ekor per tahun. Beberapa perusahaan penggemukan sapi diantaranya adalah PT. Tipperary Indonesia, PT. Great Giant Livestock Co., PT. Suntoryfood Co., PT. Karyana Gita Utama dan PT. Lembu Jantan Perkasa.
Industri sapi potong masih mengandalkan bakalan impor dari Australia yang memiliki harga yang lebih murah daripada sapi lokal. Impor sapi bakalan tersebut dimaksudkan untuk menutupi kekurangan sapi bakalan lokal. Pada tahun 1999, harga sapi Brahman Cross jantan kebiri sebagai sapi bakalan di Australia adalah US$ 0,98/kg bobot hidup dan sampai di Indonesia dengan diperhitungkan biaya pemasaran menjadi sebesar US$ 1,03/kg bobot hidup. Sementara itu, harga sapi lokal sebelum krisis pada tahun 1997 adalah Rp 3.800 – 4.000/kg bobot hidup atau US$ 1,4 – 1,6/kg bobot hidup.
Krisis ekonomi dan moneter yang mulai terjadi sejak pertengahan tahun 1997 menyebabkan banyak perusahaan yang tutup karena daya beli masyarakat menurun drastis dari US$ 1.200 menjadi US$ 300/kapita/tahun. Disamping itu, harga sapi bakalan impor dalam rupiah menjadi sangat mahal karena nilai tukar rupiah yang merosot drastis.
Masalah pokok peternakan yang dihadapi dewasa ini adalah sebagai berikut.
-
Populasi ternak yang ada terlalu sedikit untuk dapat mengimbangi permintaan yang semakin meningkat.
-
Kemampuan berproduksi ternak yang ada belum dapat mengimbangi peningkatan permintaan tanpa terganggu kelestarian populasi.
-
Fluktuasi kurs rupiah mempengaruhi harga sapi bakalan impor.
Hasil Pencarian Anda di http://BinaUKM.com :
budidaya sapi (277), budidaya sapi potong (240), usaha penggemukan sapi potong (53), budi daya sapi (39), budi daya sapi potong (38), perusahaan sapi potong (29), usaha peternakan sapi potong (18), industri sapi potong (14), cara penggemukan sapi potong (12), perusahaan sapi potong di indonesia (11), budidaya sapi pedaging (11), BUDIDAYASAPI (4), harga sapi brahman (3), budidaya sapi di australia (3), peluang usaha pembesaran sapi (2), penggemukan ternak usaha maju bersama (2), data usaha penggemukan sapi (2), Www budidaya sapi potong com (2), cara pengembangbiakan sapi (2), budi daya sapi potong [ppt] (2), cara penggemukan sapi limosin (2), peluang usaha perternakan sapi (2), biaya beternak lembu (2), prospek pasar penggemukan sapi (2), proposal peternakan sapi bali (2), peluang usaha budidaya sapi potong (2), peluang dalam beternak sapi (1), makaLah tentang penggemukan sapi potoNg (1), Peluang penggemukan sapi potong (1), pembudidaya sapi perah (1), pembudidayaan sapi di australia (1), Pembibitan sapi bali lampung (1), pembesaran sapi limousine (1), makalah penggemukan sapi bali (1), pemeliharaan sapi potong;ppt (1), www budidaya sapi bali com (1), usaha jagal sapi (1), prospek usaha peternakan sapi pedaging (1), prospek peternakan sapi potong di indonesia (1), prospek pengembangan penggemukan sapi potong (1), prospek pembesaran sapi (1), prospek budidaya sapi bali (1), sapi metal (1), pertumbuhan usaha sapi potong 2011 (1), pfosfek ternak sapi potong d lampung (1), pemggemukan sapi potong (1), makala tentang penggemukan sapi (1), budidaya penggemukan sapi potong (1), bubi daya penggemukan sapi potong (1), Biaya usaha penggemukan sapi potong 2010 (1), Biaya beternak sapi lokal (1), beli bakalan sapi (1), artikel tentang usaha peternakan sapi (1), analisis usaha ternak sapi bali (1), analisis usaha pembibitan sapi (1), analisis usaha pembesaran sapi (1), analisis sapi potong brahman (1), analisa usaha penggemukan sapi (1), analisa usaha pembesaran sapi (1), analisa usaha jagal sapi (1), Budidaya sapi australia (1), budidaya sapi pototng (1), cara penggemukan kerbau (1), literatur tentang penggemukan sapi potong (1), keuntungan penggemukan sapi lokal vs impor (1), keunggulan dan kelemahan sapi ongole (1), kelebihan dan kekurangan sapi ongole (1), kelebihan dan kekuranagn beternak sapi potong (1), JUAL BIBIT SAPI PO MURAH (1), bakalan sapi perah lampung (1), harga sapi potong 2011 (1), harga sapi limosin dilampung (1), Harga sapi dilampung (1), harga sapi bakalan di peternak lampung (1), Faktor pendorong indonesia impor sapi dari australia (1), contoh proposal pengemukan sapi (1), Analisa pembesaran sapi (1)Artikel Terkait:

Leave a Reply